
Benteng Angin Utara berbatasan langsung dengan Kekaisaran Ma. Bisa dibilang Benteng Angin Utara merupakan pertahanan terakhir selain kota perbatasan yang dibangun sebagai bukti perjanjian damai Kekaisaran Jia dan Kekaisaran Ma.
Tidak ada yang menyangka, Kekaisaran Ma akan mengkhianati bukti perdamaian dengan membantai penduduk Kekaisaran Jia tanpa pandang bulu di kota perbatasan. Sekarang pasukan yang dipimpin Ma Xuruo akan menundukkan Benteng Angin Utara.
Sudah puluhan desa dijarah pasukan Kekaisaran Ma saat melakukan pergerakan menuju Benteng Angin Utara.
Kabar penaklukan ini juga telah sampai ke telinga komandan yang berjaga di Benteng Angin Utara. Sekitar seribu prajurit bersenjata lengkap mempertahankan Benteng Angin Utara.
Setelah melakukan perjalanan selama lima hari, akhirnya pasukan yang dipimpin Ma Xuruo menyerang Benteng Angin Utara secara besar-besaran. Bunyi benturan senjata nyaring menggema. Tempat yang indah ini berubah menjadi berdarah.
Pertempuran ini berlangsung selama satu hari penuh, Ma Xuruo berhasil membunuh komandan yang berjaga di Benteng Angin Utara berkat bantuan dua pendekar bumi yang bersamanya.
Menjelang malam, Ma Xuruo memerintahkan pasukannya untuk membuat perkemahan di sekitar Benteng Angin Utara. Mayat prajurit berserakan di sekitar Benteng Angin Utara, seribu orang lebih dibakar jenazahnya atas perintah Ma Xuruo.
Walau berhasil membunuh seribu prajurit Kekaisaran Jia, kerugian yang dialami Kekaisaran Ma termasuk cukup besar karena sekitar dua ratusan prajurit meninggal dalam pertempuran berdarah itu.
Ma Xuruo berpesta di atas mayat bawahannya dan prajurit Kekaisaran Jia. Lusinan perempuan yang diculik dalam perjalanan menemani sorenya hingga menjelang malam.
__ADS_1
Kesenangan Ma Xuruo hanya sesaat karena tak lama setelah matahari sepenuhnya terbenam, suara ledakan yang keras memenuhi Benteng Angin Utara.
Ledakan itu terus terdengar bersamaan dengan lusinan tubuh prajurit Kekaisaran Ma yang hancur dan berlumuran darah. Suara teriakan kembali memecah keheningan, memenuhi malam.
Ma Xuruo memakai kembali pakaiannya dan ingin melihat lebih dekat apa yang sebenarnya terjadi di Benteng Angin Utara yang baru mereka taklukkan.
“Senior Fu, Senior Xu. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak salah lihat kan?” Ma Xuruo melihat jelas seorang pemuda yang membunuh setiap prajurit Kekaisaran Ma dengan brutal.
Dua pendekar bumi yang datang bersama Ma Xuruo langsung menatap tajam pemuda yang dimaksud Pangeran Kekaisaran Ma tersebut.
“Pangeran Xuruo, sepertinya pemuda itu telah mencapai pendekar bumi. Aku bisa merasakan aura tubuhnya dari sini...” Pendekar Bumi Tahap Awal ini bernama Fu Shuang, dia merupakan pendekar yang diberikan sumber daya langsung oleh Kaisar Ma.
Shen Lao tidak datang sendirian, Panglima Lu Bu, Kakek Nue dan Feng En ikut bersamanya dan mereka menyerang musuh dari depan, kemudian menerobos masuk mengikuti jalan yang dibuat Shen Lao ketika menghabisi satu demi satu prajurit militer Kekaisaran Ma.
Di sisi lain, Chi Rong terbang melayang di udara dan mendarat tepat di samping Shen Lao yang sedang berhadapan dengan pendekar bumi bernama Xu Mengxian.
Pertarungan Shen Lao melawan Xu Mengxian berlangsung sengit. Berulang kali serangan keduanya membunuh prajurit militer Kekaisaran Ma yang berada dekat dengan jangkauan pertarungan mereka.
__ADS_1
Shen Lao melirik Chi Rong sesaat, gadis yang telah menjadi istrinya itu sedang mengayunkan pedangnya dengan gemulai membunuh prajurit militer Kekaisaran Ma yang berdatangan dari segala arah.
Alasan mengapa prajurit militer Kekaisaran Ma tidak dalam kondisi yang maksimal karena mereka baru saja menjalani pertempuran berdarah.
Shen Lao bisa melihat jika tidak ada satupun prajurit militer dari Kekaisaran Jia yang selamat dalam penyerangan ini. Tetapi Shen Lao juga melihat ada secercah harapan untuk memenangkan pertempuran di Benteng Angin Utara.
Dalam satu kali tarikan napasnya, Shen Lao membentuk seribu pedang tak kasat dan membunuh prajurit militer Kekaisaran Ma. Tindakan Shen Lao ini juga membuat wajah Xu Mengxian mengernyit.
Shen Lao tersenyum tipis saat Chi Rong berada di belakangnya, “Rong‘er, simpan kemampuan itu untuk membantuku mengalahkan orang-orang yang merepotkan.”
Chi Rong melepaskan aura pembunuh dan menghela napas pelan, “Gege, jangan bertindak gegabah. Aku disini untuk memastikan dirimu mengingat jika kami bertiga ada untukmu...”
Suara lembut yang lirih membuat Shen Lao tersenyum tipis. Perkataan Chi Rong membuat Shen Lao mengerti bahwa dirinya memiliki impian kecil yang ingin dia lihat bersama Chi Rong, Ling Qiuyu dan Jia Huaran.
Malam ini, malam di perbatasan yang disertai kobaran api terjadi pergejolakan hebat. Pertempuran berdarah di Benteng Angin Utara baru saja dimulai.
___
__ADS_1
Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.