Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 81 - Shen Lao vs Hao Fan


__ADS_3

“Pemuda bermarga Shen Lao memiliki kemampuan dibawah Peri Bunga dan Dewi Salju, tetapi dia merupakan favorit juara.”


“Pendekar Agung Tahap Awal melawan Pendekar Agung Tahap Awal. Ini menarik.”


Penonton membicarakan Shen Lao dan Hao Fan. Banyak penonton yang tidak mengetahui sosok Shen Lao sebenarnya. Terlebih Shen Lao belum menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya.


She Bai menjelaskan aturan pertandingan pada Shen Lao dan Hao Fan, selesai menjelaskan segera She Bai memberi tanda pada Shen Lao dan Hao Fan untuk menjaga jarak.


“Baiklah, pertandingan antara Shen Lao dari Sembilan Harta Phoenix melawan Hao Fan dari Benteng Tombak Selatan dimulai!” Tepat setelah She Bai memulai pertandingan, Hao Fan memutar tombak emas yang memiliki ukuran naga dan melesat cepat menghunuskan tombaknya.


Shen Lao tidak menghindar, namun menginjak tombak emas kesayangan Hao Fan dengan kaki kanannya yang dipenuhi tenaga dalam.


“Saudara Shen, beraninya kau menginjak tombak kesayanganku?!” Hao Fan tersenyum menyeringai dan mengerutkan keningnya, kemudian memutarkan tombaknya dan melepaskan serangan bertubi-tubi pada Shen Lao.


Hembusan angin dari setiap tusukan tombak Hao Fan membuat penonton terkejut, namun mereka semua lebih terkejut dengan gerakan Shen Lao yang begitu lincah menghindari tusukan tombak Hao Fan.


“Apa kau hanya akan menghindar saja, Saudara Shen? Aku benci orang yang tidak serius bertarung!” Seketika tombak Hao Fan memancarkan cahaya berwarna putih keemasan sebelum mengarahkannya pada Shen Lao.


“Aku hanya ingin melihat sendiri kemampuanmu.” Shen Lao tersenyum tipis dan melepaskan tenaga dalam berjumlah besar, lalu menciptakan seribu pedang tak kasat mata.


Semua pendekar bumi yang melihat itu secara langsung berdecak kagum. Bagaimanapun kemampuan Shen Lao diluar ekspektasi, terlebih saat menghentikan serangan Hao Fan yang membuat arena tengah lapangan berlubang.


“Bagaimana mungkin? Apa kau seorang pendekar bumi?” Hao Fan menatap tajam Shen Lao dan seakan tidak percaya melihat pemuda yang sebaya dengannya memiliki kemampuan tinggi.


“Menurutmu?” Shen Lao mengayunkan tangannya, seketika tubuh Hao Fan dipenuhi luka sayatan.


Pemuda dari Benteng Tombak Selatan tidak menyerah begitu saja dan mencoba menghalau serta menangkis setiap pedang tak kasat mata yang mengarah padanya.


Saat terluka Hao Fan justru tersenyum, “Aku merasa bangga melihat pemuda seumuran denganku merupakan seorang jenius. Selain itu kau tidak angkuh, Saudara Shen, kau terlihat keren, sial. Aku akan melampaui batasku dan mengalahkanmu.”

__ADS_1


Hao Fan melepaskan sejumlah tenaga dalam berjumlah besar, lalu mengalirkannya pada tombak emasnya sebelum memutarkan tombaknya menciptakan pusaran angin layaknya badai.


Shen Lao menjentikkan jarinya dan mengambil Pedang Dewa Malam dari Segel Ruang Tak Terbatas.


“Baiklah, kalau begitu aku tidak akan menahan diri, Saudara Hao.” Segera Shen Lao mengalirkan tenaga dalamnya pada Pedang Dewa Malam untuk membalas teknik tombak Hao Fan.


“Teknik Pertama Pedang Dewa Malam : Satu Cahaya Mengoyak Kegelapan!”


Saat Shen Lao menebasnya pedangnya, seketika semua orang yang baru melihat pertarungan Shen Lao terkejut.


Kedua teknik di arena pertandingan saling berbenturan menciptakan gelombang kejut, hingga seluruh arena pertandingan tertutupi debu.


“Sial, aku tidak bisa melihatnya!”


“Pertandingan ini sangat menarik, sayang sekali penglihatanku tidak dapat menembus debu-debu ini!”


Shen Lao dan Hao Fan terus melancarkan serangan tanpa henti. Keduanya telah bertukar serangan lebih dari tiga puluh serangan.


Saat Hao Fan kehabisan napasnya karena tidak mampu mengimbangi pergerakan Shen Lao, saat itu juga pemuda dari Benteng Tombak Selatan dinyatakan kalah.


Pedang Dewa Malam melingkar dileher Hao Fan dan Shen Lao dengan tenangnya melepaskan aura pembunuh yang membuat Hao Fan tertekan.


“Kau benar-benar mengalahkanku dengan telak, Saudara Shen. Aku harus berlatih lebih giat lagi. Aku memetik sebuah pelajaran setelah bertarung melawanmu.” Hao Fan bernapas lega setelah mengatakan apa yang ada didalam pikirannya sekarang.


Tetapi tetap saja pemuda dari Benteng Tombak Selatan terlihat sedih wajahnya.


“Tetapi kalah benar-benar menyakitkan...” Hao Fan hampir menangis dan membuat Shen Lao terdiam.


She Bai yang terbang mengamati jalannya pertandingan segera turun dan mengumumkan Shen Lao sebagai pemenangnya.

__ADS_1


“Pemenangnya Shen Lao dari Sembilan Harta Phoenix!”


Shen Lao mengulurkan tangannya pada Hao Fan, “Hao Fan, kekuranganmu menggunakan tombak sangat banyak. Kau bergerak menggunakan tenaga dalam dan terkadang tidak mengolah pernapasan, itu yang membuatmu kehabisan tenaga saat berusaha mengimbangi pergerakanku.”


Hao Fan menyambut uluran tangan Shen Lao dan menjabat tangannya, “Kalau dipikir benar juga. Kenapa aku tidak pernah terpikirkan soal ini sebelumnya.”


Hao Fan tertawa sendiri, Shen Lao hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“Sial, aku benar-benar bodoh bahkan hampir menangis.” Hao Fan mengucek matanya dan berjalan bersama Shen Lao menuju bangku penonton.


Shen Lao memasukkan kedua tangannya ke saku jubahnya, “Tetapi aku tidak membenci orang sepertimu, Hao Fan. Suatu saat aku membutuhkan orang sepertimu, jika saat itu tiba maukah kau bergabung bersamaku?”


Hao Fan mengernyitkan keningnya, “Bergabung bersamamu? Kau berbicara apa Saudara Shen!”


Hao Fan menanggapi ucapan Shen Lao dengan candaan, sedangkan Shen Lao hanya tersenyum tipis dan terus berjalan sebelum duduk disamping Mu Shang.


“Kalian berdua telah akrab. Aku terkejut kau dapat duduk disamping Shen Lao setelah kalah dan menangis, Hao Fan.” Mu Shang menatap Hao Fan heran.


“Aku tidak menangis.” Hao Fan mengelak.


“Apa yang kau katakan? Lihat, matamu berair!” Mu Shang menggelengkan kepalanya, kemudian menoleh ke arah Shen Lao.


“Shen Lao, ngomong-ngomong soal ucapan Saudari Ju, apakah itu benar?” Dengan sedikit berbisik, Mu Shang bertanya.


“Ah, itu. Mereka berdua memang istriku.” Mendengar itu, Mu Shang melongo seakan tidak percaya tetapi setelah berulang kali melihat kedekatan Shen Lao dengan Chi Rong dan Ling Qiuyu, semuanya terjawab.


‘Sial, Shen Lao benar-benar membuatku kagum!’ Saat Mu Shang sedang mengagumi Shen Lao, She Bai memanggil namanya.


‘Lain kali aku menanyakan cara membuat wanita jatuh cinta. Tidak tunggu, bagaimana jika Saudari Xhialun akan jatuh hati pada Shen Lao? Aku tidak bisa membiarkannya!’ Mu Shang menatap Shen Lao rumit sebelum mengalihkan pandangannya menatap gadis pujaannya.

__ADS_1


__ADS_2