
tidak terasa waktu terus berlalu cia dan orion sepakat menutup rapat tentang kehidupan pribadi mereka berdua dan seiring berjalan mereka berdua membuat jarak dengan kesibukan yang ada. selama bertahun - tahun cia dan kedua anak nya tinggal di luar negeri sangat jarang terlihat bersama orion, membuat isu timbul akan keretakan rumah tangga mereka berdua. terlebih lagi orion dengan sengaja membuat berita kedekatan nya bersama beberapa wanita dari kalangan atas dan tidak pernah lagi menunjukan siapa istri sah nya kemuka pupkik selama ini.
yang mengetahui istri sah orion siapa hanya segelintir orang kalangan atas saja dan bila mereka bertanya tentang keluarga nya orion selalu memberi jawaban " dia menghabiskan waktu berlibur bersama anak - anak ".
mereka semua mengetahui bahwa orion sangat irit bicara dan tidak ingin kehidupan pribadi nya di ketahui siapa pun, yang berani mencari tahu akan mati sia - sia, itu adalah kosenkuensi nya.
semua itu dilakukan orion bukan tanpa sebap dia ingin melindungi harta karun berharaga nya, bukan uang melainkan istri dan kedua penerus kerajaan adareld.
orion sadar kehidupan kelam nya tidak mudah untuk di tinggalkan begitu saja sewaktu - waktu akan menyeret cia, hanaya dan atala kembali dalam lingkaran hitam.
tanpa orion dan cia sadari kesepakatan gila mereka berdua menimbulkan imbas kepada kedua anak yang tidak mengerti jalan kehidupan rumah tangga orang tua mereka. yang di ketahui kedua bocah itu orang tua mereka tidak sama seperti orang tua teman - teman mereka yang selalu menghabiskan akhir pekan bersama.
kedekatan hanaya dan ryung yang sudah terjalin dekat pun ikut merenggang, mereka berdua tidak dapat saling bertemu lagi karena kesibukan orang tua mereka masing - masing terlebih lagi keluarga adareld tidak menetap di swiss mereka menetap di prancis dan itu pun tidak bertahan lama mereka akan kembali pindah kenegara lain setelah dua tahun menetap di negara itu.
mau tidak mau hanaya dan atala harus menerima kehidupan mereka yang saat ini mereka jalani, dan mereka berdua harus merahasiakan nama besar mereka berdua, dari kehidupan yang mereka jalani membuat sifat tertutup tidak seperti anak- anak sewajar nya. dan hanaya yang biasa mendapat perhatian full dari sang ayah kini tidak merasa mendapat kan itu lagi ayah nya semakin lama semakin menjauh tidak seperti dulu hanya cia sang ibu yang selalu ada untuk hanaya dan attala.
cia selalu memenuhi apa pun keinginn anak nya dan berusaha menjadi ibu yang selalu dapat di andalkan dan menjadi temeng utama di mana pun itu.
waktu terus berlalu kini kehidupan rumah tangga cia bagaikan di atas selembar es tipis diatas danau, salah melangkah es itu akan retak dan menengelamkan semua yang sudah di bangun oleh cia dan orion.
" mama.... aya pulang "
ucap hanaya dengan semangat memangil sang ibu dia baru saja pulang dari sekolah menegah atas yang mana saat ini mereka sekeluarga sudah berada di indonesia.
" siang nona ..., nyonya saat ini sedang berada di taman bungga "
ucap pelayan di kediaman adareld
" terimakasih bi..., saya akan langsung menyusul mama "
ucap hanaya dengan wajah bahagia dia memiliki kejutan untuk sang ibu yang selama ini selalu mendukung dan ada di setiap langkah nya
dari kejauhan terlihat jelas cia sedang melihat beberapa tanaman bungga kesayangan nya sedang bermekaran dan cia tampak sedikit berkeringat membersihkan tamanan yang dia tanam sendiri.
" mama... "
ucap hanaya dengan jahil mengejutkan wanita cantik yang tampak sangat cantik walau usia nya kini sudah hampir kepala 5 tapi tetap seperti wanita berusia 30 tahunan.
" aya.. kamu ini sangat nakal ya, suka sekali membuat mama nya jantungan "
ucap cia kepada hanaya yang saat itu sedang memeluk nya dari belakang, cia tampak bahagia di dalam pelukan hanaya
__ADS_1
" maaf mama ku sayang, tapi hari ini hanaya sunggu bahagia ingin membagi kebahagian hanaya kepada mama "
ucap hanaya sambil memeluk sang ibu namun ibu nya hanya tersenyum saja sambil melihat wajah bahagia hanaya
" mama kenapa mama tersenyum begitu cantik ?"
ucap hanaya kepada sang ibu
" apa mama sudah mengetahui apa yang akan aya ceritakan ?"
ucap hanaya kembali bertanya kepada samg ibu
" emh... tentu aku mengetahui semua nya tentang putri ku "
ucap cia sambil mengelus pipi mulus sang putri cantik
" selamat sayang atas kelulusan mu, dan nilai terbaik dari semua siswa di kota kita ini "
ucap cia kepada hanaya
" kamu selalu membuat ku bangga putri cantik "
" itu semua karena semangat yang mama berikan kepada cia "
ucap hanaya
" itu tugas ku sebagai seorang ibu hanaya, itu hati nurani setiap ibu kepada anak nya "
ucap cia kembali
" mama terimakasih "
ucap hanaya kepada sang ibu
" tidak perlu sayang "
ucap cia sambil tersenyum bahagia, tidak sia - sia dia meninggalkan semua dunian bisnis yang dia jalani dan bersembunyi selama ini demi kedua buah hati nya yang selalu dapat membuat nya bahagia dan bangga .
" ma... kak... kenapa kalian berdua saja yang tampak bahagia ? tidak ingin berbagi kebahagian dengan si tampan ?"
ucap pria muda yang sangat tampan siapa lagi kalau bukan attala adareld tuan muda di keluarga adareld
__ADS_1
" kamu sudah kembali ?"
ucap hanaya sambil tersenyum
" tentu... aku ingin ikut berbagi kebahagian bersama kakak dan mama cantik ku "
ucap attala kepada hanaya dan sang ibu
" kamu ini pandai sekali berkata manis sayang "
ucap cia kepada putra bungsu nya
" ya... pandai berkata manis, sampai - sampai membuat semua gadis bucin kepada nya "
ucap hanaya sambil menunjukan wajah kesal nya kepada attala yang selalu narsis.
" kak jangan salah kan aku, itu semua bisa kakak tanya kan ke mama dan papa kenapa memiliki anak setampan aku "
ucap attala dengan gaya sombong nya
" attala kamu ini memang penerus tuan adareld "
ucap hanaya kepada attala
" ets... tunggu aku hanya akan mencintai satu wanita di dalam hidup ku dan memberitahu kepada dunia dia adalah wanita ku, tidak seperti dia "
ucap attala yang engan menyebut nama sang ayah
" sudah - sudah kalian berdua berhentilah berdebat, bagaimana pun dia tetap papa kalian "
ucap cia kepada kedua anak nya
" ya... ayah yang telah lama melupakan anak dan istri nya "
ucap attala dengan sinis
" ya dia lebih sibuk dengan wanita jal***ng itu "
ucap hanaya tidak ingin kalah dari attala
kini hanaya dan attala tidak lagi menghormati ayah mereka yang selalu mereka banggakan dulu, karena kesibukan dan semua gosip yang mereka dengar membuat mereka membenci sang ayah, bahkan hanaya berfikir ayah nya sudah tidak lagi perduli kepada mereka semua yang mereka tahu ayah mereka tidak sama seperti dahulu.
__ADS_1