
2
baru saja kepergian orion cia mendapat pangilan dari sang ayah yang bertanya tentang kesehatan putri nya yang selama dua minggu tidak memberi nya kabar, yang dia tahu putri cantik nya itu sedang sakit dan sempat di rawat di rumah sakit, namun saat tuan untoro ingin menjenguk cia sudah keluar dari rumah sakit dan saat ingin menjenguk kekediman cia, dia tidak mendapat respon dari cia.
tuan untoro sudah mengetahui bahwa putri nya sudah menikah dan memiliki seorang putri cantik, namun dia tidak ingin mengetahui lebih lanjut karena cia sempet berkata dia masih belum siap memperkenalkan suami nya dan selalu banyak alasan cia menghindari jamuan tuan untoro untuk bertemu dengan sang menantu yang telah memberi nya cucu cantik
tuan untoro tidak ingin memaksa kehendak nya terhadap cia dia takut dia kan kembali kehilanagan putri nya karena dia pernah kehilangan satu putri nya yang saat itu di bawa lari penculik saat masih berusia dua hari di rumah sakit saat bunda cia baru saja melahirkan, itu tepat terjadi di surabaya saat ayah dan bunda cia/voll menetap di surabaya merintis bisnis nya sebelum pindah ke sumatra .
cia sangat pelit memberi tahu identitas sang suami namun dia tidak segan memperkenalkan putri nya dia pernah membawa hanaya bertemu dengan tuan untoro namun saat itu hanya tuan untoro saja yang bisa mengetahui seperti apa rupa putri cia/ voll.
dan tuan untoro juga sangat sering melalukan vc kepada cucu cantik nya bila saat cia berada di rumah tidak melakukan aktifitas apapun di kantor , tuan untoro menghargai keputusan sang anak asalkan anak nya bahagia dengan pilihan nya sendiri.
" halo ayah ... "
ucal voll dengan suara bersemangat menunjukan dia sudah baik - baik saja
" bagai mana keadaan mu sayang ? kapan kamu akan kembali berkerja ?"
ucap tuan untoro
" mungkin besok, hari ini masih harus beristirahat , bagai mana keadaan ayah ?"
ucap cia bertanya keadaan tuan untoro
" keadaan ayah baik- baik saja, bagimana keadan cucu ayah ?"
ucap tuan untoro yang masih belum mengetahui cia hamil
" keadaan nya sangat sehat dia saat ini sedang bermain di taman "
ucap cia memngatakan keadaan hanaya
" ayah sangat merindukan nya, kapan ayah bisa bertemu dengan cucu ayah ?"
ucap tuan untoro
'' mungkin akhir minggu ini "
ucal cia karena akhir minggu ini adalah jadwal dia mengajak hanaya berlibur
" baiklah ayah sudah tidak sabar ingin bertemu dengan cucu ayah "
ucap tuan untoro
" iya ayah... maaf telah membuat ayah terpisah dari cucu ayah "
ucap cia meminta maaf kepada sang ayah yang tidak memiliki waktu leluasa untuk bertemu anak nya
" tidak apa- apa, karena ini sudah menjadi keputusan suami mu "
__ADS_1
ucap tuan untoro
" iya ayah, dia tidak ingin anak nya terexpos "
ucap cia
" pasti ada alasan kusus sayang, jangan bersedih "
ucap tuan untoro menghibur anak nya
" iya aku yakin itu "
ucap cia
waktu berlalu begitu cepat hari ini cia sudah siap berangkat kerja bersama pengawal yang di tugaskan sebagai pengawal pribadi nya dari sang suami.
namun kali ini cia sedikit kesal melihat penampilan pengawal nya, yang sangat mencolok mengunakn pakaian serba hitam sangat lumberah untuk seorang pengawal.
" pagi nyonya "
ucap pengawal wanita yang ditugaskan oleh orion untuk mengawal cia
" pagi ... siapa nama mu ?"
ucap cia bertanya kepada pengawal nya
" naman saya tere nyonya "
" tere ku rasa postur tubuh kita sama, ayo ikut bersama ku "
ucap cia mengajak tere mengikuti nya
tere pun mengikuti perkataan cia dan berakhir di lantai dua tempat kamar cia berada.
" tunggu di sana "
ucap cia meminta tere menanti di ruang keluarga yang biasa di gunakan untuk cia dan hanaya menghabiskan waktu senggang mereka, tidak lama kemudia cia keluar dengan beberapa pilihan pakaian untuk tere.
" gunakan salah satu ini, karena mulai saat ini kamu akan menjadi seketaris kedua saya, kamu akan mengituti semua aktifitas saya sebagai seketaris bukan body gard "
ucap cia dengan tesas
" tapi nyonya saya tidak memiliki keterampilan apa pun sebagai seketaris "
ucap tere " saya hanya mengetahui bela diri saja "
ucap nya kembali
" saya tidak akan memberi beban berat kepada mu, yang terpenting kamu tetap ikut aturan dari suami ku saja, berdiri dimana pun saya berada "
__ADS_1
ucap cia kembali
" baik nyonya saya mengerti "
ucap tere.
" baiklah gadis pintar saat ini cepat ganti pakaian mu, karena saya akan segera kekantor "
ucap cia berlalu pergi meninggalkan tere dengan beberapa pilihan baju yang sudah dia berkan
" nyonya saya harus berganti di... ?"
ucap tere ingin bertanya namun ternyata cia sudah berlalu pergi
" baiklah ikuti aturan majikan "
ucap tere berlalu pergi mencari toilet di lantai dua dan tidak berapa lama dia sudah tiba dengan penampilan berbeda jauh lebih feminim
" saya siap nyonya "
ucap tere kepada cia yang saat itu sedang menyuapi putri cantik nya
" baiklah tunggu sebentar "
ucap cia kepada tere
" sayang... mama pergi berkerja dulu ya, hanaya cantik jangan nakal dan tetap bermain bersama bibi latri "
ucap cia memberi pengertian kepada hanaya
" tentu ma,,,, aya sebentar lagi akan menjadi kakak dan tidak boleh nakal "
ucap hanaya mengerti akan ucapan sang ibu
" putri ku sangat pintar tunggu di rumah ya sayang "
ucap cia dan tidak lupa menciumi wajah cantik putri nya yang begitu mengemaskan
baru saja cia masuk kedalam kantor dia sudah mencium ada hal yang tidak beres sedang terjadi namun dia mencoba tenang dan santai, tiba saat nya dia masuk kedalam ruang kerja nya dan tiba - tiba saja milka datang menghampiri nya bersama beberapa keamanan gedung.
" akhir nya kamu tiba "
ucap milka kepada cia yang saat itu sedang duduk di kursi kebanggan nya
.
.
.
__ADS_1
.
.