
lentera voll 38
saat ini
Ijab qobul baru saja usai dan pak penghulu telah di antar pulang oleh riko orang kepercayaan tuan adareld, seluruh keluarga sangat bahagia, tidak ada satupun yang tidak menyukai cia bersama orion kecuali orion seorang, yang tidak menginginkan pernikahan itu terjadi.
" cia selamat datang di keluarga kami "
ucap clara dengan senyuman yang begitu merekah bersama tuan adareld mereka berdua sangat bahagia karena telah mendapatkan kembali menantu yang sempurna.
" hem...hem.. selamat datang kakak ipar cantik "
ucap iksan tidak mau ketinggalan mengucapkan selamat bergabung di keluarga mereka .
sedangkan orion yang sejak tadi hanya terdiam tidak mengeluarkan satu kata pun kepada cia, bukan berati dia membenci cia melainkan dia teringgat akan masa lalu nya bersama voll yang menjebak voll masuk dalam kehidupan nya yang begitu banyak rintangan, voll yang menolak orion dengan keyakinan dan orion yang mengancam dengan kekejaman.
memperlakukan voll dengan semua sandiwara nya dan akhirnya mengakui bahwa dia mencintai voll dan menyesal telah membuat voll masuk dalam kehidupan nya yang begitu keras dan mengakibatkan istri nya kehilangan nyawa.
" sudahlah jangan terlalu banyak mengundur waktu sebentar lagi mama dan papa harus berangkat jadi mau tunggu apa lagi ?"
ucap orion dengan wajah datar mengingatkan bahwa tuan adareld dan nyonya adareld akan segera pergi keluar negeri.
" iya kami tahu itu anak nakal "
ucap clara kepada putra pertama nya yang saat itu sedang duduk di salah satu sofa yang berada di ruang keluarga .
" cia saya titip anak dan cucu saya ya !"
ucap clara sambil memegang tanyan cia
" iya nyon..." ucap cia terputus saat clara menatap nya
" iya mama "
ucap cia sambil tersenyum kepada clara
" orion kamu harus ingat pesan mama dan papa, jaga baik - baik keluarga mu "
ucap tuan adareld kepada orion
" iya ...aku paham pa, tidak akan terulang kembali "
ucap orion dengan santai.
waktu berlalu kini cia sedang berada di dalam kamar nya, dia baru saja menganti kebaya indah yang dia kenakan tadi saat menikah bersama orion, cia menatap dalam kebaya indah itu dengan pertanya di hati nya
__ADS_1
dapat kah aku mengantikan mu voll ?
bisakah aku menjadi ibu terbaik untuk putri mu ?
itu adalah pertanyaan yang selalu ada di dalam pikiran cia sejak tadi malam, dia takut tidak bisa menggantikan posisi voll dengan baik. tiba - tiba saja lamunan cia buyar saat pria serak itu terdengar bertanya kepada nya yang tidak lain suara orion
" apa kamu sudah siap ?, sebentar lagi kita akan pergi dan semua pakaian mu tidak perlu di bawa karena semua nya sudah siap "
ucap orion sambil berdiri di depan pintu kamar cia
" tapi baju ku sudah siap "
ucap cia
" mulai saat ini kamu harus mengikuti semua perkataan ku, dan menganti gaya pakaian mu seperti voll "
ucap orion memberi tahu kepada cia
" tapi aku bukan dia "
ucap cia
" mau tidak mau kamu harus menjadi voll dalam segala hal, aku tidak ingin semua orang tahu kamu bukan voll "
" baiklah aku mengerti "
ucap cia dengan lembut.
dia sangat paham bahwa saat ini posisi nya hanya sebagai peran penganti di keluarga adareld bukan sebagai istri sesungguh nya untuk pria yang ada di hadapan nya, dia harus berkerja sama membalas dendam voll yang terusir dari keluarga nya sendiri dan mencari tahu kenapa dia bisa terpisah dari keluarga nya .
dari perjalan sampai tiba di kediaman orion di surabaya cia tidak mengeluarkan sepatah kata pun kepada orion dan sebalik nya orion juga tidak berkata apa pun kepada nya.
saat tiba di kediaman orion, seluruh asisten orion memberi sambutan kepada majikan mereka yang baru saja tiba yaitu orion, cia dan hanaya tidak ada satu pun dari mereka yang mengenal cia kecuali pak budi kepala pelaya orion yang mengetahui bahwa wanita yang ada di hadapan nya saat ini bukan voll melainkan cia sodara kembar voll.
" selamat datang tuan, nyonya dan nona muda "
ucap mereka semua menyambut kedatangan tuan rumah.
" ya... "
ucap orion dengan santai sambil mengibaskan tangan nya
" nyonya dan nona muda silahkan naik saya akan mengantar anda kekamar "
ucap pak budi menawarkan jasa nya mengantar cia dan hanaya menuju kamar mereka masing - masing .
__ADS_1
cia yang tidak banyak bicara langsung mengikuti pak budi menuju lantai atas menggunakan lift yang ada di kediamn itu .
" nyonya ini kamar anda dan tuan orion dan di sebelah nya kamar nona muda yang sudah kami siapkan "
ucap pak budi memberi tahu cia .
" terimakasih pak..."
ucap cia
" pangil saya pak budi nyonya "
ucap pak budi memperkenalkan diri
" anda tahu siapa saya ?"
ucap cia bertanya
" iya saya tahu anda sodara nyonya voll, dan saya turut bahagia anda bisa menjadi nyonya saya "
ucap pak budi
" siapa saja yang tahu bahwa saya bukan voll ?"
ucap cia
" hanya saya nyonya, seluruh asisten yang dahulu sudah di ganti "
ucap ak budi
" baiklah terimakasih pak, saya harap kedepan nya kita bisa bersahabat "
ucap cia
" tentu nyonya "
ucap pak budi kepada cia dan berlalu pergi menjauh dari cia yang sedang istrirahat bersama hanaya di dalam kamar hanaya .
" hanaya apa aku harus mengikuti gaya ibu mu agar semua tidak curi aku bukan diri nya ?"
ucap cia bertanya kepada hanaya yang saat itu sedang meninum susu nya
" seperti nya harus hanaya, karena itu demi kebaikan mu dan kebaikan ku "
ucap cia sambil menepuk - nepuk pandat hanaya yang sudah mulai tertidur dan tidak terasa cia pun ikut berbaring di sebelah hanaya karena dia juga kelelahan dari tadi siang belum beristirahat.
__ADS_1