Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 56 - Pasangan Pendekar Phoenix II


__ADS_3

“Pemimpin yang meninggalkan seorang bawahan adalah seonggok sampah, tidak lebih buruk dari itu...” Shen Lao berkata sambil memberikan puluhan tebasan pedang tajam pada Fu Shuang.


“Pada dasarnya Tuan Muda Xuruo adalah seorang pecundang, Lupakan tentang pecundang itu, justru aku lebih tertarik padamu yang tetap berekspresi tenang!” Fu Shuang menatap tajam Shen Lao yang sama sekali tidak melepaskan penjagaan bersama Chi Rong disampingnya.


Chi Rong mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar, bersamaan dengan Fu Shuang yang melakukan hal sama dengan dirinya.


Dua tebasan yang memancarkan tenaga dalam berbenturan menciptakan gelombang kejut dan membuat medan pertempuran di kota perbatasan penuh akan debu.


Shen Lao memanfaatkan hal itu untuk mengumpulkan aura pembunuh. Dengan segenap kekuatannya dia membunuh setiap prajurit militer Kekaisaran Ma yang berada di dekatnya dan Chi Rong.


“Gege, aku memberimu waktu selama lima menit untuk mengumpulkan aura pembunuh.” Chi Rong dengan sikapnya yang terlihat anggun namun terkesan angkuh membuat Shen Lao tersenyum.


“Dua menit, cukup dua menit untuk mengumpulkan aura pembunuh. Pendekar peri bunga telah menjadi istriku. Aku tidak terlalu lemah, sampai istriku ini melindungiku..." Shen Lao tersenyum menatap Chi Rong yang memanyun. Setelah itu Shen Lao menggunakan langkah petir bergerak cepat membunuh prajurit Kekaisaran Ma.


Chi Rong merasa kesal karena bagaimanapun dirinya dipuja-puja sebagai jenius muda Kekaisaran Jia. Tetapi di mata Shen Lao, dirinya tidak lebih dari seorang perempuan yang harus pemuda itu lindungi dan jaga.


Chi Rong menyukai sifat Shen Lao yang seperti itu, dan dia ingin laki laki yang lebih muda darinya lima tahun itu mengandalkan dirinya.


“Gege, aku takut sifatmu yang seperti ini meninggalkan kami...” Chi Rong bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Fu Shuang setelah melihat Shen Lao mengumpulkan aura pembunuh dalam jumlah banyak.


Fu Shuang menyeringai kejam saat melihat Chi Rong bergerak dengan kecepatan tinggi kearahnya, "Apa yang bisa di lakukan oleh seorang perempuan yang baru mencapai pendekar agung?!"


Pertukaran serangan antara Fu Shuang dan Chi Rong berlangsung sengit. Saat kedua pedang berbenturan, gelombang kejut tercipta.


Fu Shuang mengangkat alisnya karena bagaimanapun kemampuan Chi Rong di bawah dirinya, namun gadis itu dapat mengeluarkan energi pedang berjumlah besar seolah-olah tidak pernah habis.


Chi Rong sendiri menyadari bahwa tubuhnya menyerap kemampuan dan energi Shen Lao. Bukan hanya dirinya saja yang menyerap, tetapi Shen Lao juga menyerap kekuatannya.


Setelah melakukan pertukaran serangan selama dua menit, akhirnya Shen Lao datang membantu Chi Rong dan mendaratkan tebasan tajam Pedang Dewa Malam tepat di dada Fu Shuang.

__ADS_1


“Sial!" Fu Shuang terbang lebih tinggi untuk menjauh dari Shen Lao ataupun Chi Rong.


Saat ini Fu Shuang memulihkan luka dalam akibat tebasan tajam Pedang Dewa Malam yang di lepaskan Shen Lao. Dengan bantuan pil-pil berharga, Fu Shuang dapat menyembuhkan luka dalam untuk sementara.


‘Sepertinya pemuda itu memiliki kemampuan setara dengan para jagoan Kekaisaran Ma. Aku belum pernah mendengar pemuda bermarga Shen...’ Fu Shuang memikirkan nama Shen Lao cukup lama sebelum dia menyadari sesuatu.


Setelah penyerangan terhadap Istana Bulan Biru di Pegunungan Suxue gagal, nama Shen Lao menjadi perbincangan hangat tokoh besar dunia persilatan Kekaisaran Jia dan Kekaisaran Ma.


Fu Shuang merasa bodoh karena melupakan rumor tersebut. Sekarang dia sudah melihat secara langsung bagaimana kemampuan Shen Lao.


Hanya saja Fu Shuang menyadari Shen Lao tidak dalam kondisi terbaiknya. Dia menatap ke bawah dan melihat jelas bagaimana Shen Lao dan Chi Rong yang terbang mengejarnya.


Shen Lao mengayunkan Pedang Dewa Malam dari jauh. Puluhan tebasan tajam yang di penuhi energi pedang itu berulang kali meledak di udara saat jaraknya berdekatan dengan Fu Shuang.


Chi Rong kagum dengan setiap teknik milik Shen Lao, dia ingin mempelajari beberapa teknik milik Shen Lao hanya saja dirinya merupakan seorang praktisi es, salju dan air.


“Aura Raja Naga!” Shen Lao menghentikan pergerakan Fu Shuang, lalu dia melemparkan senyuman tipis ke arah Chi Rong.


Chi Rong dan Shen Lao saling bertatapan, keduanya tersenyum tipis sebelum mengolah pernapasan bersamaan, “Seni Napas Phoenix!”


Fu Shuang tersentak kaget saat merasakan Aura Raja Naga yang dilepaskan Shen Lao. Terlebih jarak antar dirinya dengan pasangan pendekar itu semakin mendekat.


Fu Shuang menebaskan pedangnya membentuk ratusan sabit berapi api. Shen Lao membalasnya dengan seribu pedang tak kasat mata, sementara Chi Rong terus mempersingkat jarak antara dirinya dengan Fu Shuang.


Saat jarak diantara dirinya dan Fu Shuang semakin dekat, mulut Chi Rong mendesis dan gadis ini mendaratkan tebasan tepat di bekas luka tebasan perbuatan Shen Lao.


Fu Shuang mengerang kesakitan dengan tangan kirinya yang memegang dadanya. Tak lama matanya mendelik saat melihat seribu pedang tak kasat mata berterbangan di udara dan mengarah padanya dengan kecepatan tinggi.


‘Pasangan ini sangat merepotkan. Mereka memaksaku menggunakan kemampuan ini...’ Fu Shuang segera menotok aliran meridiannya. Seketika matanya berurat berwarna merah, sementara otot-otot tubuhnya terlihat jelas.

__ADS_1


Dalam satu kali ayunan pedangnya, Fu Shuang menghempaskan dan menghancurkan dua ratus pedang tak kasat mata.


Hanya lima kali ayunan tebasan pedangnya, Fu Shuang berhasil menghancurkan seluruh pedang tak kasat mata yang di lepaskan Shen Lao.


Chi Rong segera menjaga jarak dari Fu Shuang karena merasakan aura mencekam dan terasa mengerikan dari Fu Shuang.


Shen Lao terbang dengan kecepatan tinggi dan mendekati Chi Rong, dia memperluas Aura Naga Raja agar Chi Rong tidak terkena aura mengerikan Fu Shuang.


“Rong'er, jaga dirimu...” Shen Lao menatap tajam Fu Shuang yang terlihat tidak dapat mengontrol kekuatannya, ”Aku tidak bisa mengalahkannya dengan kekuatanku sendiri. Aku butuh bantuanmu, kita bisa mengalahkannya dengan kerja sama.”


Chi Rong juga merasa ada perubahan pada dirinya sehingga dia mengikuti perkataan Shen Lao. Sekarang yang mereka butuh adalah kerjasama, “Gege, kita kalahkan orang itu sebagai pasangan. Aku ingin kamu lebih mempercayaiku.”


Shen Lao mengangguk pelan dan melepaskan satu tebasan yang dipenuhi tenaga dalam untuk melihat reaksi Fu Shuang.


Kelincahan Fu Shuang dalam menangkis tebasannya membuat Shen Lao menggelengkan kepalanya pelan. Secara bertahap jarak antara dirinya dengan Fu Shuang semakin singkat.


Shen Lao dan Chi Rong melancarkan serangan secara bersamaan. Serangan dari berbagai arah yang di lepaskan keduanya belum dapat membunuh Fu Shuang.


Shen Lao menghempaskan tubuh Fu Shuang berkat bantuan Chi Rong. Sekarang Fu Shuang terjatuh kebawah akibat terkena pusaran angin yang memadat dari tebasan pedang Shen Lao.


“Rong'er, gunakan ini...” Shen Lao mengeluarkan Cincin Ruang Hei Wu dan mengambil Pil Salju Merah sebanyak dua pil.


“Gege, aku ingin mencoba itu...” Chi Rong berkata sambil menerima Pil Merah Salju, lalu menelannya. Perlahan dia merasakan energi yang meluap luap mengalir di dalam tubuhnya.


Shen Lao menelan Pil Merah Salju yang berkhasiat untuk menetralkan aura pekat dan memulihkan tenaga dalam.


“Apa kamu serius?” Shen Lao bertanya karena ingin memastikan. Chi Rong menganggukan kepalanya lirih.


“Gege, aku serius.” Jawaban Chi Rong membuat Shen Lao menghela napas panjang. Dia harus mau mengikuti rencana Chi Rong untuk membunuh Fu Shuang dalam serangan kombinasi mereka.

__ADS_1


__ADS_2