Lentera Volleta

Lentera Volleta
eps 64


__ADS_3

tiga hari telah berlalu keadaan orion sama sekali tidak menjadi hambatan untuk diri nya berdiri tegap di samping sang istri yang saat itu masih dalam keadaan cukup mengerikan dari efek obat yang telah di berikan oleh jeni, semua jerih payah sudah di kerahkan orion untuk mencari penawar obat tersebut tapi sudah tiga hari ini dia masih belum menemukan penawar sampai disaat dee hyun menghubungi nya berkata dia bersama ke tiga srigala sedang berada di indonesia untuk berlibur dan mengunjungi orang tua zahra dan sairen.


" halo ... orion apa kabar mu ? kami semua berada di indonesia ingin berjumpa calon menantu ku, kamu ada dimana ?"


ucap dee hyun menyapa orion dan dia berniat ingin bertemu keluarga adarel menceritakan tentang perjodohan anak mereka berdua.


" halo... saya berada di rumah dan kabar ku... tidak baik "


ucap orion dengan nada suara lelah . karena sudah selama tiga hari dia terjaga mengawasi keadaan sang istri


" kenapa ,ada masalah apa ? cerita lah siapa tahu aku bisa membantu mu "


ucap dee hyun menawarkan pertolongan


" berkunjung lah kekediaman ku, nanti akan ku ceritakan semua nya "


ucap orion dengan sangat pelan dia sudah mulai kelelahan


" oke kami akan ke kediaman mu "


ucap dee hyun dan beberapa jam kemudian empat srigala sudah berada di kediaman clan adareld.


iksan yang mengetahui kedatangan clan srigala langsung menyambut dengan sangat bahagia karena sangat jarang bisa bertemu dengan ke empat srigala dari korea terlebih lagi dengam kesibukan mereka masing - masing


" selamat datang hyung .. dan nuna cantik di kediaman kami "


ucap iksan dengan gaya santai dan sedikit lengser nya menyambut empat srigala berserta pasangan kecuali jung woon, di kediaman adarld dan ke empat srigala pun tersenyum bahagia tuan muda adareld satu itu tidak pernah berubah sama sekali


" hai iksan apa kabar mu, apa kamu sudah memiliki tambatan hati ?"


ucap hae joon srigala termuda yang tidak lain menantu dari dee hyun alias suami dari riri anak angkat dee hyun dan zahra ,yang sama - sama memiliki sifat santai saat bertemu iksan karena usia mereka berdua sepantaran.


" kabar ku masih sama seperti dulu bebas tampa hambatan "


ucap iksan


" jangan terlalu bebas nanti tidak bi... "


ucap hae joon kepada iksan namun terpotong dengan iksan yang menyambung kata hae joon


" tidak bisa produksi "


ucap hae joon dan iksan serentak membuat mereka berdua tertawa lepas dan semua yang ada disana hanya bisa tersenyum karena dua orang lengser bertemu pasti akan ada perkataan ngacok keluar dari mulut mereka berdua


" iksan , dimana orion ?"


ucap dee hyun


" kakak berada di dalam kamar perawatan kakak ipar "


ucap iksan dengan sangat serius berbeda saat dia menyambut kedatangan empat srigala


" apa yang terjadi ? apa begitu parah ?"


ucap in jung


'' ya... kita semua tahu resiko dari perkerjaan yang sudah kita ambil "


ucap iksan kembali


" jadi bagai mana keadaan nya ?"


ucap jung woon


" kami sudah mencoba segala cara namun masih nihil "


ucap iksan


" semua racun pasti ada penawar, itu sudah berlaku sejak zaman dahulu, jadi biarkan aku melihat keadaan nyonya adareld terlebih dahulu "


ucap hae joon kepada iksan


" baiklah aku akan membawa kalian semua kekamar kakak ipar ku "


ucap iksan


" tapi iksan apa kami bisa menunggu di sini saja karena tidak memungkinkan untuk kami membawa anak - anak "

__ADS_1


ucap zahra dengan suara sangat lembut nya


" tentu tidak apa - apa nuna , kepala asisten rumah tangga akan membawa kalian beristirahat di paviliun agar anak - anak bisa bermain dan nuna bisa bersantai selagi kami pergi "


ucap iksan kepada zahra


" tidak perlu kami bisa menanti disini "


ucap sairen dengan sangat lembut dia tidak ingin merepotkan keluarga adareld


" tidak apa - apa nuna di paviliun sudah di sediakan kamar untuk beristirahat dan di sana juga ada ayah, ibu dan calon menantu keluarga kang "


ucap iksan sambil tersenyum kepada istri srigala


" bukan kah begitu hyung dee hyun "


ucap iksan tersenyum dan dee hyun hanya bisa tersenyum pula karena memang mereka ingin bertemu dengan putri keluarga adareld


" mereka masih sangat kecil jangan membebankan mereka "


ucap zahra tersenyum bersama sairen dan riri.


" bila jodoh tidak kemana nuna "


ucap iksan dan langsung menyambung ke jung woon


" bukan kah begitu hyung jung woon ?"


ucap iksan bertanya kepada jung woon yang belum memiliki pasangan


" kenapa aku di bawa - bawa ?"


ucap jung woon dengan santai


" karena kamu sama seperti ku "


ucap iksan


" dasar bocah tengil "


ucap jung woon dengan santai dan semua nya tersenyum yang dikatakan iksan sangat betul .


setiba nya di tempat cia dirawat hae joon langsung meminta izin kepada orion untuk memeriksa keadaan cia yang tamak pucat terbaring di atas ranjang.


" kak .. apa aku boleh memeriksa keadaan istri mu ?"


ucap hae joon mengambil inisiatif karena jiwa kedokteran nya beraksi setiap melihat orang tidak berdaya


" tentu tidak masalah "


ucap orion dengan wajah batar tidak bisa tersenyum lagi setelah melihat istri nya tidak berdaya


" sudah berapa lama ini terjadi ?"


ucap hae joon


" kurang lebih 5 atau satu minggu "


ucap orion


" apa bisa kamu menolong istri ku hae joon ?"


ucap orion kembali


" akan ku coba "


ucap hae joon dan tidak berapa lama kemudian hae joon berhasil mengetahui penyakit apa yang di derita cia


" kak istri mu terkena racun mematikan, organ dalam tubuh nya sudah mulai rusak terlebih lagi hati nya, dia tidak dapat bertahan lama dia harus segera di oprasi "


ucap hae joon memponis keadaan cia dengan wajah sangat serius.


" berapa lama cia dapat bertahan dengan keadaan nya sekarang, sampai kita mendapatkan pendonor ?"


ucap dee hyun mendahului orion bertanya


" dia hanya bisa bertahan selama 7 hari kedepan, atau nyawa nya menjadi tahuran "

__ADS_1


ucap hae joon dan orion hanya bisa terdiam dia tidak bisa berkata apa - apa lagi dia sudah mulai teringgat akan hal beberapa tahun lalu.


" orion .. tenang saja kami akan membantu mu "


ucap kim jung woon


" ya... tenang saja "


ucap kang in jung


" terimakasih banyak aku tidak bisa berkata apa pun kepada kalian "


Ucap orion


" tenang lah, kita persiap kan semua nya "


ucap kang dee hyun


" hae joon laporkan berita ini kesetiap rumah sakit bahkan pasar gelap "


ucap dee hyun kepada menantu nya


" siap... "


ucap hae joon


di sisi lain kediaman keluarga adareld para srigala cantik sedang duduk bersama di paviliun bercerita bersama tuan dan nyonya besar adareld yang sedang menemani cucu mereka bermain .


" selamat sore tuan nyonya besar adareld "


ucap zahra kepada clara dan adareld


" sore nyonya kang "


ucap tuan adareld


" silahkan duduk nyonya kang "


ucap tuan adareld dan sang istri tersenyum bahagia menyambut kedatangan para istri clan srigala


" maaf merepotkan , kami kesini di waktu yang tidak tepat "


ucap sairen kembali


" tidak apa - apa kami sangat senang kedatangan tamu dan bisa bertukar cerita "


ucap clara kepada sairen dan zahra


" apa ini istri dokter muda kita ?"


ucap tuan adareld bertanya tentang wanita cantik yang datang bersama zahra dan sairen


" iya perkenalkan ini putri ku riri, sekaligus istri dari song hae joon "


ucap zahra memperkenal kan riri kepada tuan dan nyonya adareld tidak lupa sambil tersenyum bahagia


" wah cantik sekali pantas saja hae joon melabuhkan hati nya kepada mu "


ucap clara tersenyum cantik, lalu melihat dan bertanya kepada tuan adareld


" iya kan sayang "


ucap clara


" ya kamu tepat sekali sayang "


ucap tuan adareld


" kami berharap iksan bisa secepat mungkin melabuhkan hati nya kepada wanita yang benar - benar dia cintai "


ucap clara kembali


" amin kami doa kan "


ucap sairen dan zahra secara bersamaan


" iya, amin "

__ADS_1


ucap tuan dan nyonya adarel


__ADS_2