
Hari ini jam pelajaran ketiga kosong, para guru sedang rapat mendadak di kantor. Entah membahas masalah apa, yang pasti jam kosong dan para siswa bahagia.
Dan tidak mungkin di jam kosong seperti ini seorang Lasira duduk anteng di dalam kelas.
Pacaran donk ahhh...
Jangga sudah menghampiri Lasira di kelas, ketika Lasira hendak melangkahkan kakinya keluar.
" ke kantin yuk yank.." ajak Jangga disambut anggukan kepala Lasira.
Mereka berjalan beriringan di koridor kelas yang tidak begitu ramai, karna di jam kosong seperti ini ,para siswa terbagi dua. Siswa rajin berada di kelas mengerjakan tugas atau ke perpus. Siswa tak rajin mengerjakan tugas di kantin. Dan melihat sepasang kekasih ini berjalan ke arah kantin, bisa di pastikan mereka kategori siswa yang mana .
Ketika sedang berjalan beriringan, Jangga meraih tangan Lasira,menautkan jari jemarinya, Lasira tersenyum melihat Jangga menggandengnya
"biar kayak orang pacaran.." kata jangga.
Ketika adegan mesra ala anak SMA sedang terjadi, di ujung koridor mereka berpapasan dengan guru agama Lasira alias guru agama islam. Namanya Badriyah. Biasa di panggi sibad . Badannya yang gemuk gempal, matanya yang bulat besar makin membulat ketika melihat dua siswanya bergandengan tangan. Melihat ada guru yang sedang memelototinya, mereka berdua refleks melepaskan gandengan, kaget coy.
"ah..assalamualaikum bu " sapa Lasira
" waalaikumsalam..mau kemana? di sekolah gandeng-gandengan kayak truk aja." tegur sibad ketus. Jangga hanya tersenyum,merasa tidak begitu dekat dengan guru itu, karena tidak pernah berada di kelasnya.
" mau ke kantin bu..kan kosong jam nya.."
" memangnya guru kamu gak ninggalin tugas?"
" ninggalin sih bu..cuman udah selesai kok..lagian bentar lagi jam istirahat bu, kan sekalian.."
Bu badriyah hanye tersenyum sinis,sambil meninggalkan mereka berdua.
" hufhh..kaget aku tadi..kirain mau tabrakan sama beruang " ucap lasira sembari mengelus dada
" heh..gak boleh gitu..itu guru kamu loh..tapi dia kayaknya tadi gak suka ya ngeliat aku "
" ah perasaan kamu aja ..emang dia jutek mukanya kok.."
" masa..?"
" masa berlaku uji berkala...udah ah,yuk jalan yuk.."
***
Jam terakhir di kelas Lasira ,pelajaran agama. Semua anak yang beragama islam tetap berada di kelas. Sedangkan yang beragama Non Islam keluar kelas, biasanya mereka belajar di perpustakaan.
Wajah Sibad ketika mengajar tampak jutek, ya karna memang begitu wajah dia dari lahir.
Namun dalam pelajaran kali ini dia merasa sedari tadi ibu gurunya itu menyindirnya. Entah memang kalimat itu di tujukan untuknya atau hanya dia saja yang baper.
Contoh kalimat menohoknya
" Jadi keimanan seorang muslim bisa di uji dalam berbagai kondisi..Bisa di uji ketika dia kaya, ketika dia miskin, atau di uji ketika dia mencintai pasangan yang berbeda keyakinan dengannya.." nah loh. Dan kalimatnya masih berlanjut
" ketika kalian meyakini bahwa Allah itu satu-satunya Tuhan, bahwa nabi muhammad adalah rasul NYA maka kalian harus benar benar memahami itu, jangan terus tiba tiba menjadi murtad karena ingin menikah dengan kekasih pujaan hati yang berbeda keyakinan, ada yang mau seperti itu??"
pertanyaan sang guru membuat suasana kelas riuh rendah karna teriakan-teriakan tak jelas para penghuninya
shit!!! gw yakin nih nyindir gw nih.batin lasira.
__ADS_1
Dia hanya menundukkan kepala,namun agar tidak terasa tersindir dia mengangkat kepala lalu melihat ciwi ciwi 7 bidadari melihatnya dengan tatapan elo disindir tuh.
"ahh..sial..kenapa pada ngeliatin sih?? jadi keliatan beneran gw yang disindir kan." umpatnya dalam hati.
telolet om telolet
fuuiihh..akhirnya selesai juga pelajarannya. Baru saja dia menarik nafas lega, terdengar suara sibad
" Lasira..selesai pelajaran ini, saya tunggu kamu di kantor "
*nah loh!!
****
Di kantor.
" kamu tau kan kenapa saya panggil kamu?" sibad membuka percakapan disambut gelengan kepala.
"gak tau atau pura-pura gak tau?"
Lasira mulai sebal.
" gak tau bu..ada apa?"
" kamu pacaran dengan anak itu? siapa namanya? setau ibu dia katolik kan?"
" Jangga bu..iya, dia katolik"
" kamu belum jawab pertanyaan ibu, kamu pacaran sama dia?"
" teman? kalo teman kok gandeng-gandengan segala?"
" yaaa.. tadi gak sengaja gandengan kok bu.."
" jangan kamu kira saya rabun ya..saya liat sendiri,kamu gandengan tangan..kalo memang itu teman, itupun tetap salah!! kamu sebagai muslimah harus bisa menjaga jarak dengan seseorang yang bukan muhrim kamu! kamu tau itu kan?"
Ya kan..kalo udah gini,mau jawab jujur sama dengan hancur, mau bohong tetep remuk.
" maaf bu..saya gak akan mengulanginya"
oke,ini jawaban teraman. minta maaf .
" pacaran saja di dalam islam itu tidak di benarkan, salah! apalagi pacaran dengan yang bukan seagama! salahnya tambah double!! "
" iya bu.. tapi saya gak pacaran sama jangga bu "
" ya baguslah kalo begitu..saya tidak perlu menceramahi kamu panjang lebar "
syukurlah.aman.
" Tapi kamu harus tetap memperbaiki pergaulan kamu! saya tau teman kamu banyak lelakinya, tapi bukan bearti menjadi bebas bersentuh-sentuhan..kamu mengerti?"
yaelah..masih lanjut ternyata.
" banyak kasus anak sma hamil diluar nikah,jangan sampai kamu seperti itu "
astaghfirullah, tuh mulut pedes amat.
__ADS_1
" insya allah enggak bu, saya bukan penganut free sex..saya juga tau batasan-batasan dalam pergaulan bu.." menjawab dengan ketus.
" ya bagus kalo kamu tau diri, saya itu teman Ibu kamu. kita satu kajian, demikian juga dengan ayah kamu.saya juga kenal. sering ketemu di acara acara pengajian, jangan sampai saya laporkan kamu ke ibu kamu,kalo kamu pacaran sama jangga!!"
Lasira tersentak kaget, ebuuseeett...apes bener.
" gak usah lapor-laporin bu, mami saya udah tau kok..beliau kenal dengan semua teman teman saya "
" oke..kalo gitu saya akan kroscek dengan ibu kamu.."
***** gw.umpatnya dalam hati.
"* Dan lagi...setau saya orang tua Jangga itu adalah seorang pendeta. Saya tidak pernah mengajarkan murid murid saya untuk memilih-milih dalam berteman, bebas! kita harus menghargai orang yang berbeda agama dengan kita. Tetapi itu hanya sebatas pertemanan, namun tidak untuk.menjalin hubungan lebih dari teman, pacaran misalnya. Saya tau kamu masih SMA, bisa di katakan ini masih cinta monyet..cinta anak anak, tapi justru karna masih SMA ,usia kamu masih labil..jikalau sampai kamu pacaran, lalu di goda setan, kamu hamil lalu Jangga mau bertanggung jawab tapi syaratnya kamu harus ikut dia, apa kamu sanggup? "
" astagfirullah bu..ini terlalu jauh pembicaraannya, maaf kalo memang keakraban saya dengan jangga membuat ibu terganggu,terima kasih juga untuk teguran ibu, tapi kalimat ibu membuat saya tersinggung dan terkesan menghina saya "
Lasira mulai tidak bisa mengendalikan emosinya.
"saya hanya mengingatkan..ingat itu.."
" kalo sudah selesai,saya pamit bu..assalamualaikum"
Tanpa menunggu jawaban dari sang guru, Lasira sudah beranjak keluar kantor, berlari menuju parkiran. Bel pulang sekolah sudah berdering setengah jam yang lalu, pasti teman-temannya sudah pulang.
Sesampainya di parkiran, ternyata teman-temannya plus Jangga masih ada disana. Mereka masih setia menunggu.
" Lama amat sih penk.." seru si radinka, dia kalo lagi emosi selalu memanggil Lasira dengan sebutan penk.
" lo di apain sama sibad? kok nangis?" zemma mendekati
" gapapa,gw cuman sebel..sebeeell..kalo enggak guru udah gw tonjok"
"emang kamu di apain yank? beneran karna kepergok yang tadi kita mau ke kantin itu?" tanya Jangga dengan lembut sambil memegang tangan Lasira.
" emang tadi di kantin kenapa? kalian makan sama bu bad? " shabiya bertanya
"hiisshhh...iya,tadi makan trus di traktir " sahut Orin sebal.
" masak? kok aku gak liat?" shabiya masih menanggapi
" ah udah..diam deh..biar Lasira jelasin dulu" elok menengahi.
Lalu Lasira menjelaskan dengan rinci kejadian tadi. Dan ceritanya berakhir dengan
" sebenernya tegur ya tegur aja..yang halus..gk usah menyinggung..gw terima kok kalo di tegur..tapi kenapa mesti kalimatnya menyinggung,kan jadi sebeell.."
" wah bearti ini artinya kalo di sekolah kalian gak boleh deket deket.." ucapan radinka di sambut anggukan semua teman temannya.
" yaudah yuk pulang..gak usah dipikirin..aku anterin kamu pulang ya sayang.." Jangga tampak tak terlalu antusias menanggapi, karna memang sedari awal dari pihak dia tidak mempermasalahkan hubungan beda agama ini.
" kita nebeng ya ngga..anterin satu satu kerumah gituu..kan biar kalian bisa lama pacaran di mobilnya..ya..ya..yaa.."
Jangga tersenyum dan mengangguk , di tengah kesedihan Lasira,dia masih inget sesuatu
" zemm..zemma..lo nebeng si kokoh deh, rumah lo gak searah sama kita, ogah banget nganterin..jauuuhhh..."
" yaahhelaaahhh..gw naik motor sendiri.." zemma cemberut tapi tetap menuruti perinrah lasira.
__ADS_1