
Jia Mu merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Setelah kabar dirinya membunuh ayah dan tiga adiknya tersebar, Jia Mu memilih untuk mendiami salah satu markas Sekte Pedang Darah di Ibukota Jiaran.
“Siapa sangka kakakku mendapatkan berkas kerjasama diriku dengan Organisasi Air Hitam! Sebenarnya siapa orang yang memberitahunya?!” Jia Mu memukul meja. Ambisinya untuk menguasai menjadi Kaisar Jia begitu besar.
“Aliran putih dan netral tidak akan ikut campur dalam masalah politik seperti ini. Lantas siapa yang melakukannya?!” Jia Mu menatap orang-orang yang berada di ruangan.
Seorang pria berpenampilan kasar maju dan menjelaskan, “Kemungkinan besar pendekar misterius ini yang menghancurkan Organisasi Air Hitam. Tetapi kabar yang beredar, Peri Bunga Chi Rong dari Istana Bulan Biru yang membunuh semua anggota Organisasi Air Hitam demi membalas dendam.”
Pria ini bernama Hei Ju, Tetua Gunung Hitam yang telah mencapai Tahap Puncak Pendekar Suci.
“Pangeran, kita sudah menempatkan penyusup di pasukan militer. Jadi apa yang perlu dikhawatirkan? Selama rencana kita untuk menguasai Kekaisaran Jia berhasil, maka mereka semua akan tunduk pada kita bahkan kaum bangsawan sekalipun.” Sahut pria yang terlihat arogan. Pria ini merupakan salah satu Tetua Sekte Pedang Darah, Zu Gu.
Banyak sekte aliran hitam yang setuju mendukung rencana Jia Mu menguasai Kekaisaran Jia karena mereka berpikir jika dunia ini hanya pantas untuk mereka yang kuat, sementara yang lemah harus tertindas.
“Hanya dua rencana yang akan kita lakukan dan pastikan kalian tidak gagal melakukannya!” Jia Mu menatap Hei Ju dan Zu Gu tajam, “Pertama kalian harus membunuh kakakku dan seluruh orang di dalam kediamannya. Dan yang kedua kalian harus menemukan sumber kekayaan Sembilan Harta Phoenix dengan menculik pemimpin cantik kelompok ini!”
“Kami tidak akan mengecewakan anda.” Hei Ju dan Zu Gu menjawab bersamaan.
___
Akhirnya hari yang ditunggu tiba. Shen Lao mengajak Ling Qiuyu dan Ling Xie menuju istana bersama pelayan Sembilan Harta Phoenix yang tidak memiliki kemampuan bertarung.
Suasana di kediaman istana tampak tenang. Jia Song dan Yao Ran bersama Jia Huaran dijaga ketat oleh Panglima Lu Bu dan Jendral Guan.
__ADS_1
Shen Lao ingin Ling Qiuyu dan Ling Xie aman berada di istana agar dia bisa melindunginya. Karena jika tebakannya benar maka kelompok Gunung Hitam dan Sekte Pedang Darah akan mengirimkan anggota ke kediaman Sembilan Harta Phoenix.
“Ini menyebalkan. Mereka berpikir yang kuat pantas menindas yang lemah.” Shen Lao mengeluh sambil membaringkan tubuhnya di teras.
“Lao, apakah kau selalu memakan ini setiap hari?” Jia Huaran duduk manis disamping Shen Lao sambil menggigit daging Rusa Api.
Setelah Shen Lao memperlihatkan isi Segel Ruang Tak Terbatas, Jia Huaran dan Ling Qiuyu meminta beberapa daging Hewan Buas untuk mereka masak.
“Ya, aku memakannya sampai bosan. Daging bakar buatanku sangat hambar, tetapi setelah Nona Qiuyu memasak daging Hewan Buas untukku. Aku bisa merasakan perbedaannya...”
Shen Lao menjelaskan bahwa Restoran Bunga Persik dapat berkembang pesat jika menyediakan menu daging Hewan Buas dan Binatang Iblis.
Setelah mendengar penjelasan Shen Lao, Jia Huaran dan Ling Qiuyu mengobrol berdua. Sementara Shen Lao memilih untuk meninggalkan mereka dan mengawasi pergerakan prajurit militer.
“Kakak Qiuqiu, apakah kau menyukai Lao? Sebenarnya apa hubungan kalian berdua?” Jia Huaran bertanya setelah melihat Shen Lao menjauh.
Ling Qiuyu melihat jika Jia Huaran memiliki perasaan yang sama dengannya.
Pada akhirnya, Ling Qiuyu bercerita jika Shen Lao kecil adalah bayi yang menggemaskan. Saat dirinya berumur delapan tahun, dia pernah bermain dengan Shen Lao kecil.
Saat Ling Qiuyu berumur sepuluh tahun, saat itu Shen Lao masih berumur dua tahun. Mengingat Shen Lao yang menggemaskan dan sudah dia anggap seperti adik sendiri, Ling Qiuyu merasa tidak pantas untuk jatuh cinta pada pemuda yang lebih muda darinya.
“Tuan Putri, mmm, Huahua sendiri bagaimana? Apakah kau menyukai Tuan Muda Shen?” Ling Qiuyu justru balik bertanya.
__ADS_1
Jia Huaran tersenyum tipis, “Aku menyukainya. Dia berbicara padaku tanpa memandang status dan bersikap alami.”
“Aku juga menyukainya dan ingin memanggil namanya sepertimu. Tetapi Tuan Muda Shen menganggapku sebagai perempuan yang lebih tua darinya...”
Shen Lao langsung menjauh setelah mendengar pembicaraan Ling Qiuyu dan Jia Huaran. Dia tersenyum sendiri mendengar pembicaraan Ling Qiuyu dan Jia Huaran.
Shen Lao menarik napas dalam sebelum mendatangi Panglima Lu Bu.
“Pendekar muda Shen, aku sudah menyuruh semua pasukan militer berdiri di halaman depan.”
Beberapa jam sebelumnya, Shen Lao menyuruh pasukan militer agar ditempatkan di halaman depan yang luas karena kemungkinan ada pasukan militer telah disusupi.
Untuk menemukan penyusup bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan waktu. Sehingga Shen Lao mencurigai semua orang, bahkan Panglima Lu Bu sendiri.
“Jika diantara kalian berdua adalah pengkhianatnya, maka aku yang akan membunuh kalian.” Perkataan Shen Lao terdengar seperti ancaman. Panglima Lu Bu hanya tersenyum tipis mendengarnya.
Saat Panglima Lu Bu dan Shen Lao berbincang sambil mengamati halaman depan dari teras, sekitar puluhan prajurit memisahkan diri.
“Hoh...” Shen Lao tersenyum tipis setelah melihat beberapa orang menjauh.
Memang matahari telah tenggelam dan malam telah tiba. Tetapi Shen Lao tidak menyangka penyusup akan melakukan pergerakan secepat ini.
___
__ADS_1
Mudah-mudahan di lokasi pabrik jaringannya bagus, biar aku bisa tetap update. Kalau jaringannya lemah, terpaksa harus libur update. Mungkin kalau dari kalian ada yang tinggal di sekitar Kutai Timur, tahu sendiri bagaimana keadaan disana.
Ini aja up dalam perjalanan, semoga menyukai dan maaf kalau tidak sesuai selera. Dan harap dimaklumi ya, sampai jumpa.