
Beberapa jam berlalu saat ini orion,cia dan hanaya baru saja tiba di pulau pribadi milik keluarga adareld tempat indah yang tersimpan jauh di ujung pulau indonesia, orion membawa keluarga kecil nya menuju pulau itu untuk berlibur selama beberapa hari untuk menebus waktu yang sudah terlewat begitu saja karena kesibukan orion.
terdengar begitu jelas suara baling - baling halikopter yang akan segera mendara di pulau pribadi milik keluarga adareld semua perkerja sudah siap di depan villa megah menyambut sang majikan berserta keluarga nya.
" selamat sore tuan, nyonya dan nona muda "
ucap pria berkulit khas pulau itu yang tidak lain kepala pelayan villa keluarga adareld .
" sore... "
ucap cia dengan ramah dan orion dia hanya diam seperti biasa dingin bagaikan batu es sambil mengendong putri cantik nya yang masih tertidur.
" silahkan nyonya, tuan saya antar langsung kekamar tuan dan nyonya "
ucap kepala pelayan menuju kamar pribadi untuk orion dan cia namun langkah mereka terhenti di depan kamar untuk hanaya yang sudah di siap kan.
" masuk lah terlebih dahulu kekamar aku akan mengantar hanaya kekamar nya terlebih dahulu "
ucap orion kepada cia yang langsung di angukan oleh cia
sesampai nya di dalam kamar hanaya orion langsung meletakan putri nya di atas tempat tidur dan segera menyusul cia yang sudah terlebih dahulu masuk kedalam kamar pribadi mereka berdua, saat orion ingin melangkah keluar kamar hanaya tiba - tiba saja smartphone nya berdering.
" hallo ? "
ucap orion dengan santai menjawab pangilan itu
" sudah ku katakan kita tidak memiliki hubungan apa pun."
ucap orion dengan tegas dan langsung mematikan smartphone nya dan langsung berlalu mencari cia.
di tempat berbeda ada seorang wanita cantik yang sedang emosi dan mengupat atas ketidak puasan nya kepada seseorang yang tidak lain itu adalah orion, wanita ini adalah alibi orion yang tidak terima dengan semua keputusan orion yang tiba - tiba saja meninggalkan nya saat dia sangat mencintai orion.
dia bernama jenifer putri salah satu anak mafia ternama yang tidak lain rekan bisnis orion dalam hal telarang, dia menjalin hubungan dengan orion sudah enam bulan terakhir, orion sengaja menjebak jenifer jatuh hati kepada nya untuk mencari tahu kebusukan klan ayah jenifer yang terkenal curang dalam berbisnis sekaligus menumpas habis klan tersebut yang akan menjadi ancaman terbesar untuk nya.
di pikiran orion dan klan adareld selalu mencari keuntungan dan sangat pandai memutar fakta, pihak lawan lah yang bersalah dan dia bersih tanpa noda sangat tidak segan - segan melakukan perang besar - besaran demi memiliki keinginan mereka.
" orion... tunggu saja aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia "
ucap jenifer dengan kesal karena sudah selama dua minggu terakhir orion mengabaikan nya padahal dia baru berencana akan mengatakan hubungan mereka kepada ayah nya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Saat ini orion dan cia sedang merayakan pesta ulang tahun hanaya yang sederhana namun tetap berkesan bagai mana tidak ulang tahun putri cantik itu di adakan di pinghir pantai dengan hiasan lampu dan kue yang cukup besar.
malam itu hanaya tidak berhenti tersenyum dan tertawa dia medapatkan semua yang dia ingin kan dari sang ayah, di sela - sela tertawa bahagia hanaya kembali bertanya kepada orion membuat orion sedikit lama menjawab pertanyaan putri cantik nya itu.
" papa terimakasih semua kado nya "
ucap hanaya dengan wajah mengemaskan nya
__ADS_1
" tentu apa pun itu untuk kebahagian mu sayang "
ucap orion kepada hanaya
" papa ... apa besok papa akan kembali berkerja ?"
ucap hanaya
" besok... seperti nya tidak, kita masih akan berlibur sampai akhir dua pekan kedepan"
ucap orion kepada hanaya membuat hanaya kembali tersenyum bahagia dia dapat bermain bersama ayah dan ibu nya.
" apa iya ?"
ucap hanya kembali bertanya memastikan ucapan sang ayah.
" iya tentu saja "
ucap orion
" mama... mama dengar ucapan papa ? papa tidak akan berkerja sampai akhir pekan "
ucap hanaya kepada cia memberi tahu bahwa papa nya tidak akan kembali berkerja
" tentu mama juga mendengar ucapan papa mu "
ucap cia kepada hanaya .
ucap hanaya dengan begitu polos membuat cia dan orion saling menatap satu sama lain.
cia yang mendengar ucapan hanaya hanya terdiam dan merasakan dada nya bertedak begitu cepat terlebih lagi saat dia melihat wajah tampan orion yang sedang tersenyum kepada nya.
" kenapa dia tersenyum kepada ku ? apa dia berencana ??? "
ucap cia di dalam hati dan mencoba menenangkan jantung nya.
" sayang apa kamu sangat menginginkan adik ?"
ucap orion kepada hanaya yang saat itu sedang menanti jawaban nya
" iya karena bermain sendiri itu membosankan "
ucap hanaya kepada orion
" kan ada mama, bibi latri dan pak budi yang menemani hanaya bermain "
ucap orion kembali
" mereka semua sudah dewasa, dan memiliki perkerjaan , aya mau punya adik dan di panggil kakak oleh adik aya "
__ADS_1
ucap hanaya membuat cia terdiam dan orion semakin tersenyum lebar kearah hanaya dan cia yang sedang tertunduk malu
" baiklah papa dan mama akan memberikan mu adik tapi tidak sekarang karena papa masih sangat sibuk "
ucap orion kepada hanaya membuat putri cantik itu cemberut karena tidak puas dengan ucapan ayah nya.
" sibuk ? "
ucap hanaya kembali mengulangi ucapan papa nya dan orion menghampiri hanaya yang sedang duduk di sebelah cia dia langsung berlutut dan berkata
" iya .. karena kasihan nanti mama mu, bila tidak ada papa dia akan kesusahan merawat putri cantik ku dan adik mu "
ucap orion kepada hanaya dan memeluk hanaya kedalam pelukan nya
"kalau sepeti itu papa harus libur berkerja dan
menemani mama dan aya di rumah "
ucap hanaya kembali
" tidak bisa sekarang sayang masih ada yang harus papa selesaikan "
ucap orion kembali membuat putri nya cemberut
" tapi dalam waktu dekat ayah akan mengujutkan keinginan mu "
ucap orion membuat hanaya tersenyum bahagia
sedangkan cia dia hanya terdiam memasang wajah serba salah, dia perfikir orion akan memberi cia adik dari wanita lain bukan diri nya.
" iya kan ma... hanaya akan memiliki adik bila papa sudah tidak sibuk lagi dan hanya berkerja di jakarta "
ucap orion kembali bertanya kepada cia yang sedang terdiam dan berfikir yang panjang
" ma... kenapa diam ?"
ucap orion kepada cia dan hanya di balas senyuman oleh cia dia tidak tahu harus berkata apa .
" ma...cepat jawab "
ucap hanaya mendesak cia untuk menjawab pertanyaan ayah nya
" iya bila papa sudah tidak sibuk lagi "
ucap cia terpaksa menjawab pertanyaan orion.
" kapan itu ma ?"
ucap hanaya bertanya dengan semangat
__ADS_1
" mama tidak tahu kapan itu sayang, tapi yang terpenting kamu harus mulai belajar menjadi kakak yang baik "
ucap cia menjawab pertanyaan hanaya, dan orion hanaya tersenyum bahagia.