
Pagi ini masih ditemani dingin nya hujan yang engan berhenti menemani kedua orang yang masih mengecap rasa malam pertama yang tertunda, setelah keegoisan itu membuat orion bersah karena tidak mempercayaai voll.
Orion berjanji pada diri nya sendiri dia akan percaya kepada istri nya dan akan berusaha manjadi suami terbaik untuk voll, pagi ini orion sudah bangun terlebih dahulu memandangi wajah cantik istri nya yang masih kelelahan karena ulah nya sendiri
' hem...'
Guman voll saat merasa sentuhan di wajah nya dan dia segera membuka mata indah nya
" pagi ... Sudah bangun "
Ucap orion sambil tersenyum rupawan
Voll yang melihat orion langsung tersipu malu karena mengingat kejadian semalam dan voll langsung menutup wajah nya dengan selimut
" kenapa menutup wajah mu ?"
Ucap orion mengoda voll
" apa kamu malu ? Untuk apa malu toh aku sudah melihat semua nya "
Ucap orion sambil tersenyum dan membuka selimut voll
" mas... "
Cicit voll
" apa ? Mau lagi ?"
Ucap orion dengan senyun mesum
" gak sakit aku mau mandi jauh sana ?"
Ucap voll berusaha berdiri dari posisi nya
" baiklah ayo kita mandi "
Ucap orion sambil berdiri dan mengendong voll menuju kamar mandi.
Tiga jam berlalu kini voll dan orion sudah rapi mereka berdua memutuskan untuk segera pulang kesurabaya kota tempat mereka berdua tinggal
" voll.... Apa kamu yakin tidak ingin kembali kerumah ayah mu ?"
Ucap orion sambil mendekat kearah voll yang sedang duduk di tepi ranjang
" aku yakin mas,,, tidak ada yang bisa ku cari disana, kebahagian ku sudah hilang "
__ADS_1
Ucap voll sambil mencari sesuatu
" kamu yakin ? Disana masih ada ayah mu !"
Ucap orion
" iya masih ada tapi dia lebih memilih wanita ular itu "
Ucap voll
" sampai kapan kamu menghindar ? Apa kamu tidak ingin mengambil hak mu ?"
Ucap orion
" tidak perlu mas aku masih bisa mencari nya dengan kerja keras ku "
Ucap voll
Orion yang mendengar hanya tersenyum dia bangga akan istri nya yang tidak ingin mengambil yang bukan lagi milik nya
" baiklah aku akan memberi semua yang ku milik kepada mu asalkan kamu tidak akan pernah pergi meningalkan aku "
Ucap orion berlega romantis membuat voll tersenyum melihat suami nya itu bermanja
Ucap voll
" kamu kerja nya di rumah aja "
Ucap orion
"dirumah kerja apa mas orang semua nya sudah memiliki kerja masing- masing "
Ucap voll
" kerja kamu mengandung anak kita dan membesarkan mereka dengan rasa cinta mu sebagai seorang ibu "
Ucap orion membuat voll tersipu bahagia
" kamu yakin ingin memiliki anak dari ku ? Aku hanya wanita biasa tidak sebading dengan wanita yang biasa bersama mu "
Ucap voll
" tentu aku yakin, bahkan saat kita pertama bertemu "
Ucap voll
__ADS_1
" emang nya pertama kita bertemu dimana ?"
Ucap voll
" di bandara empat 3 tahun lalu, namun penampilan mu berbeda kamu mengenakan hijab "
Ucap orion
" jadi pria sombong itu kamu mas "
Ucap voll sepontan
" apa.... ? Coba katakan sekali lagi "
Ucap orion tidak percaya istri nya mengatakan dia sombong
" iya tiga tahun lalu saat pertama aku tiba di surabaya aku bertemu pria tampan namun memiliki sifat sombong, bahkan saat aku meminta maaf dia diam dan berlalu pergi "
Ucap voll
" siapa bilang aku sombong aku itu orang nya gak suka banyak bicara "
Ucap orion mencari alasan padahal memang betul dia pria yang dingin .
Voll yang mendengar suaminya membela diri hanya tersenyum
" ya sudah ayo cepat kita kembali ibu pasti akan kehilangan bila dia kemali kita tidak berada di rumah "
Ucap voll yang sudah siap dengan semua yang dia bawa
" ayo kita pulang melanjutkan membuat junior di keluarga adareld "
Ucap orion dengan semangat
.
.
.
.
.
.
__ADS_1