Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 86 - Kupinang Kau Karena Penasaran


__ADS_3

Tak terasa hari ini Turnamen Bunga Persik kembali digelar. Dimana hanya menyisakan empat peserta yang dipastikan akan menjadi pilar aliran putih dan netral yang baru.


Shen Lao memilih untuk mengasah kemampuannya, dimana dia mencoba mengontrol kemampuan milik Chi Rong yang dia dapat dari kegiatan ranjang mereka.


Saat pagi menjelang dan matahari semakin meninggi, Shen Lao mengusap lembut rambut Ling Qiuyu, dimana perempuan itu tertidur diatas tubuhnya setelah pertarungan panjang mereka.


“Yu‘er, bangun...” Shen Lao bergerak pelan dan segera melepaskan penyatuan mereka. Merasakan ada sesuatu yang mengganjal terlepas dari tubuhnya, Ling Qiuyu membuka matanya.


“Aaahhh, sudah pagi... Ssshhh...” Ling Qiuyu mengusap matanya dan menatap Shen Lao yang sedang menguap.


“Bisa berjalan?” Shen Lao bertanya karena ingin memastikan.


Ling Qiuyu menganggukkan kepalanya, “Bisa-”


“Kalian berdua bangun. Ini sudah pagi.” Chi Rong membuka kamar Ling Qiuyu dengan santainya, matanya melihat Shen Lao dan Ling Qiuyu yang tidak memakai pakaian.


Melihat itu Chi Rong menggelengkan kepalanya, “Gege, Kakak Qiuqiu, cepat mandi dan sarapan pagi.” Setelah itu Chi Rong menutup pintu.

__ADS_1


Ling Qiuyu tersipu malu, bagaimanapun dia mengerti maksud Chi Rong dimana dirinya harus melayani Shen Lao selama perempuan cantik dari Istana Bulan Biru itu tengah mengandung.


Shen Lao beranjak dari ranjang dan menggendong tubuh Ling Qiuyu tanpa persetujuan perempuan itu.


“Kenapa melamun? Kalian berdua sangat mengerti kondisiku, aku sungguh beruntung memiliki kalian berdua.” Shen Lao mengecup kening Ling Qiuyu sebelum menceburkan dirinya ke kolam air panas bersama tubuh perempuan itu.


Selesai mandi, Shen Lao sarapan pagi bersama Chi Rong, Ling Qiuyu dan Jia Huaran. Sedangkan Chi Sumei telah berangkat lebih awal ke Arena Bunga Persik.


“Kakak Qiuqiu apakah sudah ada kemajuan?” Chi Rong bertanya karena bagaimanapun dia mengetahui Ling Qiuyu yang ingin segera hamil.


Ling Qiuyu batuk pelan, karena akhir-akhir Chi Rong sangat blak-blakan setelah kejadian dimana antara dirinya, Chi Rong dan Shen Lao mengarungi malam yang panjang bertiga.


Selesai sarapan pagi bersama Shen Lao mendapatkan berbagai pertanyaan dari Jia Huaran, namun Shen Lao tidak menjawab semuanya karena bagaimanapun Tuan Putri Jia yang satu ini terlihat ingin mengetahui kegiatan antara dirinya dengan Chi Rong dan Ling Qiuyu.


“Hua‘er, jika kau sangat penasaran, aku akan menikahimu setelah Turnamen Bunga Persik. Bagaimana, apa kau telah siap?” Shen Lao yang sedikit kesal akhirnya mengajukan diri secara lelaki. Tentu Jia Huaran tersipu malu mendengarnya, terlebih tatapan tajam dan dingin yang ditujukan Shen Lao ketika ada beberapa lelaki yang menatap dirinya.


“A-aku...” Jia Huaran menelan ludah, sulit menjawab karena saking gugupnya.

__ADS_1


“Aku siap, Lao‘gege. Tetapi untuk menikahiku, kau harus memenangkan Turnamen Bunga Persik ini.” Jia Huaran dengan ekspresi manjanya membuat Shen Lao tersenyum tipis.


“Walau aku melawan istriku sekalipun, aku tidak akan mengalah.” Shen Lao meremas rambut Jia Huaran gemas.


“Kalian berdua, cepat jalannya!” Terlihat Chi Rong dan Ling Qiuyu yang berjalan didepan, segera Shen Lao dan Jia Huaran berlari mengejar kedua perempuan itu.


“Huahua, apa yang kalian bicarakan?” Chi Rong bertanya, sedangkan Ling Qiuyu hanya tersenyum menatap Jia Huaran walaupun sebenarnya dia penasaran.


Jia Huaran nampak malu, “Anu, Kakak Rongrong, sebenarnya Lao‘gege akan menikahiku setelah kita kembali ke Ibukota Jiayang.”


Mendengar itu Chi Rong tersenyum, begitu juga dengan Ling Qiuyu. Keduanya menatap Shen Lao yang memalingkan wajahnya.


“Apa kalian berdua merestui hubungan kami?” Jia Huaran bertanya, bagaimanapun ini merupakan menyangkut masa depannya dimana dia harus berbagi suami dengan dua perempuan cantik dan lebih dewasa darinya.


Chi Rong dan Ling Qiuyu menganggukkan kepalanya secara bersamaan membuat Jia Huaran tersenyum cerah, lalu ketiganya berjalan didepan Shen Lao.


‘Menikahiku. Akhirnya Lao‘gege mengatakan itu kembali, tetapi kenapa firasatku tidak enak?’ Jia Huaran justru merasa bimbang karena merasa dirinya akan jauh dari Shen Lao.

__ADS_1


Tanpa sadar Jia Huaran mengatakan, “Kakak Rongrong, Kakak Qiuqiu, selama kalian hamil, aku akan merawat kalian berdua.”


“Hmmm? Apa yang kau katakan?” Chi Rong kebingungan, sedangkan Ling Qiuyu tersenyum karena mengira Jia Huaran sedang mengatakan isi hatinya.


__ADS_2