
Pagi hari Ling Qiuyu terbangun cukup lama sebelum akhirnya dia menyadari ada cubitan dan remasan lembut dibukit kembarnya, dan dipangkal pahanya ada sesuatu yang mengganjal dan secara perlahan memasuki bagian paling berharga dalam tubuhnya. Badannya menggeliat pelan dan menoleh kesamping melihat Shen Lao yang menggerakkan tubuhnya dengan lembut.
“Yu‘er...” Suara serak Shen Lao membuat Ling Qiuyu memejamkan matanya. Sementara Shen Lao mendesis penuh kenikmatan sebelum akhirnya tersenyum puas melihat perut Ling Qiuyu.
“Lao‘gege, apa kamu sengaja membasahi perutku ini...” Ling Qiuyu menggerutu dan menatap manja Shen Lao.
Shen Lao tersenyum tipis dan menyatukan hidungnya dengan hidung Ling Qiuyu, lalu dia berkata lembut, “Aku hanya ingin membangunkanmu...”
Ling Qiuyu mencubit pipi Shen Lao dan meremasnya, sementara Shen Lao menggendong tubuh Ling Qiuyu yang kelelahan. Perempuan cantik yang telah sah menjadi istrinya ini sangat kelelahan melayaninya, terlebih Ling Qiuyu mengikuti semua kemauannya dan perlu diingat Ling Qiuyu bukanlah seorang pendekar seperti Chi Rong, tentu dari segi stamina, Ling Qiuyu tidak sekuat Chi Rong, tetapi Ling Qiuyu lebih mahir dalam memanjakan Shen Lao dibandingkan Chi Rong. Dan Shen Lao benar-benar merasa puas karena mempraktekkan beberapa gerakan baru dengan Ling Qiuyu.
‘Mungkin aku bisa meminta Rong‘er untuk melakukannya...’ Shen Lao membatin sambil menatap wajah Ling Qiuyu yang menatap manja dirinya.
“Lao‘gege, pasti kamu ingin mempraktekkan semuanya kepada Rongrong bukan?” Ling Qiuyu membenamkan wajahnya pada dada bidang Shen Lao.
“Apa kamu cemburu?” Tanya Shen Lao karena bagaimanapun dia tidak ingin dirinya tidak bersikap adil pada dua istrinya.
Ling Qiuyu menggelengkan kepalanya pelan, “Aku tidak cemburu hanya jangan melakukan itu pada Rongrong yang sedang hamil. Aku saja benar-benar kewalahan menuruti kemauanmu.”
“Aku sendiri tidak menyangka permainan ranjangmu semakin hebat dan liar, dan itu membuatku merasa bergairah. Terlebih terimakasih karena telah memberikan kekuatan dari Jelmaan Tubuh Dewi Kesuburan. Ini sangat membantuku.” Shen Lao mengecup lembut bibir Ling Qiuyu.
“Aku ingin membuatmu bahagia karena telah memilikiku, Lao‘gege...” Ling Qiuyu malu-malu dan memalingkan wajahnya, “Aku sendiri tidak menyangka ternyata kondisi tubuhku tidak lebih dari ladang ranjang suamiku ini...”
Shen Lao tertawa pelan, “Maaf, jika itu membuatmu tidak nyaman, Yu‘er. Tetapi apapun kondisi tubuhmu, aku tetap menerimamu. Daripada itu, darimana kamu belajar gaya-gaya itu, dan aku tidak menyangka jika kamu semakin membuatku ingin terus melakukannya...” Shen Lao berkata dengan nada mengeledek.
Ling Qiuyu cemberut dan menatap tajam Shen Lao, dia malu-malu untuk menjelaskan jika selama Shen Lao lebih memperhatikan Chi Rong, Ling Qiuyu melakukan semua itu sendiri dan memikirkan cara untuk membuat Shen Lao tidak pernah puas dengan dirinya.
Shen Lao tersenyum bangga. Karena bagaimanapun perempuan secantik Ling Qiuyu ini sangat pengertian dan sebagai seorang suami, Shen Lao dapat memuaskan kebutuhan batin Chi Rong ataupun Ling Qiuyu. Dan dari segi materi, Shen Lao telah merencanakan semuanya dari jauh-jauh hari dan mencukupi kebutuhan istrinya.
__ADS_1
Ingatan yang diwariskan dari Roh Dewa membuat Shen Lao memikirkan berbagai cara untuk dirinya menapaki masa depan. Shen Lao hanya bisa berusaha sebaik mungkin, tetapi dia tidak bisa menentukan hasil akhirnya untuk dirinya dan kebanggaannya.
Sesampainya di Kolam Aura, Shen Lao memandikan tubuh Ling Qiuyu, kemudian menggendong tubuh Ling Qiuyu yang masih lemah menuju Danau Pengobatan.
“Yu‘er, kamu tunggu di rumah sebentar. Aku akan mengajak Rong‘er dan Hua‘er kesini.” Shen Lao membasuh setiap jengkal tubuh Ling Qiuyu sambil berkata.
“Apa kamu ingin melakukannya berempat—”
“Dasar, kenapa kamu ini jadi semakin mesum Yu‘er...” Shen Lao mencubit pipi Ling Qiuyu, sementara Ling Qiuyu memukul dada Shen Lao.
“Semua ini salahmu.” Ling Qiuyu berkata dengan lembut dan tak lama Shen Lao menahan rahangnya sebelum membisikkan sesuatu tepat ditelinga Ling Qiuyu.
Tubuh Ling Qiuyu bergetar mendengar bisikan Shen Lao, wajahnya merah padam bahkan dia tak sanggup memikirkannya. Tetapi Ling Qiuyu sedikit tertarik untuk mencobanya. Dan tentu saja Shen Lao juga ingin melakukannya, dia tidak keberatan jika Chi Rong tertarik dengan ini.
“Kamu istirahat karena besok kita akan pergi menghadiri Turnamen Bunga Persik.” Shen Lao membawa tubuh Ling Qiuyu menuju rumah dan membaringkan tubuhnya diranjang.
____
Dilantai sembilan, Chi Rong sedang melatih Aura Phoenix dan Aura Dewi Bunga. Dan tentu Aura Salju Kekal telah tertanam ditubuhnya berkat bimbingan Shen Lao.
Ketika Jia Huaran datang membawakan makanan pagi ke kamar Chi Rong, tak lama pintu kamar kembali terbuka dan Shen Lao datang menghampiri kedua gadis yang sedang duduk diranjang.
Shen Lao yang melihat itu segera menepis pikiran kotornya karena dia mengingat ajakannya pada Ling Qiuyu.
Chi Rong menatap tajam Shen Lao, kemudian dia melihat pemuda itu datang menghampiri dirinya lalu mengecup perutnya.
Jia Huaran memerah wajahnya melihat Shen Lao yang tidak ragu mengecup dan mengelus perut Chi Rong dihadapan dirinya.
__ADS_1
“Rong‘er, Hua‘er ikut denganku sebentar...” Shen Lao menjelaskan bahwa dirinya ingin melakukan kontrak darah dengan Binatang Roh, dan tentu saja dia ingin Ling Qiuyu, Chi Rong dan Jia Huaran juga melakukan kontrak darah dengan Binatang Roh.
Chi Rong dan Jia Huaran mengangguk pelan dan itu membuat Shen Lao sedikit merasa kebingungan. Dan benar saja saat mereka bertiga sampai di Jurang Abadi, tepatnya rumah mewah milik Shen Lao, Chi Rong dan Jia Huaran langsung menuju kamar Ling Qiuyu.
Sesampainya disana Chi Rong dan Jia Huaran menggoyangkan tubuh Ling Qiuyu.
“Rongrong, Huahua...” Ling Qiuyu membuka matanya secara bertahap, dan langsung mencoba menyembunyikan lehernya yang penuh dengan tanda kemerahan, bahkan hingga mencapai telinga.
Chi Rong bisa menebak apa yang terjadi pada Ling Qiuyu, tetapi Jia Huaran yang masih belum memiliki pengalaman kebingungan dan hanya memasang ekspresi menatap dingin Shen Lao.
“Dirumah ini terlalu banyak nyamuk, badan Yu‘er digigit nyamuk karena dia terlalu cantik.” Ini pertama kalinya Shen Lao menggoda perempuan, namun bagi Shen Lao perkataannya terdengar menjijikkan sehingga dia segera membuang wajahnya kesamping.
Jia Huaran bahkan tidak dapat menahan tawanya mendengar penjelasan Shen Lao. Sementara Ling Qiuyu menutup mulutnya dengan telapak tangannya menahan tawanya.
Hanya Chi Rong yang tersenyum menyeringai menatap Shen Lao tajam, “Kakak Qiuqiu, beritahu aku dimana nyamuk yang menggigitmu. Aku akan memberi pelajaran pada nyamuk itu.”
Shen Lao berkeringat dingin, karena bagaimanapun Chi Rong terlihat lebih sensitif setelah hamil.
Ling Qiuyu yang melihat raut wajah Shen Lao sudah tidak dapat lagi menahan tawanya, hingga akhirnya ruangan kamarnya dipenuhi suara tawa ketiga gadis saat mereka melihat Shen Lao menelan ludah dan memasang wajah pucat.
“Gege, bukankah kamu mengajak kami untuk melakukan kontrak darah dengan Binatang Roh?” Chi Rong tersenyum penuh makna menatap Shen Lao.
“Ya, aku ingin kita berempat melakukan meditasi didalam kamar sebelah.” Shen Lao segera mengajak Chi Rong dan Jia Huaran, tetapi keduanya baru menyadari jika didalam kamar yang dipakai Ling Qiuyu masih tercium aroma wangi bekas pergumulan Shen Lao dan Ling Qiuyu.
Tanpa berkata apapun lagi, Chi Rong dan Jia Huaran menuntun Ling Qiuyu yang masih kelelahan menuju kamar sebelah. Dan Shen Lao merasa menjadi tersangka karena telah membuat Ling Qiuyu kewalahan menuruti kemauannya.
Shen Lao menatap ketiga perempuan yang berjalan didepannya penuh makna. Perlahan dia menutup pintu kamar dan duduk melingkar bersama Chi Rong, Ling Qiuyu dan Jia Huaran.
__ADS_1
Shen Lao menatap Chi Rong, Ling Qiuyu dan Jia Huaran secara bergantian, kemudian dia menjelaskan bagaimana caranya melakukan kontrak darah dengan Binatang Roh sesuai ingatan warisan Roh Dewa.