Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
Arc 2 - Padamnya Api Dan Mekarnya Bunga LTI 59 - Shen Lao Dan Ling Qiuyu


__ADS_3

Malam hari didalam kamar Chi Rong yang berada di lantai sembilan, Shen Lao tidak henti-hentinya mengelus perut Chi Rong.


“Gege, tidurlah. Besok adalah hari yang telah dinantikan Kakak Qiuqiu.” Chi Rong memegang pipi Shen Lao dan menatapnya dalam.


Shen Lao berhenti mengusap perut Chi Rong, “Rong‘er, apakah kamu tidak cemburu dengan semua ini? Aku sadar jika diriku ini bukanlah laki-laki yang baik. Aku tidak menyangkalnya.”


Chi Rong menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Saat melihat Shen Lao seperti ini, Chi Rong tidak dapat menahan tawanya.


“Gege, aku tentu cemburu karena bagaimanapun aku ingin kamu hanya milikku seorang. Tetapi aku juga tidak ingin kehilanganmu. Aku egois dan aku juga tidak ingin kamu menyakiti Kakak Qiuqiu...” Chi Rong tersenyum manis dan menatap wajah tampan Shen Lao, “Kamu harus berlaku adil untukku dan kebanggaanmu.”


Sebuah kecupan lembut mendarat dipipi Shen Lao sebelum Chi Rong kembali tersenyum manis, “Selamat malam Gege...” Setelah itu Chi Rong tertidur. Shen Lao memejamkan matanya secara perlahan dan memeluk lembut tubuh Chi Rong.


___


Suara kicauan burung menyambut hari yang bahagia di Ibukota Jiaran.


Halaman depan Sembilan Harta Phoenix tampak ramai karena banyak tamu undangan dari Keluarga Jia dan Keluarga Lu, serta pendekar yang bekerja dibawah Sembilan Harta Phoenix.


Chi Rong dan Jia Huaran melihat Ling Qiuyu dirias sebegitu rupa hingga kesan kecantikannya semakin terlihat.


Pada dasarnya Ling Qiuyu memang memiliki tubuh yang menjadi idaman setiap perempuan dan wajah dewasa yang terkesan cantik, sehingga setelah dirias kecantikannya semakin terlihat.


Kabar pernikahan Ling Qiuyu membuat gempar para kaum bangsawan yang sudah melihat kecantikan perempuan berusia dua puluh lima tahun ini.


Shen Lao juga terlihat lebih tampan hari ini. Memang banyak pemuda kaya dan beberapa pemuda bangsawan tidak menerima setelah mendengar kabar ini, tetapi mereka semua tidak dapat berkutik setelah mengetahui identitas Shen Lao yang sebenarnya.


“Kakak Qiuqiu, jaga stamina malam ini karena Gege sangat nakal. Benar-benar nakal...” Chi Rong berbisik dan sengaja memperbesar suaranya karena Shen Lao berdiri dihadapan dirinya dan Ling Qiuyu.


Wajah Ling Qiuyu merah padam hingga kulit putihnya itu memerah, “Rongrong...” Ling Qiuyu tidak melanjutkan perkataannya karena dia mengerti maksud Chi Rong.


Chi Rong tertawa pelan ketika melihat Shen Lao mengangkat alisnya, tak lama pemuda itu semakin mendekatinya.


“Apa maksudmu aku nakal?” Shen Lao menatap Chi Rong sengit.


“Ya, kamu itu anak nakal seperti anak kecil yang selalu merengek pada ibunya. Dan semua permintaanmu itu, harus aku turuti.” Chi Rong menatap Shen Lao sengit, bahkan lebih sengit.


Ling Qiuyu tertawa lirih melihat Shen Lao dan Chi Rong, sementara itu Jia Huaran yang tidak mengerti arah pembicaraan mereka hanya berekspresi kebingungan.


“Kakak Qiuqiu sebenarnya apa yang kalian bicarakan?” Jia Huaran bertanya dengan nada berbisik.

__ADS_1


Ling Qiuyu menoleh melihat Jia Huaran yang terlihat ingin mengetahuinya, “Itu...” Ling Qiuyu tidak dapat mengatakan apapun walau mulutnya telah terbuka sekalipun.


Chi Rong yang melihat itu langsung mencubit perut Shen Lao dan menghampiri Jia Huaran yang bertanya pada Ling Qiuyu.


“Huahua, mari kita bantu Ibumu menyiapkan makanan...” Chi Rong beralasan dan mengajak Jia Huaran untuk membantu acara pernikahan Shen Lao dan Ling Qiuyu.


Setelah Chi Rong dan Jia Huaran menjauh, Shen Lao mendekati Ling Qiuyu dan menyentuh pipi perempuan yang delapan tahun lebih tua darinya itu.


“Yu‘er...” Shen Lao melihat wajah Ling Qiuyu yang bersemu merah.


“Lao...” Ling Qiuyu menatap wajah tampan Shen Lao yang menatap dirinya hangat.


Shen Lao menatap Ling Qiuyu lebih dalam. Tatapan itu membuat Ling Qiuyu menundukkan kepalanya.


“Lao‘gege...” Mendengar Ling Qiuyu menyebut namanya, Shen Lao mengecup kening Ling Qiuyu dan menggenggam tangannya.


___


Acara pernikahan Shen Lao dan Ling Qiuyu berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun.


Setelah melewati beberapa proses acara, akhirnya penghulu menyuruh Shen Lao dan Ling Qiuyu bersujud tiga kali pada orang tua Ling Qiuyu sebagai bentuk penghormatan.


Saat ini Shen Lao sedang menyibakkan kain penutup wajah yang menutupi kecantikan Ling Qiuyu.


Shen Lao terpana melihat kecantikan Ling Qiuyu. Perempuan berusia dua puluh lima tahun ini memiliki aura kecantikan tersendiri sama seperti Chi Rong. Shen Lao menyadari jika masing-masing perempuan yang menjadi kebanggaannya mempunyai kelebihan tersendiri.


Shen Lao mengecup kening Ling Qiuyu lembut dan bisa merasakan debaran jantung antara dirinya dengan Ling Qiuyu.


Setelah acara ritual pernikahan selesai, para tamu undangan memberikan ucapan selamat pada Shen Lao dan Ling Qiuyu.


“Kakak Qiuqiu, aku sudah menyiapkan minuman hangat yang dipesan Kakak Rongrong untukmu.” Jia Huaran dengan ekspresi wajah polos membuat Ling Qiuyu tidak dapat mengatakan apapun.


“Kakak Qiuqiu.” Chi Rong memeluk tubuh Ling Qiuyu dan Ling Qiuyu membalas pelukan Chi Rong.


Yang anehnya Chi Rong, Jia Huaran dan Ling Qiuyu saling mengobrol, ketiganya melupakan dan mengabaikan Shen Lao yang berada didekat mereka.


Chi Rong tidak henti-hentinya mengeledek Shen Lao yang berdiri mematung mendengarkan obrolan mereka, sementara Ling Qiuyu menundukkan kepalanya karena dirinya tidak memungkiri perkataan Chi Rong benar apa adanya.


Disisi lain Jia Huaran hanya diam dan mendengarkan. Kurang lebih putri Kaisar Jia ini mengetahui apa yang dibicarakan Chi Rong dan Ling Qiuyu.

__ADS_1


Tak lama Chi Rong dan Jia Huaran pergi kembali ke kamar. Jia Huaran menemani Chi Rong yang sedang hamil muda. Gadis ini diajarkan beberapa resep oleh Yao Ran untuk membantu Chi Rong.


Ketika malam menyambut dan perlahan semakin larut. Shen Lao sudah membawa Ling Qiuyu ke Jurang Abadi, pemuda ini menggendong tubuh Ling Qiuyu menunju rumah mewah yang berada didekat danau.


Sesampainya didalam kamar, Shen Lao menatap wajah Ling Qiuyu yang memerah, “Yu‘er, apa kamu mengetahui kekuatan dari Jelmaan Tubuh Dewi Kesuburan?”


Ling Qiuyu mengangguk lirih, kurang lebih dia mengetahuinya dan dia tidak keberatan dengan semua ini lagipula dia benar-benar mencintai Shen Lao.


“Lao‘gege, terimakasih telah menjadi suamiku...” Ling Qiuyu menangis sesenggukan dan memeluk tubuh Shen Lao. Ling Qiuyu sendiri tidak menyangka bayi mungil yang dulu menggemaskan bahkan pernah mengompol dipangkuannya ini telah menjadi suaminya.


Saat Shen Lao dan Ling Qiuyu berbincang tentang masa lalu mereka, Ling Qiuyu tidak henti-hentinya mencubit perut Shen Lao karena merasa malu.


“Lao‘gege, biarkan aku menjalankan kewajibanku.” Ujar Ling Qiuyu sambil memandang wajah Shen Lao.


Shen Lao menganggukkan kepalanya dan tak lama jari-jemari halus Ling Qiuyu melepaskan pakaian yang dikenakannya. Sentuhan telapak tangan Ling Qiuyu sangat halus membuat setiap bulu tubuh Shen Lao berdiri.


Wajah Ling Qiuyu terlihat terkejut saat pakaian yang menutupi tubuh Shen Lao sepenuhnya terlepas, Shen Lao hanya tersenyum tipis karena dia benar-benar menyukai Ling Qiuyu yang malu-malu. Dia tersenyum tipis melihat kelakuan Ling Qiuyu yang selalu mencoba memberinya kenikmatan.


Ling Qiuyu melebar matanya melihat bentuk tubuh Shen Lao yang dua kali memasuki tubuhnya. Dari sentuhan tangan yang halus bahkan setiap permainan tangan dan mulut Ling Qiuyu tidak henti-hentinya membuat Shen Lao mendesis.


Akhirnya Ling Qiuyu yang mengendalikan perjalanan malam mereka, sementara Shen Lao menahan gairahnya untuk mengendalikan perjalanan malamnya. Shen Lao membiarkan Ling Qiuyu untuk melakukan setiap gerakan baru pada pergumulan mereka hingga akhirnya keduanya sama-sama mencapai pelepasan.


Beberapa saat kemudian Shen Lao menyentuh pipi dan turun kebibir Ling Qiuyu.


“Yu‘er, terimakasih. Tetapi apakah kamu tidak...” Belum sempat Shen Lao menyelesaikan perkataannya, Ling Qiuyu mengecup bibirnya selama beberapa detik.


“Ini tidak menjijikkan. Bukankah kamu menikmatinya?” Ling Qiuyu memeluk tubuh Shen Lao dan mengetahui jika pemuda ini masih belum mencapai puncaknya tetapi harus dia akui jika dirinya tidak kuat lagi untuk mengarungi malam bersama Shen Lao.


Shen Lao memeluk tubuh Ling Qiuyu dan berbisik lembut, “Tidurlah, kita masih banyak waktu Yu‘er... Besok giliran aku yang memuaskanmu...”


Ling Qiuyu mengangguk lembut kemudian membenamkan wajahnya pada dada bidang Shen Lao sebelum tertidur pulas.


Shen Lao membelai rambut Ling Qiuyu dan memejamkan matanya secara perlahan lalu tertidur lelap sambil memeluk tubuh Ling Qiuyu.


___


Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin. Terimakasih buat yang sudah memberikan dukungan berupa koin untuk LTI. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku author untuk semangat update di setiap chapternya.


Kalau ada kata typo ketik ya di kolom komentar, kita saling bekerjasama. Saya menulis dan kalian membaca(menikmatinya).

__ADS_1


__ADS_2