Lentera Volleta

Lentera Volleta
eps 69


__ADS_3

Di sisi lain kediaman keluarga adareld ada pria yang baru saja keluar dari ruang rapat pria itu tanpak santai dan terbilang sangat serius bila berada di jam kerja dia pria yang dewasa nan tampan siapa lagi kalau bukan orion, dia baru saja selesai rapan dengan beberapa rekan bisnis membahas proyek besar.


Wajah nya tampak sangat serius sampai di saat seketaris nya berkata


" tuan nona hanaya menjadi salah satu siswi yang mendapat nilai terbaik di indonesia "


Ucap seketaris orion membuat wajah datar itu berubah seketika saat mendengar berita bahagia tentang putri nya sangat terlihat jelas senyuman yang selama ini tidak terlihat lagi.


" cari tahu apa yang di ingin kan hanaya, dan segera kirim ke rumah "


Ucap orion dengan santai


" dan satu lagi atur ulang semua jadwal ku, aku ingin segera kembali merayakan kabar bahagia ini "


Ucap orion sambil berjalan menuju ruang kerja nya


" baik tuan saya akan melakukan nya "


Ucap seketrais orion yang tidak lain riko salah satu orang kepercayaan ayah nya.


Riko menjabat sebagai seketaris dan tangan kanan orion semenjak tuan besar adareld meninggal beberapa tahun lalu, dan tentu nya tanggung jawab orion semakin besar menjadi tetua menjaga klan dan perusahaan nya tetap aman serta menjaga keluarga nya dari semua musuh walau tidak jarang iksan pun juga mengambil alih tugas orion dalam dunia hitam dan perusahaan orang tua mereka berdua.


Tidak terasa dua hari berlalu akhir nya orion memiliki waktu luang untuk keluarga nya yang sudah cukup lama tidak kumpul bersama walau sekedar untuk makan malam bersama .


Tepat jam 16.30 orion tiba di kediaman keluarga kecil nya yang selama ini dia sembunyikan, di sana orion segera di sambut oleh semua asisten rumah tangga dan pengawal yang sedang berkerja.


Selamat datang tuan


Ucap semua perkerja menyambut kedatangan orion termasuk pak budi kepala pelayan di kediaman orion yang sudah lama melayani keluarga orion termasuk yang mengetahui tentang keadaan rumah tangga cia dan orion


" Ya."


Ucap orion dengan sangat singkat kepada para perkerja


" Nyonya berada di taman tuan"


Ucap pak budi tanpa buang waktu memberitahu keberadaan cia yang selalu menghabiskan waktu nya di kebun bungga yang berada di kediaman adareld.


" Apa perlu saya memberi tahu nyonya ?"


Ucap pak budi bertanya kepada orion


"Tidak perlu pak, biar saya yang kesana memberi cia kejutan karena saya pulang tanpa memberi tahu nya terlebih dahulu"


Ucap orion dengan sangat sopan kepada pak budi karena dia sudah menganggap pak budi sebagai orang tua nya sendiri terlebih lagi dia sangat percaya kepada pak budi yang selalu dapat di andalkan menjaga harta karun orion yang paling berharga


" baiklah tuan saya akan menyiapkan makan malam "


Ucap pak budi kepada orion seiri mengundurkan diri


Orion yang sudah merindukan sang istri langsung segera menemui cia, orion tampak mengendap- ngendap dia bermaksut ingin memberi kejutan kepada cia namun orion kalah cepat cia langsung mengetahui keberadaan nya padahal orion susah payah mengendap- ngendap untuk menutup mata cia


" Sayang... Kamu kembali lebih cepat dari biasa nya "


Ucap cia dengan suara sangat lembut kepada orion


" sayang kamu tahu ini saya "


Ucap orion yang masih menutup mata cia


" tentu aku hafal semua gerak - gerik mu sayang, aku istri mu "


Ucap cia sambil memegang kedua tangan orion dan langsung memutar tubuh mungil nya kehadapan orion tidak lupa senyuman manis terukir di wajah cia


" semakin hari semakin pintar saja kamu sayang "

__ADS_1


Ucap orion sambil tersenyum dan tanpa aba-aba mencium bibir merah istri nya yang selalu dia rindukan terlebih lagi oruon sangat menyukai bibir itu sedang tersenyum


" Sayang... Malu "


Ucap cia memperingati sang suami


" Kenapa malu, aku bersama istri ku sendiri nyonya adareld "


Ucap orion


" Ya tapi jangan disini, bila anak- anak melihat bagai mana ?"


Ucap cia


" baiklah kita lanjut di kamar "


Ucap orion sambil tersenyum mesum membuat pipi cia langsung merona dan orion langsung mengendong cia menuju kamar mereka


Mereka berduapun melepas rindu mereka yang sudah satu bulan terakhir tidak bertemu, tanpa ganguan dari kedua anak- anak yang kini sudah memiliki kesibukan masing- masing.


Malam pun tiba seluruh keluarga sudah berada di ruang makan, termasuk hanaya dan attala yang sudah terlebih dahulu menanti kedua orang tua nya.


" malam hanaya, atta "


ucap orion dengan sangat rama dan bersahabat kepada kedua anak- anak nya


"malam pa "


ucap hanaya dengan lembut dan atta dia hanya diam dan acuh kepada sang ayah


orion yang melihat kelakuan atta tidak bisa berbuat apa- apa dia sadar sikap atta berubah karena dia tidak memiliki waktu bersama mereka sejak mereka kecil dan lebih parah nya lagi setelah kepergian tuan besar adareld.


" ya sudah ayo kita makan, nanti makanan nya keburu dingin "


makan malam yang semula tenang menjadi tegang disaat hanaya mengatakan keinginn nya kepada sang ayah


" hanaya ini hadia untuk mu "


ucap orion memberi kota berwarna ping muda kepada hanaya


" apa ini pa ?"


ucap hanaya dengan santai


" hadia atas kelulusan mu dan menjadi salah satu siswi terbaik "


ucap orion kepada hanaya sambil tersenyuman.


" terimakasih pa. "


ucap cia dengan santai dan membuka kota pemberian dari sang ayah.


" wah.... kak kamu dapat mobil keluaran terbaru "


ucap atta dengan sangat semangat karena dia juga menginginkan mobil yang baru saja di dapatkan hanaya


" kamu juga ingin mobil yang sama dengan hanaya ?"


ucap orion dengan santai


" tidak, "


ucap atta dengan cepat menolak perkataan ayah nya


" karena lebih berharga bila atta dapat memilikinya dengan jeri payah sendiri "

__ADS_1


ucap atta dengan santai


" kamu benar atta, kamu pria harus memperlihatkan bahwa kamu mampu "


ucap orion dengan santai


" bagaimana perkembangan bisnis mu ?"


ucap orion bertanya tentang usaha yang baru di rintis oleh atta yang tidak lain showroom mobil mewah yang di pengang oleh atta satu tahun terakhir sejak dia duduk di bangku menegah atas


" berjalan lancar seperti yang papa lihat "


ucap atta dengan santai


" seperti nya tidak lama lagi, kamu bisa membatu papa mengelolah perusahaan papa "


ucap orion dengan santai dan bangga kepada putra bungsu nya.


" ya... "


ucap atta dengan singkat.


" pa... apa boleh aya tukar hadia ini ?"


ucap hanaya dengan sedikit ragu


" apa yang kamu inginkan ?"


ucap orion


" aya ingin kuliah keluar negeri, aya ingin jadi pelukis pa "


ucap hanaya dengan suara lembut


" tidak, untuk keinginan mu kali ini tidak bisa papa penuhi "


ucap orion dengan nada sedikit tinggi kepada hanaya


" tapi.... "


ucap hanaya


" tidak ada tapi- tapi, dan cukup sampai disini kita membahas keinginan mu "


ucap orion kepada hanaya dan berlalu pergi meningalkan meja makan


" mas... kemana ?, tunggu dulu "


ucap cia memangil orion dan berlalu pergi menyusul orion yang pergi meninggalkan kedua anak nya .


" ma.... "


ucap atta dengan singkat menahan ibu nya


" atta kali ini, mama harus memperjuangkan keinginan kakak mu, dia berhak mendapat keinginan nya "


ucap cia


" ma... tidak perlu, aya tidak ingin mama bertengkar dengan papa "


ucap hanaya


" sayang tenang saja mama tidak apa- apa, kamu tahu papa mu tidak akan pernah marah dengan mama "


ucap cia kepada hanaya dan cia langsung berlalu pergi meninggalkan kedua anank nya .

__ADS_1


__ADS_2