
Rasanya baru kemarin dia merasakan malam mingguan bersama kekasih hatinya. Meski malam mingguannya tak seperti pasangan lain, namun Lasira tetap menikmatinya.
Dan hari ini, sudah weekend lagi. Artinya hari ini band Lord sympony akan manggung. Entah dimana. Lasira tidak bertanya karena ditanya pun jawaban Vinsa akan sama.
" nanti juga tahu.."
Kali ini dia memakai celana pendek selutut, kaos sedikit gombrang berwarna broken white , memakai jam tangan baby G berwarna putih, sepatu ankle boots hitam. Karena dia hanya memiliki sepatu model ankle boots berwarna hitam dan putih, jadi dia sering sekali memakainya. Nyaman katanya.
Setengah berlari dia memakai waistbag hitamnya di dada kemudian menjinjing jaket hoodie hitam ditangannya. Sesampainya di teras, Vinsa sudah menunggu. Tampak kekasihnya itu menatapnya dari bawah sampai atas.
"kenapa? aku kan mau nonton konser speed metal kan? apa aku harus pake rok?" ucapnya sebal karena melihat tatapan kurang suka dari sorot mata Vinsa . Tak menjawab, vinsa melihat jam tangannya, kemudian bergumam
"udah mepet waktu..ayo.."
Lasira pun memakai jaket hoodienya,memasang helm dikepala kemudian vinsa memiringkan motor dan naiklah dia ke atas motor besar itu. Begitu Lasira naik motor, vinsa tampak melirik ke arah pahanya yang tersingkap. Ketika dia berdiri memang celananya sepanjang lutut,namun ketika dia duduk di jok yang tinggi,secara otomatis celana itu tertarik keatas sehingga memperlihatkan pahanya yang mulus tanpa cela. Vinsa hanya menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepala.
" kenapa sih? daritadi aneh deh.." tanya lasira dan seperti biasa tanpa jawaban.
Vinsa melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang, dan tiba-tiba berhenti di depan toko bertuliskan Adventure.
Lasira mengernyitkan dahi ketika vinsa menyandarkan motornya dan dia tetap tidak turun dari motor sehingga menyulitkan Vinsa untuk menurunkan kaki panjangnya. Melihat itu, Lasira cuek tak bergeming.
Vinsa pun tak banyak bicara, dengan segala cara dia mampu turun dari motor besarnya tanpa menyenggol tubuh gadisnya. Tak banyak kata dia masuk ke toko tersebut dan tak berapa lama dia keluar sambil membawa selembar kain ah tampak seperti kain pantai berwarna hitam bercorak tengkorak.
" turun dulu.." perintahnya, dengan malas lasira turun. Lalu berdiri dihadapannya. Sejurus kemudian dia menarik pinggangnya dan melilitkan kain itu di pinggangnya sembari berkata
" paha kamu keliatan..kamu mau kasih lihat paha mulus kamu sama setiap orang dijalan? kalo bukan karena waktu mepet, aku udah suruh kamu ganti tadi.." ucapnya setelah selesai melilitkan kain itu di pinggang sang kekasih. Ahhh....wajahnya merona mendapati perhatian yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
Perjalanan lebih dari 30 menit sudah mereka tempuh, dari kejauhan sudah tampak hingar bingar suara musik. Konser musik di adakan di sebuah tanah lapang dan panggung berada ditengah-tengah. Waktu menunjukkan pukul 17.00 wib , mereka tadi berangkat selepas shalat ashar. Turun dari motor lasira melepas lilitan kain itu dan meletakkan di atas motor. Dia juga melepas jaket hoodienya dan meletakkan di atas motor. Di raihnya sisir kecil dari dalam waitsbagnya, kemudian dia menyisir rambut panjangnya yang sedikit berantakan lalu dia biarkan terurai. Meski tampilan sedikit maskulin namun rambut panjangnya membuat dia tampak menggemaskan. Setidaknya itu yang terlihat di mata Vinsa.
Mereka melangkahkan kaki menuju backstage tempat semua personil berkumpul. Diruangan tersebut banyak wanita yang ternyata pasangan dari masing-masing personil. Tampak tina menyambutnya dengan sumringah
" mbaakkk...sini..sini..aku kenalin..." ucapnya heboh sembari menarik tangan Lasira untuk diperkenalkan kepada seluruh orang yang berada diruangan tersebut. Selama proses perkenalan, banyak pujian terlontar untuknya membuat dia tersenyum malu
" cantiknyaa..."
" duh..langsing banget deh..."
" rambutnya baguuss..." untuk pujian itu mereka memuji sembari mengelus rambut Lasira. Dan dia hanya tersenyum sebelum kemudian mendudukan tubuhnya di salah satu kursi. Begitu duduk secara otomatis celananya tersingkap keatas,sehingga kembali memperlihatkan paha mulusnya. Di ujung ruangan tampak beberapa lelaki menatap ke arah kaki jenjangnya. Lasira sedikit kikuk kemudian berusaha menurunkan celananya. Tak lama tiba-tiba Vinsa sudah berada di depannya sambil membawa jaket hoodienya dan menaruhnya di pahanya sehingga paha mulus itu tertutup membuat para lelaki yang sedari tadi melihatnya menepuk jidat, kecewa karena tontonan gratisnya tertutup. Lasira mendongakkan kepalanya dan tersenyum
" makasih mas..besok besok aku gak pake celana ini lagi deh.."
Vinsa hanya tersenyum sambil mengelus ujung kepalanya. Kemudian pergi meninggalkan Lasira karena sebentar lagi bandnya akan tampil.
Tiba-tiba dia merasa haus, ingin minum air mineral dingin. Melihat kanan kiri dia tak menangkap sosok Vinsa. Kemudian dia berdiri
" mau kemana mbak? nyari mas vinsa? dia di depan tuh.." tanya tika sekaligus memberikan informasi
" enggak..mau nyari minum dulu..gw kedepan dulu ya dek.." jawabnya.
Dia mengambil jaket hoodienya kemudian melingkarkannya dipinggang. Lalu melangkahkan kaki menuju ke arah pedagang minuman yang berada di seberang panggung. Acara akan di mulai pukul 19.00 WIB nanti namun pengunjung sudah cukup banyak yang berdatangan. Dan sebagian besar adalah lelaki. Dan karena dia terbiasa bersama para lelaki, dia tak nampak canggung. Ketika sudah berhasil membeli air mineral dingin, dia mendudukan tubuhnya di kursi yang berada dipinggir lapangan tersebut.
__ADS_1
Selesai meminum air setengah botol, dia meraih ponselnya,mengecek apakah Vinsa menghubunginya atau tidak. Tiba-tiba ada beberapa lelaki datang menghampirinya. Lasira memandang ketiga lelaki berbaju hitam dan bermuka tengil di hadapannya.
" haloo cewek...sendirian aja.." ucap salah satu cowok berambut pirang dekil
" cakep deh kamu.." sahut cowok bertubuh kurus kering
" kaki kamu bagus deh..rambut kamu juga.." lanjut lelaki berbadan tegap.
Melihat dirinya digosa tiga lelaki unfaedah ini, Lasira tidak takut. Ketika dia bersiap-siap membuka mulut untuk memaki tiba-tiba sebuah lengan kekar merangkul pundaknya
" ada perlu apa sama cewekku?" tanyanya tajam sembari menatap ketiga cowok yang tampak memucat wajahnya. Tanpa menjawab mereka langsung berlari menjauh.
" hahaha..kamu nakutin mereka tuh mas.." lasira tertawa geli
" kamu tuh ya..digodain cowok gak takut?"
" takut? sama cowok kayak gitu? enggak laahh..gini-gini aku dulu karateka mas..sabuk putih!! enggak item lagi..." ujarnya bangga.
Vinsa hanya tersenyum sambil berkata
"iya..sabuk putih itu biasanya temennya anak-anak TK.."
Betul sekali ucapan Vinsa, karena tingkatan terbawah di dalam seni beladiri karate adalah sabuk putih dan biasanya yang mengikuti adalah anak-anak TK.
Lasira tertawa sambil mencubit perut sixpack kekasihnya. Ahhhh...kok tau kalo sixpack?? kan belum pernah lihat. Tapi dipegang kan kerasa kalau rata kan yaa.
Adzan magrib berkumandang, Vinsa mengajak Lasira menunaikan shalat magrib di masjid tak jauh dari lokasi. Ini salah satu yang membuat Lasira menyukai vinsa, karena lelaki bertampilan urakan ini rajin shalat.
Lasira membuka ponselnya dan membaca pesan dari mbak tika
Dek..mas eko pergi,kunci pintu dibawa,gerbang digembok jadi kami gak bisa lompat.
Lasira menepuk jidat. Matih!!
" yuk pulang N..." ajak vinsa kemudian menatap heran kekasihnya
" kenapa?"
" pintu kos sama gerbang dikunci, mas eko nya pergi..jadi aku tidur mana donk.." keluhnya. Vinsa tampak berfikir sejenak kemudian berkata
" yaudah, tidur rumah aku.."
Lasira hanya terdiam,ragu.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, karena Vinsa melajukan motornya dengan pelan,mereka pun sampai di rumah mungil Vinsa.
Vinsa membuka pintu rumahnya dan lasira mengikuti dibelakang. Ketika Vinsa masuk kamar langkah kakinya terhenti, dia bingung mau ikut masuk atau tidak. Sejurus kemudian vinsa mengeluarkan kepalanya dari arah kamar
" masuk sini..mau shalat isya gak?"
" kamu ada mukena mas?"
__ADS_1
" ada..punya mama ditinggal disini.."
" ah..syukurlah.." ucapnya sembari masuk ke dalam kamar mandi yang berada didalam kamar vinsa. Mengambil air wudhu kemudian mereka shalat isya bersama.
Selesai shalat, waktu menujukkan pukul 00.30 wib..sebentar lagi pagi kan.
" kamu mau ganti baju gak? " tanya Vinsa sembari menunjuk lemari di sudut kamar.
" iya deh..gerah ini..mau mandi tapi udah malem banget ya ini.."
Lasira melangkahkan kaki kemudian membuka lemari pakaian vinsa yang tertata rapi. Lebih rapi dari lemari pakaian miliknya.
Lalu di ambilnya satu kaos dan celana pendek. Kemudian masuk ke kamar mandi untuk mengganti baju. Tak butuh waktu lama, dia keluar kamar mandi dengan rambut terurai, kaos Vinsa yang besar tampak kebesaran di tubuhnya. Panjang kaos itu tampak sepanjang lututnya. Sehingga celana pendek lebih tepatnya celana boxer milik Vinsa tak terlihat karena terttutup oleh panjangnya kaos. Vinsa yang sedang membereskan ranjang kemudian menghentikan aktifitasnya ketika melihat baju yang dikenakan kekasihnya. Dia tampak menghela nafas dan mengusap kasar wajahnya.
" kenapa sih mas??" tanyanya polos
" kamu tuh ya..." ucapnya terputus
" aku? kenapa?"
" kamu tu bener-bener cewek yang gak ada pertahanan diri!! ini kalo pacar kamu brengsek, udah habis kamu sekarang.." ucapnya dengan mata terpejam dan menengadahkan wajahnya keatas. Berusaha untuk tidak menatap tubuh kekasihnya yang tampak seksi di matanya meski memakai baju kebesaran.
" ahhahaha..kamu tergodaa yaa..naahh ini niihh..kamu lagi di uji imannya iniii..tergoda gaakk.." Lasira berteriak menggoda sembari menaikkan satu kakinya di atas ranjang dan tersenyum smirk.
Sungguh cari mati. Karena sejurus kemudian Vinsa menarik tubuhnya dan menjatuhkannya ke ranjang, lalu memegang kedua tangan lasira ,mengunci tubuh langsing kekasihnya di bawah tubuhnya
" kamu yang mulai godain aku duluan lho.."
" ahh..hahaha...ah..aku kan cuman bercanda mas..udah ah..lepasiin..nanti setannya lewat lhoo.." ucap lasira gugup sembari berusaha melepaskan tangannya.
" setannya sekarang udah mampir.." ucap Vinsa dengan napas berat,kemudian dia ******* bibir kekasihnya dengan lembut, karena terbawa suasana ,lasira membalas ciuman itu dengan tak kalah lembutnya. Mereka berpagutan cukup lama sehingga merasa oksigen sudah habis, Vinsa melepas ciumannya. Menempelkan dahinya di dahi lasira lalu sejurus kemudian mencium dahinya lembut. Dan beranjak dari atas tubuh lasira. Dia mengambil selimut dari ujung ranjangnya kemudian melilitkan selimut itu disekujur tubuh Lasira sehingga hanya wajah Lasira saja yang terlihat.
" maass...apaan sihhh..emang aku lontoongg..." teriaknya dengan suara tertahan.
" iya..aku jadiin kamu lontong dulu malam ini, sebelum setannya berhasil gangguin aku.."
Ucap Vinsa sembari menepuk lembut dahi kekasihnya.
" Ya Tuhaann..ya gak ginii jugaa kalii maass..mana bisaa aku tiduuurr kalo beginii.."
" kamu bisa diam tak? kamu mau bangunin sesuatu malam ini? aku cowok normal lho.." ucapnya sembari menangkupkan kedua tangan di dada bidangnya membuat Lasira diam tak bergerak.
Sejurus kemudian Vinsa membuka kaosnya dan melemparkannya ke keranjang baju kotor. Dia bermaksud untuk ganti baju. Kini dia bertelanjang dada dan membuat Lasira yang sedang terbungkus selimut menelan ludah.
Menatap tubuh sixpack kekasihnya. Kali ini beneran terlihat bukan sekedar menerka-nerka. Tubuhnya benar benar indah, kekar dan berperut kotak- kotak dan aahhh..ada bulu-bulu halus di dadanya. Tepat sesuai dugaannya.
" mas...tolong,ganti bajunya jangan disitu..aku juga cewek normal...nih setannya udah mulai gangguin aku mas..." ucapnya sembari menutup mata.
Vinsa tampak menahan tawa lalu masuk ke kamar mandi dan berganti baju disana.
Keluar dari kamar mandi,dilihatnya sang kekasih sudah memejamkan mata. Vinsa tersenyum dan merebahkan tubuhnya di sofa sebelah ranjang kemudian mulai menutup matanya.
__ADS_1
Sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta, tak akan pernah luput dari dosa namun setidaknya mereka berdua berusaha saling menjaga agar tidak melebihi batas.