Lentera Volleta

Lentera Volleta
eps 32


__ADS_3

Hai... semua kita flashback ke empat tahun yang lalu ya...


Hari itu menjadi hari yang benar - benar kelam untuk orion, dia harus merelakan kepergian istri tercinta nya yang menutup mata di usia yang sangat muda yaitu di usia 26 tahun.


volleta amora untoro bin wahyu untoro nama itu terukir rapi dan indah di sebuah batu nisan berwarna hitam, pemakaman voll hanya di hadiri segelintir orang yaitu keluarga inti, seorang ustat dan pengawal orion yang berjaga ketat di kediaman tuan adareld, ya.. karena pemakaman voll berada di lingkungan istanan adareld.


kepergian voll sangat di tutup rapat keluarga adareld, dokter dan suster yang menangani voll selama sakit menutup mulut mereka dengan sangat rapat, tidak ada yang berani berkata satu kata pun tentang apa yang sudah terjadi karena mereka tahu, itu akan menyebapkan kematian untuk mereka semua.


Setelah pemakanan selesai orion masih terduduk lemas di samping pusaran sang istri, menyesal akan diri nya yang tidak mampu menjaga istri nya sendiri.


" voll maaf kan aku yang tidak mampu menjaga mu dan melindungi mu "


ucap orion di dalam hati sambil menatap batu nisan istri nya .


ayah, ibu dan sodara nya tidak ada yang mampu berkata satu pun, mereka mengerti apa yang saat ini terjadi.tuan adareld yang terkenal memiliki hati lembut terhadap keluarga nya mulai menunjukan sifat asli nya yang terkenal kejam dan dingin.


" aku tidak mau tahu kalian semua harus mencari dalang di balik marco "


ucap adareld dengan wajah yang begitu seram istri cantik nya hanya bisa terdiam melihat sifat sang suami yang berubah 180° dari biasa nya


" siap tuan kami siap melaksanakan tugas bahkan kehilangan nyawa kami "


ucap serentak pengawal dan orang kepercayaan tuan adareld.


waktu terus berlalu di sia- siakan orion dengan hanya bermenung, seperti saat ini orion sedang berada di dalam kamar nya sambil bermenung tentang hal bahagia yang pernah dia lalui bersama voll, orion tersadar setelah ibu nya masuk kedalam kamar memberi tahu bahwa sebentar lagi pengasuh untuk putri nya akan tiba.


" orion... kamu sedang apa sayang ?"


ucap clara ibu orion nyonya besar di keluarga adareld.


" tidak ada ma, aku hanya bersantai menikmati ini "


ucap orion sambil menunjukan segelas anggur kepada ibu nya


" berhentilah menyiksa diri mu sendiri, lihat lah putri mu dan hibur dia, dia juga merasa kehilangan ibu nya "


ucap clara sambil mengosok punggung anak pertama nya itu


dia tidak sanggup melihat orion seperti saat ini yang terpuruk karena kepergian voll yang begitu cepat.


" aku belum siap ma..."


ucap orion mengeluh kepada ibu nya


" sayang ini sudah takdir yang kita pilih dan ini di rahasiakan oleh maha pencipta, dia lah yang mengetahui semua nya "


ucap clara memberi tahu kepada orion


" ma... kenapa dia yang pergi, kenapa bukan aku saja ?"


ucap orion bertanya kepada ibu nya dia benar- benar tidak dapat menerima kepergian sang istri


" nak... kuatlah demi putri mu, yakin lah ada hikmah dibalik semua ini "


ucap clara


" entahlah .."


ucap orion dengan lemas


" apa kamu mau merelakan kepergian voll seperti ini ? atau kamu ingin mencari tahu siapa dalang di balik marco ?"

__ADS_1


ucap clara bertanya kepada anak nya


" bangkitlah.... demi anak mu, demi masa depan nya dan keluarga kita, kamu harus melindungi anak mu jangan sampai tersentuh kembali atau kamu kehilangan nya seperti kamu kehilangan voll . bangkit dan berjuanglah anak ku,berjanjilah kamu akan menjadi ayah terbaik untuk nya "


ucap clara menyemangati orion dia bicara sebagai seorang ibu dan seorang sahabat untuk putra nya


" aku tidak akan pernah kehilangan siapa pun lagi di dalam hidup ku ma "


ucap orion sambil menatap jendela besar dari kamar nya yang langsung melihat sebuah tanan indah yaitu tamanan yang di penuhi bungga kesukaan voll.


" mama percaya kepada mu nak "


ucap clara


" orion ... mama mengambil inisiatif mencari pengasuh untuk putri mu yang akan membantu mama merawat cucu mama, dia akan tiba sore ini "


ucap clara menyampaikan maksud nya kepada orion


" apa mama yakin dia mampu ?"


ucap orion


" mama sangat yakin..., mama sudah menyelidiki nya "


ucap clara kepada sang putra


" aku serahkan kepada mama, dan aku mohon mama jaga putri ku "


ucap orion memohon bantuan sang ibu dan setuju dengan pendapat ibu nya


" tidak perlu berkata demikian sayang mama akan melakukan semua nya demi cucu mama "


" terimakasih ma... "


ucap orion.


setelah nyonya clara berbincang dengan orion dia langsung keluar dari kamar orion menuju kamar cucu cantik nya yang bernama thalita rahanaya adareld, yang saat ini tepat berusia 40 hari, bayi cantik yang di lahirkan oleh volleta dengan perjuangan karena penyiksaan dari marco musuh dari orion yang dulu pernah menjadi teman orion atau orang kepercayaan orion.


krek....


pintu terbuka nyonya adareld masuk kesebuah kabar besar berwarna pink yang di dominasi dengan kamar baby perempuan, kamar itu sangat cantik sama dengan penghuni nya yang saat ini kerap di pangil hanaya oleh nyonya dan tuan adareld yang artinya hanya dia kebahagian di keluarga adareld


" siang nyonya ..."


ucap pelayan yang sedang menjaga hanaya yang sedang tertidur.


" siang sedang apa cucu cantik ku ?"


ucap nyonya adareld


" nona muda masih tertidur, seperti nya dia engan untuk bangun karena kelelahan menangis tadi malam "


ucap pengasuh hanaya


" seperti nya begitu "


ucap nyonya adareld yang sedang menyentuh pipi baby cantik yang sedang tertidur


" siap kan perlengkapan hanaya "


ucap nyonya adareld meminta pengasuh hananya menyiapkan perlengkapan hanaya

__ADS_1


" siap nyonya "


ucap pengasuh hanaya


waktu berlalu kini hanaya sudah tampil cantik dan gemas dia baru saja selesai mandi dan minum susu, baby cantik itu sedang bersama, kakek nya duduk di taman menikmati angin yang sedang berhembus dedaunan pohon pun seperti mengerti ada baby cantik di dekat nya dengan rasa suka hati dia meneduhi baby yang sedang duduk tidak jauh dari dahan nya.


" mas... bagai mana apa pengasuh untuk cucu kita akan tiba hari ini ?"


ucap clara kepada suami nya yang sedang mengendong cucu mereka


" dia sudah dalam perjalanan sebentar lagi tiba "


ucap tuan adareld


" tapi kamu jangan terkejut saat dia tiba "


ucap tuan adareld kepada sang istri


" kenapa ? apa ada yang tidak wajar ?"


ucap clara bertanya dengan heran


" kita lihat saja nanti, jangan bertanya terlalu mendalam, karena aku sedang menyelidiki nya "


ucap tuan adareld kepada clara


" baiklah bila demikian "


ucap clara


" bagaimana apa ada perkembangan dari hanaya ?"


ucap tuan adareld bertanya kepada sang istri


" tidak ada, " ucap clara menarik nafas panjang sebelum melanjudkan perkataan nya


" sejak kepergian voll dia masih susah tidur bahkan tadi malam dia tertidur jam lima pagi, malam di buat nya menjadi siang dan siang menjadi malam "


ucap clara memberi tahu kebiasaan cucu nya saat ini


" sabar saja siapa tahu dia akan berubah "


ucap tuan adareld


" ku harap akan seperti itu "


ucap clara yang kini sedang melihat kearah hanaya yang sedang tertidur di dekapan sang kakek, baby cantik itu sangat terlihat nyaman di samping kakek dan nenek nya sampai disaat terdengar seseorang berkata


" tuan kami sudah tiba "


yang tidak lain orang kepercayaan tuan adareld yang di tugaskan untuk menjemput pengasuh untuk hanaya harta berharga di keluarga adareld saat ini .


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2