Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 46 - Wanitaku


__ADS_3

Chi Rong duduk di pinggiran tempat tidur memandang Shen Lao yang mengunci pintu kamar dan berjalan pelan mendekatinya.


“Rong‘er, mau makan dulu atau...” Shen Lao tidak perlu melanjutkan perkataannya karena Chi Rong sendiri mengetahuinya.


Shen Lao duduk disamping Chi Rong dan memegang telapak tangan gadis itu. Dia menatap wajah Chi Rong yang menunduk malu.


“Rong‘er, tatap mataku...” Shen Lao dengan lembut menyentuh pipi Chi Rong. Tatapan mata mereka bertemu, keduanya saling memandang lama sebelum tangan Shen Lao mulai menyusuri tubuh Chi Rong.


Chi Rong tidak bisa menahan debaran jantungnya saat Shen Lao menyentuh tangannya, lalu naik ke pundak sebelum memegang tubuhnya dengan lembut.


Shen Lao dan Chi Rong kembali saling berpandangan lama, sebelum mata Chi Rong terpejam ketika dia melihat Shen Lao mengecup tengkuk dan lehernya. Kecupan itu berubah menjadi gigitan tepat di pundaknya.


“Mmmmhhh...” Chi Rong menggeliat dan memeluk tubuh Shen Lao.


Shen Lao tersenyum karena kali ini Chi Rong benar-benar menerima dan menikmatinya. Bahkan dia terkejut saat Chi Rong menciumnya, Shen Lao membalasnya dengan lembut dan selang beberapa menit, ciumannya semakin dalam menari-nari di dalam rongga mulutnya, Shen Lao tidak memberi Chi Rong napas selama beberapa detik, hingga akhirnya dia melepaskannya.


“Gege... Kamu...”


Saat Chi Rong sedang mengatur napasnya, Shen Lao menghisap dan menggigit kecil leher Chi Rong yang putih. Sementara tangannya mengelus lembut bagian khusus tubuh perempuan ini yang masih tertutupi pakaian.


“Rong‘er... Bantu aku...”


Shen Lao hendak melepaskan pakaiannya, namun dia terlihat kesusahan. Chi Rong segera membantu Shen Lao untuk melepaskan pakaiannya.

__ADS_1


“Gege...”


Wajah Chi Rong kembali menunduk ketika melihat tubuh Shen Lao tanpa sehelai benang yang menutupi tubuhnya. Walau sudah pernah melakukan ini sebelumnya, tetapi tetap saja wajah cantik ini kembali menegang.


“Lihat aku...” Shen Lao memegang wajah Chi Rong. Wajah cantik itu benar-benar membuat jantungnya berdebar kencang, Shen Lao kembali menghisap leher putih yang mulus itu dan menggigitnya hingga kulit putih itu menjadi kemerahan.


“Ehmmmm...” Chi Rong memegang rambut Shen Lao yang terus menghisap dan menggigit leher putihnya yang mulus.


“Rong‘er, lepas pakaianmu.” Shen Lao mencoba melepas pakaian yang dikenakan Chi Rong.


Chi Rong membuka pakaiannya dibantu Shen Lao yang sudah menggebu-gebu menuntut untuk melihat tubuh indahnya.


Shen Lao langsung meremas dan menghisap dua bukit kembar yang membusung indah. Dia membelainya dari segala arah dan memberikan kenikmatan pada Chi Rong yang akan menemani malamnya.


Chi Rong bergetar tubuhnya ketika merasakan salah satu jari Shen Lao memasuki tubuhnya lebih dalam, dia menatap senyum tipis pemuda tampan itu. Wajahnya bersemu merah, dan mulutnya terus mendesah.


“Sebut namaku, Rong‘er...” Shen Lao melihat jelas bagaimana tubuh Chi Rong yang bergetar, kedua dada indahnya naik turun seiring gerakan jarinya. Penuh kelembutan Shen Lao langsung mengigit dan menghisapnya.


“Lao‘gege...” Lirih Chi Rong berusaha sebisa mungkin untuk tidak berteriak, “Pelan...”


Shen Lao mulai menindih tubuh Chi Rong dan membisikkan sesuatu tepat di telinganya sambil memberikan gigitan-gigitan kecil. Sementara kedua kaki jenjang Chi Rong melingkar di pinggang Shen Lao.


“Tunggu...” Chi Rong memekik dan mencoba mengubah posisinya senyaman mungkin.

__ADS_1


“Kamu siap?” Chi Rong menganggukkan kepalanya ketika Shen Lao berbicara kepadanya.


Kemudian Chi Rong melihat Shen Lao yang secara perlahan menyatukan tubuh mereka. Pelan namun pasti Shen Lao melesakkan tubuhnya ke dalam tubuh Chi Rong.


“Mmmmhhh...” Chi Rong menahan suara desahannya yang lembut dan menawan.


Lalu Shen Lao memberikan Chi Rong waktu untuk mengatur napasnya, tangannya menyusuri setiap jengkal tubuh Chi Rong sebelum menggerakkan tubuhnya secara perlahan.


Shen Lao ingin Chi Rong menikmatinya. Bagaimanapun ini adalah malam yang indah bagi mereka. Malam yang panjang dengan sinar lembut rembulan. Malam peresmian mereka berdua yang menjadi pasangan.


Beberapa saat Shen Lao mengerang merasakan nikmat, sementara Chi Rong mendesis. Keduanya berusaha saling memberi kenikmatan. Bunyi desahan dan ranjang yang berderit memenuhi kamar.


Chi Rong benar-benar melayang tidak mampu menahan gempuran di seluruh tubuhnya. Shen Lao benar-benar telah membuat dirinya tidak berdaya. Namun dia menikmatinya.


Tubuh mereka berdua bergerak secara berirama, dan desahan mereka saling bersahutan. Shen Lao menghujamkan tubuhnya lebih dalam dari sebelumnya hingga membuat Chi Rong memekik, beberapa saat tubuhnya ambruk ke bawah dan menindih Chi Rong dari belakang.


“Gege... Mmmmmmmm...” Tubuh Chi Rong bergetar hebat, sementara Shen Lao membalikkan tubuh Chi Rong, kemudian mengecup kening, pipi dan lehernya secara bergantian. Bahkan kelopak mata Chi Rong yang indah tidak luput dari kecupannya.


Shen Lao bangkit dan memeluk tubuh Chi Rong, tangannya mengelus perut Chi Rong dan berbisik pelan, “Aku ingin kamu menerimanya?”


Chi Rong mengecup bibir Shen Lao, “Aku akan menerimanya...” Setelah itu Chi Rong langsung tertidur pulas di pelukan Shen Lao.


____

__ADS_1


Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.


__ADS_2