
“Hua‘er, tentang tubuhmu...”
Jari telunjuk Jia Huaran menyentuh bibir Shen Lao.
“Aku tidak ingin melakukan itu. Setidaknya aku akan melakukan itu denganmu setelah kau menikahiku...” Jia Huaran mengedipkan matanya. Shen Lao menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya pelan.
“Hua‘er, aku mengerti. Tetapi bukan itu maksudku. Aku ingin kamu mempelajari Kitab Pengobatan. Aku tidak pandai di bidang ini, jadi aku ingin kita semua saling melengkapi.” Shen Lao menjelaskan.
Jia Huaran menganggukkan kepalanya, “Terimakasih. Jangan berharap banyak padaku, tetapi aku berjanji tidak akan mengecewakanmu.”
Shen Lao tersenyum sebelum kembali bersama Jia Huaran ke Ibukota Jiaran.
___
Setelah melakukan perjalanan selama sehari, Shen Lao membawa Jia Huaran ke Sembilan Harta Phoenix. Disini dia melihat Jia Huaran dan Ling Qiuyu yang sangat akrab.
Shen Lao bahkan membiarkan Jia Huaran menginap di Sembilan Harta Phoenix selama tiga hari. Di lantai sembilan terdapat tujuh kamar yang masih kosong, sehingga salah satu kamar ditempati Jia Huaran.
Shen Lao hanya memandang keduanya. Bahkan tanpa sadar Ling Han dan Ling Xie mengamati Shen Lao dari belakang.
“Qiuyu, Hua‘er, ikut aku...” Ketika Shen Lao menarik tangan Jia Huaran dan Ling Qiuyu, ekspresi wajah Ling Xie rumit dijelaskan.
Di dalam kamar Ling Qiuyu, Jia Huaran merasakan aroma yang khas dari perempuan dan laki-laki yang menyatu. Gadis ini langsung berdiri di dekat pintu dan menatap tajam Shen Lao dan Ling Qiuyu.
“Lao, aku harap kamu menikahi Kakak Qiuqiu setelah kamu menikahi Peri Bunga itu.”
Ling Qiuyu merah merona wajahnya, “Huahua, aku...”
Jia Huaran memegang pundak Ling Qiuyu, “Tidak apa-apa. Aku tidak cemburu, aku hanya ingin Lao menjadi pria yang bertanggung jawab.”
__ADS_1
Shen Lao memalingkan wajahnya. Jia Huaran tersenyum jahil karena dia mengetahui Shen Lao begitu bahagia mendengar perkataan Jia Huaran.
Shen Lao berbicara serius pada Ling Qiuyu dan Jia Huaran, dia mengajak keduanya pergi ke Jurang Abadi. Disana Shen Lao akan melatih tubuh Ling Qiuyu dan Jia Huaran.
“Tubuh Dewi Kesuburan dan Tubuh Dewi Pengobatan, aku akan mengajari hal ini pada kalian berdua. Ini demi kebaikan kalian, dan kebaikanku tentunya...”
Jia Huaran tersenyum tipis, “Aku akan menguasai Tubuh Dewi Pengobatan, tetapi bisa jelaskan bagaimana cara menguasainya?”
Shen Lao menyatukan keningnya dan kening Jia Huaran, kemudian dia menyalurkan warisan ingatan Roh Dewa kepada Jia Huaran.
Jia Huaran tersentak kaget ketika melihat gambaran tentang tata cara menguasai Tubuh Dewi Pengobatan. Dia tersenyum lembut dan memberikan pelukan hangat pada Shen Lao.
“Aku akan melatih kalian berdua.” Shen Lao menjelaskan keinginannya pada Jia Huaran yang mana membuat gadis itu merasa bahagia.
“Lao, aku mencintaimu...”
Ling Qiuyu yang melihat Jia Huaran memeluk Shen Lao justru tersipu malu.
“Aku tidak memiliki ilmu bela diri, jadi bisakah kau ajarkan aku cara menguasai Tubuh Dewi Kesuburan?”
Shen Lao tersenyum lembut, “Tentu aku bisa...” Sambil menyatukan keningnya dan kening Ling Qiuyu, tangan Shen Lao membelai rambut hitam kecoklatan itu dengan lembut.
Beberapa saat kemudian, Shen Lao mendampingi Jia Huaran dan Ling Qiuyu untuk melakukan penempaan tubuh di Kolam Petir.
Tubuh Jia Huaran dan Ling Qiuyu hanya dibungkus aura, dan tidak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka.
Shen Lao menyentuh punggung Jia Huaran dan Ling Qiuyu sambil mengalirkan aura tubuhnya. Tubuh kedua perempuan cantik itu tersentak, tubuh keduanya tidak dapat menahan rasa sakit hingga akhirnya keduanya berteriak kesakitan.
“Aaaahhh!”
__ADS_1
Dibandingkan Jia Huaran, Ling Qiuyu yang pada dasarnya tidak memiliki bekal bela diri sejak lahir langsung meneteskan air mata dan tubuhnya bergetar hebat menahan rasa sakit itu.
Tak lama Jia Huaran juga mengalami hal yang sama dengan Ling Qiuyu, Shen Lao yang melihat mereka berdua langsung membisikkan kata-kata penyemangat di telinga mereka.
“Hua‘er, Yu‘er, bertahanlah! Kalian pasti bisa melalui penyiksaan petir ini!”
‘Lao, terimakasih...’ Ling Qiuyu mencoba mengikuti tata cara membuka titik meridian dan titik penghubung aura. Dia bisa mengetahui betapa sayangnya Shen Lao kepada dirinya dan Jia Huaran.
Jia Huaran segera melakukan proses penempaan tulang, setelah pembentukan sumsum dan pembentukan otot telah dia lalui.
“Kakak Qiuqiu, aku akan membantumu...”
Shen Lao tersenyum bahagia, dia melihat Jia Huaran membantu dan menenangkan Ling Qiuyu.
Jia Huaran dan Ling Qiuyu berdiri setelah mereka melewati penyiksaan petir, Shen Lao menatap tubuh mereka berdua dan tersenyum, napasnya tidak beraturan. Tak lama tubuhnya ambruk ke belakang.
Jia Huaran memeriksa tubuh Shen Lao, dia baru mengetahui jika penyiksaan petir adalah sesuatu yang langsung berhubungan dengan hidup dan mati, Shen Lao mengarahkan sembilan puluh sembilan persen rasa sakit Jia Huaran kepada dirinya, begitu juga dengan rasa sakit Ling Qiuyu.
“Huahua, bahkan dia tidak ingin kita terluka. Aku tidak harus berkata apa, tetapi satu persen rasa sakit saja sudah membuat aku tidak ingin merasakannya kembali...” Ling Qiuyu tidak bisa membayangkan rasa sakit yang diderita Shen Lao.
“Kakak Qiuqiu, biarkan dia berkorban untun kita. Yang perlu kita lakukan adalah memberikan yang terbaik untuknya...”
Shen Lao bangkit dan menggaruk kepalanya, “Aku lupa sarapan pagi jadi aku kelaparan dan ketiduran...” Sungguh Shen Lao tidak pandai beralasan pada kedua gadis ini.
Jia Huaran dan Ling Qiuyu saling memandang, keduanya mengetahui jika Shen Lao hanya beralasan.
Jia Huaran memberikan kecupan lembut di pipi kirinya, sementara Ling Qiuyu memberikan kecupan di pipi kanannya.
Jia Huaran dan Ling Qiuyu segera memasuki Kolam Aura untuk melakukan proses selanjutnya.
__ADS_1
Shen Lao tersenyum tipis dan berjalan mengikuti mereka berdua.
“Terimakasih karena telah mempercayaiku.” Shen Lao kembali membimbing Jia Huaran dan Ling Qiuyu untuk menyerap khasiat air yang ada di dalam Kolam Aura.