
Keesokan harinya seperti biasa Ling Qiuyu bangun lebih awal dan memasak. Walau tubuhnya masih kelelahan, Ling Qiuyu tetap menjalankan tugasnya sebagai istri Shen Lao. Dan bisa dibilang ini adalah pertama kalinya Ling Qiuyu memasak untuk Shen Lao dan hidup bersama di Jurang Abadi.
Shen Lao yang baru bangun dan mandi pagi merasa bahagia karena disambut Ling Qiuyu yang sedang memasak dan sudah berdandan rapi.
Perlahan Shen Lao mendekat dengan langkah tak bersuara, “Harumnya, kamu sedang masak apa, Yu‘er?” Tangannya memeluk pinggang Ling Qiuyu dan berbisik mesra.
Ling Qiuyu menggeliat pelan, “Lao‘gege, apa kamu akan menagihnya sekarang disini?”
Shen Lao tersenyum tipis dan menggigit lembut telinga Ling Qiuyu, lalu berbisik pelan, “Apa kamu mempunyai hutang padaku dan untuk apa aku menagihnya?”
Ling Qiuyu cemberut. Jujur baru kali Shen Lao melihat ekspresi Ling Qiuyu yang begitu menggemaskan. Tangan Shen Lao sudah meraba perut Ling Qiuyu, sementara mulutnya mengecup tengkuk Ling Qiuyu sebelum memberikan gigitan tanda cintanya.
“Lao‘gege, sarapan dulu...” Ling Qiuyu berkata sambil mendesah pelan.
“Baiklah kita sarapan dulu, tetapi aku ingin melakukannya disini...” Shen Lao menjawab sengit dan meminta persetujuan Ling Qiuyu.
“Hmm...” Ling Qiuyu mengangguk pelan dan mengikuti kemauan Shen Lao.
____
Pagi hari di Sembilan Harta Phoenix, Chi Rong dan Jia Huaran sedang membantu Hua Ruoruo dan Ling Xie memasak untuk sarapan pagi.
Suasana di Sembilan Harta Phoenix tampak penuh sukacita, terlebih Chi Sumei tidak berhenti menggoda Chi Rong yang telah mengandung anak dari Shen Lao.
Pada awalnya Chi Sumei memang masih tidak menerima dengan apa yang telah terjadi pada Chi Rong, tetapi setelah melihat tekad Shen Lao terlebih Chi Rong sendiri bahagia hidup bersama Shen Lao. Tentu Chi Sumei tidak lagi membenci Shen Lao, bahkan sekarang Chi Sumei sudah tidak sabar melihat cucunya yang sekarang berada didalam rahim Chi Rong.
Selesai sarapan pagi, Chi Rong dan Jia Huaran berjalan keliling Ibukota Jiaran. Jia Huaran membawa Chi Rong ke Istana Jia dan disana gadis berusia tujuh belas tahun itu meminta Chi Rong untuk mengajari ilmu bela diri yang cocok untuk dirinya.
“Bukankah Gege pernah mengajarimu?” Chi Rong bertanya karena bagaimanapun dia telah mendengar jika Shen Lao telah melatih tubuh Ling Qiuyu dan Jia Huaran.
Jia Huaran mengangguk pelan, “Hmm, Lao pernah mengajariku, tetapi...” Jia Huaran menjelaskan jika dirinya merasakan firasat buruk akhir-akhir ini, entah mengapa dirinya merasa tidak tenang.
Chi Rong menghela napas panjang, “Kamu ingin melindungiku saat Gege pergi?” Chi Rong tersenyum manis karena melihat sendiri ketulusan Jia Huaran.
“Huahua, apa yang kamu suka dari Gege? Dan kenapa kamu berpikir jika aku perlu dilindungi?” Chi Rong merasa Jia Huaran terlalu mengkhawatirkan dirinya. Bagaimanapun Chi Rong memiliki sifat yang tidak suka diremehkan.
__ADS_1
“Aku menyukai Lao yang bertindak alami. Dia memandangku sebagai teman sebayanya dan itu pertama kali aku rasakan dalam hidupku.” Jia Huaran dengan malu-malu menceritakan bahwa dirinya mencintai Shen Lao. Pemuda berumur tujuh belas tahun yang telah mempunyai dua istri itu benar-benar mengubah pandangannya akan hidup.
“Selain itu Lao telah melepaskan kurungan yang mengekang diriku...” Tambah Jia Huaran lembut.
Chi Rong tersenyum, karena dia sendiri tidak menyangkalnya jika Shen Lao memang memiliki karakteristik dan kharisma tersendiri.
“Selain itu bukankah Kakak Qiuqiu juga akan hamil seperti Kakak Rongrong...” Jia Huaran menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang merah padam, “Saat Lao pergi, aku harus bisa menjaga kalian berdua.”
“Hah? Tunggu dulu...” Chi Rong tersentak kaget, tapi perkataan Jia Huaran benar apa adanya.
“Apa ini alasanmu menunda untuk menikah dengan Gege?” Chi Rong mengalihkan pembicaraan karena membayangkan hal aneh tentang Shen Lao dan Ling Qiuyu.
Jia Huaran menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin menikah diusia muda, setidaknya saat dirinya menginjak umur dua puluh lima tahun seperti Ling Qiuyu.
Tak lama Chi Rong mengajak Jia Huaran kembali ke Sembilan Harta Phoenix. Keduanya bermeditasi didalam kamar, namun Chi Rong tidak lama bermeditasi karena dia memberi arahan pada Jia Huaran.
Pada dasarnya Jia Huaran memiliki bakat dibidang pengobatan, dan Jia Huaran menyadarinya sehingga dia tidak ingin membebani Chi Rong yang sedang hamil muda.
Setelah tubuhnya menyerap khasiat Permata Iblis, Jia Huaran merasakan perbedaan dalam tubuhnya.
Chi Rong tersenyum tipis dan berbincang dengan Jia Huaran cukup lama hingga akhirnya Jia Huaran terlihat seperti ingin menanyakan sesuatu namun gadis itu terlihat enggan dan malu-malu.
Jia Huaran menarik napas panjang dan memperhatikan tubuh Chi Rong yang memang terlihat lebih dewasa dan berisi setelah resmi menjadi istri Shen Lao.
“Kakak Qiuqiu apakah sakit saat Lao...” Jia Huaran menelan ludah, sementara wajahnya merah padam dan dia tidak melanjutkan perkataannya.
Chi Rong mengerti maksud Jia Huaran, seketika dia mengingat Shen Lao yang merenggut keperawanannya di Kota Qudong.
“Sangat sakit. Aku bahkan sampai menangis.” Chi Rong tanpa sadar mengatakan itu dan tentu saja Jia Huaran terkejut mendengarnya.
Tak lama Jia Huaran memandang tubuhnya sendiri dan tubuh Chi Rong, gadis ini membandingkan bentuk payudara antara dirinya dengan Chi Rong.
“Kenapa punya Kakak Rongrong lebih cepat besar dari punyaku. Saat pertama kali bertemu di Pegunungan Suxue, aku merasa ukuran kita berdua sama.” Jia Huaran mengatakan hal intim dan itu membuat Chi Rong mendengus kesal mengikuti arah pembicaraan.
“Gege selalu saja memainkan payudaraku. Dia benar-benar seperti anak kecil.” Chi Rong menggerutu pelan dan membuat Jia Huaran penasaran.
__ADS_1
“Kenapa jadi ngomongin ini?” Chi Rong baru tersadar ketika melihat mulut Jia Huaran terbuka lebar namun gadis itu tidak mengucapkan sepatah katapun.
“Huahua, kita persiapkan barang bawaan untuk pergi ke Lembah Bunga Persik.” Ajak Chi Rong sambil berdiri dan menarik lembut tangan Jia Huaran.
___
Didapur rumah mewah yang berada di Jurang Abadi, terlihat seorang perempuan cantik mendesah dan samar-samar terdengar suara erangan bercampur teriakan lembut dan menawan.
Pemuda yang membuat perempuan mengerang kesakitan terus menggerakkan tubuhnya dengan cepat dan terkadang lembut. Dan itu membuat perempuan yang bertumpu pada pintu dapur mengeluarkan suara desahan yang menggairahkan.
“Akh!” Ling Qiuyu menjerit saat Shen Lao menghujamkan tubuhnya dari belakang. Ling Qiuyu memekik kesakitan. Namun ada rasa kenikmatan yang sulit diungkapkan kata-kata saat Shen Lao terus melakukan penyatuan, hingga akhirnya Shen Lao melakukan pelepasan didalam.
“Yu‘er, ini sangat sempit. Apa aku membuatmu kesakitan?” Shen Lao sendiri tidak dapat menahan gairahnya saat melihat tubuh Ling Qiuyu ditambah suara lenguhan dan desahan yang menggelora.
Ling Qiuyu menggelengkan kepalanya pelan, tak lama Shen Lao menarik tubuhnya ke dalam kamar. Disana Ling Qiuyu berbaring lemah diatas ranjang, sementara Shen Lao menindih tubuhnya dan menyatukan tubuh mereka secara perlahan.
“Yu‘er, aku sungguh terpana melihatnya. Bentuknya sangat indah, dan aku menjadi gemas saat melihatnya...” Shen Lao menatap dua bukit kembar yang membusung indah dan meremasnya. Perlahan dia menggerakkan tubuhnya secara perlahan sambil menatap dalam wajah Ling Qiuyu yang menunjukkan beragam ekspresi.
Shen Lao merasakan kenikmatan, disisi lain Ling Qiuyu merasakan Shen Lao benar-benar memenuhi tubuhnya. Rasa perih yang membuatnya berulang kali memekik kesakitan berubah menjadi erangan penuh kenikmatan saat Shen Lao mempercepat tempo gerakannya.
Beberapa saat Ling Qiuyu bergerak lembut dipangkuan Shen Lao, sebelum akhirnya Shen Lao memegang pinggangnya dan memberi tanda pada setiap jengkal tubuhnya, terutama bukit kembar yang padat dan membusung menantang dengan indahnya.
“Akh... Lao‘gege!” Ling Qiuyu mencengkeram pundak Shen Lao dan setengah berteriak.
“Yu‘er...”
Shen Lao mengerang nikmat memanggil nama Ling Qiuyu, sementara Ling Qiuyu menjerit bercampur desahan sambil menyebut nama Shen Lao.
Tak lama Shen Lao menindih tubuh Ling Qiuyu dan mempercepat gerakannya. Lalu menghujamkan tubuhnya lebih dalam dari sebelumnya, hingga akhirnya dirinya mencapai pelepasan bersamaan dengan Ling Qiuyu.
Tubuh Ling Qiuyu bergetar hebat dibawah tubuh Shen Lao yang dengan gagahnya menindih tubuh perempuan berparas cantik yang sekarang terkulai lemas dan tidak berdaya. Shen Lao membenamkan tubuhnya lama dan mencium bibir Ling Qiuyu
Shen Lao dan Ling Qiuyu cukup lama berciuman, hingga akhirnya Shen Lao tersenyum puas dan memberikan gigitan kecil pada leher putih dan mulus Ling Qiuyu.
“Lao‘gege... Aku lelah...” Ling Qiuyu menatap tubuhnya yang dipenuhi keringat, dan dia melihat Shen Lao yang secara perlahan menarik tubuhnya lalu berbaring disampingnya.
__ADS_1
“Yu‘er, aku juga lelah...” Shen Lao memeluk tubuh Ling Qiuyu dan menatap mata sayu Ling Qiuyu yang secara perlahan menutup.
Lalu Shen Lao mengusap lembut perut Ling Qiuyu dan tersenyum penuh makna.