
Orion dengan semangat menuju tempat persembunyian istri tercinta nya, dia sudah mengetahui dimana sang istri karena tempat persembunyian cia saat ini adalah pemberian dari nya.
Jarak yang jauh tidak menjadi halangan karena dalam beberapa menit dapat di tempuh oleh orion dengan menggunakan helikopter pribadi milik nya, cia saat itu sedang duduk di sebuah gazebo sambil memegang potret keluarga bahagia beberapa tahun lalu disana terlihat jelas kebahagiaan di wajah mereka semua tang mana belum ada permasalahan di dalam clan adareld.
" ya... Tuhan apa keluarga ku bisa utuh dan bahagia seperti semula? "
Ucap cia di dalam hati sambil menatap potret yang berada di tangan nya
Dan dari kejauhan tampak orion sedang berdiri menatap kearah wanita yang telah dia cari selama satu pekan terakhir, orion benar - benar ingin meminta maaf atas kesalahan yang sudah dia perbuat selama ini yang tanpa dia sadari sudah membuat keluarga nya menderita.
Dengan perlahan orion menghampiri cia dan berlutut di hadapan cia untuk meminta maaf
" Alicia andita... Maaf kan aku "
Ucap orion sambil berlutut di hadapan cia membuat cia kaget atas kehadiran sang suami
" mas... Kamu disini ?"
Ucap cia tidak percaya dengan apa yang saat ini terjadi
" ya sayang, aku berada di hadapan mu saat ini ingin meminta maaf atas kebodohan yang telah aku perbuat "
Ucap orion
" mas berdiri dari hadapan ku kamu tidak pantas seperti ini! "
Ucap cia ikut berlutut
" aku tidak akan berdiri sebelum kamu memaafkan aku sayang, aku sadar selama ini aku salah aku membuat mu hidup terkekang di bawah bayang - bayang voll, sudah belasan tahun kamu mendampingi ku sebagai seorang istri dan ibu untuk anak - anak ku, tapi aku selalu menjadi suami yang tidak mengerti apa yang di inginkan Istri ku, menyembunyikan mu dibalik wanita - wanita itu "
Ucap orion dengan memohon kepada cia agar cia memaafkan nya
" mas sudah jangan seperti ini, aku memaafkan mu "
Ucap cia sambil memeluk orion dengan sangat erat
" sayang terimakasih, telah menjadi istri yang terbaik untuk ku "
Ucap orion dengan membalas pelukan istri tercinta nya
Waktupun berlalu cia dan orion sudah melepaskan rasa yang terganjal di hati mereka masing - masing, dan orion telah mengatakan apa yang telah terjadi dalam waktu satu pekan terakhir membuat cia merasa bersalah karena hal yang di lakukan nya membuat putri semata wayang nya mengalami kecelakaan dan masih dalam keadaan koma.
Orion kini merubah semua pandangan hidup nya, dia ingin bebas dari dunia kelam dan semua yang pernah dia lakukan, dia ingin hidup damai bersama keluarga dan melihat anak cucu nya bahagia tanpa bayang - bayang kelam dan orion telah berjanji akan mengikuti semua keinginan semua anak- anak nya.
" Hanaya... Ini mama sayang "
Ucap cia memangil nama anak kesayangan nya sambil mengelus rambut panjang hanaya
" sayang mama sudah pulang... Maafkan mama atas kesalahan mama kamu seperti ini "
Ucap cia sambil menangis menatap hanaya yang masih terpejam sudah 5 hari terakhir cia berada di dekat hanaya sejak kepulangan nya tidak sedikit pun cia beranjak dari samping hanaya sama persis seperti hanaya saat sakit sewaktu kecil
" sayang... Istirahat lah dahulu di rumah karena kamu belum beristirahat sejak kamu pulang "
Ucap orion dengan memegang bahu cia yang sedang duduk di tepi ranjang hanaya
" aku tidak bisa pulang mas, putri ku belum sadarkan diri "
Ucap cia
" sayang dengarkan ucapan ku kali ini, aku tidak ingin kamu jatuh sakit seperti hanaya bagaimana aku merawat kalian berdua secara bersamaan? Dan aku tidak akan mampu melihat kalian terbaring di ranjang rumah sakit "
Ucap orion mencoba meyakinkan cia agar ingin pulang kekediaman mereka
" baiklah mas bila hanaya bangun segera kabari aku ya mas "
Ucap cia kepada orion
" iya pasti aku akan memberi tahu kepada mu "
__ADS_1
Ucap orion
Cia yang percaya akan ucapan orion langsung meningalkan rumah sakit menuju kediaman mereka, 30 menit setelah kepergian cia hanaya terjaga dari tidur panjang nya dan langsung mencari keberadaan sang ibu
" ma... Mama "
" hanaya kamu sudah bangun sayang ?"
Ucap orion dengan wajah bahagia menyambut putrinya
" mama mana pa? "
" sayang jangan banyak bicara kamu tenang dulu, papa panggil dokter untuk memeriksa mu terlebih dahulu "
Ucap orion
" pa.. Aku butuh mama "
Ucap cia
" iya sayang "
Ucap orion
Setelah beberapa saat dokter memeriksa keadaan hanaya dan semua nya sudah membaik, hanaya hanaya butuh waktu untuk pemulihan kesehatan nya saja, luka yang berada di tubuh hanaya pun sudah membaik.
" dok bagaimana keadaan putri ku? "
Ucap orion bertanya kepada dokter yang menangani kesehatan hanaya
" nona hanaha sudah membaik dan dalam tiga hari kedepan sudah boleh pulang karena nona hanaya tidak memiliki luka yang cukup serius "
Ucap dokter tersebut
" terimakasih dok "
Ucap orion dengan wajah bahagia
" dok apa saya boleh pulang lebih cepat ?"
" anda bisa pulang lebih awal, bila anda merasa sudah lebih baik, tapi anda harus beristirahat dengan baik di rumah "
Ucap dokter
" iya dok "
" baiklah tuan dan nona saya pamit undur diri karena masih ada pasien yang harus saya periksa "
Ucal dokter tersebut
" iya dok "
" sayang papa antar dokter kedepan dulu "
Ucap orion kepada hanaya dan hanaya hanya diam tanpa berkata apa pun
Setelah keluar dari ruang rawat inap hanaya orion langsung mengingatkan kepada dokter dan semua perawat agar tidak menyampaikan bahwa lima hari terakhir istri nya tidak berada di rumah sakit menemani san putri
" dok saya minta anda menjaga rahasia tentang keberadaan istri saya selama lima hari terakhir, bila putri ku bertanya katakan hanya saya dan pak budi yang berjaga di dini "
Ucap orion
" tapi pak... "
Ucal dokter tersebut
" lakukan ucapan saya bila kalian semua tidak ingin rumah sakit ini rata dalam waktu 30 menit dan keluarga kalian dalam bahaya "
Ucap orion dengan sangat tegas, membuat dokter itu langsung mengiyakan perkataan orion karena semua orang tahu siapa orion yang sesungguh nya, mereka lebih baik menghindar dari pada berurusan dengan pria seperti orion
__ADS_1
" baik tuan "
Ucap dokter itu dengan pasti
Orion dengan segera mungkin memerintahkan anak buah nya mengatur rencana menahan cia agar tidak kerumah sakit menemui hanaya,
" riko... lakukan hal yang sudah saya rencanakan sebelum nya "
Ucap orion dengan wajah dingin
" siap tuan "
Ucap riko dan orion berlalu pergi masuk kembali kedalam ruang rawat inap hanaya
" pa... Dimana mama? "
" kamu sudah lupa? Mama mu pergi meninggalkan kediaman kita dan kamu kecelakaan karena mencari keberadaan dia "
Ucap orion dengan wajah dingin nya
" pa... Dia ibu aya dan istri papa "
" dia memang istri ku, tapi bukan ibu mu "
Ucap orion sambil menatap kearah cia
" pa... Apa yang papa katakan "
" apa yang kamu dengar malam itu memeng benar, kamu bukan putri kandung nya, dia hanya ibu penganti untuk mu, dia kembaran ibu kandung mu dan dia bernama alicia andita "
Ucap orion dengan sangat tegas
" pa... Cukup... Aya tidak ingin mendengar perkataan papa lagi"
" aya apa yang kamu dengan semua nya benar, dan papa harap kamu bisa menerima kenyataan "
Ucap orion
" dimana mama sekarang? "
" papa tidak tahu, dia memutuskan untuk pergi meninggalkan kita semua karena dia sudah lelah hidup bersama kita "
Ucap orion
" aya tidak percaya kepada papa "
" terserah apa pendapat mu, coba kamu hubungi sendiri dan cari tahu karena kami sudah memutuskan jalan kami sendiri "
Ucap orion dengan wajah dingin
" papa harap kamu bisa mengerti, hidup dibawah bayang - bangang seseorang itu tidak akan pernah bisa bahagia "
Ucap orion sambil berdiri dari tempat duduk nya
" hanaya semua yang ingin kamu ketahui sudah papa jawab dan papa harap kamu mengerti dan menerima semua kenyataan "
Ucap orion
" dan kamu tadi sudah mendengar ucapan dokter kamu bisa pulang setelah keadaan mu membaik, papa harus kembali berkerja, apa pun yang ingin kamu lakukan lakukanlah , dan inggat jangan memberi tahu siapa identitas asli mu kepada siapa pun jika kamu ingin hidup tenang "
Ucap orion dan berlalu pergi meninggalkan hanaya seorang diri dengan wajah yang berlinang air mata
Hanaya benar - banar sakit hati atas semua yang dia dengar dari ayah nya, dia berharap semua yang dia dengar malam itu tidak benar tapi apa daya semua yang dia dengar benar - benar kenyataan dan saat ini tidak ada lagi yang bisa dia perjuangkan untuk bertahan di kediaman orang tua nya itu
" ya tuhan aku harus bagaimana kedepan nya, hidup tanpa mama orang yang selalu ada untuk ku "
Dan dari balik pintu kamar rawat inap hanaya orion hanya bisa terdiam dia benar - benar membuat putri nya membenci diri nya sendiri, agar dia dapat membuat hanaya pergi mengejar cita-cita nya yang sudah lama di inginkan hanaya, oriom sama sekali tidak mampu memberi tahu bahwa dia bisa membiarkan anak nya pergi keluar mengajar cita-cita nya.
" hanaya maafkan papa, papa harap dengan kamu mengetahui semua nya kamu dapat bebas tanpa beban dan papa janji kamu akan aman dimana pun kamu berada mama dan papa akan selalu memantau mu dan membiarkan mu memilih yang terbaik untuk dirimu sendiri sayang "
__ADS_1
Ucap orion dengan hati yang terluka setelah melihat putri sulung nya menangis tersedu - sedu karena terluka oleh ucapan nya.