Lentera Volleta

Lentera Volleta
eps 73


__ADS_3

Hanaya benar- benar kecewa akan semua kenyataan yang sudah terjadi dia kini menjadi putri kesepian di kastil besar dan indah, tidak ada satupun yang mengerti akan diri nya dan tidak ada satupun yang bisa membuat diri nya bahagia, hanaya yang kecewa akan kedua orang tua nya memutuskan untuk pergi dari kediaman adareld.


" nona aya mau kemana? "


Ucap pak budi yang terkejut melihat hanaya membawa koper besar melalui lift yang ada di kediaman adareld


" pak... Saya pamit ya. "


Ucap hanaya sembari tersenyum


" kemana nona? "


Ucap pak budi sembari menghampiri hanaya


" pergi mencari suasana baru, karena disini sudah tidak senyaman dahulu saat mama masih disini "


Ucap hanaya


" tapi nona, "


Ucap pak budi terpusat karena hanaya langsung menjawab


" tidak ada tapi pak, karena papa sudah mengngizinkan aya pergi "


Ucap hanaya


" nona ingin pergi kemana? "


Ucap pak budi kembali bertanya


" kemanapun asal hati dan perasaan aya nyaman "


Ucap hanaya sembali tersenyum dan memegang tangan keriput pak budi yang sudah dia anggap sebagai kakek nya sendiri


" baiklah nona semoga nona selamat sampai tujuan dan bahagia, jangan lupa memberi kabar nona kepada saya, dan saya akan menunggu anda kembali "


Ucap pak budi dengan wajah sedih


Pak budi ingin sekali memberi tahu kepada hanaya bahwa sang ibu yang dia cari sudah kembali sejak sebelum dia siuman dari koma, dan pak budi ingin memberi tahu bahwa sang ayah sangat mencintai gadis cantik yang ada di hadapan nya itu.


" terimakasih pak, hanya pak budi yang mengerti saya di rumah ini, sedang kan papa tidak pernah mengerti aya dan mengangap aya ada. sejak dulu dia sibuk dengan semua perkerjaan nya, hanya mama yang mengerti aya dan atta tapi sekarang mama pergi dan entah kemana dia tidak dapat di hubungi bahkan nenek dan tante milka tidak tahu keberadaan mama "


Ucap hanaya dengan wajah sedih dan tidak berselang lama taxsi yang sudah di pesan hanaya tiba.


" pak saya pamit pergi, bila mama pulang tolong kabari saya "


Ucap hanaya sebelum benar - benar pergi meninggalkan kediaman megah milik keluarga adareld.


" Selamat tinggal mungkin aku akan lebih bahagia saat tidak berada di kediaman ini "


Ucap hanaya di dalam hati


Setibaya di Bandara Internasiona hanaya mendapat pangilan dari atta yang baru mengetahui sang kakak pergi meninggalkan kediaman adareld, atta sangat kecewa akan kakak nya yang tidak memberi tahu keergian nya


" kak... Kamu dimana? "


Ucap atta dengan suara panik


" atta santai dong "


Ucap aya kepada sang adik.


" apa nya yang santai kamu pergi meninggalkan rumah tanpa memberi tahu akan pergi kemana? "

__ADS_1


Ucap atta kepada sang kakak


" aku pergi liburan keliling dunia, dan saat aku nyaman berada di salah satu tempat aku berlibur aku akan menetap disana "


Ucap hanaya kepada sang adik


" kakak kenapa tidak memberi tahu aku terlebih dahulu, aku bisa menemani mu "


Ucap atta


" apa kamu bodoh? Kamu masih sekolah dan harus menjalakan bisnis mu, itu tanggung jawab besar untuk mu "


Ucap aya menolak niat baik sang adik


" aku tidak sekolah pun akan menjadi pengusaha sukses dan bila bisnis ku bangkrut, tuan adarels tidak akan gulung tikar "


Ucap atta


" atta dengar kan aku baik - baik, tetap lah di sini jaga apa yang harus menjadi milik kita jangan sampai wanita - wanita ganjen itu menduduki posisi mama dan mengeser milik mu dan aku, aku akan pulang setelah aku bisa membuktikan kepada tuan adareld aku mampu menjadi yang aku ingin kan tanpa bayang - bayang nya "


Ucap hanaya kepada sang adik


" tapi kak,,,, "


Ucap atta terputus


" tidak ada tapi - tapi, ingat pesan ku "


Ucap aya


" aku akan sering mengabari mu tentang keadaan ku dan keseharian ku oke adik ku yang tampan sampai disini dulu karena pesawat ku sudah akan segera berangkat ''


Ucap aya dengan segera mungkin menutup pangilan dari sang adik karena pesawat yang di tumpangi nya akan segera lepas landas.


" selamat tinggal indonesia, aku akan merindukan kenangan manis disini dan aku akan kembali saat aku bisa membuktikan kepada papa aku bisa meraih keberhasilan tanpa bayangan nya "


di lain tempat tampak sepasang suami istri sedang duduk si sebuah balkon rumah minimalis yang berada di sebuah perdesaan, siapa lagi kalau bukan cia dan orion yang sedang memikirkan buah hati mereka yang sedang mereka tipu.


terlihat jelas wajah cia sedang bersedih karena tidak dapat melihat kepergian hanaya yang sedang mengejar cita - cita nya dan mencari keberadaan nya.


" sayang kamu kenapa ?"


ucap orion bertanya kepada cia yang sedang buduk dan menatap jauh


" mas ... apa kita harus melakukan ini semua ?, membohongi hanaya demi dia pergi mengejar apa yang dia ingin kan ?"


ucap cia bertanya kepada orion


" sebenar nya aku tidak rela dan ingin putri kesayangan ku pergi dari zona aman nya, tapi aku harus rela agar dia tahu dunia itu luas dan hidup itu penuh dengan lika - liku, dan kita harus jatuh bangun agar mengerti apa yang baik dan buruk untuk kita jalani "


ucap orion sembari memeluk cia.


" tapi mas bagai mana bila, mereka semua tahu putri kita berada di luar zona aman ?"


ucap cia kepada orion


" aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada nya mas !"


ucap cia


" sayang tenang saja semua nya sudah ku atur dengan sebaik mungkin, dan tidak akan ketahwan dengan aya, "


ucap orion sembari memutar tubuh sang istri agar istri tercinta nya menghadap nya.

__ADS_1


" akan aku lakukan apa pun untuk keluarga ku, bahkan mengorbankan nyawa ku demi kalian semua, bahwan membuat putri ku membenci diri ku sendiri agar dia bisa mengejar cita - cita nya "


ucap orion


" apa kamu yakin dan siap bila hanaya membenci mu sampai - sampai dia tidak ingin bicara dan menemui mu lagi sayang ?"


ucap cia bertanya kepada orion


" aku siap asalkan putri ku bahagia "


ucap orion


" bila kamu rindu dia ?"


ucal cia


" aku apa kamu sayang ?"


ucap orion kembali bertanya kepada cia sembari tersenyum manis


" sayang jawab pertanyaan ku dulu "


ucap cia kepada orion dengan sedikit kesal karena orion selalu saja menjahilinya


" sayang tenang saja aku sudah mengatur semua nya dengan aman, beberapa pengawal sudah siap dari kejauhan agar dia tidak curiga "


ucap orion


" lalu bila ingin bertemu dengan nya ?"


ucap cia kembali


" kita berdua bisa menyamar "


ucap orion


" bagai mana dengan atta dia pasti sangat marah kepada mu , karena membuat kakak kesayangan nya pergi jauh "


ucap cia kembali


" atta...! aku akan memberi tahu semua nya kepada diri nya dan mengatakan apa rahasia keluarga kita, agar dia bisa siaga menjaga seluruh keluarga. bagai mana pun dia harus menerima beban inu di pundak nya. "


ucap orion


" sayang ku harap atta dan aya bisa menerima apa yang sudah menjadi garis kehidupan nya dan mengerti apa yang telah terjadi "


ucap cia


" iya ku harap anak - anak ku bisa menerima bahwa keluarga besar nya berdiri di lingkaran hitam, yang setiap saat memicu pertempuran "


ucap orion


" ya ku harap begitu, semoga tuhan selalu melindungi keluarga kita dan tidak akan ada lagi perang "


ucap cia


" ya ku harap tuhan mengabulkan doa kita sayang, karena aku ingin hidup tenang dan damai bersama anak cucu ku nanti "


ucap orion


" amin.."


Waktu pun berlalu sangat cepat hanaya kini sudah mandiri menjadi salah satu mahasiswi berperstasi dan mendapat biasiswa di salah satu kampus ternama di korea, dia hidup sebagai seorang gadis sederhana yang jauh dari kehidupan nya yang mewah saat dia menjadi nona muda di keluarga adareld.

__ADS_1


Aya benar - benar merubah semua nya dari nol bahkan dia tidak sungkan menjadi pegawai paruh waktu di sebuah kafe atau di mana pun mengisi waktu luang setelan dia pulang dari kampus asalkan semua perkerjaan itu tidak ada Sangkutan di dunia malam atau tempa yang tidak harus di ketahui dan kini hanaya menganti nama panggilan nya menjadi lita.


Aya berharap memulai semua nya dari awal dan dapat merubah hidup nya lebih bahagia sembari mencari kabar tentang ibu nya yang menghilang tanpa tahu keberadaan nya dimana.


__ADS_2