
1
tidak butuh waktu lama keempat srigala sudah menemukan titik terang dari penyakit yang di derita cia yang selama tiga hari ini belum menemukan hasil apa pun dari dokter yang sudah memeriksa cia.
hae joon dengam mudah menemukan apa yang di derita cia, dari pengaruh racun yang di suntikan oleh jeni. hae joon meminta orion segera mencarikan donor hati untuk cia saat itu juga karena perkiraan cia dapat bertahan hanya tinggal satu minggu bila cia tidak mendapatkan donor hati.
ke empat srigala dengan senang hati membantu orion yang mana selain rekan kerja juga menjadi teman dee hyun sewaktu mengambil pendidikan memengah atas di luar negeri.
malam ini seluruh keluarga adarel berkumpul bersama keempat srigala membicarakan tentang pengobatan cia yang akan mengalami resiko sangat tinggi bila tidak mendapatkan segera pendonor disana hanya orion saja yang tidak ikut dalam pembicaran dia lebih memilih menemani putri dan putra nya melihat keadaan cia
" bagai mana ini kelanjutan tentang pengobatan cia ?"
ucap tuan adareld kepada hae joon
" om semua nya akan berjalan lancar asal kita memiliki segera pendonor "
ucap hae joon
" apa kamu yakin ?"
ucap tuan adareld
" iya tentu sangat yakin, vaksin yang ku miliki bisa berkerja efeltif, namun karena terlamabat penanganan nya racun itu sudah menyerang ke hati terlebih dahulu "
ucap hae joon
" lalu bagai mana dengan organ dalam cia yang lain ?"
ucap tuan adareld
" yang lain tidak separah hati lambat laun bisa di pulihkan dengan terapi secara teratur "
ucap hae joon
" baiklah lakukan sekuat tenaga mu, om berharap besar kepada mu hae joon "
ucap tuan adareld
" iya om tidak masalah, itu tugas ku sebagai seorang dokter "
ucap hae joon
" dee hyun, in jung dan jung woon terimakasih sudah membantu orion "
ucap tuan adareld
" iya om tidak masalah "
ucap mereka serentak
" baiklah kalian semua bisa beristirahat sekarang, jangam merasa sungkan berada di sini anggap rumah mu kalian sendiri "
ucap tuan adareld
" apa kami bisa melakukan pesta seperti dulu papa ?"
ucap iksan asal ceplos membuat clara langsung melihat kearah putra bungsu nya
" iksan ... itu masa lalu saat kalian masih menjadi mahasiswa nakal, mereka semua sudah memiliki keluarga hanya kamu saja yang belum memiliki tambatan hati "
ucap clara dengan gemas kepada putra nya
" baiklah bila begitu aku akan menunggu kakak ipar sehat lalu aku akan mengadakan pesta besar di kediaman ini "
ucap iksan
" tidak akan ada pesta besar di kediaman ini, kecuali pesta pernikahan mu "
ucap clara kepada iksan
" ayolah ma... sekali saja !"
ucap iksan
" tidak boleh, kamu bisa berpesta di luar sana "
ucap clara dan tuan adareld hanya tersenyum melihat putra nya tidak pernah berubah saat meminta persetujuan dari ratu nya.
" papa... ?"
__ADS_1
ucap iksan meminta persetujuan tuan adareld
" mama mu yang memegang kendali "
ucap tuan adareld membuat iksan tidak berdaya tanpa rasa malu bertingkah seperti anak kecil di hadapan semua orang itu
iksan yang garang saat perang dan menjalankan tugas nya sangat berbeda saat dia berkumpul bersama keluarga dan teman - teman terdekat nya.
satu malam telah berlalu pagi ini hanaya sudah terjaga sangat pagi dia duduk sendiri di taman tempat dia sering bermain bersama sang ibu, dia sangat merindukan sosok ibu nya yang sudah selama 6 hari belum menyapa, tersenyum dan membelai rambut panjang nya seperti biasa nya.
" mama aya rindu mama, kapan mama bisa bermain ?"
ucap hanaya saat duduk sendiri di taman tanpa pengawasan dari beby sister atau pelayan yang lain
di sisi lain pria kecil yang tampan baru saja terjaga melihat dari balik kaca kearah gadis kecil nan sedang bermenung di bawah pohon
" siapa dia ? apa dia cucu dari oma dan opa kemarin ?"
ucap pria kecil tampan itu yang tidak lain ryung
dia sangat penasaran dengan cucu perempuan keluarga adareld yang selalu di bicarakan selama keluarga nya sampai di rumah mewah itu.
ryung mengambil inisiatif menghapiri hanaya yang sedang duduk sendirian sambil memegang boneka kelinci dia sangat penasaran dengan gadis kecil yang sedang duduk sendirian
diam - diam ryung berjalan menuju hanaya dia berpura - pura tidak mengetahui keberadaan hanaya disana
" wah hangat nya matahari pagi disini "
ucap ryung dengan santai membelakangi hanaya
" kakak siapa ?"
ucap hanay menyapa ryung dengan sangat ramah seperti yang selalu di ajarin oleh cia menyapa yang lebih besar dengan sebutan kakak dan yang kecil adik.
" hai... aku ryung aku bertamu di kediaman ini bersama momy dan daddy ku "
ucap ryung dengan rama dia sangat rama menyapa hanaya
" aku aya.. anak mama voll dan papa orion "
ucap hanaya
" kenapa kamu disini sendirian ?"
" aku rindu mama "
ucap hanaya dengan wajah sedih.
" apa momy mu sakit ?"
ucap ryung
" iya bahkan belum pernah tersenyum kepada ku, sejak kepulang nya kerumah "
ucap hanaya
" jangan sedih, kakak ipar dan kakak ku sangat hebat dia pasti bisa menyembuhkan mama mu "
ucap ryung kepada hanaya
" apa bisa ? "
ucap hanaya bersemangat
" tentu mereka berdua dokter hebat "
ucap ryung
" ayo kita bermain kesana melihat bungga disana sangat indah "
ucap ryung mengajak hanaya bermain ketengah hamparan bungga mawar
seluruh kediaman adareld pagi itu sangat rusuh mencari keberadaan hanaya dan ryung yang sudah tidak berada di dalam kamar meraka masing - masing
" tuan lapor nona hanaya menghilang dari kamar "
ucap pengawal orion memberikabar kepada orion yang saat itu masih berada di dalam kamar cia dirawat
" cari keseluruh tempat "
__ADS_1
Ucap orion memberi perintah
" baik tuan "
ucap bawahan orion
pagi itu zahra sudah rapi dia bersiap membangunkan zee dan ryung yang tidur di kamar yang berbeda dengan dia dan dee hyun
" selamat pagi putri cantik dan pangeran tampan "
ucap zahra menyapa kedua anak nya namun hanya di jawab oleh zee saja
" pagi mommy... "
ucap zee yang saat itu sudah tampil cantik dan rapi
" dimana ryung ?"
ucap zahra bertanya kepada zee
" dia tadi pagi - pagi sudah bangun dan pergi keluar kata nya mau menikmati mata hari pagi mom "
ucap zee
" menikmati matahari pagi ?"
ucap zahra kembali mengulangi ucapan zee
" ya... "
ucap zee
" anak ini kenapa dia membuat ulah di kediaman orang "
ucap zahra merutuki kelakuan ryung yang tidak pernah diam
" seperti mommy tidak tahu dia saja"
ucap zee
" punya anak tiga seperti punya 1000, selalu membuat ku panik "
ucap zahra berlalu keluar dari dalam kamar zee dan ryung menuju kamar yang dia tempati bersama dee hyun
" sayang putra mu pagi - pagi sekali sudah membuat ulah "
ucap zahra memberi tahu kepada dee hyun
" tenang dulu sayang mungkin dia hanya mencari hiburan "
ucap dee hyun dengan santai
" cari hiburan apa nya ? ini di kediaman orang bukan dirumah nenek nya "
ucap zahra
" santai saja pengawasan di sini sangat ketat "
ucap dee hyun
" iya aku tahu itu, bila putra mu nakal pasti akan ku hukum "
ucap zahra kembali
" apa kamu bisa menghukum nya ?"
ucap dee hyun mengoda zahra
" tentu aku akan melimpahkan hukuman ryung kepada mu "
ucap zahra
" kebiasaan dia yang nakal aku yang kena imbas nya "
ucap dee hyun
" karena kamu ayah nya, yang mengajarinya banyak hal "
ucap zahra sambil tersenyum
__ADS_1
" tentu dia putra ku, dan satu hal ini akan ku ajaran nanti setelah dia dewasa "
ucap dee hyun sebelum mencium bibir zahra ya g sejak tadi tidak berhenti bicara karena kesal dengan ryung putra mereka berdua.