
“Nona Qiuyu masakanmu sangat enak. Dengan begini aku tidak perlu khawatir lagi soal makanan...” Shen Lao menyuruh Ling Qiuyu membuat hidangan dari daging Hewan Buas Tahap Langit.
Lima hari telah berlalu semenjak kejadian di Kota Zhongdu. Saat ini Shen Lao sedang sarapan pagi bersama Keluarga Ling.
Selesai sarapan pagi, seperti biasa Shen Lao menyuruh para mantan tahanan yang sekarang menjadi pendekar untuk mencari lokasi beberapa pendekar suci yang tidak terikat dengan sekte.
Berkat Kakek Nue yang memiliki kenalan dengan beberapa teman lamanya, kini Sembilan Harta Phoenix sudah setara dengan sekte menengah.
Setiap pendekar yang ingin bekerja harus memasuki proses menyentuh Batu Kejujuran. Shen Lao mengambil Batu Kejujuran di Jurang Abadi. Jika ada orang yang berniat buruk, maka Batu Kejujuran akan memancarkan cahaya berwarna hitam. Sebaliknya orang yang memiliki niat baik bekerja di Sembilan Harta Phoenix akan memancarkan cahaya berwarna putih.
“Apakah tulang rusukmu sudah sembuh?” Ling Qiuyu berdiri di depan Shen Lao yang sedang melihat anggota Sembilan Harta Phoenix semakin bertambah.
Shen Lao tersenyum jahil dan berbisik lirih, “Bukankah tulang rusukku yang ini baik-baik saja...”
Seketika wajah Ling Qiuyu merah padam, “Jangan katakan hal yang memalukan. Aku lebih tua darimu...”
Shen Lao tersenyum melihat Ling Qiuyu salah tingkah, “Sudah sembuh berkat masakanmu. Daging Hewan Buas yang kamu masak membantu proses penyembuhan. Terimakasih, Nona Qiuyu.”
Ling Qiuyu menatap wajah Shen Lao dengan wajah yang memerah, “Seharusnya aku yang berterimakasih...”
“Tuan Muda, apa kita akan berangkat sekarang?” Kakek Nue dan beberapa pendekar Sembilan Harta Phoenix memberi hormat pada Shen Lao yang sedang berbincang dengan Ling Qiuyu.
“Tempat para orang buangan yang menjadi markas pendekar. Kakek Nue, kita berangkat sekarang. Karena aku ingin makan malam dengan masakan Nona Qiuyu.” Shen Lao tersenyum tipis melihat Ling Qiuyu kembali salah tingkah. Saat kakinya melangkah, Ling Qiuyu memegang tangannya.
“Hati-hati di jalan...”
Shen Lao menyukai saat Ling Qiuyu seperti ini, “Aku akan pulang malam ini. Aku pergi dulu Nona Qiuyu...”
Setelah Shen Lao pergi menjauh dari tempat kediaman Sembilan Harta Phoenix, Ling Qiuyu memegang dadanya. Detak jantungnya berdetak kencang ketika mengingat hubungannya dengan Shen Lao semakin dekat.
___
__ADS_1
Wilayah tempat tinggal para orang buangan berada di lembah yang memakan waktu sekitar delapan jam jika berjalan dari Ibukota Jiaran.
Tetapi bagi Shen Lao, dia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di sebuah lembah tersebut.
“Tuan Muda, lembah ini dihuni Pendekar Jalanan. Mereka tidak terikat dengan sekte. Jika Tuan Muda dapat mengalahkan pemimpin kelompok ini yang telah mencapai tahap puncak pendekar suci dan membuka delapan gerbang, maka anggota Pendekar Jalanan akan menganggap anda sebagai pemimpin baru.” Jelas Kakek Nue panjang lebar.
Shen Lao tersenyum dan memasuki lembah yang dihuni puluhan pendekar berkemampuan tinggi. Tatapan mereka tidak suka dengan paras Shen Lao yang merupakan seorang bangsawan.
“Siapa pemuda bodoh ini?! Apakah kau berniat menantangku?” Pemimpin Pendekar Jalanan yang sedang meminum arak keluar dari rumah yang atapnya terbuat dari daun pisang.
“Kau pasti mengejek tempat persembunyianku bukan?!” Pria itu terlihat marah walaupun Shen Lao belum berkomentar apapun.
“Cukup basa-basinya! Jika kau pemimpin kelompok ini, cepat bertarung denganku!” Shen Lao sengaja menekan kemampuannya agar para Pendekar Jalanan tidak dapat mengetahuinya.
“Apa untungnya bagiku jika kau kalah?” Pria itu langsung menarik pedangnya dan menghampiri Shen Lao.
“Kepala. Kau bisa potong kepalaku ini.”
“Baiklah. Aku akan memotong kepalamu jika kau kalah. Dan jika aku kalah, maka kami Pendekar Jalanan akan menjadi pengikutmu.”
Shen Lao membatin lirih mendengar perkataan pria itu, ‘Oi, cara pikir kalian terlalu ekstrim.’
Ketika angin disekitar lembah berhembus. Shen Lao membentuk pedang tak kasat mata dan berkata, “Bisa kita mulai?”
Pemimpin Pendekar Jalanan menyeringai dan bergerak maju, tanpa basa-basi dia memberikan serangan beruntun pada Shen Lao. Tenaga dalam yang dialiri pada bilah pedangnya membuat kerusakan yang besar.
Selang beberapa saat setelah Shen Lao hanya melompat dan menghindari, Pemimpin Pendekar Jalanan melepaskan tebasan yang mematikan membentuk kepala harimau yang tajam.
“Lembah Hairmau Jalanan!”
Shen Lao menahan tawa mendengar nama jurus yang diteriakkan pria itu. Tangannya menangkis tebasan itu dengan bilah pedang yang dialiri aura.
__ADS_1
“Bagaimana mungkin?!” Pemimpin Pendekar Jalanan tersentak kaget ketika pedang miliknya bersentuhan dengan sesuatu tak kasat mata.
“Jangan hanya mengandalkan emosi. Dan ingat, jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya. Fokuskan matamu dengan aura, lalu lihatlah apa yang sedang aku pegang ini...” Shen Lao mengayunkan tebasan beruntun yang membuat pemimpin Pendekar Jalanan langsung mundur terpojok.
Semua orang yang melihat tangan Shen Lao mengayun hanya menahan napas. Ilmu yang dimiliki Shen Lao tinggi. Walau memiliki paras yang tampan dan memancarkan aura kebangsawanan, Shen Lao justru terlihat sangat menikmati pertarungan layaknya bukan seorang bangsawan.
Shen Lao mengalahkan Pemimpin Pendekar Jalanan setelah pertukaran serangan yang singkat. Hari ini Shen Lao kembali mendapatkan kekuatan baru untuk Sembilan Harta Phoenix.
“Pemimpin, namaku Feng En. Kami dari Pendekar Jalanan berjumlah lima puluh orang bersedia menjadi pengikut anda.”
Kakek Nue dan pendekar Sembilan Harta Phoenix hanya bisa terpana dengan kewibawaan Shen Lao.
“Salam kenal Senior Feng En. Karena kalian telah menjadi pengikutku, kalian bisa mendengarkan penjelasan dari Kakek Nue...” Shen Lao menatap seluruh Pendekar Jalanan sebelum melompat ke udara, “Kakek Nue ajak mereka ke Ibukota Jiaran. Aku duluan.”
Kakek Nue menggelengkan kepalanya, “Tuan Muda ini sedang jatuh cinta dengan Nona Muda...”
Kemudian Kakek Nue langsung memberikan penjelasan tentang Sembilan Harta Phoenix kepada Pendekar Jalanan.
___
Malam tiba di Ibukota Jiaran. Rembulan bersinar dengan lembutnya. Angin berhembus kencang membawa tiupan angin yang dipenuhi kedinginan.
“Segarnya...” Shen Lao pulang telat kembali ke Sembilan Harta Phoenix. Saat ini dia sehabis mandi dan membasuh tubuhnya.
Kemudian Shen Lao membuka pintu keluar kamar mandinya dan alangkah terkejutnya melihat Ling Qiuyu tertidur di ranjangnya.
Shen Lao mendekati Ling Qiuyu dan membangunkannya, “Nona Qiuyu...”
Ling Qiuyu membuka matanya secara perlahan dan menatap Shen Lao. Seketika wajahnya merah padam karena melihat bentuk tubuh Shen Lao bagian atas yang membuat jantungnya berdebar kencang.
“Kenapa kamu disini?” Ling Qiuyu panik.
__ADS_1
“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, Nona Qiuyu...” Shen Lao menatap Ling Qiuyu penuh makna.