
2 voll
beberapa minggu berlalu keadan milka sudah mulai membaik dia tidak lagi seperti dulu dan mencoba menerima semua yang sedang dia hadapi dia sudah menandatangani surat perjanjian yang dibuat oleh voll dan menandatangani surat perceraian nya dengan raka dan menanti keputusan pengadilan agama bahwa mereka resmi bercerai.
hari ini adalah hari terpenting untuk milka karena dia akan segera keluar dari hotel dingin itu, dan hari ini juga menjadi hari pertama untuk milka menyandang status baru nya dan akan segera meninggalkan indonesia menuju negara tentangga pergi berlibur mencoba nenenangkan hati dan fikiran nya.
" milka ... "
ucap mala memangil nama putri nya dengan wajah penuh kebahagian
" mama.. "
ucap milka dengan wajah bahagia pula dan memeluk ibu nya
" ayo kita pulang papa mu sudah menunggu "
ucap mala kepada putri nya
" iya ma... aku sudah rindu rumah "
ucap milka kepada ibu nya
berselang beberapa jam kemudia milka sudah kembali kekediaman untoro karena saat ini sudah tidak ada harapan untuk nya kembali kekediaman dia bersama raka di antara mereka berdua sudah tidak ada harapan.
" selamat datang nona, nyonya, tuan sudah menanti di ruang keluarga "
ucap salah satu asisten rumah tangga tuan untoro.
" pa... "
ucap milka memangil tuan untoro dengan sebutan papa sangat berbeda dengan voll yang memangil tuan untoro ayah.
" milka kemari lah , "
ucap tuan untoro dengan lembut sama seperti memangil voll selama ini
" bagai mana keadaan mu ?"
ucap tuan untoro
" seperti yang papa lihat aku baik - baik saja "
ucap milka
" apa kamu yakin hari ini juga kamu akan pergi ?"
ucap tuan untoro bertanya kepada milka
" ya ... aku ingin pergi berlibur, dan mencoba menenangkan diri pa "
ucap milka kembali
" berapa lama kamu akan pergi ?"
ucap tuan untoro
" belum tentu, besar kemungkinan aku ingin membuka usaha di luar negri dan mencoba lembaran baru "
ucap milka
" apa kamu yakin akan membuka bisnis disana ?, lebih baik kamu di perusahaan kita saja kamu bisa membantu voll yang sebentar lagi akan memiliki anak "
ucap tuan untoro
" kita lihat nanti pa, yang terpenting saat ini aku ingin pergi dan mencoba melupakan hal yang sudah terjadi didalam hidup ku pa "
ucap milka
" apa pun itu keinginan mu, papa harap kamu bisa lebih dewasa mengambil keputusan untuk kedepan nya "
__ADS_1
ucap tuan untoro kepada milka
" iya pa... aku tidak ingin terjerumus kelubang yang sama seperti saat ini, bahkan membuat jurang dengan saudara ku"
ucap milka kepada tuan untoro dan tuan untoro hanya tersenyum mendengar ucapan milka
" pa..., apa papa mau menemani aku pergi menemui voll untuk meminta maaf kepada nya "
ucap milka meminta bantuan dari sang papa agar bisa bertemu dengan voll
" nanti akan papa coba menghubungi voll, apa dia memiliki waktu luang "
ucap tuan untoro
" iya pa,,, aku ingin meminta maaf kepada voll sebelum aku pergi keluar negri, aku ingin lebih tenang tanpa beban di hati pa "
ucap milka
" hem... akan papa usahakan untuk mu, karena kalian sama - sama putri ku "
ucap tuan untoro kepada milka
" terimakasih pa... "
ucap milka dengan wajah bahagia.
di sisi lain kediaman mewah keluarga kecil sedang bahagia menghabiskan waktu bersama mereka, yang tidak lain keluarga kecil orion dan cia.
menghabiskan waktu mereka dengan canda tawa dan sekali - kali bertengkar kecil hanya untuk mendapat pelukan dari cia, orion baru saja pulang dari perjalanan bisnis nya dan dia sudah berjanji ini perjalan bisnis yang terlama dia lakukan dan akan standby di indonesia selama kehamilan cia sampai kelahiran anak mereka karena orion tidak ingin hal buruk seperti dulu terulang kembali.
orion sudah mengetahui kenakalan cia selama dia berada di luar negeri, orion yang mengetahui itu hanya tersenyum karena istri yang dia tahu lembut dan penyayang memiliki sisi menyebalkan seperti dia.
saat ini cia sedang bersantai di tepi kolam renang bersama orion dan hanaya yang sedang menghabiskan waktu mengajari hanaya berenang, namun ke tenangan mereka sedikit terusik karena tere memberi tahu milka sudah keluar dari hotel dinggin
" siang nyonya... "
ucap tere kepada cia
ucap cia bertanya kepada pengawal cantik nya seterta tangan kanan cia
" nona milka sudah resmi keluar dari hotel dingin dan malam ini sudah di pastikan akan berangkat keluar negeri "
ucap tere memberi tahu bahwa milka sudah bebas dari kurungan.
" ya.. seperti yang ku pikirkan dia tidak akan betah berlama - lama menginap disana "
ucap cia
" dan satu lagi nyonya, nona milka sudah resmi bercerai dengan raka "
ucap tere
" dia setuju, tidak ku sangaka dia dengan mudah melepas pria berensek itu !"
ucap cia dengan santai
" iya nyonya, bahkan dia tidak menuntut apa pun dari raka "
ucap tere kembali
" ya sudah, aku tidak ingin ikut campur urusan mereka, yang terpenting bila mereka berani berbuat nekat mereka akan kehilangan semua nya "
ucap cia dengan santai dia puas telah mengikat dua wanita licik itu dan di hati keci cia dia berharap bisa hidup akur ,bahagia dan hidup tenamg di keluarga untoro.
" baiklah nyonya saya pamit undur diri "
ucap tere kepada cia.
" tere tunggu hari ini saya tidak akan pergi kemanapun, kamu boleh pulang dan beristirahat dirumah mu "
__ADS_1
ucap cia kepada tere bahwa tere bisa bebas tugas hari ini
" terimakasih nyonya "
ucap tere sebelum pergi meninggalkan cia dan keluarga kecil nya
" ada apa sayang ?"
ucap orion bertanya kepada cia yang saat itu sedang duduk bersantai sambil membaca majala
" itu tere memberi tahu bahwa milka akan segera pergi keluar negeri "
ucap cia dengan santai dan tersenyum kepada orion
" kamu bahagia ?"
ucap orion bertanya kembali
" tentu aku bahagia bersama keluarga kecil ku "
ucap cia kembali menjawab pertanyaan orion
" bukan itu, apa kamu bahagia bisa membalas dendam voll ? dan membuat milka kehilangan status nyonya di keluarga atmajaya ?"
ucap orion kembali
" kalau untuk status itu bukan urusan ku, tapi memberi dia pelajaran aku sangat puas "
ucap cia
" apa kamu tidak memiliki rasa kepada raka ?"
ucap orion
" rasa ?, rasa apa ?"
ucap cia sambil tertawa
" bukan kah sejak pertama kalian bertemu di bali, kalian berdua sangat akrab dan sering menghabiskan waktu makan siang bersama ?"
ucap orion dengan santai sambil menatap dengan tatapan dingin nya lepada cia
" hahahahaha.... " ucap cia tertawa lepas
" mas... kamu jangan buat lelucon, dia hanya teman untuk ku dan kedekatan kami hanya sebatas rekan kerja dan sebagai mata - mata ku saja "
ucap cia dengan wajah bahagia
" mata - mata ... ?"
ucap orion
" iya... aku hanya membutuhkan dia untuk mencari tahu kondisi ayah dan perusahaan yang di ambil alih dua ular itu "
uca cia dengan santai
" jadi ... siapa yang kamu sukai ? aku atau dia ?"
ucap orion kepada cia dan merapatkan wajah nya kehadapan cia
" tentu kamu... suami tampan ku, yang dingin bagaikan es "
ucap cia kepada orion
" dingin seperti es ? apa kamu yakin ?"
ucap orion dengan merapatkan tubuh nya dan wajah nya kepada cia dan cia hanya tersenyum
" iya... kamu dingin dan tidak tersentuh, tapi entah kenapa saat di ranjang sangat liar dan hangat "
__ADS_1
ucap cia kepada orion dan langsung mendorong orion menjauh darri nya karena cia tahu suami nya itu tidak bisa di pancing, cia langsung berlari menuju hanaya yang sedang bermain di kolam renang, dia tidak ingin membangunkan singga yang sedang tertidur bila dia tidak ingin mengikuti permaian singga itu.