Lentera Volleta

Lentera Volleta
eps 40


__ADS_3

voll 40


setibanya di hotel cia langsung beristirahat membawa putri kesayangan nya menuju kamar nya karena hanaya sudah tertidur sejak dalam perjalanan menuju hotel, sedangkan pengasuh hanaya berada di kamar yang berbeda.


saat ini cia sedang berfikir bagaimana cara dia memberi tahu kepada orion, dia akan pergi menemui ayah nya yang berada di luar kota.


cia sangat ingin menjumpai ayah kandung nya yang belum pernah dia temui sejak dia lahir.


cia terus berfikir mencari cara namun dia tidak menemukan cara nya dan membuat dia fustrasi sendiri dan untuk menghilangkan frustasi nya cia menghidupkan saluran tv mencari hiduran namun saat pertama yang dia lihat di saluran tv adalah berita gosip tentang suami nya yang sedang di gosipkan bersama wanita lain namun kali ini bukan wanita berasal dari indonesia melainkan dari korea yang terkenal sebagai aktris dan model cantik .


di saluran tv itu sangat jelas orion sedang berjalan bersama seorang wanita cantik, membuat cia sedikit kecewa namun dia bisa apa dia tidak bisa protes karena dia hanya istri simpanan namun statusnya sah di mata hukum dan agama bahkan nama nya tercantum jelas di buku nikah alicia andita bukan volleta untoro.


" ya allah sampai kapan aku seperti ini ? memiliki suami hanya tertulis di atas kertas ?"


ucap cia di dalam hati dan tidak terasa air mata nya jatuh membasahi pipi mulus nya .


" kenapa aku harus mengeluh, ini pilihan ku demi mengetahui siapa ayah dan ibu kandung ku "


ucap cia mencoba menegarkan hati nya dan berlalu pergi masuk kekamar mandi meninggalkan siaran tv yang sedang mengosipkan suami nya.


" hanaya sayang tidur yang nyenyak ya, mama mau berendam sebentar "


ucap cia kepada putri cantik nya yang sedang tertidur lelap


cia pun pergi kemamar mandi dan merendam tubuh nya di bathtub mencoba menghilangkan penat yang ada di hati nya dan mencoba tenang menghadapi orion saat dia meminta izin menjumpai ayah nya yang berada di luar kota.


ternyata niat hati untuk berendam sebentar menjadi lama karena dia tertidur didalam bathtub


karena mendapat ketenangan dari lilin terapi yang sengaja di hidupkan oleh cia.


tidak terasa satu jam berlalu cia sudah tertidur di dalam bathtub dan terjaga karena mendengar tangisan dari hanaya membuat dia cepat - cepat keluar dengan menggunakan handuk putih yang dia lilit di tubuh indah nya .


" hisk...hisk...hisk... mama...."


tanggisan hanaya bergema di telingga cia membuat dia segera bangkit.


" iya sayang tunggu sebentar sayang mama kesana " ucap cia langsung menuju hanaya dan ternyata disana sudah berada orion yang sedang mengendong hanaya di dalam dekapan nya .


" kamu disini mas ?"


ucap cia dengan wajah yang sangat kaget melihat orion sudah berada di dalam kamar hotel nya .


" hem... "


guman orion sambil menepuk lembut punggung hanaya yang sedang menangis dan cia dia salah tingkah karena berpenampilan sedikit terbuka di depan suami nya sedangkan orion dia hanya menatap cia dengan tatapan datar nya .


" mas titip sebentar hanaya aku mau membilas tubuh ku "


ucap cia berlalu pergi tanpa mendengar ucapan orion, dia benar - benar malu berpenampilan seperti saat ini .


" sejak kapan dia berada di sini ?, kenapa tidak memberi tahu dia akan menyusul ku dan hanaya ?"

__ADS_1


ucap cia di dalam kamar mandi merutuki orion yang masuk kedalam kamar nya tanpa permisi.


" cia... cepat semua makanan sudah siap "


ucap orion kepada cia yang saat itu baru saja mengunakan pakaian nya dan lagi - lagi pria dingin itu selalu masuk tanpa permisi dengan wajah datar dan dinggin nya .


" iya sebentar lagi "


ucap cia dan orion berlalu pergi.


setelah siap cia langsung menuju putri dan suami nya yang saat itu sedang duduk di balkon hotel menanti cia dengan meja yang sudah di hiasi begitu romantis seperti di drama- drama di tv, cia yang melihat hanya tersenyum karena memang seperti ini lah suami nya bila saat mereka bertiga dan bila sudah berdua dia seperi patung es dingin


makan malam itu begitu romantis di temani tawa bahagia hanaya dan sekali - kali orion tersenyum manis di hadapan cia, cia benar - benar bahagia melihat senyuman di wajah tampan suami nya itu namun sayang itu hanya sebatas sandiwara di depan putri nya.


" sudah kemana saja kalian berdua selama di bali ?"


ucap orion bertanya kepada cia yang saat itu sedang menyuapi hanaya


" kami menghabiskan waktu berkunjung kepantai dan hari ini kami bermain di wahana permaian untuk hanaya "


ucap cia menjelaskan kemana saja dia pergi menjelajahi pantai bersama hanaya.


" apa ada sesuatu yang terjadi ?"


ucap orion berkata kepada cia seperti ingin mengetahui sesuatu.


" seperti nya tidak ada, kami hanya bersenang - senang menjelajahi bali, iyakan hanaya ?"


" apa hanaya bahagia ?"


ucap orion bertanya kepada putri cantik nya dan langsung dianggukan oleh hanaya yang saat itu sedang mengunyah makanan nya


" apa dia rewel ?"


ucap orion bertanya kepada cia tidak seperti biasa nya


" tidak dia anteng dan sangat menikmati pantai, lihat lah dia sedikit kecoklatan "


ucap cia sambil tersenyum cantik kearah hanaya dan orion hanya diam menikmati senyuman cia yang begitu menawan hati nya.


" kapan kalian berdua akan kembali ke surabaya ?"


ucap orion bertanya lagi


" mungkin dua hari lagi, kenapa apa kamu terganggu aku dan hanaya berada disini ?"


ucap cia menjawab pertanyaan orion sekaligus bertanya .


" tidak..., kenapa kamu bertanya seperti itu ?"


ucap orion kembali bertanya kepada cia

__ADS_1


" tidak apa - apa, aku hanya melihat gadis itu sedang berada di indonesia dan tepat nya di bali "


ucap cia dengan santai sambil membersihkan sisa makanan di pipi hanaya


" kamu melihat nya ?"


ucap orion kembali


" hem... berita itu sedang hanggat di bicarakan saat ini "


ucap cia


" dia hanya teman lama ku, "


ucap orion dengan santai menjelaskan bahwa wanita itu hanya teman nya


" aku tidak ingin mengetahui siapa dia "


ucap cia sambil membawa hanaya pergi namun sebelum cia berdiri dia kembali berkata.


" ini sudah aturan nya bukan, tidak ada yang boleh ikut campur dalam masalah pribadi di antara kita "


ucap cia dan dia benar - benar pergi menigalkan orion menuju kamar bersama hanaya .


sampai di dalam kamar cia benar - benar merutuki sikap nya kepada orion tadi, entah dari mana dia memiliki keberanian berkata demikian kepada orion, mengulai ucapan orion saat mereka resmi memikah dua tahun lalu .


" ya allah kenapa aku berani berkata demikian, apa dia akan marah kepada ku ?"


ucap cia di dalam hati sambil menganti pakaian hanaya .


dan di lain sisi orion sedang meneri panggilan dari seseorang yang sudah lama menunggu nya di restoran bintang lima .


" kamu dimana ? aku sudah menanti mu sejak tadi !"


ucap seseorang dari sebrang sana


" hem... sebentar lagi aku akan kesana "


ucap orion langsung mematikan panggilan itu, dan menyusul cia dan hanaya di dalam kamar.


" voll saya akan menemui seseorang "


ucal orion memberi tahu kepada cia dan hanya di jawab singkat oleh cia


" iya... "


ucap cia dia sama sekali tidak melihat kearah orion yang mana saat itu sedang berdiri memandanginya dan hanaya yang sedang berbari di atas tempat tidur membacakan hanaya buku dongeng.


" pergilah itu keinginn mu, aku tidak bisa melarang "


ucap ciq di dalam hati melepas kepergian suami nya, sebenar nya berat untuk cia mengatakan iya karena jujur hati nya merasa sakit melihat suami ny bersama orang lain.

__ADS_1


__ADS_2