
“Aku tidak menyangka kau memiliki masa lalu yang kelam.” Setelah melakukan perjalanan bersama, Chi Rong menatap wajah Shen Lao dengan seksama.
“Bolehkah aku merapikan rambutmu itu?” Chi Rong merasa rambut panjang Shen Lao terlihat sangat berantakan.
Shen Lao tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya. Ketika sentuhan lembut telapak tangan Chi Rong menyentuh rambutnya, Shen Lao memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan tangan Chi Rong.
Beberapa saat kemudian, Chi Rong mengajak Shen Lao menuju sungai. Aliran air sungai yang begitu bening membuat Shen Lao terkejut dengan penampilan wajahnya dan rambutnya. Namun sesungguhnya pandangannya terarah pada wajah Chi Rong yang tepat berada di sampingnya.
“Menurutku kamu tampan.” Chi Rong mengatakan hal yang membuat Shen Lao tersenyum.
“Dan menurutku kamu cantik.” Mata Shen Lao masih menatap air yang memantulkan wajah Chi Rong.
“Ya, banyak pendekar pria yang mengatakan itu padaku. Tetapi ini baru pertama kalinya aku merasa bahagia saat seseorang mengatakan itu padaku.” Chi Rong bergerak menjauh dari Shen Lao sebelum melompat ke udara dan mulai terbang melanjutkan perjalanannya kembali.
Shen Lao mengikuti Chi Rong dan menyusulnya, “Kamu adalah perempuan pertama yang mengatakan itu padaku.”
Shen Lao tidak memungkiri jika dirinya telah jatuh hati pada Chi Rong.
‘Pendekar dari Istana Bulan Biru tidak boleh berhubungan berlebihan dengan laki-laki. Aku harus menjaga jarak darinya.’ Chi Rong selalu menjauh ketika Shen Lao mendekatinya.
Shen Lao yang sadar akan tindakan Chi Rong akhirnya memilih menjaga jarak. Shen Lao mengetahui bahwa Istana Bulan Biru melarang perempuan untuk berhubungan dengan laki-laki dari Chi Rong saat dalam perjalanan.
Beberapa jam setelah meninggalkan Hutan Kegelapan, akhirnya Shen Lao dan Chi Rong sampai di sebuah kota.
Chi Rong menjelaskan bahwa kota yang ada di depan mereka adalah Kota Qudong.
Melihat tubuh Chi Rong yang hanya dibalut kain seadanya. Shen Lao memutuskan untuk membeli pakaian untuk dirinya dan Chi Rong.
Salah satu toko yang menyediakan pakaian mereka singgahi. Kebanyakan orang menatap ke arah Chi Rong, sehingga Shen Lao dengan sengaja melepaskan aura pembunuh untuk mengintimidasi mereka.
Chi Rong tertawa lirih melihat Shen Lao yang tidak suka dengan tatapan orang-orang yang mencuri-curi pandang padanya.
“Selamat datang di toko kami, Tuan, Nona.” Seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan Shen Lao dan Chi Rong.
Shen Lao meminta wanita paruh baya pemilik toko untuk mengantarkan mereka ke tempat yang menyediakan pakaian dengan bahan dan kualitas terbaik.
__ADS_1
Chi Rong baru menyadari jika dirinya tidak memiliki uang sepeserpun, ‘Bagaimana jika dia tahu diriku seceroboh ini?’ Chi Rong nampak malu saat Shen Lao memegang gaun putih yang merupakan pakaian paling mahal di toko yang mereka singgahi.
“Pelayan, berikan aku ini dan pakaian biasa untuk perempuan.” Perkataan Shen Lao membuat Chi Rong terkejut.
“Aku belikan pakaian itu untukmu. Semoga kamu menyukainya.” Shen Lao ingin melihat Chi Rong memakai gaun yang dia beli.
“Terimakasih. Bagaimana aku memanggil namamu? Junior Shen?” Chi Rong masih berusaha menjaga jarak dari Shen Lao.
“Peri Bunga, kau bisa memanggilku sesuka hatimu. Aku boleh memanggilmu Peri Bunga, kan?” Shen Lao menatap wajah Chi Rong lurus.
“Bukankah kau keturunan bangsawan? Harusnya kau memanggilku Senior Chi!” Chi Rong menatap tajam Shen Lao.
Shen Lao tidak peduli dengan perkataan Chi Rong yang tegas. Selanjutnya Shen Lao mengambil keping emas dalam jumlah yang cukup banyak.
“Tuan muda semua jumlah pakaian yang anda pesan adalah sepuluh ribu keping emas. Sebenarnya gaun yang anda beli memiliki sutra khusus yang dapat memulihkan aura.” Mendengar perkataan pelayan, Shen Lao memegang gaun putih itu dan memeriksanya.
“Bukankah ini sutra khusus dari Pohon Aura?” Shen Lao mengangkat alisnya, “Siapa yang membuatnya?”
Pelayan tersebut menjelaskan bahwa sekitar dua bulan yang lalu ada seorang wanita cantik yang menjual gaun putih ini dan menjelaskan kelebihan dari gaun putih tersebut. Shen Lao mengetahui jika harga gaun yang dijual wanita itu tidak semahal sekarang, tetapi ini bukan masalah baginya.
Pelayan itu terkejut melihat Shen Lao dengan mudahnya memberikan uang. Bahkan Chi Rong juga tidak menyangka Shen Lao akan sekaya ini.
“Ini lebih dari cukup, Tuan Muda.” Pelayan itu memberikan gaun dan beberapa pakaian yang dipesan Shen Lao.
Setelah membeli pakaian, Shen Lao mengajak Chi Rong menuju penginapan terbesar di Kota Qudong. Nama penginapan itu adalah Penginapan Bulan Madu.
“Bukankah penginapan ini...” Chi Rong menelan ludah karena dia mengetahui Penginapan Bulan Madu adalah sebuah penginapan mewah dan memiliki harga sewa yang mahal.
“Nama penginapan ini terdengar menggelikan...” Shen Lao tertawa lirih sambil mengajak Chi Rong untuk masuk ke dalam penginapan.
Penginapan Bulan Madu memang salah satu penginapan termewah di Kota Qudong bahkan Kekaisaran Jia.
“Silahkan masuk Tuan, Nona...”
Pelayan menjelaskan harga sewa penginapan. Lantai teratas yakni lantai tiga memiliki harga sewa sepuluh keping emas setiap kamarnya dalam semalam.
__ADS_1
Shen Lao memesan satu kamar di lantai tiga. Pelayan segera mengantar Shen Lao dan Chi Rong menuju kamar penginapan.
“Pelayan, bisa bawakan hidangan terlezat di penginapan ini. Masalah uang tidak perlu khawatir.” Shen Lao menambahkan sepuluh keping emas pada pelayan.
“Saya akan segera siapkan Tuan Muda...” Pelayan itu membungkuk dan langsung bergegas menyiapkan makanan.
Shen Lao masuk ke dalam kamar bersama Chi Rong.
“Peri Bunga...” Shen Lao menutup pintu kamar dan menatap tajam Chi Rong.
“Gantilah pakaian yang kamu kenakan.” Shen Lao melempar gaun putih ke atas kasur. Kemudian dia duduk di kursi yang dekat dengan jendela.
Shen Lao mengeluarkan sumber daya untuk mencari cara membuat penawar Racun Siksa Abadi.
Chi Rong dibuat terkejut ketika Shen Lao mengeluarkan sumber daya yang memiliki khasiat tinggi.
“Junior Shen, jika aku mati. Tolong bawa mayatku ini ke Istana Bulan Biru. Hanya itu permintaanku. Kau tidak perlu merasa bersalah.” Chi Rong sudah membulatkan tekadnya dan menerima kenyataan.
Mendengar itu, Shen Lao memukul meja didepannya, “Karena aku, kau terkena racun itu bukan? Aku tidak bisa membiarkanmu mati!”
Shen Lao menarik napas dalam-dalam sebelum bermeditasi untuk mencari cara menyembuhkan Racun Siksa Abadi dalam ingatan warisan Roh Dewa yang dan Pil Seribu Pengetahuan.
Muncul tata cara membuat penawar racun. Bahan-bahannya merupakan sumber daya yang ada di Jurang Abadi.
Chi Rong tersentuh ketika melihat Shen Lao membuat pil untuknya. Sambil menunggu hidangan yang disajikan penginapan, Chi Rong memilih untuk mandi.
Sekitar satu jam setelah Shen Lao membuat pil penawar racun, Chi Rong keluar dari kamar mandi dan menggunakan gaun putih pemberian Shen Lao.
“Peri Bunga. Maaf, seandainya aku pandai dalam bidang pengobatan...” Shen Lao melihat pil penawar racun yang dia buat gagal.
Chi Rong menghampiri Shen Lao dan menelan pil penawar racun yang telah dibuat sepenuh hati, “Terimakasih telah berusaha menyelamatkanku.”
Shen Lao menatap Chi Rong. Jantungnya berdegup kencang melihat wanita dihadapannya terlihat begitu anggun dan menawan.
‘Hanya ada satu cara untuk menyembuhkanmu tetapi...’ Shen Lao mengepalkan tangannya dan menarik napas panjang.
__ADS_1