Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 90 - Pengunci Tenaga Dalam Lima Warna


__ADS_3

“Tuan Putri, Nona Muda Ling, kita pergi dari sini. Mereka semua adalah pemimpin Lentera Iblis Tunggal.” Feng En segera memberi tanda pada Kakek Nue untuk membawa Ling Qiuyu dan Jia Huaran ke tempat yang aman.


“Tetapi Kakak Rongrong...” Jia Huaran tidak menyangka akan menjadi seperti ini, dia merasa menyesal karena firasatnya ternyata benar.


“Kakek Nue dan Feng En, pastikan Rongrong tetap hidup! Aku tidak ingin kehamilannya terganggu!” Bahkan saat belum tahu apakah dirinya akan selamat atau tidak, Ling Qiuyu mengkhawatirkan Chi Rong.


Kakek Nue segera membawa pergi Ling Qiuyu dan Jia Huaran saat melihat puluhan pendekar melompat ke podium, segera Feng En menghalangi mereka semua.


“Kalian mempunyai nyali karena telah menunjukkan diri ditempat ini! Tidak akan kubiarkan kalian menyentuh apa yang dilindungi pemimpin!” Feng En menyeringai lebar dan mengeluarkan aura pembunuh berjumlah besar.


Disaat yang bersamaan Shen Lao tengah menangkis ratusan pisau beracun yang dilepaskan pendekar dari Bunga Kuno yang ternyata seluruh anggotanya adalah Lentera Iblis Tunggal.


“Kalian berpikir bisa membunuhku dan melemahkan Lembah Bunga Persik? Selama kalian menunjukkan diri dihadapanku, tidak akan kubiarkan kalian melarikan diri!” Ucapan Shen Lao membuat seluruh pendekar yang bertarung terkejut karena merasa aura mencekam.


“Jadi siapa diantara kalian yang bernama Mao Heisha? Aku pastikan tubuhnya mati tak berbekas ditanganku!”


“Bocah keparat, jangan sombong dulu! Aku dengar kau membunuh adikku, Ruo Niu?!” Saat pria bernama Ruo Long bergerak kearah Shen Lao, muncul Jing Taohen dan Chi Sumei yang menahannya.


“Aku yang membunuh wanita tidak tahu malu itu!” Chi Sumei melepaskan hawa dingin sebelum membekukan tangan Ruo Long.


“Kenapa pendekar Kekaisaran Ma ikut campur masalah di Kekaisaran Jia?” Jing Taohen menarik pedangnya dan mulai melancarkan tebasan pada Ruo Long.


“Tetua She! Kau dan yang lain urus mereka yang merusuh diluar! Selamatkan penduduk sebanyak mungkin dan pastikan para penyusup mati!” Jing Taohen berteriak lantang sehingga seluruh pendekar Lembah Bunga Persik segera keluar stadion dan mulai bertarung melawan penyusup diluar.


Melihat Ruo Long berhadapan dengan Jing Taohen dan Chi Sumei, empat pria dibelakang Ju Xiulan segera menyerang Shen Lao dan mengincar Chi Rong serta Bing Jinxia.

__ADS_1


Shen Lao menciptakan seribu pedang tak kasat dan mengeluarkan Rantai Neraka Suci dan mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar.


“Menarilah, Rantai Neraka Suci.” Seketika api berkobar saat Rantai Neraka Suci bergerak menembus jantung satu demi satu pendekar Lentera Iblis Tunggal yang menyamar sebagai pendekar Bunga Kuno.


“Kau mencariku bukan? Kau tahu, aku yang telah meniduri adik dari wanita dibelakangmu itu! Kali ini aku akan meniduri kakaknya!” Pria paruh baya yang tak lain adalah Mao Heisha menyeringai lebar dihadapan Shen Lao setelah menghancurkan pedang tak kasat mata.


Bing Caoji turun dengan hawa dingin yang mencekam, sebelum Bing Caoji bertindak, Shen Lao mengeluarkan aura yang begitu besar bahkan seketika langit terbelah menjadi dua.


“Segel Mata Naga!” Shen Lao menatap Bing Caoji yang hendak melawan empat pemimpin Lentera Iblis Tunggal.


“Kakek Bing, aku akan membunuh keempat orang ini. Kau cukup lindungi istriku dan Nona Bing.” Shen Lao berjalan dengan tenang melewati Bing Caoji lalu mengayunkan Pedang Dewa Malam pada Mao Heisha yang berniat membunuh Ju Xiulan.


“Ju Xiulan, kau berhutang padaku.” Shen Lao menatap dingin Ju Xiulan yang meringis kesakitan.


“Kalian berempat, majulah kedepan! Akan kupastikan kalian mati hari ini!” Mendengar ucapan Shen Lao seketika Mao Heisha melepaskan tenaga dalam berjumlah besar dan melempar pisau beracun yang meledak diudara.


Saat kepalan tangan Mao Heisha dipenuhi api membara, Mao Heisha berteriak dan menghujani Shen Lao dengan pukulannya.


Bing Caoji menggelengkan kepalanya melihat bagaimana Shen Lao menghadapi keempat pendekar yang merupakan pemimpin Lentera Iblis Tunggal.


Saat diudara suara retakan menggema, semua orang terkejut karena Shen Lao menembus Pendekar Langit Tahap Awal, terlebih dalam kondisi Segel Mata Naga yang memaksa kondisi tubuhnya melampaui batasannya.


Pukulan Mao Heisha membuat Shen Lao berakhir didekat Jurang Hantu yang berada didekat Arena Bunga Persik. Sebuah jurang yang konon merupakan jurang yang kedalamannya tidak terbatas itu merupakan tempat terlarang Lembah Bunga Persik.


“Gege!” Chi Rong berteriak dan hendak membantu Shen Lao, tetapi dia sadar akan ucapan suaminya itu.

__ADS_1


Dengan tangan yang memegang perutnya, Chi Rong percaya pada Shen Lao.


“Saudari Chi, sepertinya cucumu itu sedang hamil. Lebih baik kau menjaganya, sejenius apapun seorang pendekar perempuan, tidak akan berbuat banyak saat hamil.” Jing Taohen berkata pada Chi Sumei dengan nada memerintah.


“Aku mengerti, Saudara Jing! Jangan sampai kau mati karena membantuku, aku akan membalas kebaikanmu suatu hari nanti!” Chi Sumei segera melompat didekat Chi Rong dan membawa cucunya itu ketempat yang aman.


Ruo Long yang mendengar ucapan Jing Taohen mengerutkan keningnya, “Bagaimana pemuda itu bisa menghamili perempuan secantik Peri Bunga? Aku tidak bisa menerimanya!”


Jing Taohen tertawa pelan, “Seleramu buruk karena nafsu kepada istri orang. Sepertinya pendekar dari Kekaisaran Ma memang lemah syahwat.”


Untuk orang terkuat di Pendekar Empat Penjuru, Jing Taohen masih sempat bercanda saat bertarung. Terlebih lawannya yakni Ruo Long dipenuhi kemarahan karena mendengar ucapannya.


Saat Ruo Long mengeluarkan hembusan api dari mulutnya, Bing Caoji membekukan tubuh Ruo Long dari samping.


“Jangan lupakan keberadaan diriku.” Seketika Ruo Long menoleh melihat pendekar Lentera Iblis Tunggal yang membeku dan hancur berkeping-keping.


“Ini tidak seperti yang direncanakan. Tetapi apakah kalian yakin membiarkan pemuda itu bertarung melawan empat pemimpin Lentera Iblis Tunggal?” Ruo Long menatap Shen Lao yang sedang bertarung sengit melawan empat pemimpin Lentera Iblis Tunggal.


“Sebaiknya kau khawatirkan dirimu sendiri, Ruo Long.” Jing Taohen mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar, namun seketika tubuhnya mendadak lemas bersamaan dengan kubah yang menutupi seluruh Arena Bunga Persik hingga Jurang Hantu.


Ruo Long tertawa lantang, “Teknik Segel Pilar Tertinggi - Pengunci Tenaga Dalam Lima Warna!”


“Dengan mengorbankan nyawa seribu manusia dan lima nyawa Pendekar Bumi Tahap Puncak, maka aku dapat mengakhiri Lembah Bunga Persik.” Ruo Long memberi pukulan telak pada Jing Taohen serta Bing Caoji.


“Tidak mungkin...” Jing Taohen memejamkan matanya, dia bisa merasakan jika banyak penduduk yang mati disekitar Lembah Bunga Persik, namun tidak pernah dia sangka ada empat Pendekar Bumi Tahap Puncak yang telah menyusup dan membuat segel formasi ini.

__ADS_1


Seketika pembantaian sepihak terjadi karena pendekar Lembah Bunga Persik dan sekte aliran putih serta netral tidak dapat menggunakan tenaga dalam.


Bersamaan dengan keadaan yang putus asa itu, Ju Xiulan dan Bing Jinxia sudah menghilang dari Arena Bunga Persik. Keduanya menuju tempat Shen Lao berada.


__ADS_2