Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 52 - Menuju Benteng Angin Utara


__ADS_3

“Lao‘er, aku juga baru mendengar kabar ini dari pasukan militer. Sungguh tidak dipercaya mereka akan membantai penduduk tak bersalah...” Kaisar Jia Song berulang kali memijat keningnya dan berekspresi buruk sekaligus marah.


“Yang Mulia, hamba bersama pendekar dari Sembilan Harta Phoenix juga telah memastikan. Sekarang pasukan dari Kekaisaran Ma yang berjumlah tiga ribu tiga ratus orang sedang dalam persiapan menuju Benteng Angin Utara...” Kakek Nue menjelaskan menggantikan Shen Lao yang sedari tadi diam menahan aura pembunuh, bahkan wajah Kakek Nue berkeringat dingin merasakan aura pembunuh tersebut.


Setelah menaklukkan kota perbatasan, sekarang pasukan yang dipimpin Ma Xuruo akan menaklukkan Benteng Angin Utara. Dengan menaklukkan Benteng Angin Utara maka Ma Xuruo bisa menunggu bala bantuan lebih besar untuk melakukan pergerakan besar-besaran menaklukkan Kekaisaran Jia.


Kaisar Jia Song semakin memucat, bahkan Panglima Lu Bu sendiri tidak dapat membayangkan betapa lemahnya militer Kekaisaran Jia.


“Lao‘er, ada apa? Kenapa wajahmu pucat?” Kaisar Jia Song menatap Shen Lao yang hanya diam.


Shen Lao memejamkan matanya dan menarik napas panjang, kemudian dia menatap Kaisar Jia Song tajam, “Paman Song, aku akan membantu masalah ini bersama Kakek Nue dan Senior Feng En...”


“Paman sampai lupa jika kamu telah menikah dengan Peri Bunga dari Istana Bulan Biru. Selamat Lao‘er, ngomong-ngomong kapan kamu menikahi Hua‘er...” Kaisar Jia Song tertawa pelan karena melihat Shen Lao sudah bersikap seperti biasanya.


Shen Lao menjelaskan bahwa dirinya akan menikahi Ling Qiuyu setelah mengatasi masalah Benteng Angin Utara, untuk Jia Huaran dia sendiri tidak tahu kapan menikahinya karena Jia Huaran sendiri belum siap untuk menikah di usia muda.


Kaisar Jia Song menganggukkan kepalanya, “Aku juga terkadang bermimpi buruk akhir-akhir ini, mungkin anakku memiliki firasat yang sama sepertiku. Lao‘er, Paman ingin kamu tetap berada di Ibukota Jiaran dan tidak perlu terlibat dengan Benteng Angin Utara dan Turnamen Bunga Persik...”

__ADS_1


Shen Lao mengernyitkan dahinya mendengarkan perkataan Kaisar Jia Song. Tentu saja dia dengan tegas menolaknya, keduanya sempat bersitegang hingga pada akhirnya Kaisar Jia Song dengan berat hati menerima bantuan Shen Lao untuk mengatasi masalah Kekaisaran Ma.


Kaisar Jia Song hanya menyuruh Shen Lao agar tidak bertindak gegabah, karena bagaimanapun pemuda itu telah memiliki hati Chi Rong, Ling Qiuyu dan Jia Huaran.


Shen Lao membungkuk dan memberi hormat pada Kaisar Jia Song sebelum kembali ke Sembilan Harta Phoenix bersama Kakek Nue. Panglima Lu Bu juga akan bergerak menuju Benteng Angin Utara dengan membawa pasukan besar, tetapi Shen Lao menyuruh Panglima Lu Bu tidak perlu membawa pasukan.


Panglima Lu Bu merasa Shen Lao terlalu percaya diri pada kekuatannya, memang pemuda itu memiliki masa lalu yang kelam tetapi bagaimanapun juga Panglima Lu Bu mengharapkan Shen Lao untuk tidak memikul beban ini sendirian.


Pembantaian di kota perbatasan bagi Shen Lao karena dirinya. Mengingat Ling Qiuyu dan Jia Huaran menaruh perasaan mereka pada dirinya, dan itu membuat Kekaisaran Ma melakukan pergerakan.


“Aku tidak akan menyerahkan kebanggaanku pada siapapun! Dan aku akan memastikan mereka mati di tanganku!” Shen Lao mengepalkan tangannya dan melangkahkan kakinya yang menghentakkan melodi kemarahan.


Setelah sampai di Sembilan Harta Phoenix, Shen Lao menjelaskan masalah Benteng Angin Utara kepada semua yang berada di Sembilan Harta Phoenix. Yang paling terkejut mendengar perkataan Shen Lao adalah Chi Rong, Ling Qiuyu dan Jia Huaran. Tetapi Ling Qiuyu dan Jia Huaran merasa syok dan mereka berdua merasa paling bersalah.


Shen Lao menenangkan Ling Qiuyu dan Jia Huaran, pendekar yang dipimpin Kakek Nue sangatlah berbakat dalam mencari informasi. Menurut mereka Pangeran Kekaisaran Ma gemar bermain wanita, pembantaian di kota perbatasan hanyalah alasan belaka.


“Yu‘er, Hua‘er, para bedebah sialan itu menggunakan kalian sebagai alasan untuk berperang. Jadi jangan terlalu dipikirkan, aku akan membuat perhitungan pada mereka karena telah menjadikan kalian berdua sebagai alasan untuk berperang.”

__ADS_1


Ling Qiuyu dan Jia Huaran memeluk Shen Lao sesaat sebelum keduanya menyeka air mata mereka. Saat Shen Lao hendak pergi, Chi Rong memegang tangannya dan ingin ikut bersamanya, Shen Lao tidak melarangnya, tetapi dia melarang Ling Qiuyu dan Jia Huaran untuk ikut bersamanya.


“Gege, aku akan memastikan dirimu tidak bertindak gegabah...” Chi Rong merasa khawatir. Bagaimanapun Shen Lao masih sangat muda walau memiliki perawakan seperti pria berumur dua puluhan tahun.


Shen Lao menatap Ling Qiuyu lama, kemudian dia berbisik lembut, “Yu‘er, setelah masalah di Benteng Angin Utara selesai, aku akan menikahimu. Jadi tunggulah kedatanganku di rumah ini...”


Ling Qiuyu menutup mulutnya dengan telapak tangannya, dia menganggukkan kepalanya lirih. Jia Huaran tersenyum karena menyadari apa yang dibicarakan Shen Lao dan Ling Qiuyu.


“Berjanjilah kamu akan kembali dengan selamat...” Ling Qiuyu memeluk tubuh Shen Lao, tidak mempedulikan Chi Sumei, Ling Han, Ling Xie dan Hua Ruoruo yang melihatnya.


Shen Lao membelai rambut Ling Qiuyu lembut, “Aku berjanji.” Kecupan lembut mendarat di kening Ling Qiuyu sebelum Shen Lao meminta izin kepada Chi Sumei dan orang tua Ling Qiuyu untuk melakukan perjalanan ke Benteng Angin Utara.


Chi Sumei hendak ikut ke Benteng Angin Utara, tetapi Chi Sumei mengurungkan niatnya karena Chi Rong meminta dirinya untuk tetap berada di Sembilan Harta Phoenix dan percaya pada pemuda yang telah menjadi suaminya.


“Cucuku yang memintanya tentu aku tidak bisa menolak. Aku percayakan Rong‘er padamu, Lao‘er...”


Shen Lao dan Chi Rong memberi hormat pada Chi Sumei kemudian mereka langsung berjalan keluar dari Sembilan Harta Phoenix.

__ADS_1


Panglima Lu Bu, Kakek Nue dan Feng En. Hanya tiga orang yang akan menemani perjalanan Shen Lao dan Chi Rong menuju Benteng Angin Utara.


Tirai baru tentang bangkitnya pasangan pendekar phoenix baru saja dibuka. Kisah pasangan pendekar yang mengukir nama dan sejarah di perbatasan.


__ADS_2