Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 70 - Protagonis Rasa Antagonis


__ADS_3

“Bukankah Senior langsung pergi menuju Lembah Bunga Persik?” Shen Lao menyambut serangan para pendekar Organisasi Awan Merah dengan santai, sebelum menggerakkan pedang tak kasat mata untuk membunuh pendekar Organisasi Awan Merah.


Bing Caoji melihat kemampuan Shen Lao yang jauh diatas Bing Jinxia, bahkan pemuda itu memiliki umur yang lebih muda dari Dewi Es Gunung Es Utara.


“Mereka menghadang kami dan mengincar putriku.” Bing Caoji melepaskan hawa dingin berjumlah besar, sementara kedua tapak tangannya dipenuhi sensasi dingin yang membekukan tubuh lawan saat bersentuhan.


Perhatian Shen Lao terarah pada pemilik kapan yang ditumpanginya, “Paman keparat, siapa dirimu sebenarnya?!”


Menanggapi ucapan Shen Lao yang arogan, pemilik kapal tertawa lantang sambil melepaskan aura pembunuh, “Aku Kong Lang, Ketua Organisasi Awan Merah! Tujuan kami datang kemari untuk menculik Tuan Putri Jia! Dan tujuan itu selesai-”


Saat Kong Lang berbicara dengan nada sombongnya, dari arah penginapan terlihat beberapa pendekar Organisasi Awan Merah mati ditangan Bing Jinxia dan Chi Rong.


“Gege, sudah aku bilang untuk tidak membuat keributan ditempatku!” Chi Rong dengan wajah kesal membekukan tubuh para pendekar Organisasi Awan Merah sebelum membunuhnya.


Bing Jinxia nampak kebingungan karena secara tidak sengaja bertarung dengan pendekar Organisasi Awan Merah dan membuat kerusakan dipenginapan, hingga akhirnya dia melihat Chi Rong dan dua perempuan yang sedang berbincang.


‘Gege? Apa yang terjadi sebenarnya? Bukankah Saudari Chi membenci laki-laki?’ Bing Jinxia menunjukkan ekspresi rumit menatap Chi Rong yang memarahi Shen Lao.


Tak lama terlihat Ling Qiuyu dan Jia Huaran yang menahan Chi Rong.


“Kalian bertiga tetaplah berada didekatku, aku akan mengakhiri semua ini dengan cepat!” Shen Lao berjalan beberapa langkah kedepan sebelum memanipulasi aura tubuhnya menjadi api.


“Majulah, aku tidak akan membiarkan kau membawa Hua‘er pergi!” Sedetik kemudian, Shen Lao menghilang dan berada didepan Kong Lang.

__ADS_1


“Sangat cepat!” Kong Lang menarik pedangnya secepat kilat, lalu menangkis tebasan pedang tak kasat mata.


Shen Lao mengeluarkan Pedang Dewa Malam dan melancarkan sejumlah tebasan yang dipenuhi tenaga dalam, lalu memaksa Kong Lang untuk menjauh dari halaman depan penginapan.


“Senior, aku serahkan anggota Organisasi Awan Merah padamu!” Shen Lao sudah terbang dan mencekik leher Kong Lang.


Melihat itu, Bing Caoji tertawa, “Pemuda yang menarik!” Kemudian Bing Caoji melirik Chi Rong yang berbincang dengan Bing Jinxia.


‘Tadi dia berkata istrinya diganggu, apa Peri Bunga Istana Bulan Biru ini adalah istrinya?’ Bing Caoji mengerutkan keningnya dan berpikir keras, ‘Tapi itu tidak mungkin, karena bagaimanapun Istana Bulan Biru sebuah sekte yang dihuni perempuan dan melarang setiap hubungan dengan laki-laki.’


Bersamaan dengan Shen Lao yang sudah mulai melakukan pertarungan hebat melawan Kong Lang, Bing Caoji menahan setiap amukan pendekar Organisasi Awan Merah sebelum membunuh semuanya.


Diatas terlihat Shen Lao dan Kong Lang bertukar belasan jurus yang membuat Kota Taoyang menjadi dipenuhi kepanikan.


“Aku tidak boleh berakhir disini! Walau Organisasi Awan Merah berakhir, tetapi aku harus tetap hidup demi mendapatkan hak kebebasan di Kekaisaran Ma!” Kong Lang melepaskan tebasan menyilang, lalu kembali menebaskan pedangnya yang membentuk elang petir berwarna ungu.


Sejumlah pedang tak kasat mata mulai bermunculan hingga berjumlah seribu, Shen Lao menyerang Kong Lang tanpa memberikan waktu Kong Lang celah sedikitpun.


Luka sayatan Kong Lang terima disekujur tubuhnya, sadar dirinya tidak dapat melarikan diri dari situasi ini, Kong Lang memutar otaknya memikirkan segala cara.


“Pemuda bermarga Shen, pergilah ke Kekaisaran Ma dan selamatkan negeri itu-” Kong Lang tidak menyelesaikan perkataannya saat Pedang Dewa Malam menembus jantungnya.


Senyuman ringan terukir diwajah Kong Lang terlihat sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Tubuh Kong Lang jatuh ketanah bersamaan dengan Shen Lao yang mengerutkan keningnya mendengar ucapan terakhir Kong Lang.

__ADS_1


“Setelah membuat keributan dinegeriku dan membantu keluarga Zhong, kau justru mengatakan itu. Benar-benar bedebah sialan!” Shen Lao menggaruk kepalanya, kemudian terbang ke kediaman Walikota Kota Taoyang untuk mengakhiri nyawa para anggota keluarga Zhong yang merupakan penguasa Kota Taoyang.


Shen Lao mengingat perkataan Kong Lang padanya dan itu membuat keningnya kembali mengkerut.


“Dia pernah ditolong pendekar perempuan dan kuharap Nenek Sumei baik-baik saja...” Shen Lao bergumam pelan sebelum mendarat didepan kediaman Walikota Kota Taoyang.


Dari jarak yang cukup jauh, Shen Lao menggerakkan Rantai Neraka Suci dan membawa kepala Zhong Huazhi yang tertusuk ujung Rantai Neraka Suci.


Melihat anak kepalanya terpenggal, Walikota Kota Taoyang yang bernama Zhong Mengjia berteriak histeris, sementara para gadis yang hampir ternodai segera melarikan diri.


“Pemandangan yang mengerikan, dan disini aku terlihat seperti antagonisnya.” Shen Lao mendaratkan tendangan tanpa tenaga dalam pada kepala Zhong Mengjia.


“Apa sebegitu menariknya kau mempermainkan perempuan hah?!” Shen Lao menjambak rambut Zhong Mengjia, lalu memukul wajahnya berulang kali.


Zhong Mengjia mengerang kesakitan, lalu melirik orang-orang yang bekerja menjadi penjaga dikediamannya. Semua penjaga justru tersenyum cerah melihat dirinya diperlakukan sedemikian rupa oleh Shen Lao.


“Dasar rakyat jelata-” Belum sempat berteriak sepenuhnya, mulut Zhong Mengjia sudah ditendang kembali Shen Lao.


“Jadi ada kata terakhir yang ingin kau ucapkan?” Shen Lao melepaskan tenaga dalam berjumlah besar, kemudian membentuk ratusan pedang tak kasat mata.


Zhong Mengjia berkeringat dingin dan menatap Shen Lao penuh rasa memohon, “Siapa dirimu sebenarnya? Kenapa kau membunuhku, walau aku telah membuang nama Zhong sekalipun!”


Shen Lao menghela napas panjang dan memejamkan matanya, “Aku hanyalah pemuda bermarga Shen yang datang untuk mencabut nyawamu!”

__ADS_1


Mata Shen Lao kembali terbuka secara perlahan, bersamaan dengan sejumlah pedang tak kasat mata yang memotong tubuh Zhong Mengjia menjadi bagian-bagian kecil layaknya tahu.


“Sejak dilahirkan aku mungkin sudah seperti ini, dan aku tidak akan berhenti sebelum menemukan jawabannya...” Shen Lao menatap tubuh Zhong Mengjia yang tidak terlihat dan cipratan darah yang memenuhi lantai kediaman.


__ADS_2