
voll 1
orion yang berada di dalam pesawat pribadi nya mendapat pangilan dari sang istri namun belum sempat di jawab oleh orion pangilan itu sudah terlebih dahulu mati, orion berfikir cia hanya salah menekan pangilan.
setibanya di bandara orion langsung mendapat pangilan dari sopir pribadi anak- anak nya yang mengatakan cia meminta dia mencari tempat aman untuk bersembunyi bersama anak- anak majikan nya ,
" halo tuan, nyonya meminta saya berserta anak- anak untuk bersembunyi sementara waktu "
ucap sopir pribadi anak- anak orion
" kapan dia meminta mu bersembunyi ?"
ucap orion
" tiga puluh menit tadi tuan dan nomor nyonya tidak bisa di hubungi kembali "
ucap sopir itu
" di mana kalian sekarang ?"
ucap orion
" kami bersembunyi di kantor polisi terdekat tuan "
ucap sopir
" baiklah sebentar lagi, seketaris ku menjemput kalian "
ucap orion dengan sangat dingin
orion yang mendengar perkataan sopir pribadi hanaya dan attala langsung, meminta asisten pribadi nya mencari lokasi terakhir pangilan sang istri dan langsung mengubungi iksan sodara satu - satu nya.
" cepat kamu jemput anak - anak di kantor polisi, bawa pengawal dan jangan terlalu mencolok "
ucap orion memberi perintah kepada asisten pribadi nya segera menjemput buah hati nya yang bersembunyi di kantor polisi dan langsung menghubungi iksan
" halo kak ada apa ?"
ucap iksan dengan santai menjawab pangilan dari orion
" kamu di mana ?, tolong lacak terakhir kali sinyal ponsel cia berada, karena dia meminta supir hanaya dan attala mencari tempat aman untuk bersembunyi "
ucap orion dengan sangat dingin
" oke aku akan melacak nya "
ucap iksan tidak kala dingin.
iksan sangat tahu apa yang sedang terjadi saat ini, dia mengkerahkan semua anak buah nya melacak keberadaan cia, tidak butuh waktu lama iksan sudah mendapat dimana terakhir kali sinyal ponsel cia, orion dan semua klan adareld sudah dapat mengetahui tkp, namun dia tidak menemukan istri nya hanya mayat sopir pribadi cia yang tergeletak di tepi hutan.
" ******* ... siapa yang berani berbuat seperti ini "
ucap orion dengan amarah yang mengebu, tidak ada satupun dari mereka yang berani melihat wajah singga sedang marah.
" kak...tenang dulu kita akan mencari siapa dalang dari semua ini "
ucap iksan mencoba menenangkan kakak nya, iksan memang selalu tenang menghadapi semua masalah, Karena dia tidak pernah merasa ada yang harus dia lindungi, orion dia memiliki kemampuan sama seperti nya namun sekarang dia sangat berbeda setelah memiliki orang yang harus dia lindungi, sedangkan mama dan papa nya tidak akan pernah tersentuh oleh siapa pun, yang iksan pikirkan hanya untuk membunuh semua musuh- musuh nya yang berani mengusik nya bila dia meninggal dia tidak ada beban.
" dia membawa istri ku, aku tidak akan tenang sebelum cia selamat, aku tidak ingin kehilangan kembali "
ucap orion dengan raut wajah dingin
" kak aku akan membantu mu, dia adalah kakak ipar ku, bagian terpenting keluarga adareld, aku janji walau itu harus di tukar dengan nyawa ku dia harus kembali tengah - tengah keluarga kita "
ucap iksan kepada orion
tidak lama kemudia salah satu anak buah iksan melaporkan bahwa dia mendapat siapa dalang dari penculikan istri bos nya.
" boss... aku menemukan titik terang, lihatlah ini "
ucap anak buah clan adareld
" bukan kah mereka semua sudah mati ?"
ucap orion dengan dingin.
" mereka kembali bangkit namun, jumbelah clan mereka tidak sebesar dulu "
ucap iksan
" sejak kapan ? siapa ketua mereka ?"
__ADS_1
ucap orion
" kami belum mengetahui pasti siapa dia, yang kami tahu dia perempuan "
ucap anak buah iksan dan orion
" perempuan ? apa mungkin dia ?"
ucap iksan mengantung dan langsung di jawab oleh orion
" jenifer.. dia yang mengetahui semua bisnis ayah nya "
ucap orion
" apa dia ingin menuntut balas atas kematian ayah nya ?"
ucap iksan
" ya... tepat nya terhadap ku "
ucap orion
" tenang kak semua akan kita selidiki, bila terjadi sesuatu kita siap untuk kembali beperang "
ucap iksan dengan gaya santai nya
di saat orion dan iksan menyusun rencana untuk menyerang clan yang di pimpin jeniner, jenifer sedang tertawa bahagia dia memiliki sandra wanita cantik yang merebut pria nya. jeni sangat membenci cia karena dia bisa membuat orion melupakan nya.
" di mana dia ?"
ucap jeni saat baru memijakan kaki nya di tempat anak buah nya menyekap cia
" dia di ruang bawah tanah bos, masih dalan keadaan pingsan "
ucap anak buah jeni
" apa dia terluka ?"
ucap jeni kembali
" sesuai permintaan boss "
ucap pria itu
ucap jeni sambil tersenyum bahagia dan berlalu pergi menuju ruangan tempat cia di sekap
saat itu terligat jelas cia masih dalam keadaan pingsan kaki dan tangan nya terikat di kursi yang menopang tubuh nya. jeni melihat betul wajah cantik cia dalam keadaan tak berdaya dia melihat setiap lekuk wajah cia yang dapat membuat orion melupakan nya.
" wajah murahan ini yang membuat mu mencapakanan aku "
ucap jeni sambil tersenyum sinis dan menjentikan jemari lentik nya meminta salah satu anak buah nya menyiram tubuh cia dengan guyuran air es, membuat cia tersadar
" aaaa... "
teriak cia saat tubuh nya di siram oleh air dingin.
" siapa kalian ? lepasakan aku !"
ucap cia dengan kesal
" lepas .... , hahaha... "
tawa jenifer saat mendengar cia meminta dilepaskan
" mimpi... sebelum aku puas menyiksa mu, tidak akan ada satupun yang bisa melepaskan kamu "
ucap jeni sambil meremas dagu cia
" siapa kamu ? aku tidak pernah merasa memiliki masalah dengan mu "
ucap cia tidak kala berani menjawab perkataan jeni
" aku... aku akan menjadi mimpi buruk mu "
ucap jeni
" wanita gila... ! " ucap cia
" hahahaha... "
tawa jeni
__ADS_1
" gila, kamu mengatakan aku gila ? "
ucap jeni
" ya..."
ucap cia dengan tegas
" kamu lah wanita gila yang berani mencari masalah dengan ku "
ucap jeni dan cia hanya melihat wajah jeni dengan tatapan sinis
" kamu adalah wanita murahan yang berani merebut pria ku "
ucap jeni kembali sambil menjambak dan menampar pipi mulus cia berkali - kali, sedangkan cia sama sekali tidak bisa membalas perbuat jeni dalam keadaan kaki dan tangan nya terikat
" wanita busuk... kami tidak berani berkata - kata ?"
ucal jeni
" kamu lah wanita busuk, yang berani menganiaya ku dalam keadaan kaki dan tangan ku terikat "
ucap cia dengab wajah yang memerah dan sudut bibir cia yang tampak berdarah
" wah - wah... rupanya nyonya clan adareld memiliki nyali yang sangat kuat, pantas pria baj*ngnn itu meninggal kan ku, bila aku tahu dia menyukai wanita busuk seperti mu aku pasti akan mendapat nya nya sejak dulu"
ucap jeni tertawa bahagia melihat wajah cia yang mulai membengkak dan cia hanya terdiam berfikir siapa wanita gila yang sedang dia hadapi dan berkata " nyonya clan adareld " apa mungkin dia menjadi sandra dari musuh suami nya
" tapi sayang, sekarang aku lebih meginginkan dia mati di hadapan ku setelah apa yang terjadi dengan ayah dan clan ku "
ucap jeni
" apa maksud perkataan mu tentang clan ? dan apa yang sudah di perbuat oleh suami ku terhadap ayah mu ?"
ucap cia.
" kamu bodoh apa pura - pura bodoh ?"
ucap jeni kembali
" aku tidak mengetahui apa pun, yang aku tahu dia suami dan ayah terbaik "
ucap cia kembali
" suami....? ayah ... terbaik ?, dia tidak lebih dari pria berensek dia telah membuat aku kehilangan bayi dan orang yang paling mencintai ku, dia tidak lebih dari seorang baj*ngn yang membuat hidup ku hancur "
ucap jeni dengan lantang dan raut wajah kesal nya.
" kamu pasti salah orang "
ucal cia membantah perkataan jeni
" hahahaha... ternyata kamu wanita bodoh yang percaya kepada pria baj*ngn itu volleta "
ucap jeni
" kamu telah lama menyandang gelar nyonya adareld tapi kamu tidak tahu siapa dia "
ucap jeni kembali
" terserah apa yang mau kumu katakan, dimata ku dia selalu menjadi suami dan ayah yang terbaik "
ucap cia mencoba meyakinkan hati nya dan tidak akan terpengaruh dengan ucapan jeni
" kita lihat nanti, apa kamu masih bisa berkata dia suami terbaik ?"
ucap jeni dengan kesal sambil menjambak rambut cia yang panjang .
" kita lihat nanti "
ucap jeni sebelum menyuntikan cairan kedalam tubuh cia dan perlahan cia pun kembali tidak sadarkan diri
.
.
.
.
.
__ADS_1
.