
LTI 95 - Selamat
Jauh diatas langit terlihat sosok perempuan yang seumuran dengan Shen Lao sedang melayang di udara. Perempuan itu merasakan aura yang membuatnya tersenyum lebar lalu dia menatap kebawah dan menemukan pertempuran yang tengah mendekati *******.
“Lelaki itu...” Perempuan ini memperhatikan sosok lelaki yang sudah diujung batas tenaganya.
Dengan pandangannya yang luas dan jelas, perempuan itu mengetahui bahwa lelaki tersebut memiliki banyak kemiripan dengannya.
“Lebih baik aku menyelamatkannya bersama dua wanita itu. Aku akan melemparnya ke Kekaisaran Yin, sekalian aku kembali,” ujar perempuan tersebut.
Sementara itu dalam kegelapan Jurang Hantu, Shen Lao mengerahkan semua energinya untuk menyelamatkan Bing Jinxia ataupun Ju Xiulan.
“Cih! Sepertinya kita akan mati!” Shen Lao mengumpat karena tidak dapat mengeluarkan kemampuannya lebih besar.
Terlintas dipikiran Shen Lao untuk menggunakan kekuatan terakhirnya dengan dirinya yang akan lumpuh dan tidak akan bisa berkultivasi.
Namun samar-samar Shen Lao merasakan sebuah aura yang begitu hebat dan terasa tidak asing bagi dirinya.
Saat Shen Lao berhasil menangkap tubuh Bing Jinxia dan Ju Xiulan, sebuah portal muncul dibawahnya dan menelan tubuh mereka bertiga.
____
__ADS_1
Beberapa hari setelah kabar kematian Shen Lao, Bing Jinxia dan Ju Xiulan, sebuah portal terlihat di Hutan Seribu Buas.
“Argh!” Shen Lao merasakan tubuhnya hampir remuk saat Ju Xiulan jatuh diatas badannya, sedangkan tubuh Bing Jinxia tertahan bongkahan es yang menyelimuti dirinya.
Kondisi Bing Jinxia pingsan sedangkan Ju Xiulan terlihat sekarat. Shen Lao mencoba mempertahankan kesadarannya saat menyadari nyawa Ju Xiulan diambang batas.
“Kami ditolong oleh siapa? Dan ini dimana? Aku harus mempertahankan kesadaranku...” ucap Shen Lao.
Perlahan Shen Lao mulai memulihkan tenaga dalamnya, namun sulit untuk dilakukan karena kondisi tubuhnya yang terluka.
Mengetahui kondisi Ju Xiulan yang terluka parah, Shen Lao memusatkan proses penyembuhan kepada Ju Xiulan. Setelah dirasa Ju Xiulan cukup, barulah Shen Lao menyembuhkan Bing Jinxia.
Selepas itu kesadaran Shen Lao menghilang dan dia sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi setelahnya.
Ju Xiulan menyadari kekuatan sudah diambang batas bahkan pemuda itu sudah tidak mampu lagi menggunakan kekuatan Roh Phoenix.
“Laolao... Kau mengorbankan semuanya demi diriku...” Ju Xiulan terisak dan menggoyangkan tubuh Shen Lao.
Tak lama Bing Jinxia terbangun dan menemukan Ju Xiulan sedang berusaha membangunkan Shen Lao.
“Saudari Ju...” Bing Jinxia melihat jelas bagaimana ekspresi frustasi Ju Xiulan.
__ADS_1
Kemudian Bing Jinxia mengalihkan pandangannya untuk mengecek sekitarnya sebelum memperhatikan Shen Lao.
“Xiaxia, sepertinya kita masih hidup berkat Laolao. Tetapi Laolao bisa mati kapan saja...”
Ju Xiulan menjelaskan kepada Bing Jinxia jika kondisi tubuh Shen Lao sudah terluka sangat parah bahkan titik-titik meridiannya hampir lumpuh karena Shen Lao memaksakan kekuatan Roh Phoenix untuk menyembuhkan Bing Jinxia dan Ju Xiulan.
“Dia bisa saja kehilangan kesempatan menjadi pendekar terkuat seumur hidupnya karena menyelamatkan kita berdua.” Ju Xiulan menjelaskan.
“Tidak mungkin...” Mendengar penjelasan Ju Xiulan tentu saja membuat Bing Jinxia syok.
Bing Jinxia yang masih lemah terduduk lemas disamping Shen Lao yang terbaring lemah. Gadis itu mengingat perkataan Kakeknya jika tubuhnya sangat istimewa.
Terlintas dalam benak Bing Jinxia untuk memberikan Tubuh Yin yang selama ini dijaga olehnya ataupun Bing Caoji kepada Shen Lao. Namun Bing Jinxia nampak bimbang karena ini menyangkut masa depannya.
Saat pikiran Bing Jinxia berkecamuk, tiba-tiba Ju Xiulan mengecup bibir Shen Lao lalu menatap Bing Jinxia lurus.
“Xiaxia, ada satu cara untuk menyelamatkan Laolao. Saat dia tersadar aku akan menjelaskan kepadanya. Tetapi aku ingin memberitahu semuanya kepadamu terlebih dahulu,” ujar Ju Xiulan.
Dengan kondisi tubuhnya yang istimewa yakni Badan Perawan Suci, Ju Xiulan berniat memberikan mahkotanya yang paling berharga kepada Shen Lao.
Mendengar itu Bing Jinxia hanya menyetujui apa yang ingin Ju Xiulan lakukan.
__ADS_1
“Aku telah membunuh banyak orang tak bersalah karena dimanipulasi Mao Heisha. Hidupku sama sekali tidak berarti, tetapi aku ingin merasakan kehangatan cinta dari pria yang aku sayangi...” Ju Xiulan mengelus wajah Shen Lao sebelum mengajak Bing Jinxia untuk membuat sebuah gubuk yang akan menjadi tempat peristirahatan mereka bertiga.