Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 7


__ADS_3

Sebulan berlalu, kehidupan sekolah lasira berjalan lancar, dia jarang telat sekarang. Si radinka pun masih setia menunggunya di ujung jalan setiap berangkat sekolah. Semenjak Valentine kemarin, masih ada dua kakak kelasnya yang menyatakan cinta, namun jawaban lasira sama, belom minat pacaran.


Hari ini, jam terakhir harusnya pelajaran fisika. Tapi sudah 30 menit berlalu,tidak ada tanda tanda Mr.P-man bakal masuk kelas. Lalu Lasira punya ide brilian. Dia maju ke depan kelas, mengetuk meja dengan penggaris kayu.


"attention pliisss...woiii..diem dulu woii.."


Teman-teman auto diem.


"udah 30 menit kita cengoh di kelas, dan ini bau-baunya mr.P-man gak bakal masuk deh,gimana kalo kita cabut aja? sekelass..di GOR (Gelanggang Olah Raga) lagi ada kompetisi basket antar SMA, sekolah kita juga ikut kan..nah gimana kalo kita ubah kecengohan kita dengan melakukan kegiatan berbobot!!! setujuuuuu" teriaknya.


Dan kelas 1C ini terkenal kompak, gak pake lama semua teriak


"setujuuuuuu"


Dan langsung berhamburan keluar kelas. Dan karna kelas lain masih d dalam kelas, halaman sekolah uang luas tampak lengang. Entah para guru di kantor tidak ada yang keluar


"gw tadi kayaknya denger,semua guru lagi rapat dadakan " brian berkata seolah tau aap yang ada dipikiran Lasira


"heeyy..gw abis cek, gerbang di buka..mang adil kagak ada deh.." seru alby


"yessss..lancar jaya tanpa hambatan bolos berjamaah ini!!! " pekik lasira senang


Ketika sedang buru-buru berjalan, tali sepatu lasira lepas, dia pun berjongkok benerin tali sepatu dan dia lihat tiba2 teman temannya berlari cepat,lasira menengok kebelakang ketika merasa namanya dipanggil.


dan benar, Mr.P-man ada d ujung koridor di belakangnya.


Dan untuk pertama kalinya,dia mendengar suara sang guru


"mau kemana kamu?" teriaknya, karna jaraknya dengan lasira berdiri cukup jauh. Lasira sudah berada di tengah lapangan, deket parkiran mobil para guru.


" bapak kok dateng sih pak? nanggung nih..kita mau ke GOR pak,nonton pertandingan basket..bye bye paakk..cu next day" Lasira menjawab dengan lantang dan pede,karna berfikir dia tidak sendirian, ada temen temen sekelasnya di belakang.Kan mereka setia kawan, ya kaann. Itu yang selalu mereka gaungkan ketika akan berbuat onar.


Harusnya sih begitu, tapi pada kenyataannya ketika Lasira bye bye sama pak guru,dia membalikkan tubuhnya,kosong.nihil.teman temannya raib,hilang kesedot pusaran angin


"aahhh siaaallll...."teriaknya sambil berlari mencoba kabur. Sejurus kemudian dia mendengar suara cekikin berjamaah, ternyata temen temennya ngumpet di belakang mobil. arghhhh.....menyebalkan! setia kawan dari hongkong!!!


**


Akhirnya,mereka sampai di GOR. Mereka mencari tempat duduk yang strategis.Kebetulan pertandingan baru akan dimulai dan sekolah mereka yang bertanding lawan sekolah favorit di kota tersebut.


Tiba-tiba zemma menyikut perutnya


"hey..itu bukannya si codet?" katanya sambil menunjuk cowok berseragam basket ditengah lapangan. Lasira terkesiap. eh iya,tambah cakep aja,gumamnya.


"tambah cakep ya? lo masih naksir kagak?" godanya


"ihh..siapa yang naksir,gw kan cuman kagum " elaknya

__ADS_1


"ya kagum itu kan bahasa alusnya naksir,karna takut di tolak hahahaha "


"ihh..rese' lo" sungutnya


Codet. itu sebenernya bukan namanya. karna lasira maupun zemma tidak mengetahui namanya. Mereka berdua berasal dari SMP yang sama, dan dulu ketika setiap pagi, pas berangkat sekolah mereka selalu berpapasan dengan si codet yang diketahui rumahnyadi area SMP mereka. Kala itu codet sudah mengenakan seragam putih abu-abu yang artinya dia angkatan di atas Lasira.


Setiap pagi mereka selalu berpapasan, walo si codet gak pernah melirik. Lasira dan zemma berjalan dan si codet mengendarai motor sport berjalan pelan pelan keluar dari gang, yang notabene gang nya berada di belakang sekolah mereka. Terkadang mereka berdua sengaja nongkrong dulu di belakang sekolah demi melihat si codet lewat.


Cowok itu bertubuh tinggi,hidung mancung,bibir tipis,dan asa luka codet di pipi kanannya. Nah maka dari itu mereka berdua menamai "codet". Untung bukan copet ya.


"heh..rin..lo kenal cowok berkaos no 55 itu gak?" tunjuk zemma kepada orin.


secara pacar orin bersekolah di sekolah yang sama dengan codet, zemma bertanya. kali aja orin kenal. Orin menyipitkan mata,berusaha menajamkan matanya


"no 55? hmmm..ohh..si Radit?kenal..kenapa emang? " orin balik nanya


"wooouh...pucuk dicinta ulam pun tiba!! woyy las...si orin kenal noohh" zemma bertepuk tangan gembira


"kenapa emang? Lasira naksir? tumben.." tanya orin


"iya,dia naksir dari SMP..sering liatin dia duluu.."


"kagum zem..kaguumm..kagak naksiirr" ralat Lasira,malu.


"mau gw kenalin? kenalan aja.." tawar Orin.


Lasira tak perduli. Tetep fokus melihat pertandingan. Padahal aslinya dia degdegser seneng tuh..


** dua minggu berlalu


"Las...ntar pulang sekolah, gw kenalin lo ya.." kata orin pas istirahat


" kenalin ke siapa? " Lasira lupa


"ke radit lah..katanya lo pengen kenalan"


" emang gw ngomong pengen? zemma tuh.." kilahnya sambil menunjuk zemma dengan dagu


" enggak maunya elo,artinya mau Las..gw mah uda hafal " serobot zemma, dan itu benar.


Pas pulang sekolah,di depan gerbang sudah ada cowok dengan motor sport warna hitam,duduk senderan di jok motor,tas ransel berada di pundak kanannya,tangannya memegang ponsel dengan wajah menunduk fokus ke hp.


"tuuhh..radit udah dateng...Radiiittt " orin teriak


yang dipanggil mendongakkan wajah, seketika rambutnya yang lurus berkibar kibar terkena angin, dengan adegan slow motion ala drama korea ,setidaknya ini di sudut pandang Lasira ya.. haha


Radit melambai ke arah orin.

__ADS_1


ah gila..ganteng banget sih.batin Lasira terpukau tapi tetep sok cool.


Orin mendekati Radit ,berbicara sejenak kemudian berbalik,menarik tangan Lasira dan mendekatkannya ke arah radit.


"nih dit..kenalin temen gw.."


Lasira kaku. sial.batinnya


Radit tersenyum,memamerkan deretan giginya yang rapi lalu dia menjulurkan tangannya.


"Radith.." katanya


"Lasira.." jawabnya pelan


sepersekian detik,hening.


"ahh..kok malam diem.." buyar orin


"ah iya..gw jalan dulu sama anak-anak..lo?" tanya lasira ke orin


"lo gw anter pulang ya rin.." radit memandang orin


"oh..oke..gw duluan ya las.."


mereka say goodbye. Lasira kembali ke ciwi-ciwi


"loohh..katanya di kenalin? kok pulang bareng orin? " zemma bertanya,bingung.


"lha emang kenapa? ya kalik baru kenalan langsung boncengan..udah ah,yuk balik yuk.."


"ya kan ngapain kek..pergi barengan dulu apa gimana.." masih ngeyel si zemma


"eh iya..gw pulang sama siapa ya..gw ga bawa motor.." keluh shabiya


"hmmm..gampang itu mah..udah kalian berdiri disini dlu,gw cariin tumpangan" kata Lasira


Dia pun berdiri tepat di pintu gerbang, lalu berteriak


"al..alby...lo anterin pulang shabiya ya..trus lho brian..jalan lo pulang searah ama elok kan? nah..bawa skalian dia...trus lo oka, lo anter zemma pulang,kalian searah juga kan" perintah Lasira dengan mata melotot. Yang dimintain tolong mau gak mau tetep mau kan.


"lah..gw kan gak searah sama shabiya.." elak alby


"ya elo emang ga searah, tapi lumayan kan lo boncengin cewek cakep kayak shabiya? daripada jok lo kering kagak ada yang di boncengin "


"ahhh...bener juga ya..okedeh..cuss bie..naik sini sama abang.." kata alby sambil menepuk nepuk jok motor metic nya.


Setelah semua temennya dapet tumpangan, Lasira berjalan menuju tumpangan abadinya,Radinka.

__ADS_1


untungnya pacar radinka beda sekolah, jadi dia selalu anter Lasira pulang dulu baru jemput pacarnya. Baik ya.


__ADS_2