
“Aku akan membebaskan kalian dan membantu kalian membalaskan perbuatan keluarga busuk ini dan dua kelompok aliran hitam yang mendukung mereka!” Shen Lao menatap seluruh tahanan, terutama tahanan yang mempunyai aura pendekar.
“Tapi, meski kau dapat membunuh para penjaga ini. Jumlah mereka di kota ini terlalu banyak...”
“Aku bisa melenyapkan mereka semua!” Saat salah satu tahanan yang terlihat begitu kurus dan tua renta berbicara, Shen Lao langsung memotong perkataannya.
Semua tahanan menatap Shen Lao yang mengangkat Pedang Dewa Malam.
“Aku telah merasakan hidup yang sama dengan kematian! Walau seluruh aliran hitam memburuku, nyaliku tidak akan mengecil! Sejak hari itu, aku bersumpah akan membasmi semua pendekar aliran hitam yang ada di tanah ini!”
Shen Lao berbicara dengan nada yang tenang serta tatapan matanya yang dingin. Ling Qiuyu tersentuh melihat Shen Lao tumbuh menjadi seorang lelaki yang dapat diandalkan, setiap perkataan pemuda ini membuat jantungnya berdebar kencang.
“Tidak ada orang yang bisa mengalahkan seluruh aliran hitam! Sekte Pedang Dosa dan Lentera Iblis Tunggal adalah pembawa kematian. Mereka diisi monster tak berperasaan!”
“Kau terlalu muda! Jangan bertindak gegabah, lebih baik bawa istrimu pergi dari sini. Daripada istrimu menderita karena ulah keparat penguasa kota ini!”
“Benar, lebih baik kau pergi!”
Para tahanan justru menyoraki Shen Lao untuk pergi membawa Ling Qiuyu meninggalkan Kota Zhongdu.
“Cih, pecundang!” Shen Lao menatap dingin semua para tahanan, “Entah kalian ini pengecut atau hanya kumpulan orang bernyali ciut! Jika itu yang kalian mau, jadilah budak disini dan mati tanpa merasakan kebebasan!”
“Anak muda! Apa kau tidak tahu orang yang ada dibelakang Bangsawan Zhong?! Lebih baik jangan sampai kau terlibat dengan Lentera Iblis Tunggal!”
“Mana mungkin kau bisa hidup tenang seumur hidupmu!”
Shen Lao memeluk tubuh Ling Qiuyu dari samping.
“Jika kalian tidak bertarung, maka kalian tidak akan pernah menang! Aku tidak membutuhkan pendapat pecundang yang tidak mempunyai nyali melawan mereka! Siapapun yang ingin bebas! Ikut bersamaku!” Shen Lao menarik lembut tangan Ling Qiuyu dan memberi hormat pada Ling Han, ayah dari Ling Qiuyu.
__ADS_1
“Yu‘er. Aku tidak menyangka akan bebas dari sini...” Ling Han menangis dan memeluk tubuh Ling Qiuyu.
“Ayah, semua akan baik-baik saja. Tuan Muda Shen adalah laki-laki yang aku suka. Dia pasti dapat menepati janjinya padaku...” Perkataan Ling Qiuyu justru menjadi energi tersendiri bagi Shen Lao. Perempuan berparas cantik itu benar-benar membuat Shen Lao memiliki ketertarikan padanya.
“Shen?” Ling Han menatap Shen Lao dengan seksama.
”Bagi kalian yang memiliki mental baja bunuh tujuh pendekar suci yang mematung! Kita lakukan pergerakan sekarang!” Shen Lao melepaskan Aura Raja Naga lebih besar dari sebelumnya.
Seorang kakek tua yang sempat menanggapi perkataan Shen Lao langsung membunuh satu pendekar suci menggunakan cangkul.
“Penyelamat, perkenankan aku untuk bertarung bersamamu. Panggil aku Kakek Nue, aku adalah pengikut Keluarga Ling.” Kakek ini memperkenalkan dirinya sebagai Kakek Nue. Kakek Nue telah mencapai pendekar suci, dan ini akan menjadi bantuan terbaik bagi Shen Lao.
“Kakek Nue, tolong bawa Paman Han. Aku akan membawa Nona Qiuyu...” Shen Lao menatap Ling Qiuyu yang berjalan pelan mendekatinya.
Ling Qiuyu merangkul leher Shen Lao saat pemuda ini menggendongnya. Semua tahanan merasa iri karena melihat dua pasangan muda mudi ini terlihat sedang dalam masanya.
“Pasti Tuan Muda Shen malu karena aku dianggap sebagai istrimu. Lagian aku lebih tua darimu..”
Shen Lao langsung melompat ke udara setelah berkata demikian. Di bawah sana terlihat beberapa tahanan mulai membunuh pendekar suci yang tersisa.
“Kamu juga adalah pria idamanku...” Ling Qiuyu membenamkan wajahnya pada leher Shen Lao.
“Setelah semua ini selesai. Aku ingin membalas kebaikan hatimu. Jadi tetaplah hidup...” Bisik Ling Qiuyu ditelinga Shen Lao.
“Aku melakukan ini karena janji dan ambisiku. Tidak perlu berterimakasih dan membalas perbuatanku. Aku melakukannya karena kemauanku sendiri...” Shen Lao melirik Ling Qiuyu, “Dan ingat, aku tidak akan mati. Aku akan hidup dan membangkitkan kembali keluargaku!”
___
Di halaman depan kediaman Keluarga Zhongdu terjadi keributan setelah kabar kudeta gagal. Bahkan keberadaan Jia Mu lenyap tidak ada kabarnya. Dan yang paling mengejutkan adalah kabar bahwa tahanan tambang dibebaskan seseorang.
__ADS_1
“Mereka membunuh pendekar suci dengan mudah? Ini aneh...” Pria gemuk yang dikelilingi wanita mengangkat alisnya, “Lei Wu dan kalian dari Gunung Hitam coba selidiki masalah ini. Bunuh para tahanan yang berkeliaran di kota!”
Lei Wu hanya tersenyum menyeringai dan langsung keluar menuju gerbang. Sekitar dua ratus pendekar Gunung Hitam berkumpul di halaman depan. Sementara seratus pendekar dari Sekte Pedang Darah juga telah berkumpul.
Saat semua pendekar berkumpul seorang pria yang terbang di udara sambil menggendong seorang gadis terlihat.
“Pendekar bumi? Siapa dia?” Lei Wu menatap tajam pemuda itu.
“Nona Qiuyu, ada satu mangsa yang akan aku bunuh. Dia telah membuatmu menderita bukan?” Shen Lao menatap Lei Wu dari udara.
“Aku takut kamu...”
“Berikan aku kecupan di pipiku. Aku butuh kata-kata semangat bukan kata-kata menyedihkan.” Ling Qiuyu memerah wajahnya, kemudian dia memberikan kecupan lembut di pipi kanan Shen Lao.
Shen Lao tersenyum lebar dan turun di depan gerbang, “Perasaanmu itu dapat aku rasakan. Diam dan lihatlah aku...”
Shen Lao melepaskan Aura Raja Naga, Ling Qiuyu berdiri disamping Shen Lao dan menatap ratusan pendekar yang berkumpul menjadi satu.
“Penyelamat! Kami akan mendapatkan hak kebebasan kami!”
Shen Lao mengira hanya Kakek Nue yang bertarung bersamanya, ternya seluruh tahanan tergugah dengan perkataannya.
“Nona Qiuyu, berdiri di dekat ayahmu. Kalian berdua sudah lama tidak berjumpa bukan?” Shen Lao tersenyum lembut sebelum mengangkat tangannya.
“Semuanya! Ini bukanlah pertempuran! Melainkan pembantaian!” Ketika telapak tangan Shen Lao meremas. Sekitar seratus pedang tak kasat mata langsung menembus jantung seratus pendekar yang berdiri di depan gerbang depan.
“Kemampuan ini...” Kakek Nue tidak dapat berkata apapun.
Lei Wu dan Tetua Gunung Hitam serta Tetua Pedang Darah langsung bergerak menyerang Shen Lao.
__ADS_1
“Kalian semua yang akan mati! Tindakan bodoh mencoba mencari masalah dengan Keluarga Zhong!” Pukulan Lei Wu menghancurkan jalanan, Shen Lao menghindarinya dan mendecakkan lidahnya.
“Jadi ini pendekar bumi?” Shen Lao mengeluarkan Pedang Dewa Malam dan mengibaskannya, “Saatnya meratakan kediaman ini!”