
Sinar matahari menerpa tubuhnya, diiringi suara kicauan burung-burung yang saling bersahutan.
“Mmmm...” Tubuh Chi Rong menggeliat kecil saat jari-jemari Shen Lao meremas dadanya, bahkan sesekali mencubit. Perlahan matanya mengerjap, menatap cahaya yang menembus kamarnya.
Hari sudah semakin siang, namun Chi Rong baru bangun dari tidur panjangnya. Masih terngiang jelas di ingatannya saat dirinya benar-benar kewalahan menghadapi permainan Shen Lao semalam. Semua itu benar-benar menguras tenaganya.
“Sakit...” Chi Rong mencubit hidung Shen Lao yang terus menggerayangi tubuhnya. Shen Lao hanya tertawa pelan, kemudian memakai jubahnya sebelum mengangkat tubuh Chi Rong menuju Kolam Aura.
“Mau kemana?” Chi Rong menutupi dadanya dengan menghimpitnya pada kokohnya dada bidang Shen Lao “Jawab, jangan diam!”
“Mandi...” Shen Lao menjawab singkat.
Chi Rong melihat jelas keindahan alam di Jurang Abadi. Pemuda tampan yang telah menjadi suaminya ini membawa tubuhnya memasuki Kolam Aura.
“Kamu marah? Aku hanya ingin mengajakmu mandi bersama...” Shen Lao menatap Chi Rong yang terlihat menyembunyikan bagian tubuhnya.
“Buat apa marah?” Chi Rong tersenyum manis dan itu membuat Shen Lao mengecup kening perempuan yang telah menjadi istrinya itu.
Sesampainya di Kolam Aura, Chi Rong merasakan energinya memulih secara perlahan. Sekarang dia sedang menggosok punggung Shen Lao.
‘Kerasnya...’ Wajah Chi Rong merah padam mengingat kejadian semalam.
Shen Lao berbalik, “Gantian...” Chi Rong berbalik pelan. Sementara Shen Lao memeluknya dari belakang dan meremas gundukan kenyal.
“Aaaahhh... Ini masih pagi...” Chi Rong menggerutu dan memegang tangan Shen Lao, “Walau aku lebih tua darimu, tetapi aku hanyalah pendekar suci dan kamu...”
Ciuman lembut diiringi sentuhan yang membuai membuat Chi Rong pasrah mengikuti keinginan Shen Lao. Pagi ini Chi Rong kembali melakukannya, tubuhnya duduk dan bergerak di pangkuan Shen Lao.
“Gege...” Lenguhan lembut Chi Rong terdengar seirama dengan tubuhnya yang bergerak di pangkuan Shen Lao.
“Apa kamu menyukainya?” Suara Shen Lao terengah-rengah dan napasnya tidak beraturan. Tangannya menyentuh pinggang Chi Rong, sementara mulutnya tidak henti-hentinya memberi tanda kepemilikan pada badan Chi Rong, terutama pada kedua bukit kembarnya.
Tanpa sadar Chi Rong mengangguk lirih. Dia menikmatinya. Ini terlalu indah untuk diungkapkan lewat kata-kata, Chi Rong melenguh panjang dan mendesah sambil mendekap punggung Shen Lao dengan eratnya.
__ADS_1
Chi Rong mendesah di telinga Shen Lao. Dia membiarkan Shen Lao memberi tanda pada setiap jengkal tubuh bagian atasnya.
“Gege...” Suara Chi Rong sangat menawan, dan Shen Lao menyukainya.
Shen Lao menggigit kecil telinga Chi Rong dan berbisik pelan sebelum keduanya kembali bergerak seirama dan melakukan pelepasan secara bersamaan.
Chi Rong merasakan ledakan gairah panas Shen Lao memenuhi perutnya, perlahan Chi Rong menggerakkan tangannya dan mencubit hidung Shen Lao.
“Dasar, ini masih pagi tahu...” Chi Rong mendesis. Sementara Shen Lao tersenyum mendengarnya, dan memisahkan tubuh mereka secara perlahan.
“Tapi kamu menyukainya kan?” Shen Lao membasuh tubuh Chi Rong sambil menggoda perempuan yang telah menjadi istrinya itu.
Chi Rong hanya memalingkan wajahnya yang memerah, sementara Shen Lao tertawa lirih.
___
Sudah sembilan hari Shen Lao dan Chi Rong berada di Jurang Abadi. Akhirnya keduanya memilih kembali ke Istana Bulan Biru menggunakan kekuatan Cincin Portal milik Shen Lao.
Shen Lao terkejut saat dirinya disambut Jia Huaran dan Ling Qiuyu, mereka berdua tidak menghampiri dirinya melainkan langsung memeriksa kondisi tubuh Chi Rong.
Ling Qiuyu menarik tangan Jia Huaran pelan, “Huahua, jangan tanya hal yang sudah pasti...”
“Oh...” Jia Huaran menganggukkan kepalanya setelah melihat ekspresi wajah Chi Rong yang berseri-seri.
Pendekar perempuan menyambut kedatangan Chi Rong dan Shen Lao, namun dari mereka lebih banyak menyambut Chi Rong dibandingkan Shen Lao.
“Senior Chi, setelah sembilan hari berada di luar kediaman. Kau telah mencapai Pendekar Agung Tahap Awal. Sebenarnya apa yang kau lakukan disana?” Pendekar perempuan berumur tujuh belas tahun bertanya.
Chi Rong menarik napas dalam, “A... Aku berlatih...” Wajahnya merah merona, dia sama sekali tidak tega berbohong pada pendekar Istana Bulan Biru.
”Apakah Senior Shen yang mengajarinya?” Pendekar perempuan itu kembali bertanya, sementara Chi Rong menganggukkan kepalanya.
“Kalau begitu aku ingin Senior Shen mengajariku.” Sahut pendekar perempuan itu.
__ADS_1
“Aku juga, aku juga...” Sahut yang lainnya.
“Saudara Shen, tolong ajari kami...” Satu demi satu pendekar perempuan menghampiri Shen Lao.
“Junior Shen, ajari Tetua Istana Bulan Biru terlebih dahulu, baru mengajari murid-muridnya.” Sekarang Tetua Istana Bulan Biru juga meminta Shen Lao mengajari mereka.
Shen Lao tersedak. Dia tidak habis pikir melihat jelas dan mendengar reaksi pendekar perempuan dari Istana Bulan Biru. Ini di luar dugaannya. Dan tentu dia tidak akan mengajari mereka. Karena dia sudah memiliki Chi Rong yang indah dan menawan.
Chi Rong tak kalah terkejutnya, dia segera menarik tangan Shen Lao menuju tempat neneknya.
Di tempat kediaman Matriark Istana Bulan Biru, Chi Sumei sedang sarapan pagi bersama Jia Huaran dan Ling Qiuyu.
Shen Lao dan Chi Rong memberi hormat pada Chi Sumei sebelum ikut sarapan pagi bersama.
Selesai sarapan pagi, Chi Sumei mengobrol lama dengan Shen Lao dan Chi Rong. Kemudian dia juga berbincang dengan Jia Huaran dan Ling Qiuyu.
Chi Sumei terkejut karena Shen Lao memiliki kharisma yang luar biasa. Mendapatkan hati putri Kaisar Jia bisa dibilang menjadi pencapaian yang tinggi, ditambah permata yang paling indah di ibukota, Ling Qiuyu, bahkan Peri Bunga yang merupakan perempuan idaman pendekar pria di dunia persilatan Kekaisaran Jia.
Chi Sumei menggelengkan kepalanya berkali-kali karena masih tidak percaya melihat cucunya telah dewasa. Tak lama tangannya memberikan sebuah surat undangan kepada Chi Rong.
“Turnamen Bunga Persik?”
Chi Rong terkejut setelah membuka dan membaca isi surat itu.
“Gege, Sembilan Harta Phoenix juga mendapatkan undangan ini...” Ucap Chi Rong sebelum menjelaskan Turnamen Bunga Persik pada Shen Lao, Ling Qiuyu dan Jia Huaran.
Turnamen Bunga Persik adalah ajang bela diri yang paling bergengsi di dunia persilatan Kekaisaran Jia dan diadakan lima belas tahun sekali.
Turnamen ini diikuti oleh pendekar yang berumur tujuh belas tahun sampai dua puluh lima tahun. Peserta yang mengikuti Turnamen Bunga Persik harus berasal dari sekte aliran putih dan netral.
____
Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.
__ADS_1
[Jempol dan komentarnya dong, jangan lupa] [Yang minta CU, yang kenceng dong votenya, jangan main tuntut aja, komentar CA, CU ^_^]