
Setelah kepergian Iksan orion lansung menuju ruang kerja nya memeriksa beberapa berkas yang belum selesai dia tanda tanggani.
Dan tentu nya dia juga sedang menanti kabar dari Iksan yang pergi memeriksa barang kiriman dari sang ayah, apa lagi kalau bukan penyelundupan barang yang sangat di anti oleh pihak keamanan dunia.
alasan terbesar dari orion meninggalkan voll dan ibu nya karena dia tidak siap untuk menjawab semua pertanyan dari sang ibu dan inti dari pertanya nya pasti kapan memiliki anak.
orion sangat tahu kalau saat ini voll tidak dapat mengandung karena gadis cantik yang kini menjadi istri nya itu belum bisa mengandung karena sudah menggantisipasi hal itu terjadi
Jam sudah menunjukan tepat jam tengah malam orion baru saja selesai dengan tugas kantor nya tapi dia juga belum menerima kabar dari sang adik yang sudah sangat lama pergi
" Apa ada masah ?"
Guman Orion di dalam hati walau terbilang dingin orion sangat memperdulikan adik satu-satu nya itu, orion yang tidak mendapat kabar dari Iksan pun lansung memutuskan untuk menghubungi nya terlebih dahulu karena tidak mungkin untuk orion membahas perkerjaan di depan voll.
Tut... Tut... Tut..
" Kamu dimana ? Apa ada masalah ?"
Ucap Orion bertanya kepada sang adik
" Lancar tidak ada kendala, semua barang sudah masuk kedalam gudang "
Ucap Iksan dengan santai
" Kenapa kamu lama memberi kabar ? "
Ucap Orion
" Karena aku tidak inggin menggagu malam pertama mu "
Ucap Iksan
" Dasar Kau bocah tengil "
Ucap Orion dengan suara naik satu okta, sedangkan Iksan hanya tertawa bahagia mendengar gerutu sang kakak yang tidak bisa marah terhadap nya.
" Tenang saja semua sudah ku selesai kan, sebagai upah nya beri aku keponakan "
Ucap Iksan kembali mengoda orion
" Diam Kau... Atau aku akan menutup mulut mu "
Ucap Orion
"Baik-baik aku akan menutup mulut ku "
Ucap Iksan masih dengan experesi menahan tawa tang tidak terlihat dengan orion karena saat itu orion menghubungi nya lewat pangilan suara.
Orion yang sudah malas melanjutkan pembicaran nya pun lansung memutuskan pangilan sepihak.
" Dasar bocah tengil "
Ucap Orin dengan wajah datar
Orion yang sudah selesai dengan semua perkerjaan nya pun lansung pergi meninggalkan ruanggan kerja nya,
Kemana ? Pastinya pergi menuju kamar pribadi nya, yang kini sudah menjadi milik nya bersama voll.
Krek.....
Bunyi pintu terbuka... , kamar tampak gelap hanya diterangi dengan cahaya lampu tidur di atas meja nakas
__ADS_1
Orion perlahan berjalan menuju tempat tidur dan saat tiba disana dia dapat melihat wajah voll yang tanpak kelelahan, satu hari penuh sudah beraktifitas.
" Gadis ini seperti tidak punya salah saja "
Ucap Orion sambil duduk di tapi ranjang memandang wajah cantik voll
tanpa sengaja dia melihat baju piama voll tersingkap keatas memperlihat perut mulus nya membuat si junior orion terbanggun entah kenapa hanya melihat sedikit saja tubuh voll hasrat orion lansung datang.
Dia sempat binggung hal itu terjadi saat pertama kali orion memandang foto voll mengunakan pakaian cutup seksi beberapa tahun lalu di salah satu foto di medsos nya,
Padahal selama ini dia selalu di kelilingi wanita cantik yang memakai baju kekurangan bahan selama dia berada di club malam nya tapi dia tidak pernah merasa seperti saat ini, yang begitu mendambakan belaiyan gadis yang ada di hadapan nya.
" sussttt... Tenanglah belum saat nya kamu bertemu dia "
Ucap Orion di dalam hati sambil memandang voll
" Selamat malam "
Ucap Orion sambil menyelimuti tubuh voll dan dia pun ikut tertidur di samping gadis cantik yang kini menjadi istri nya
••••••°••••••
Setelah drama yang semalam berlalu akhirnya pagi pun tiba, tapi bukan dengan cahaya mentari pagi yang terang melain kan rintik hujan mengawali pagi itu.
Voll yang merasa dingin pun sangat engan melakukan apa pun dia sangat betah di atas kasur empuk sambil memeluk guling yang begitu hangat yang di rasa voll membuat mata indah nya engan terjaga untuk memulai akhifitas
Namun voll merasa ada yang jangal, Karena hidung nya merasa geli seperti ada rambut di hidung.
" Kok guling ku ada rambut ya, kalau bulu boneka kok kasar gini ?"
ucap voll dengan suara pelan sambil meraba guling nya saat ini dia merasa guling nya berbeda dan dia mencoba membuka mata indah nya
" Asstafirullah ini kan,,,, "
Ucap voll mengantung dia sangat sadar dia sedang melihat bulu ketiak orion yang saat itu pas di hadapan wajah nya
" Ya.... Ampun jangan bilang aku tidur memeluk nya semalaman sambil mencium ketiak nya "
Ucap voll didalam hati sambil terduduk di samping orion.
"Ah... Apa-apaan ini !"
Ucap voll dengan wajah memerah dia membayangi memeluk orion semalaman karena semalam hujan deras dan petir saling bersautan bahkan saat ini hujan masih setia menenamani pagi.
Voll yang takut akan petir pun memilih memeluk guling seperti kebiasaannya selama ini, dia sangat penakut saat mendengar suara petir.
" Ah... Untung dia tidak terjaga "
Ucap voll sambil berdiri dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Disaat voll masuk kedalam kamar mandi orion lansung terjaga mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya secara kasar dia benar-benar gila di buat kucing cantik nya, yang sejak tadi malam membuat dia menahan rasa geli karena voll memeluk nya sangat kuat bahkan membenamkan wajah cantik nya di bahwa ketiak orion yang di tumbuhi bulu.
" Akhirnya dia pergi juga "
Ucap Orion dengan suara pelan sambil tersenyum
Sedari tadi Orion sudah terjaga saat voll meraba ketiak nya dia mesara kegelian disaat tanggan lentik voll meraba ketiak nya,
tapi sebisa mungkin orion menahan sambil memejamkan mata agar voll tidak terasa cangung karena tadi malam adalah malam pertama untuk mereka tidur dalam satu kamar dengan status suami istri walau mereka tidak melakukan hal wajib untuk mereka berdua
Saat ini voll baru saja selesai dengan semua kegiatan nya di dapur, membuat kan sarapan pagi untuk sang suami berserta ibu dan adik ipar nya yang saat ini sedang berada di kediamnya.
" Bik... Semua nya sudah selesai, saya mau keatas dulu membagun kan ibu dan mas Orion tolong bibi tata di meja makan ya "
Ucap voll dengan suara lembut
" Baik non... Saya akan melakukan nya "
__ADS_1
Ucap salah satu asisten di rumah mewah itu
Voll yang sudah selesai pun lansung muju kamar ibu mertua nya tapi belum sampai di depan pintu ibu mertua voll sudah tampil rapi dan segar.
" Ibu... "
Ucap voll sambil tersenyum cantik
" Hai... Sayang kamu sudah terjaga ?"
Ucap ibu Orion
" Sudah ibu dan ini baru saja mau mangajak ibu untuk sarapan pagi bersama "
Ucap voll
" Terimakasih sayang !, Apa kamu yang membuat sarapan? "
Tanya ibu orion
" Iya semua sudah selesai dan sekarang saya mau membangakan mas Orion "
Ucap voll
" Hem... Baiklah, tapi bila dia kelelahan tidak usah di paksa bangun, ibu sangat tahu dia berusaha keras "
Ucap ibu orion sambil tersenyum dan mengedip kan satu mata nya kearah riri dia berfikir riri dan orion telah melankutkan keinginan nya mengginat tadi malam hujan deras dan cuaca sangat dingin.
" Ehm... Baiklah ibu, voll pamit kekamar dulu "
Ucap voll sambil tersenyum .
Tok... Tok... Tok...
Voll mengetuk pintu kamar nya, dia takut melihat yang tidak seharusnya dia lihat, bila di fikir lagi itu tidak masalah untuk voll karena itu adalah kamar pribadi mereka berdua,
Tapi tetap saja voll memiliki etika, yang sedari dulu dia ketahui, voll yang tidak mendengar ucapan dari dalam pintu memutuskan untuk segera masuk tapi pria dingin itu sudah tidak berada di atas ranjang.
" Kemana dia "
Ucap voll sambil membuka kamar Mandi namun tidak menemukan orion, voll pun pergi kedalam ruang ganti pakaian dan benar orion baru saja mengenakan pakaian kerja yang sudah di siapa kan oleh voll sebelum kebawah.
" Sini ku bantu "
Ucap voll sambil mendekat mengambil dasi yang ada di tangan orion, memasang nya dengan sangat terampil.
Sedangkan orion masih sama seperti mereka pertama bertemu bersikap dingin seperti tidak terjadi apa-apa.
" Sudah... Rapi cepat turun ibu sudah menanti di bawah "
Ucap voll dengan suara lembut namun orion masih diam dan cuek terhadap nya tidak mengeluarkan satu kata pun pergi meninggalkan voll di dalam ruangan itu.
" Dosa apa aku menikah dengan pria sedingin kutup utara "
Ucap voll merutuk di dalam ruangan ganti.
Voll pun bergegas menganti pakaian nya dengan pakaian kerja yang biasa dia gunakan, Karena saat ini dia masih menjadi salah satu pegawai bank.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.