
“Kenapa kau menghabisi keluargaku? Kami tidak pernah sekalipun menyinggung keluargamu!”
Shen Lao melihat pria yang memiliki perawakan gemuk ketakutan melihatnya. Di masa lalu pria ini menghabisi wanita dari Keluarga Shen tanpa pandang bulu.
Shen Lao tidak menjawab, melainkan memotong tangan kiri dan kanannya, lalu Pedang Dewa Malam dia tusuk tepat di mulutnya masuk ke dalam lehernya.
Pemandangan ini membuat Ling Han dan Ling Qiuyu gemetar ketakutan. Bahkan para tahanan yang kebanyakan seorang pendekar merinding. Mereka menjauh dari Shen Lao yang melepaskan aura pembunuh.
“Oi, bagaimana rasanya kehilangan tanganmu?! Dahulu kau membunuh saudara-saudaraku dan tertawa di atas mayat mereka! Jawab! Tidak sopan sekali!” Shen Lao melebar matanya ketika melihat Kepala Keluarga Zhongyang bernama Zhong Qi tewas seketika.
“Cih!” Shen Lao menatap wajah Zhong Qi yang mendelik dalam keadaan mati. Kemudian pandangannya beralih menatap semua orang bermarga Zhong yang semuanya adalah pria.
“Sepertinya kalian adalah sekumpulan keluarga keparat yang gemar bermain wanita!”
Shen Lao mengibaskan pedangnya dan menatap tajam puluhan pria yang berdiri ketakutan.
“Jangan bunuh aku... Pelayan jadilah tameng...”
“Mengandalkan uang untuk menyewa pendekar aliran hitam, kalian semua tidak berguna selain memakan uang rakyat. Daripada hidup dan membuat orang lain menderita, lebih baik kalian mati semuanya!” Shen Lao memotong kepala pria yang hendak menjadikan pelayan perempuan menjadi tameng.
Kemudian dia membunuh semua pria bermarga Zhong di dalam kediaman. Anehnya tidak ada satupun Keluarga Zhong yang seorang perempuan. Walau banyak perempuan yang terpaksa melahirkan anak untuk Keluarga Zhong, setelah melihat Zhong Qi mati bersama seluruh anggotanya, mereka justru terlihat lega.
Shen Lao terkejut ketika para perempuan menginjak wajah dan mayat semua pria.
“Dasar iblis! Akhirnya kalian mati!”
“Aku tidak menyangka melihat kalian mati dengan mengenaskan!”
__ADS_1
Satu hal yang Shen Lao sadari saat dia bertanya kepada Ling Qiuyu tentang keberadaan Zhong Chan dan Ling Shan.
“Mereka tidak ada disini...” Shen Lao mendecakkan lidahnya karena dirinya berniat membinasakan seluruh anggota Keluarga Zhong, “Dimana mereka berdua berada?”
Salah satu perempuan menghampiri Shen Lao dan bersujud, “Dua binatang itu sedang pergi ke Gunung Hitam.”
Shen Lao langsung menatap semua tahanan yang ketakutan melihatnya, kemudian dia membisikkan sesuatu pada Kakek Nue yang mana itu membuat Kakek Nue mengungkapkan terimakasih padanya.
“Terimakasih penyelamat. Aku akan mengabdi pada Keluarga Shen seumur hidupku...” Perkataan Kakek Nue membuat para tahanan yang lainnya memilih mengikuti tindakan Kakek Nue dan menjadi pengikut Shen Lao.
“Jadi dia adalah keturunan terakhir Keluarga Shen?”
“Pantas saja dia tidak takut mati walaupun berurusan dengan para monster di aliran hitam.”
“Aku akan mengabdi padanya sepanjang hidupku.”
___
Kurang dari lima hari, kabar pembantaian Keluarga Zhong tersebar. Kematian Keluarga Zhong justru dirayakan oleh penduduk Kota Zhongdu.
Panglima Lu Bu dan prajurit militer sudah mengamankan Kota Zhongdu karena tidak ingin terjadi kekacauan. Bahkan kabar tersebarnya percobaan pembunuhan Zhong Chan kepada Yao Ran tersebar.
Saat dunia persilatan Kekaisaran Jia sedang tenang justru kemunculan seorang pemuda bermarga Shen menjadi perhatian. Kebanyakan dari mereka beranggapan jika ini adalah masalah politik dan wajar jika pemuda bermarga Shen ini menghabisi Keluarga Zhong karena masalah dendam.
“Semua keluargaku mati! Tidak mungkin...”
Pemuda tampan yang sedang berkunjung ke Gunung Hitam bersama Ling Shan sudah ketakutan ketika kabar pembantaian di Kota Zhongdu tersebar. Tidak ada penduduk yang menjadi korban, semua yang mati hanyalah pendekar aliran hitam dan seluruh Keluarga Zhong.
__ADS_1
“Shen Lao? Aku belum pernah mendengarnya. Apa dia sungguh telah mencapai pendekar bumi?” Patriark Gunung Hitam yang bernama Lang Xu ingin memastikan kebenaran ini.
“Patriark, berita ini benar apa adanya karena Senior Lei bahkan dapat dikalahkannya.” Anggota Gunung Hitam memberi penjelasan. Raut wajah Lang Xu memburuk.
“Tidak mungkin, Senior Lei terbunuh...” Lang Xu langsung bergetar tubuhnya. Bagaimanapun dia tingkatannya jauh di bawah Lei Wu.
___
Kabar tentang pembantaian yang dilakukan Shen Lao kepada Keluarga Zhong juga telah tersebar sampai di Istana Bulan Biru yang berada di Pegunungan Suxue.
“Nenek apakah kabar ini benar?”
“Oh, aku tidak menyangka dirimu tertarik dengan masalah politik seperti ini, Rong‘er.”
“Ini bukan masalah politik. Shen Lao hanya membalaskan dendam seluruh keluarganya!”
Mendengar Chi Rong antusias menanyakan kabar tentang Shen Lao membuat Matriark Istana Bulan Biru terkejut. Bagaimanapun dia tidak pernah melihat Chi Rong seperti ini sebelumnya.
“Rong‘er, aku dengar pemuda ini mencapai pendekar bumi. Jika benar, maka dia akan melebihimu dan Xiaxia, Dewi Es dari Gunung Es Utara...”
Chi Rong tersenyum sendiri ketika mendengarkan perkataan Matriark Istana Bulan Biru. Hatinya berdebar kencang saat mengetahui nama Shen Lao dikenal luas. Bahkan mereka belum lama berpisah, tetapi Shen Lao sudah melakukan hal yang menggemparkan.
Chi Rong menyadari cepat atau lambat, Shen Lao akan menjadi incaran seluruh sekte aliran hitam. Perlahan dia bangun dari ranjang dan keluar untuk berlatih.
Mengetahui hal ini, Chi Rong bertekad menjadi lebih kuat karena tidak ingin dikalahkan oleh Shen Lao. Mengingat dirinya termasuk dalam jenius paling berbakat di Kekaisaran Jia, tentu saja Chi Rong tidak akan membiarkan Shen Lao bertindak sesuka hatinya.
Matriark Istana Bulan Biru mengetahui jika gadis yang tumbuh dengan baik dan berusia dua puluh dua tahun ini sedang jatuh cinta. Matanya menatap Chi Rong dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
‘Sebenarnya tidak ada larangan untuk jatuh cinta pada pria di Istana Bulan Biru. Tetapi aku tidak ingin kalian semua berakhir sepertiku dan semua saudari-saudariku yang telah pergi...’ Matriark Istana Bulan Biru menatap Chi Rong yang sudah berlari di aula laithan.