
saat ini cia sedang duduk dibalkon kamar hotel memandang jauh kearah pantai yang saat ini sedang bersenandung di bawah langit berbintang dan rembulan bersinar terang, namun sayang indah lagu dari ombak itu hanya di nikmati kesunyian dan cia seorang karena sebentar lagi tepat jam tegah malam.
saat ini cia masih terus berfikir tentang perkataan pria yang tadi sore dia temui, pria itu berkata dia pernah dekat dengan voll dan memiliki hubunggan dengan voll bahkan mengenal betul tentang keluarga voll dan memberi tahu bahwa ayah nya saat ini sedang sakit di kota asal voll.
" bagai mana ini memberi tahu kepada orion aku akan pergi berkunjung ke rumah ayah ku, sedangkan dia sedang berada di indonesia "
ucap cia di dalam hati.
cia benar - benar kebinggugan mencari cara agar orion mengizinkan nya pergi keluar dari kediaman mewah tempat dia tinggal dan menyandang gelar nyonya adareld.
terlebih lagi cia saat ini sangat tidak ingin berdebat dengan orion yang sedang hangat di gosip kan bersama artis asal korea yang sedang berlibur di indonesia.
bisa - bisa orion berfikir cia tidak menginggat perjanjian mereka berdua sesaaat setelah menikah, yang tidak boleh mencampuri urusan pribadi mereka berdua, cia yang saat ini kesal sendiri memutuskan untuk pergi tidur.
pagi - pagi sekali cia sudah banggun karena dia terbiasa menunaikan tugas nya sebagai seorang muslim, saat cia belum begitu sadar dia merasa tubuh nya begitu berat seperti ada beban yang menumpuk di atas perut dan paha nya.
" apa ini kenapa tubuh ku begitu berat ?"
ucap cia di dalam hati dan mencoba membuka mata nya yang masih terasa begitu berata.
perlahan cia membuka mata nya dan melihat kearah kiri yang terlihat jelas hanaya berada di sebelah nya sedang memeluk nya dan dia hanya tersenyum memandangi wajah hanaya yang sangat mengemaskan
namun saat dia melihat kearah kanan dia langsung kaget karena melihat wajah tampan sang suami yang sedang tertidur dan memeluk tubuh kecil nya membuat wajah cia langsung memerah .
" orion ... kamu disini ? "
ucap cia dengan reflek memangil suami nya dengan sebutan nama saja, untung dia berkata pelan membuat pria yang sedang tertidur itu tidak terjaga, perlahan cia memindahkan tangan dan kaki orion yang memeluk nya bagaikan guling.
" kenapa kamu seperti ini ?, datang tak di harapkan dan pergi sesuka hati mu ?
ucap cia sambil menatap wajah sang suami dan berlalu pergi.
pagi ini cia sudah siap dengan semua rutinitas nya dan saat orion selesai mandi dia sudah selesai mehidangan yang telah dia siapkan di atas meja makan yang tentu nya itu bukan masakan cia karena saat ini mereka berada di hotel bukan di kediaman meraka.
" pagi semua "
__ADS_1
ucap orion sambil tersenyum tampan kearah cia dan hanaya yang saat itu sedang menanti nya di ruang makan
" pagi papa ...! "
ucap cia dan hanaya sambil tersenyum melihat pria tampan itu dan keluarga kecil itu mulai sarapan bersama
" hari ini aku akan kembali kekorea, menyelesaikan perkerjaan ku di sana apa kalian berdua ingin ikut ?"
ucap orion bertanya kepada cia dan hanaya yang sedang menyantap makanan mereka
" bersama wanita mu ?"
ucap cia di dalam hati dia ingin sekali bertanya seperti itu namun itu hanya ada di dalam hati saja
" tapi kali ini hanya selama dua hari saja dan aku akan menyusul mama dan papa di swiss "
ucap orion kembali
" kami berdua memutuskan tinggal saja, toh di korea hanya dua hari dan belum tentu kamu menemani kami disana, lagian juga di sana lagi musim dingin aku tidak yakin putri ku bisa menyusuaikan cuaca di sana "
ucap cia dengan santai menolak padahal dia ingin sekali pergi kekorea namun dia lebih memilih untuk menyelidiki tentang perkataan pria kemarin.
ucap orion dengan santai sambil menyantap makanan nya .
" berapa lama perjalanan mu kali ini mas ?"
ucap cia bertanya kembali kepada orion
" mungkin kali ini akan cukup lama, karena aku harus menyelesaikan sesuatu di swiss "
ucap orion
" baiklah kami akan menanti "
ucap cia sambil tersenyum
__ADS_1
setelah sarapan orion selalu menyempatkan waktu nya bermain bersama hanaya yang menjadi hal wajib untuk orion, sedangkan cia dia menyiapkan secangkir kopi atau membereskan meja makan setelah mereka makan bersama itu menjadi hal wajib untuk cia walau di kediaman nya banyak asisten namun cia selalu megerjakan hal yang dapat dia kerjakan.
" kapan kalian berdua pulang ?"
ucap orion kepada cia yang baru saja meletakan secangkir kopi di hadapan orion dan hanaya
" nanti sore kenapa mas ?"
ucap cia dengan lembut
" maaf kali ini aku tidak bisa mengantar karena aku akan berangkat ke korea sebentar lagi "
ucap orion kepada cia bahwa dia tidak bisa mengantar kepulangan cia dan hanaya.
" tidak masalah mas, tenang saja semua nya akan aman "
ucap cia dengan santai
" voll ingat jangan pernah pergi kemana pun tanpa mereka "
ucap orion kembali mengingatkan kepada cia tidak boleh keluar rumah tanpa pengawasan body gard.
" aku paham "
ucap cia dan tidak lama kemudian pangilan terdengar dari smartphone orion disana terlutis jelas nama seketaris nya
" aku akan segera pergi "
ucap orion dia pun langsung berdiri dan tidak lupa mencium hanaya dan pucuk kepala cia bila dia akan pergi dan itu menjadi kebiasaan orion di hadapan hanaya bila dia akan pergi selalu mencium hanaya dan cia.
" hanaya jadi anak pintar dan jaga mama mu "
ucao orion sebelum berlalu pergi. sedangkan cia masih terdian menetralkan hatinya yang berdebar dan wajah nya yang hangat setiap menerima ciuman dari orion
setelah kepergian orion cia langsung bersiap - siap menyiapkan semua pakaian nya dan hanaya setelah semua nya selesai cia menyenpatkan waktu membeli oleh - oleh untuk para asisten nya dan ternyata dia kembali bertemu dengan pria kemarin.
__ADS_1
" voll kamu disini ?"
ucap pria itu membuat cia kaget karena selama berlibur di bali ada orang yang mengenal nya dan ini kedua kali nya dia mendengar seorang pria yang memangil nama nya dan dengan wajah kaget cia melihat kepria yang memangil nya dengan pangilan voll.