
Sayap berwarna merah di punggung kanannya dan sayap berwarna biru di punggung kirinya, Shen Lao terbang dengan kecepatan tinggi mengarungi awan menyerang Hei Wu dan Zhi Lhuo dari kejauhan.
“Kau berniat melukai kami berdua dengan serangan seperti ini! Sepertinya kepercayaan dirimu terlalu besar!” Hei Wu berseru lantang.
“Aku akan perlihatkan padamu bagaimana kemampuan pendekar dari Sembilan Raja Hitam!” Zhi Lhuo menggores kulit telapak tangannya dengan pedang, seketika aura pembunuh yang dilepaskan Zhi Lhuo lebih besar dari sebelumnya.
Bahkan aura tubuh dan tenaga dalamnya meningkat. Zhi Lhuo tidak menunggu Hei Wu bergerak, dia menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk mempersingkat jaraknya dengan Shen Lao.
“Mati!”
Shen Lao terkejut sesaat, tetapi dia menyadari jika kemampuan orang-orang yang menjadi incarannya pasti sama seperti Zhi Lhuo bahkan lebih. Sehingga Shen Lao dengan senang hati menyambut tebasan pedang tajam Zhi Lhuo.
Dalam pertukaran tebasan, Shen Lao menyadari kemampuan Zhi Lhuo meningkat pesat. Belasan tebasan mematikan berhasil mendarat disekujur tubuh Shen Lao.
Di saat yang bersamaan, api biru membakar habis bekas sayatan yang ada di sekujur tubuh Sheb Lao. Baik raut wajah Hei Wu ataupun Zhi Lhuo terlihat memburuk. Tetapi mereka tidak mengetahui bahwa Shen Lao tetap menerima dampak yang menyakitkan hanya saja wajah tampan itu terus melemparkan senyuman tipis seolah-olah dia baik-baik saja.
“Seranganmu sangat menyakitkan...” Shen Lao berkata dengan tenang.
“Jangan bohong!” Dengan penuh tenaga, Zhi Lhuo melepaskan tebasan memutar, dan sebuah pusaran angin mengenai tubuh Shen Lao.
Semua orang yang ada di bawah menjauh ketika tubuh Shen Lao membentur tanah bersalju.
Shen Lao merasakan tubuhnya begitu menyakitkan. Tetapi senyum tipisnya tetap terpancar di wajahnya, “Beruntung aku keluar dari Jurang Abadi ketika telah mencapai pendekar bumi. Bagaimanapun aku butuh pengalaman secara langsung...”
Shen Lao kembali terbang dengan kecepatan tinggi dan langsung mengincar Zhi Lhuo yang sama sekali tidak menjaga jarak darinya.
“Baru melawan Saudara Zhi saja kau sudah babak belur seperti ini...”
Belum selesai berbicara, Hei Wu terkejut ketika Shen Lao menyemburkan sepuluh api berbentuk bola api yang besar ukurannya.
DUAARR!!!
__ADS_1
Bola-bola api menimbulkan ledakan besar ketika jaraknya sudah dekat dengan Zhi Lhuo dan Hei Wu. Setelah meledak, bola-bola api itu berubah menjadi asap yang berbentuk naga.
Shen Lao menggunakan kesempatan ini untuk melakukan serangan dadakan. Bilah Pedang Dewa Malam dipenuhi aura berwarna ungu, Shen Lao segera menebaskan pedangnya yang menciptakan sepuluh tebasan secepat kilat.
Hei Wu dan Zhi Lhuo belum sempat bereaksi, keduanya telah terkena tebasan Shen Lao. Luka yang dialami mereka bisa dibilang parah, mereka berdua tidak menyangka Shen Lao memiliki banyak serangan bervariasi.
“Ilmu Pedang Tanpa Wujud ~ Memburu Mangsa!”
Berbeda dari jurus sebelumnya, kali ini Shen Lao menggunakan Ilmu Pedang Tanpa Wujud guna melancarkan serangan pada Hei Wu dan Zhi Lhuo.
Seribu pedang tak kasat mata terbentuk dan bergerak menyerang Hei Wu dan Zhi Lhuo. Shen Lao benar-benar menggunakan segenap kemampuannya melawan kedua pendekar bumi ini.
“Menggunakan jurus yang... Hnggh!” Hei Wu terkejut saat salah satu pedang tak kasat mata menusuk lengan kanannya.
Dengan penuh kemarahan, Hei Wu mencabut pedang itu dan menghancurkan pedang yang lainnya. Kemampuan Shen Lao yang satu ini benar-benar merepotkannya.
Saat Hei Wu berhasil menghancurkan sembilan ratus pedang tak kasat mata, sekilas dia melihat kepala Ruo Niu yang terpotong. Seketika emosinya meluap.
Saat melihat celah untuk menghabisi, Shen Lao langsung bergerak menghampiri Hei Wu. Saat jarak keduanya semakin dekat, Shen Lao langsung mengayunkan pedangnya, “Teknik Kedua Pedang Dewa Malam ~ Pembasmi Malam!”
“Disana ada tiga perempuan yang menjadi kebanggaanku. Jangan harap kau dapat melewatiku!”
Hei Wu memucat wajahnya ketika dirinya terkena tebasan Shen Lao. Sekujur tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. Walau seorang pendekar bumi sekalipun, Hei Wu berteriak keras karena tidak menahan rasa sakit itu.
Napas Hei Wu semakin melemah ketika Shen Lao melepaskan jarum-jarum petir yang menancap tepat di sekujur tubuhnya. Tidak butuh waktu lama bagi Hei Wu untuk berteriak kesakitan.
“Aku tidak menyangka Pendekar Bumi Tahap Awal akan kesakitan ketika merasakan penyiksaan petir.” Shen Lao menggelengkan kepalanya pelan.
Napas Hei Wu semakin lemah, dia tidak bisa mempertahankan keseimbangannya. Bahkan sebelum tubuhnya terjatuh ke bawah, tubuhnya telah terpotong menjadi dua bagian.
Zhi Lhuo yang mengamati sesaat terkejut karena Shen Lao masih mempunyai kemampuan seperti ini.
__ADS_1
Zhi Lhuo menggunakan segala upaya untuk melarikan diri. Dia tidak menoleh ke belakang dan langsung menuju luar Pegunungan Suxue.
Shen Lao segera membentuk seribu pedang tak kasat mata dan bergerak mengejar Zhi Lhuo.
“Kau sudah mendaratkan luka dalam di dalam tubuhku! Dan kau berniat melarikan diri!” Shen Lao melihat jelas bagaimana akhirnya kerjasama menyedihkan dari aliran hitam.
Zhi Lhuo menoleh ke belakang, matanya terbelalak saat melihat seribu pedang tak kasat mata sudah berada di belakangnya, bahkan jarak antara dirinya dengan Shen Lao begitu singkat.
Seribu pedang tak kasat mata seolah-olah berebut untuk menghujamkan bilah pedangnya pada tubuh Zhi Lhuo.
“Aku percaya diri dengan ilmu meringankan tubuh milikku. Sepertinya aku harus banyak belajar...” Zhi Lhuo tersenyum pelan dan menggelengkan kepalanya.
Shen Lao yang sudah berada di dekat Zhi Lhuo justru menyarungkan pedangnya. Setelah itu dia mengayunkan tangannya, “Ilmu Pedang Tanpa Wujud ~ Harimau Menerkam!”
“Belajar untuk saling mempercayai di alam sana...” Shen Lao menatap baik-baik tubuh Zhi Lhuo yang tertusuk seribu pedang tak kasat mata secara bergantian. Bagian tubuhnya terpotong menjadi bagian-bagian kecil.
Shen Lao hanya memungut Cincin Ruang milik Hei Wu dan Zhi Lhuo. Isi di dalam cincin ruang kedua pendekar hanya berisikan pil berharga mahal dan beberapa berkas, ini adalah harta terbesar bagi Shen Lao, berkas dokumen karena berisikan sebuah informasi.
Melihat bagaimana Hei Wu dan Zhi Lhuo berakhir, pendekar agung dari Kekaisaran Ma yang tersisa berniat melarikan diri dari Pegunungan Suxue bersama pendekar dari Sekte Pedang Dosa.
Pendekar dari Istana Bulan Biru berniat mengejarnya, tetapi di satu sisi kondisi pendekar perempuan yang terluka juga banyak. Bahkan semua anggota Istana Bulan Biru mengalami luka serius.
Chi Sumei menatap Shen Lao yang terbang rendah menghampirinya. Shen Lao menjelaskan kedatangannya pada Chi Sumei, semua ini berkat ketulusan Chi Rong yang mencintainya.
Chi Rong terkejut melihat Shen Lao yang berbicara dengan neneknya. Dia segera mendekati pemuda itu, namun alangkah terkejutnya dia saat melihat Chi Sumei melepaskan aura pembunuh dari sisa-sisa tenaganya dan mengayunkan pedangnya ke arah leher Shen Lao.
Jia Huaran dan Ling Qiuyu menepuk pundak Chi Rong. Ketiga gadis ini menyaksikan mata Shen Lao yang menatap lurus Chi Sumei.
____
Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.
__ADS_1