
malam semakin larut cia masih bermenung memikirkan sang suami yang belum kunjung kembali membuat hati nya semakin bertanya - tanya tentang keadaan orion yang tidak seperti biasa nya.
cia yang masih merasa bimbang pun semakin memberanikan diri menghubungi iksan yang tidak lain adik dari sang suami .
beberapa kali cia mencoba menghubungi iksan namun belum kunjung di angkat, cia pun mengambil inisiatif menghubungi mertua nya yang mana masih berada di luar negeri
tidak butuh waktu lama pangilan cia langsung di jawab oleh clara yang tidak lain ibu mertua nya.
" halo ma... maaf menganggu mama "
ucap cia kepada clara
" tidak apa - apa sayang, ada apa kamu menghubungi mama selarut ini ?"
ucap clara kepada cia yang mana saat itu tepat jam tengah malam waktu di indonesia .
" aku hanya ingin bertanya kepada mama "
ucap cia dengan sedikit ragu
" bertanya tentang apa sayang ?"
ucap clara yang langsung merespon ucapan menantu kesayangan nya .
" ma.. apa mas orion masih berada di swiss ?" ucap cia mengantung sebelum dia bertanya kembali dan clara hanya terdiam
" karena beberapa minggu ini dia sangat sibuk dan menghubungi kami hanya beberapa kali dalam dua pekan, hanaya sudah sangat gelisah dia mengatakan sangat merindukan papa nya "
ucap cia kepada clara memberi tahu bahwa hanaya sudah sangat merindukan orion termasuk dia yang diam - diam juga merasakan hal sama dengan hanaya saat ini.
" orion ... apa dia belum kembali ?"
ucap clara kemabali bertanya kepada cia karena setahu clara orion sudah kembali ke indonesia sejak dua pekan yang lalu .
" belum ma.., apa mungkin ada perkerjaan sangat penting yang harus di selesai kan nya terlebih dahulu ?"
ucap cia kepada clara mencoba membuat ibu mertua nya tidak panik.
" bisa jadi karena selama berada di sini dia sangat sibuk menangani semua permasalahan yang ada di sini dan kemungkian besar di indonesia ada sedikit masalah selama dia berada di sini "
ucap clara mengatakan bahwa putra sulung nya itu sangat sibuk dan mencoba menenangkan hati sang menantu .
" iya ma bisa jadi, siapa tahu beberapa hari kedepan dia akan segera pulang "
ucap cia mencoba menenangkan hati nya yang masih gelisah .
" sayang percaya lah dia akan baik - baik saja dan tidak akan ada masalah "
ucap clara meyakinkan kembali cia
" iya ma.. aku yakin mas orion baik - baik saja "
ucap cia kembali.
" cia percayalah semua yang terjadi diuar tidak sepenuh nya benar, ada kala nya dia melakukan hal itu demi kebaikan "
ucap clara kepada cia
" hem.. aku yakin itu ma "
ucap cia dengan suara lembut.
" baiklah sekarang kamu beristirahat lah malam semakin larut, besok pagi kamu harus melakukan aktifitas mu kembali "
__ADS_1
ucap clara kepada cia
" iya ma... salam buat papa dan salam rindu dari hanaya "
ucap cia kepada clara
" hem.. salam rindu juga buat cucu cantik ku "
ucap clara kepada cia sebelum pangilan benar - benar berakhir.
cia yang sedikit tenang langsung menuju tempat tidur dan mencoba memejamkan mata nya berharap pagi akan segera tiba dan suami nya telah kembali.
Hari demi hari berlalu termasuk bulan dan tahun telah berganti hanaya kini sudah genap berusia tiga tahu, termasuk usia pernikahan cia dan orion yang sebentar lagi berusia tiga tahun, cia melalui pernikahan nya seperti biasa dia selalu merasa tidak pernah diangap sebagai seorang istri atau lebih tepat nya dia mengagap diri nya seperti istri simpanan om- om, pernikahan mereka sah di mata hukum dan negara hanya saja selama menikah mereka tidak pernah melakukan hal wajib bagi pasangan suami istri dalam kurung cia masih perawan tinting belum pernah melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri.
selama enam bulan terakhir cia sudah mempersiapkan rencana nya untuk kembali ke keluarga untoro dan mengambil alih semua yang harus menjadi milik nya, namun dia tidak pernah mengatakan nian nya kepada orion dia hanya mengatakan niat nya kepada ayah dan ibu mertua nya dan ternyata respon kedua mertua nya sangat bagus dan mendukung 100% niat cia.
sudah selama satu bulan terakhir cia dan hanaya menetap di jakarta dan tentu nya sudah mendapat persetujuan dari orion yang tidak mengetahui rencana voll menetap di jakarta, orion hanya mengetahui cia ingin tinggal bersama kedua orang tua nya yang sudah pensiun dari semua perkerjaan dan ingin menikmati masa tua bersama cucu cantik mereka yang tidak lain putri tunggal nya bersama volleta.
orion tidak dapat menolak semua keinginan cia karena cia meminta tinggal di kediaman orng tua nya yang sangat aman dari hal yang tidak di inginkan orion.
pagi ini cia sedang sibuk menandani putri cantik nya yang mana genap berusia 3 tahun dan semakin pintar berbicara, pagi ini sudah menjadi hari yang sangat di tunggu hanaya yang mana dia memiliki waktu full bersama sang ayah dan ibu di hari ulang tahun nya hanaya dapat meminta semua yang dia inginkan.
" mama, oma, opa dimana papa ? "
ucap hanaya dengan wajah yang sangat bersemangat menanyakan keberadaan papa nya
" tunggu sebentar lagi sayang, mungkin papa mu sedang sibuk "
ucap cia kepada putri nya
" mama apa ayah lupa dengan janji nya ?"
ucap hanaya dengan wajah murung.
ucap cia kembali membujuk putri cantik nya agar tidak merasa kecewa, cia sebenar nya khawatir orion tidak datang di hari sepesial untuk putri nya itu karena setiap ulang tahun hanaya orion selalu terlihat bersedih dia mengingat akan masa lalu nya yang gagal menjaga volleta.
tidak lama setelah cia membujuk hanaya terdengar suara langkah kaki yang begitu tegas dari seorang yang sangat rupawan siapa lagi kalau bukan orion yang sudah tiba di kediaman orang tua nya, dia sedikit terlambat karena dia memiliki sedikit kendala di perkerjaan sampingan nya.
" papa....!"
triak kencang dari hanaya saat melihat sang ayah yang datang dengan boneka besar di pelukan nya.
" selamat ulang tahun putri ku "
ucap orion sambil tersemyum bahagia melihat hanaya yang berari kepada nya sedangkan cia dan kedua orang tua orion hanya tersenyum melihat kebahagian orion dan hanaya .
" terimakasih papa "
ucap hanaya dari dalam dekapan orion.
" tentu sayang "
ucap orion kepada hanaya dan menghampiri cia yang sedang tersenyum melihat kearah orion yang berjalan menuju nya dan cupp...
orion langsung mencium pucuk kepala cia dan memeluk tubuh munggil cia.
" terimakasih mama sayang kamu sudah menjadi ibu dari putri cantik ku "
ucap orion begitu lembut kepada cia seakan dia mengatakan cia lah yang melahirkan hanaya.
" ehm... tentu itu tugas ku sebagai ibu "
ucap cia kepada orion sambil tersenyum di hadapan kedua mertua nya.
__ADS_1
cia dan orion selalu bersikap romantis didepan kedua orang tua orion, dan kenyataan nya memang seperti itu orion selalu memperlakukan cia selayak nya seorang istri menjadi suami yang hangat namun berbanding terbalik saat mereka di kamar saling acuh.
" papa, mama ayo cepat kita pergi berlibur aya ingin bermain di pantai sepuas nya bersama mama dan papa "
ucap hanaya yng sudah tidak sabaran ingin berlibur dan bermain kepantai yang mana biasa nya hanya melakukan bersama mama dan bibi latri yang selalu siaga di samping hanaya kemana pun itu.
" bailah kita akan pergi berlubur "
ucap orion kepada hanaya.
" nikmati waktu libur mu bersama anak dan istri jangan sampai rusak dengan semua urusan mu "
ucap tuan adareld kepada orion putra sulung nya.
" tentu papa semua nya sudah di ambil alih oleh iksan "
ucap orion dengan santai.
" baiklah tunggu apa lagi pergi lah berlibur jangan lupa membawa kabar bahagia untuk kami "
ucap clara yang tidak lain ibu orion.
" kabar bahagia apa ?"
ucap orion
" beri kami cucu lagi ramaikan rumah ini dengan tangis dan tawa dari anak- anak kalian berdua "
ucap tuan adareld
" hanaya masih kecil ma...pa... "
ucap orion menolak secara halus
" iya ma... dia masih perlu perhatian "
ucap cia
" ma, pa hanaya mau adik tapi adik nya laki- laki "
ucap hanaya tanpa di duga membuat cia dan orion langsung melihat kearah hanaya
" kalian dengar sendiri hanaya sudah menginginkan adik, apa salah nya memberi nya seorang atau dua orang adik "
ucap tuan adareld mebuat orion yerdiam dan cia tertuntuk malu
" baiklah akan kami pikirkan kembali "
ucap orion dengan santai dan cia hanya terdiam.
" bagai mana mau punya adik di sentuh aja nggak !"
ucap cia didalam hati.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.