
Selama makan malam berlansung voll hanya bisa menunjukan senyuman nya saja dihadapan keluarga baru nya yang Lebih tepat nya keluarga sang suami.
Voll merasa nyaman berada di keluarga baru nya, melihat ibu Orion sangat baik memperlakukan diri nya seperti putri kandungan nya sendiri terlebih lagi memiliki adik ipar yang baik dan selalu tersenyum ramah kepada voll tidak seperti Orion yang selalu bersikap dingin kepada nya
Voll sempat berfikir akan memiliki ibu mertua dan sodara ipar yang cerewet seperti di sinetron, yang tidak mau menerima angota keluarga baru dari kalangan biasa seperti voll,
Ya...Voll sempat merasa canggung karena voll yang kini merasa bukan dari keluarga berada seperti dia bersama keluarga kandung nya, yang memiliki segala nya,
Walau orang tua angkat nya kaya raya voll lebih memiliki hidup sederhana di apartermen yang di beli nya dari hasil menjual semua periasan sang ibu.
" Ibu... Apa ibu tidak berencana pulang ?"
Ucap Orion dengan santai dan memperlihatkan wajah datar nya kepada sang ibu.
" Apa kamu mengusis ku ?"
Ucap ibu Orion sambil menyilangkan kedua tanggan nya, sambil melihat tajam kewajah Orion
Voll yang melihat wajah mertua nya berubah lansung mencoba mendinginkan suasana dengan membujuk ibu Clara atau ibu Orion untuk menginap di kediama nya.
" Ibu... Maaf atas perkatan mas Orion yang membuat hati ibu terluka, sungguh bukan niat dia meminta ibu pulang !"
Ucap voll sambil memegang tanggan mertua nya yang sedari tadi sudah duduk di dekat nya.
" Iya... Kan mas.... "
Ucap voll dengan penuh penekanan sambil tersenyum cantik kearah Orion
Sedang kan Orion dia hanya diam disaat mendengar voll memangil nya dengan sebutan mas, Ada rasa bahagia di hati nya saat voll memangil nya mas.
" Mas... Apa kucing nakal ini memangil ku dengan sebutan mas "batin Orion merasa bahagia.
" Mas... Ibu tidur di sini ya... "
Ucap voll kembali
" Ehm... "
Guman Orion dengan wajah datar dia hanya bisa berdehem karena dia tidak dapat berkata lagi dia sedang bahagia mendengar voll kembali memangil nya mas dibalik wajah datar nya
" Tuh... Kan bu, dia hanya bertanya "
Ucap voll kembali
" Gadis baik... Kamu sungguh menantu idaman ku. "
Ucap ibu orion sambil tersenyum kepada voll.
" Ikasan bila mencari istri kamu harus seperti kakak ipar mu ya, yang baik hati... "
Ucap ibu Orion sambil melirik iksan yang ada di samping orion.
__ADS_1
" Janga seperti pria disana hanya bisa memperlihat kan wajah datar. "
Ucap ibu orion kembali
" Tentu... Ku pastikan itu ibu "
Ucap ikasan.
" Kak aku ikut tidur disini ya....dirumah sepi karena ibu disini !"
Ucap iksan inggin turut tidur di mansions mewah Orion.
" Dasar anak manja, tidak bisa lepas dari ketiak ibu."
Ucap Orion sambil melempar bantal sofa yang berada di ruang keluarga.
" Biarin aku memang anak ibu, dan kakak anak ayah. "
Ucap iksan dengan santai tanpa malu sedikit pun
Iksan sama sekali tidak bisa berjauhan dengan sang ibu, bila dia memiliki waktu senggang pasti selalu menemani ibu tercinta nya. Terkadang Tuan besar aderald wijaya pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah manja anak bungsu nya itu saat bersama sang istri.
Sifat bengis Iksan hilang seketika saat berhadapan dengan sang ibu seperti hewan buas tunduk akan pawang nya, sama seperti Tuan besar aderald wijaya tunduk kepada istri tercinta nya dan tidak bisa membuat nya berpaling kelain hati bahkan dengan lapang dada dia menerima anak dari istri nya bersama pria yang sudah menyakiti wanita nya.
" Ibu... can akan pergi keluar sebentar, apa ibu mau can belikan sesuatu ? "
Ucap Iksan memangil nama nya dengan sebutan can yang biasa dipangil oleh ibu nya.
Ucap nyonya adereld wijaya atau ibu orion dan Iksan
" Emh... Baiklah, can pergi dulu ya bu !"
Ucap Iksan sambil mencium tanggan dan pipi ibu tersayang nya.
" Bay-bay kakak ipar cantik... "
Ucap Iksan sambil berkedip kepada voll yang masih setiap duduk didekat sang ibu
" Apa kamu sudah gila ? Ingin mengoda istri ku ?"
Ucap Orion sambil kembali melempar Iksan
Entah kenapa Orion lansung marah saat melihat Iksan mengedipkan satu mata nya ke voll
" Hahahahaha... "
Iksan tertawa puas melihat kakak nya perotes kepada nya.
" Santai saja kak, aku tidak akan merebut kakak ipar karena aku akan mendapat istri lebih cantik "
Ucap Iksan sambil tersenyum melihat wajah kakak nya sedang menunjukan wajah emosinya
__ADS_1
Iksan sengaja melakukan itu dia ingin tahu apa kau kakak nya yang dingin dan kejam itu benar mencintai istri cantik nya
Benar saja rupa nya kakak sulung nya itu benar-benar jatuh hati kepada gadis cantik yang baru beberapa Kali dia temu.
" Sudah-susah pergi lah, nanti kamu bisa terlambat pulang bila pergi nya di tunda "
Ucap Ibu cantik itu.
" Iya ibu.... "
Ucap Iksan sambil tersenyum dan pergi meninggalkan rumah mewah itu.
Tidak berapa lama iksan pergi Orion lansung berdiri dari tempat bubuk nya tanpa berkata apa pun, bila ibu nya tidak bertanya dia pasti tidak akan memberi tahu.
" Orion kamu mau kemana ?"
Tanya sang ibu
" Mau keruang kerja ada yang harus di cek "
Ucap Orion sambil berlalu meningal kan voll dan ibu nya.
" Voll sabar ya , Orion memang dari kecil sifat nya pendiam seperti itu, tapi dia sangat menyayangi keluarga nya, janga kan kepada mu kepada ibu aja dia seperti itu "
Ucap Clara ibu orion menjelaskan bahwa Orion memiliki sifat pendiam .
" Iya... Ibu voll mencoba sadar "
Ucap voll
Namun didalam hati nya dia berkata
" Kalau bukan anak es dan kurang ajar itu menjebak ku tidak akan aku menerima nya "
Ucap voll didalam hati voll mengingat Orion mengancam nya agar ingin menikah dengan nya.
Waktu terus berlalu akhi nya voll dan ibu mertua nya memutuskan untuk kembali kekamar masing-masing, ada rasa ragu dihati voll saat kaki nya melangkah satu persatu menuju lantai dua tempat kamar nya berada.
Dia tidak sanggup menghadapi orion karena kejadian semalam membuat orion gagal nyentuh nya padahal itu adalah hak suami nya orion.
" Semoga saja dia tidak ada "
ucap voll didalam hati saat ingin membuka pintu kamar dan benar saja orion tidak berada disana, pria itu benar-benar berada di ruang kerja nya.
" Huuppp sukur lah dia tidak ada, aku masih canggung ingin meminta maaf "
Ucap voll sambil membunang nafas kasar.
Voll lansung menuju kamar mandi membersihkan wajah nya sebelum tidur dan mengunakan piama yang biasa dia pakai, dan lansung memakai semua perlengkapa kecantikan nya sebelum tidur
" Ah... Akhir nya bisa tidur nyenyak "
__ADS_1
ucap voll sambil membaringkan tubuh nya dan tidak berapa lama dia terlelap di alam mimpi.