Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 30 : Qiuyu, Sebut Namaku.


__ADS_3

Ling Qiuyu sudah memasak masakan untuk Shen Lao. Namun pemuda ini tak kunjung pulang, bahkan matahari kian tenggelam hingga akhirnya malam tiba menyapa.


Ling Han dan Ling Xie mengamati anak gadisnya yang sudah dewasa dari kejauhan.


“Lihat, Qiuqiu seperti seorang istri yang menunggu suaminya pulang. Aku jadi gemas melihatnya...” Ling Xie menatap anaknya yang sedang berjalan mondar-mandir di lantai satu bangunan.


Ling Han yang melihat anaknya jadi teringat sesuatu, dia membisikkan sesuatu di telinga Ling Xie. Lalu tak lama keduanya pergi memasuki kamar milik Ling Xie di lantai tujuh. Mereka akan menyelesaikan kerinduan selama lima tahun malam ini.


Karena Shen Lao belum juga kembali, Ling Qiuyu memutuskan untuk mandi. Dia mandi untuk membersihkan tubuhnya.


“Kenapa aku jadi seperti ini? Padahal Tuan Muda Shen belum meninggalkanku selama sehari...” Gerutu Ling Qiuyu sambil mengambil gaun berwarna biru bercampur putih. Dia memakai gaun itu karena ingin menyambut kedatangan Shen Lao.


Malam telah tiba, namun Shen Lao tak kunjung kembali. Bahkan Kakek Nue bersama pendekar Sembilan Harta Phoenix juga belum kembali.


Akhirnya Ling Qiuyu memutuskan untuk tidur di kamar Shen Lao yang ada di lantai sembilan.


“Tuan Muda Shen...” Ling Qiuyu memejamkan matanya tanpa sadar dan tertidur.


Beberapa saat setelah tertidur, Ling Qiuyu merasakan ada suara lembut yang memanggil namanya. Perlahan matanya terbuka pelan-pelan, dan dia melihat bayangan tubuh seorang pemuda.


“Nona Qiuyu...”


Ketika Ling Qiuyu mendapatkan kembali kesadarannya, dia melihat jelas bentuk perut Shen Lao yang atletis dan itu membuatnya tersipu malu.


“Kenapa kamu disini?” Ling Qiuyu panik.


“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, Nona Qiuyu...” Shen Lao menatap Ling Qiuyu penuh makna.


“Aku hanya ingin menyambut kedatanganmu Tuan Muda Shen...” Ling Qiuyu mengalihkan pandangannya menatap dinding.


“Maaf, aku pulang larut malam. Tetapi aku berhasil merekrut anggota baru...” Shen Lao menatap wajah Ling Qiuyu yang tersipu malu lebih dalam dari sebelumnya.


“Apakah ini balasan yang Nona Qiuyu maksud?” Shen Lao duduk di tepi ranjang dan menatap Ling Qiuyu yang semakin memerah wajahnya.


Ling Qiuyu mendekati wajah Shen Lao dan memberikan kecupan lembut di pipinya, “Ini hadiah kecil dariku...”


Shen Lao memegang telapak tangan Ling Qiuyu yang hendak menutupi wajahnya, “Aku tidak menyangka Nona Qiuyu akan seperti ini...”


Jantungnya berdebar ketika memandang wajah Ling Qiuyu nampak malu-malu. Gadis ini terlihat telah berdandan rapi menunggu kedatangannya. Dan tatapan hangat itu membuat Shen Lao ingin melihatnya lebih dekat.


“Aku juga tidak mau melakukan ini. Tetapi aku pikir dirimu akan senang jika aku memberikan kecupan di pipimu...” Wajah Ling Qiuyu sudah merah merona. Jantungnya berdebar kencang ketika merasakan telapak tangan Shen Lao menyentuh lembut pipinya.

__ADS_1


Shen Lao membalas mengecup pipi kanan Ling Qiuyu lembut, kemudian menatap kedua bola mata yang memancarkan tatapan kehangatan itu.


“Tuan Muda Shen aku...” Ling Qiuyu tercekat, matanya yang hangat bertemu kedua bola mata yang menatapnya penuh makna.


“Nona Qiuyu...” Shen Lao mengecup telinga kiri Ling Qiuyu dan membisikkan sesuatu. Tubuh Ling Qiuyu bergetar, kemudian dia menatap Shen Lao malu-malu, lalu mengangguk lembut.


Shen Lao membaringkan tubuh Ling Qiuyu di atas ranjang. Ling Qiuyu memegang lengan Shen Lao ketika pemuda ini menindih tubuhnya yang ramping.


Ling Qiuyu memejamkan matanya dan berusaha untuk mengatur napasnya. Melihat itu Shen Lao menghela napas panjang.


“Maafkan aku Nona Qiuyu. Aku...”


Sebelum Shen Lao menyelesaikan perkataannya, Ling Qiuyu memegang dada Shen Lao dengan gemetaran.


Kedua bola matanya yang hangat menatap wajah Shen Lao, secara perlahan dia merangkul leher pemuda ini dan memberikan kecupan lembut di bibirnya.


Shen Lao tersentak kaget melihat tindakan Ling Qiuyu. Tubuhnya terasa terkena setruman kehangatan yang melegakan jiwa. Matanya menatap kedua bola mata yang hangat itu, sebelum membalas kecupannya. Beberapa saat kecupan tipis itu berubah menjadi ciuman yang dalam.


“Tunggu sebentar...” Ling Qiuyu mengatur napasnya dan memalingkan wajahnya, “Tadi itu ciuman pertamaku...”


Shen Lao hanya tersenyum bangga sebelum membalas perbuatan Ling Qiuyu yang sempat mengejutkannya. Gadis ini benar-benar telah membuatnya melayang. Shen Lao meraba punggung Ling Qiuyu dengan lembut.


Telapak tangan Shen Lao mulai menyelusuri perut Ling Qiuyu yang tertutup gaun sampai ke bagian atas tubuhnya. Ling Qiuyu terkejut, dia tidak memberontak melainkan tersenyum manis kepada Shen Lao.


Shen Lao menyentuh setiap jengkal tubuh Ling Qiuyu dari atas sampai bawah. Ling Qiuyu merasa geli dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya agar tidak mengeluarkan suara-suara.


Shen Lao mencium leher Ling Qiuyu dan memberinya tanda, lalu naik ke bibirnya. Kecupan lembut mendarat di bibir Ling Qiuyu, dengan ragu-ragu Ling Qiuyu membalasnya. Setelah beberapa menit keduanya mengikuti arus hingga tanpa sadar pakaian yang menutupi tubuh Ling Qiuyu terlepas sepenuhnya.


Shen Lao terlihat tetap tenang, dalam hati dia terpana melihat tubuh indah Ling Qiuyu karena tidak memiliki cacat di kulit putihnya yang lembut.


Ling Qiuyu merah merona wajahnya, dia berusaha menutupi bagian khusus tubuhnya dengan kedua tangannya, namun Shen Lao menahannya.


Shen Lao memandang tubuh Ling Qiuyu penuh makna sayang. Dia memberikan napas untuk Ling Qiuyu selama beberapa menit sebelum melanjutkan kembali aksinya. Keduanya kembali melanjutkan perjalanan malam mereka, Ling Qiuyu memeluk kepala Shen Lao dan membenamkan wajah pemuda itu pada dadanya.


“Aaahhh....” Desah Ling Qiuyu menahan geli karena Shen Lao melakukan gigitan-gigitan kecil pada kedua bukit kembar yang membusung dengan indahnya. Perlahan dia mengalungkan kedua tangannya ke leher Shen Lao dan membenamkan wajah pemuda ini pada tubuhnya lebih dalam.


Shen Lao tersenyum senang karena Ling Qiuyu menerimanya. Dengan penuh gairah dia menggigit dan memberi tanda pada tubuh Ling Qiuyu dalam waktu yang cukup lama. Tak lama keduanya saling menatap satu sama lain penuh arti sebelum Shen Lao kembali membisikkan sesuatu kepada Ling Qiuyu. Handuk yang menutupi tubuh Shen Lao sepenuhnya terlepas, Ling Qiuyu bergidik ngeri dan mengalihkan pandangannya.


“Pelan...” Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut Ling Qiuyu. Wajahnya terlihat menegang saat Shen Lao bergerak mendekatinya.


Wajah Ling Qiuyu mencoba untuk tetap tenang, tetapi tetap saja wajah cantik itu terlihat menegang. Shen Lao melakukannya secara perlahan dan melihat dengan seksama ekspresi wajah Ling Qiuyu.

__ADS_1


Tak lama Ling Qiuyu membelalakkan matanya dan berteriak karena merasakan sakit. Shen Lao menatap ke arah pintu kamarnya untuk memastikan dan kembali menatap Ling Qiuyu sambil telapak tangannya mengelus pipi gadis ini.


“Di lantai sembilan... hanya ada kita berdua...”


Setelah Ling Qiuyu menyelesaikan perkataannya, dia langsung menggigit bibir bawahnya agar dirinya tidak mengeluarkan teriakan-teriakan kesakitan. Buliran air mata yang menetes di pelupuk mata Ling Qiuyu dibersihkan bibir Shen Lao. Pemuda ini mengatakan bisikan-bisikan yang menghangatkan hatinya.


“Ehmmmhhh...” Ling Qiuyu mengerang, suaranya terdengar lembut dan merdu.


“Tuan Muda Shen...” Ling Qiuyu berusaha untuk tidak berteriak. Tangannya mencengkram punggung Shen Lao dan kuku-kukunya mencoba menembus punggung Shen Lao karena tekanan tubuh pemuda ini hampir membuat tubuh rampingnya remuk.


“Qiuyu, sebut namaku...” Suara serak Shen Lao membuat tubuh Ling Qiuyu bergetar hebat. Napasnya tidak beraturan, dan Ling Qiuyu mencoba membuka mulutnya, namun dia justru memekik kesakitan.


“Mmm... Akh... Lao...” Ling Qiuyu membuka mulutnya dan kembali menahan suaranya, Shen Lao langsung membungkamnya.


Shen Lao membenamkan tubuhnya lebih dalam dan menatap tubuh Ling Qiuyu yang bergetar hebat. Dia membiarkan Ling Qiuyu untuk menikmatinya dan mengatur napasnya.


Setelah itu Shen Lao mencium pipi Ling Qiuyu dan menyatukan hidung mereka sebelum dia kembali melanjutkan perjalanan malamnya.


Namun Ling Qiuyu mencium bibir Shen Lao, kemudian membisikkan sesuatu tepat di telinga pemuda tampan itu. Shen Lao mengangguk dan mengangkat tubuh Ling Qiuyu, lalu membaringkan tubuhnya.


Tubuh Ling Qiuyu terlihat jelas dari bawah, tangan lembut itu menyentuh perutnya. Shen Lao menahan napasnya ketika melihat wajah dan tubuh Ling Qiuyu.


Ling Qiuyu menahan suaranya dengan kedua tangan yang menutup mulutnya. Tubuhnya bergerak di atas Shen Lao secara perlahan. Mata Ling Qiuyu yang sayup terbuka lebar ketika tubuh mereka menyatu sepenuhnya.


Perlahan namun pasti, Ling Qiuyu mencoba memberikan kenikmatan untuk Shen Lao. Wajahnya terlihat menahan rasa sakit dan itu membuat Shen Lao menarik punggungnya ke arahnya agar dia lebih leluasa bergerak.


Ling Qiuyu langsung ambruk ke depan dan membiarkan Shen Lao mengendalikan perjalanan malamnya.


“Keluarkan...” Shen Lao mendekap punggung Ling Qiuyu dan memeluknya erat. Ling Qiuyu membalasnya dan mendesah lirih di telinga Shen Lao mengikuti permintaan pemuda ini.


Ling Qiuyu membenamkan tubuhnya pada tubuh Shen Lao, dia membiarkan Shen Lao memberikan tanda pada tubuh bagian atasnya.


Malam di Ibukota Jiaran berlalu dengan tenang. Hari sudah berganti, bahkan tak terasa beberapa jam lagi matahari akan kembali.


Shen Lao dan Ling Qiuyu saling berpelukan. Keduanya saling menatap satu sama lain cukup lama. Napas Ling Qiuyu tidak beraturan. Dia sudah tidak kuat mengikuti ritme permainan Shen Lao. Perlahan Ling Qiuyu merasakan bila dirinya sudah tidak kuat lagi. Bahkan Ling Qiuyu merasa dirinya hampir pingsan.


“Qiuyu...” Shen Lao memberi gigitan kecil di telinga Ling Qiuyu sebelum membenamkan tubuhnya lebih dalam dan memeluk tubuh Ling Qiuyu dengan begitu erat. Lalu mengecup pipi gadis ini secara bergantian sebelum menatap rambut hitam kecoklatan yang berantakan.


Sementara Ling Qiuyu memberi kecupan lembut di bibir Shen Lao sebelum membenamkan wajahnya ke dada pemuda ini. Kemudian dia tertidur lemas. Shen Lao mengatur napasnya karena melihat dua tanda kutukan di telapak tangan kirinya menghilang.


Perlahan dia menatap wajah Ling Qiuyu yang terlihat begitu kelelahan sekaligus memancarkan senyum kepuasan. Lalu memeluknya erat sebelum ikut tertidur disampingnya.

__ADS_1


__ADS_2