
“Cih, aku benar-benar belum dewasa karena mudah emosi...” Shen Lao menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan terus berjalan sambil menikmati suasana tengah malam di Lembah Bunga Persik.
‘Aku akan menjadi seorang Ayah, aku harus bisa mengontrol emosiku ini.’ Shen Lao tersenyum tipis mengingat dirinya yang sudah menghajar anggota pendekar Lembah Bunga Persik setelah sampai di Lembah Bunga Persik.
Shen Lao hanya berharap Turnamen Bunga Persik akan berjalan lancar, namun sekilas dia mengingat ucapan Jia Song yang menyuruhnya untuk tidak mengikuti Turnamen Bunga Persik.
Shen Lao terlalu menikmati suasana malam di Lembah Bunga Persik hingga dirinya tanpa sadar menjauh dari penginapan yang disediakan untuk Sembilan Harta Phoenix dan sekarang dirinya berada didekat sungai.
“Cukup tenang...” Shen Lao bergumam pelan sambil menikmati suasana hatinya.
Saat Shen Lao sedang menatap aliran sungai, lamunannya dibuyarkan oleh seorang gadis yang berjalan diatas air dan melemparkan sebuah bunga mawar padanya.
Shen Lao hendak menangkap bunga mawar itu, namun bunga mawar itu seketika meledak dan gadis itu tersenyum tipis.
“Apa yang dilakukan pemuda sepertimu malam-malam ini?” Gadis itu bertanya dan berdiri disamping Shen Lao sambil menepuk pakaiannya.
Shen Lao mengangkat alisnya, “Apa yang dilakukan perempuan tengah malam sendirian disini?”
Gadis itu tertawa lirih, “Kau cukup menarik!” Gadis itu menepuk pundak Shen Lao dan mengalirkan sejumlah tenaga dalamnya.
Shen Lao yang menyadari ada sebuah aura masuk kedalam tubuhnya segera menepis tangan gadis itu.
“Apa yang kau lakukan? Aku tahu kau melepaskan aura pembunuh pada diriku!” Shen Lao menjaga jarak dan menatap dingin gadis itu.
“Namaku Ju Xiulan.” Gadis yang mengenakan gaun hijau ini mengulurkan tangannya.
“Aku tidak menanyakan namamu, tapi menanyakan tujuanmu!” Shen Lao merasa gadis dihadapannya penuh tipu muslihat, terlebih dirinya merasakan aura pembunuh yang berbeda dan meresap masuk kedalam tubuhnya.
“Racun...” Shen Lao bergumam pelan, seketika gadis itu tertawa lirih.
__ADS_1
“Benar, aku ingin menguji apakah kau mampu menahan racun pelumpuh dariku...” Gadis yang bernama Ju Xiulan ini tersenyum tipis.
“Aku sama sekali tidak mengerti kenapa kau menyerangku?” Shen Lao bisa melihat Ju Xiulan memiliki kemampuan yang berbeda dari pendekar yang pernah dia temui, kurang lebih ada samar-samar aura yang hampir mirip dengan Jia Huaran.
‘Tubuh Dewi Racun?’ Shen Lao menajamkan matanya, sedetik kemudian Ju Xiulan berdiri dihadapannya.
“Aku hanya ingin menyapa calon peserta pria di Turnamen Bunga Persik. Kau adalah pria yang menarik, berbeda dengan peserta Feng Erlong yang dianggap sebagai jenius.” Ju Xiulan tersenyum manis, lalu menutupi setengah wajahnya dengan kipas sebelum berjalan meninggalkan Shen Lao.
Sambil merasakan aura dalam tubuhnya, Shen Lao menyadari racun pelumpuh tidak mempan padanya. Shen Lao bernapas lega sebelum kembali ke penginapan.
Sesampainya didekat penginapan, Shen Lao menghentikan langkahnya saat melihat rambut Jia Huaran dibelai Feng Erlong, dan pria itu memberikan sebuah jepit rambut dirambut Jia Huaran.
Shen Lao menatap kosong Jia Huaran, tak lama raut wajahnya berubah saat melihat rombongan pendekar muda yang dia hajar datang bersama seorang pria paruh baya.
“Ini penginapan Sembilan Harta Phoenix, Tetua Feng!”
Dua pendekar muda yang diinjak kepalanya oleh Shen Lao terlihat antusias menunjukkan jalan.
“Anak muda, apa kau pelayan Sembilan Harta Phoenix? Panggil orang bernama Shen Lao!” Pria paruh baya yang mengenakan pakaian Lembah Bunga Persik menatap rendah Shen Lao.
“Salam kenal senior, orang yang anda cari adalah junior.” Shen Lao membalas tatapan salah satu tetua Lembah Bunga Persik yang bernama Feng Guang dengan dingin.
“Ini akan lebih mudah. Aku dengar kau menghajar beberapa muridku. Apakah itu benar?” Feng Guang bertanya, namun pria paruh baya terlihat arogan dan tidak mempedulikan jawaban Shen Lao. Entah Shen Lao mengatakan tidak ataupun iya, Feng Guang akan tetap menuntut tindakan Shen Lao.
“Jadi para sampah ini adalah murid anda, senior. Iya, aku yang menghajar mereka.” Cukup tenang Shen Lao menjawab, tidak menunjukkan ketakutan sedikitpun.
“Apa alasanmu menghajar mereka?” Feng Guang mengerutkan keningnya dan kembali bertanya, tetapi kali ini aura pembunuh sedikit keluar dari tubuhnya.
“Ah? Itu? Karena mereka berdua membuatku kesal jadi aku menghajar mereka.” Shen Lao menjawab dengan tenang dan sama sekali tidak terpengaruh intimidasi dari Feng Guang.
__ADS_1
“Tidak mempunyai sopan santun dan bersikap arogan, apa orang tuamu tidak pernah mengajarkan untuk menghormati yang lebih dewasa?!” Feng Guang melepaskan aura pembunuh berjumlah besar hingga membuat sepuluh pendekar muda yang mengadu padanya menjauh.
Ekspresi Shen Lao tetap tenang, namun tatapannya tidak sedikitpun teralihkan menatap tajam Feng Guang.
Feng Erlong dan Jia Huaran yang sedang bercanda terkejut karena mendengar teriakan Feng Guang.
“Ayah!” Feng Erlong terkejut melihat Feng Guang melepaskan aura pembunuh, namun tatapannya lebih tertuju pada Shen Lao yang dengan tenang berdiri dihadapan Feng Guang tanpa terpengaruh intimidasi sedikitpun.
“Lao!” Jia Huaran terkejut melihat pemuda itu.
“Kau tahu, bocah berandal! Di dunia persilatan tidak ada yang berani mengusik Lembah Bunga Persik! Kau mempunyai nyali karena telah berurusan denganku!” Feng Guang berjalan mendekati Shen Lao karena mengira pemuda itu berdiri menatapnya penuh ketakutan, namun justru sebaliknya karena itu menjadi hal yang membuatnya ketakutan.
Shen Lao menghilang dari pandangannya dan mencekik lehernya, dengan tatapannya yang dingin dan cengkeraman tangan yang kuat, Shen Lao mengangkat tubuh Feng Guang.
“Dengar, aku masih menerima jika kau hanya menghinaku, tetapi kau menghina mendiang kedua orang tuaku! Kau telah melakukan kesalahan karena memancing amarahku!” Shen Lao tidak melepaskan cekikan tangannya saat Feng Guang mencoba melawan, justru dia melepaskan Aura Raja Naga berjumlah besar.
Selepas Aura Raja Naga menekan aura pembunuh milik Feng Guang, terlihat tubuh Shen Lao terbakar api Phoenix saat pemuda itu menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya mengolah Seni Napas Phoenix dan melepaskan Aura Raja Phoenix disaat yang bersamaan.
Wajah Feng Guang memucat dan tubuhnya berkeringat dingin. Beberapa saat dia mengalirkan tenaga dalam pada seluruh tubuhnya dan menatap tajam Shen Lao.
“Anak muda, jangan sombong!” Feng Guang dengan segenap kekuatannya melepaskan cekikan tangan Shen Lao dan segera menarik pedangnya.
“Kau telah mencari masalah ditanah Lembah Bunga Persik! Kau akan menyesalinya!” Terlihat pedang Feng Guang dipenuhi aura yang perlahan-lahan memadat dan berubah menjadi petir.
Shen Lao menatap dingin Feng Guang dan melepaskan tenaga dalamnya berjumlah besar, lalu menciptakan sejumlah pedang tak kasat mata.
“Hanya terlahir lebih dulu dariku dan lebih dewasa dariku, ingin dihormati! Aku hanya akan menunjukkan rasa hormatku pada orang yang pantas, dan kau sama sekali tidak pantas mendapatkan rasa hormatku, senior!” Saat Shen Lao berkata demikian, Feng Guang menebaskan pedangnya yang dipenuhi tenaga dalam.
“Tetua Feng! Sejak kapan kau boleh menggunakan kekuasaan untuk menindas anggota sekte dan tamu undangan?!”
__ADS_1