
Ruo Long menghabisi satu demi satu pendekar Lembah Bunga Persik dan menikmati setiap pembantaian yang dia lakukan sendiri.
Hanya Ruo Long, Mao Heisha serta ketiga pemimpin Lentera Iblis Tunggal yang dapat menggunakan tenaga dalam. Untuk Shen Lao, dia masih dapat menggunakan tenaga dalam dan mencoba mengimbangi kemampuan keempat pemimpin Lentera Iblis Tunggal yang menyerangnya secara bersamaan.
“Hentikan...” Jing Taohen menatap Ruo Long penuh kebencian karena menurutnya Ruo Long menggunakan cara yang licik.
“Apa kau mengatakan sesuatu?” Ruo Long sengaja tidak membunuh Jing Taohen dan Bing Caoji karena menurutnya nyawa kedua orang itu akan menjadi tumbal untuk teknik terlarang yang baru saja mereka gunakan.
“Kalian tidak akan mati dengan mudah karena setelah Lembah Bunga Persik, aku akan mendatangi Pegunungan Suxue, dimana disana merupakan surganya perempuan.” Ruo Long menendang kepala Jing Taohen dan Bing Caoji bergantian.
Kubah penghalang itu juga membuat She Bai dan Dao Huang yang berada diluar Arena Bunga Persik tidak dapat masuk kedalam. Mereka berdua menghabisi seluruh penyusup dan tidak menyangka melihat pembantaian yang dilakukan Ruo Long.
Namun tatapan keduanya terarah pada Shen Lao yang dapat melepaskan tenaga dalamnya, seolah-olah teknik terlarang milik Pilar Tujuh Bintang tidak berpengaruh terhadap dirinya.
“Ruo Long! Apa kau pikir dirimu bisa menginjakkan kaki Pegunungan Suxue? Aku tidak akan membiarkannya!” Shen Lao menggerakkan Rantai Neraka Suci saat Ruo Long mengejar Chi Sumei dan Chi Rong.
Mao Heisha mengejar Shen Lao dari belakang, “Apa kau yakin bisa membunuh kami berlima? Kau terlalu percaya diri bocah keparat!”
“Tetua Mao, kau terlalu membuang banyak tenaga dalam. Melawan bocah sepertinya, kita harus tenang, karena aku yakin bocah ini memiliki kitab yang membuatnya menjadi kuat. Tidak ada bangsawan sepertinya, jadi kita harus bekerjasama.” Salah satu pemimpin Lentera Iblis Tunggal yang bernama Guan Zhubin menegur tindakan Mao Heisha.
“Baiklah, tetapi aku tidak menyangka, Peri Bunga telah mengandung anak bocah itu!” Mao Heisha tersirat niat lain.
__ADS_1
Shen Lao menangkis pisau racun Mao Heisha dan tebasan pedang Guan Zhubin secara bersamaan, kemudian dia memutarkan tubuhnya menyambut dua tebasan pedang dari dua pria yang berasal dari Sekte Pedang Dosa.
“Kemampuanmu tidak buruk juga, Saudara Mao, Saudara Guan, serahkan pemuda ini pada kami.” Pria paruh baya yang menjabat sebagai Patriark Sekte Pedang Dosa menawarkan diri.
“Kalian berdua cukup hancurkan semangat bocah ini dengan melampiaskannya pada Peri Bunga-” Salah satu Tetua Sekte Pedang Dosa terpenggal lehernya saat Shen Lao sudah bergerak cepat ke arahnya.
“Masih sempat berbicara saat melawanku? Justru kalian yang terlalu percaya diri!” Shen Lao memainkan Pedang Dewa Malam dengan lincah.
”Teknik Pertama Pedang Dewa Malam : Satu Cahaya Mengoyak Kegelapan!” Tidak berniat membiarkan salah satu dari empat orang yang tersisa itu menyentuh Chi Rong, Shen Lao dengan segenap kemampuannya menghadapi semuanya.
Melawan Ruo Long, Mao Heisha, Guan Zhubin dan Patriark Sekte Pedang Dosa yang bernama Yan Ao, tentu adalah hal yang sulit. Tetapi Shen Lao dapat membunuh semuanya jika dirinya dapat melewati batas kemampuannya.
Saat tebasan pedangnya berhasil ditahan Yan Ao dengan baik, Shen Lao kembali melepaskan tebasan selanjutnya.
“Teknik Kedua Pedang Dewa Malam : Pembasmi Malam!”
Semua pendekar dari Lembah Bunga Persik serta Benteng Tombak Selatan yang masih hidup menatap Shen Lao penuh harap.
Sekecil apapun harapan itu, semua berharap Shen Lao dapat membunuh keempat penyusup tersisa.
“Apa hanya segini kemampuanmu?” Yan Ao sempat ketakutan mengingat Shen Lao yang membunuh tetua-nya dalam sekejap, tetapi setelah bertukar serangan dengan Shen Lao akhirnya rasa takut itu menghilang.
__ADS_1
Shen Lao memang telah melancarkan serangan-serangan mematikan, tetapi kerjasama Yan Ao, Mao Heisha dan Guan Zhubin patut diacungi jempol karena dapat mematahkan setiap serangan Shen Lao.
“Penerus Pendekar Empat Penjuru? Jangan membuatku tertawa! Pada akhirnya kau akan mati, Pilar Naga!” Mao Heisha berkata dengan nada mengejek sambil melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar.
Lalu Mao Heisha memanipulasi aura tubuhnya menjadi bayangan tubuhnya yang berjumlah sepuluh.
Shen Lao memperhatikan sepuluh bayangan Mao Heisha yang semuanya adalah tubuh bayangan beracun.
Mao Heisha melempar ratusan jarum kepada Shen Lao, namun pemuda itu tidak menghindarinya bahkan saat sepuluh bayangannya menghajar setiap tubuhnya.
“Apa kau pikir racun akan mempan terhadapku?” Shen Lao tersenyum dingin bersamaan dengan Rantau Neraka Suci yang menghancurkan sepuluh tubuh bayangan Mao Heisha.
Melihat pergerakan Rantai Neraka Suci yang berbeda membuat Mao Heisha merasakan firasat yang buruk.
“Rantai itu sangat berbahaya!” Menyadari betapa berbahayanya Rantai Neraka Suci, Mao Heisha mengeluarkan setiap racun mematikan yang dia punya, tetapi tidak mampu melumpuhkan tubuh Shen Lao.
“Dimataku racunmu ini bukanlah sesuatu yang menakutkan. Bahkan milik Ju Xiulan jauh lebih hebat.” Shen Lao berkata jujur, mendengar itu Ju Xiulan yang sedang melihat pertarungan Shen Lao berdegup kencang jantungnya.
“Saudari Ju, sebenarnya apa masalahmu sampai kau berbuat seperti ini?” Bing Jinxia bertanya karena menurutnya Ju Xiulan akan melakukan sesuatu yang mencurigakan hingga dirinya mengawasi perempuan yang dua tahun lebih tua darinya.
“Entahlah...” Ju Xiulan menatap tajam Bing Jinxia sebelum bergerak cepat membuat Bing Jinxia tersungkur ketanah.
__ADS_1