Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 77 - Delapan Nama


__ADS_3

Feng Erlong memenangkan pertandingan dengan mudah, begitu juga dengan Bing Jinxia, Chi Rong dan Ju Xiulan.


Dibangku peserta terlihat Shen Lao duduk disamping Chi Rong, saat keduanya sedang mengobrol, Ju Xiulan muncul dibelakang Shen Lao dan memeluk tubuh pemuda itu dari belakang.


“Hei, apakah kau mengingatku?” Ju Xiulan berbisik lirih ditelinga Shen Lao dan membuat pemuda itu memejamkan matanya.


Chi Rong menatap dingin Ju Xiulan dan melepaskan hawa dingin yang membuat tangan kanan Ju Xiulan membeku.


“Apa kau wanita murahan yang dengan mudahnya memeluk pria dari-” Chi Rong tidak melanjutkan perkataannya karena di dunia persilatan belum ada yang mengetahui dirinya sebagai istri pertama Shen Lao bahkan telah mengandung anak Shen Lao.


Ju Xiulan menatap sengit Chi Rong dan melepaskan tenaga dalam yang membuat es ditangan kanannya hancur.


“Apa masalahmu? Apa tadi kau ingin mengatakan pemuda ini adalah priamu? Hihi, itu tidak mungkin karena sektemu melarang untuk berhubungan dengan pria bukan?” Ju Xiulan mengejek Chi Rong hingga keduanya menatap sengit dan melepaskan aura persaingan.


Bing Jinxia yang melihat itu menghela napas panjang, namun tak lama tatapan matanya terarah pada Ju Xiulan yang belum pernah dia dengar sebelumnya.


‘Siapa perempuan itu? Selain Saudara Shen dan Saudari Chi, dia adalah lawan yang patut diwaspadai.’ Bing Jinxia merasakan samar-samar aura Ju Xiulan yang membuat tubuhnya kesulitan bernapas.

__ADS_1


“Ju Xiulan, kita tidak saling mengenal. Jadi diam dan menjauh empat langkah kaki dariku.” Shen Lao tidak ingin Chi Rong larut dalam emosi, karena bagaimanapun perempuan dari Istana Bulan Biru itu merupakan istri pertamanya terlebih dia mengkhawatirkan kondisi kandungan didalam perut Chi Rong.


“Apa kau yakin mengusir wanita sepertiku? Aku tidak kalah cantik dengan Peri Bunga dan Dewi Salju. Selain itu, punyaku lebih besar dari perempuan yang duduk disebelahmu.” Ju Xiulan menyindir Chi Rong dan menatap rendah perempuan dari Istana Bulan Biru itu.


“Jaga mulutmu, Saudari Ju!” Chi Rong geram dengan setiap provokasi Ju Xiulan.


“Dengar, dia adalah suamiku!” Chi Rong menekan suaranya tentang Shen Lao yang merupakan suaminya.


Ju Xiulan tertawa mendengarnya, “Nah, Laolao, apa perempuan ini sedang bermimpi?”


Shen Lao diam cukup lama saat Ju Xiulan menepuk pundaknya, tak lama She Bai menyebut namanya dan dia berdiri pelan lalu menatap dingin Ju Xiulan.


Tubuh Ju Xiulan mendadak kaku mendengar pengakuan dari mulut Shen Lao secara langsung, bahkan setelah dia melihat ekspresi Chi Rong yang tersipu malu, segera dia menghentakkan kakinya meluapkan kekesalannya.


“Saudari Chi, jangan senang dulu, karena kita tidak tahu kedepannya. Bisa saja Laolao akan melirikku.” Ju Xiulan pergi meninggalkan Chi Rong setelah berkata demikian.


Tangan Ju Xiulan mengepal dan wajahnya terlihat dingin menambah kesan kecantikannya.

__ADS_1


‘Maaf, tetapi pemuda bermarga Shen akan mati ditanganku...’ Ju Xiulan membatin dan bergabung dengan pendekar dari Bunga Kuno yang memanggilnya.


Sementara sinar matahari semakin meninggi, Shen Lao memulai debut pertamanya bertanding di Turnamen Bunga Persik dengan mudah.


Setelah Shen Lao bertanding, She Bai memanggil nama Mu Shang dan perwakilan dari Bunga Kuno.


Mu Shang memenangkan pertandingan setelah melakukan pertukaran jurus lebih dari sepuluh jurus. Kemudian nama Shen Lao, Chi Rong, Bing Jinxia, Ju Xiulan, Mu Shang dan Feng Erlong dipanggil kembali hingga babak penyisihan menyisakan delapan nama.


Pertandingan terakhir babak penyisihan mempertemukan Shen Lao dan Jing Xiyao. Shen Lao berhadapan dengan cucu dari Patriark Lembah Bunga Persik, Jing Taohen.


Jing Xiyao sebenarnya memiliki penampilan apik dibabak penyisihan, namun sangat disayangkan untuk peserta berumur tujuh belas tahun ini harus menghadapi Shen Lao dibabak penyisihan terakhir.


Jing Xiyao memiliki ilmu yang jauh dibawah Shen Lao, namun gadis itu memiliki tekad yang membuat Shen Lao tertegun. Karena setelah melakukan pertukaran jurus dan beradu serangan, Shen Lao menyadari Jing Xiyao memiliki suatu kondisi dimana gadis itu tidak dapat berkembang menjadi seorang pendekar.


Shen Lao mengalahkan Jing Xiyao setelah menjatuhkan pedang yang digenggam gadis itu. Bahkan setelah kalah sekalipun, Jing Xiyao menganggap dirinya kurang berlatih, melihat gadis yang sebaya dengannya memiliki sikap seperti itu membuat Shen Lao kagum.


Tahun ini menjadi tahun generasi emas Lembah Bunga Persik, dimana tiga pendekar muda berusia belasan tahun lolos ke babak delapan besar.

__ADS_1


“Selamat untuk delapan nama yang namanya tertulis diangkasa!” She Bai melepaskan tenaga dalam, kemudian menguncinya didalam perut sebelum menyemburkan api yang membentuk tulisan kedelapan nama peserta Turnamen Bunga Persik yang akan bertanding esok hari.


Bing Jinxia, Chi Rong, Dao Xhialun, Feng Erlong, Hao Fan, Ju Xiulan, Mu Shang dan Shen Lao. Itulah kedelapan nama yang lolos ke babak delapan besar Turnamen Bunga Persik.


__ADS_2