
cia sama sekali tidak berfikir malam itu dia di beri pilihan yang cukup sulit yang tidak pernah dia pikirkan selam ini, cia diminta untuk menjadi anggota keluarga adareld yaitu menjadi menantu keluarga adareld.
" cia... silahkan duduk ada sesuatu yang ingin ku sampaikan kepada mu "
ucap tuan adareld kepada cia yang saat itu baru saja masuk kedalam ruang kerja tuan adareld, disana hanya terlihat nyonya clara dan tuan adareld.
" baik tuan ... "
ucap cia dengan suara yang lembut
" cia ada sesuatu yang harus ku katakan kepada mu "
ucap tuan adareld
" hal apa tuan ?"
ucap cia sedikit ragu
" cia apa kamu ingin mengetahui orang tua kandung mu ?"
ucap tuan adareld membuat cia langsung terkejut dengan ucapan majikan nya itu yang tidak pernah membicarakan hal ini sebelum nya
" maksud tuan, tuan tahu dimana orang tua kandung saya ?"
ucap cia dengan ragu
" iya ... seperti tebakan mu !"
ucap tuan adareld
" dimana mereka tuan ?"
ucap cia bertanya dengan semangat kepada majikan nya itu.
" sebelum saya memberi tahu siapa kamu dan orang tua kandung mu, kamu harus menyetujui persaratan yang sudah kami buat "
ucap clara kepada cia sambil memberikan dia dua lembar kertas yang tertulis disana perjanjin untuk cia bersedia menjadi menantu mereka sampai cucu perempuan mereka berdua mengerti apa itu kehidupan yang baik dan buruk.
" nyonya dan tuan meminta saya menjadi menantu di keluarga ini ?"
ucap cia sangat hati - hati takut ucapan nya salah
" iya... kamu akan menerima yang sudah saya janjikan dan yang terpenting kamu harus merubah nama mu "
ucap tuan adareld .
" tapi tuan bagaimana bisa saya hidup mengunakan identitas orang lain sedangkan saya tidak mengenal nya ,bagaimana bila ketahwan pihak hukum ?"
ucap cia langsung ke inti permasalahan yang sedang di hadapin nya
" itu sangat mudah, karena kamu hanya harus berpura - pura menjadi diri nya dan tidak akan ada yang mengenali mu "
ucap clara .
" maaf nyonya tuan apa boleh saya mengetahui siapa orang itu ?"
ucap cia
__ADS_1
" dia ibu dari baby yang kamu rawat selama ini "
ucap clara
" ibu hanaya ?"
ucap cia mengulang ucapan clara dia benar- benar tidak percaya akan apa yang dia dengar saat itu
" ya... "
ucap clara
" tapi nyonya pa mungkin saya bisa menjadi diri nya ?"
ucap cia kembali dia tidak yakin bisa berperan menjadi ibu hanaya
" kamu bisa karena kalian berdua sangat mirip, ayo ikut bersama kami "
ucap clara mengajak cia pergi kesatu kamar yang tidak pernah terbuka selama cia berada di rumah mewah itu, cia bertanya - tanya apa yang akan dia lihat
" ini kamar ayah dan ibu hanaya selama berada di rumah ini "
ucap clara memberi tahun kamar orion bersama voll yang sangat indah dan terdapat figura yang di tutupin kain putih tiba - tiba saja clara langsung membuka kain putih itu membuat cia kaget bagaimana bisa wajah wanita yang di foto itu sangat terlihat persis dengan wajah nya
" dia orion putra saya dan dia volleta untoro menantu saya sekaligus ibu dari hanaya yang sudah meninggal "
ucap clara memperkenalkan satu persatu siapa yang ada di dalam foto tersebut
" kamu pemasaran kenapa wajah kalian sangat mirip ?"
ucap ucap clara bertanya kepada cia yang berdiri di depan foto besar itu
" ya..... "
ucap cia dengan keyakinan yang sangat besar di hati nya
" dia volleta untoro kembaran mu "
ucap clara sambil memberi hasil tes dna cia dan voll, cia yang tidak percaya langsung membaca hasil tes dna tersebut, dan betapa hal itu membuat dia sangat kaget mengetahui dia memiliki kembaran selama ini
" kami kembar !'
ucap cia tidak percaya
" ya kalian berdua kembar itu tertulis jelas "
ucap clara lantas siapa orang tua kami berdua ?"
ucap cia dengan penasaran ingin mengetahui siapa orang tua nya
" Kamu harus menyetujui sarat dari kami baru kami akan memberi tahu siapa kamu sebenar nya "
ucap tuan adareld kembali mengingatkan cia kan sarat yang sudah mereka beri kan tadi
__ADS_1
" baik saya akan menandatangani perjanjian itu "
ucap cia tanpa pikir panjang lagi dia ingin mengetahui siapa dia sebenar nya, bagaiman bisa dia berakhir di panti asuhan dan hidup menderita karena memiliki ayah yang tidak memiliki pendirian dan suka menghabiskan uang nya di tempat hiburan malam.
pagipun tiba cia saat ini sedang merasa gelisah yang sangat berebihan karena sebetar lagi dia akan menikah dengan pria yang tidak dia kenal dan pernah dia jumpai, terlebih lagi dia harus menikah dengan suami sodara kembar nya yang telah meninggal dunia.
hal ini tidak pernah terlintas di fikiran cia sama sekali terlebih lagi dia harus menikah dengan orang yang tidak dia kenali
" ya allah apa keputusan yang ku ambil ini benar ? atau aku harus membatalkan pernikahan ini ?"
ucap cia di dalam hati sambil menatap diri nya yang sudah tampil cantik.
cia terdiam sesaat dan bermenung di depan jendela kaca dia masih sangat ragu dengan tindakan nya, namun dia sangat penasaran bagai mana bisa dia terpisah dari keluaraga dan kembaran nya.
terlebih lagi dia juga penasaran dengan ucapan clara tentang bagaimana bisa voll keluar dari kediaman orang tuan nya dan berakhir hidup sendirian di surabaya jauh dari sanak sodara.
" cia kamu sidah siap ?"
ucap clara menghampiri cia yang sedang bermenung.
" sudah nyonya "
ucap cia dengan lembut kepada clara
" berhentilah memangilku nyonya, panggil saja mama "
ucap clara kepada cia meminta cia memangil nya dengan sebutan mama
" akan ku coba "
ucap cia kepada clara
" ayo kita keluar, karena penghulu dan orion sudah menanti mu disana "
ucap clara kepada cia
" tapi nyonya apa saya bisa mengntikan voll di hati nya ? saya tidak yakin nyony "
ucap cia dengan gugup
" tugas mu di sini menjadi ibu untuk hanaya dan istri orion "
ucap clara kepada cia yang saat itu sedang ragu
" dia mungkin tidak mencintai kamu, tapi kamu berkewajiban melayani nya sebagai seorang istri pada umum nya cia "
ucap clara kepada cia
" saya akan melakukan hal yang terbaik "
ucap cia kepada clara namun di hati nya masih belum yakin mampu.
"cobalah jangan menyerah, mama yakin kamu bisa menahlukan singga keras kepada itu "
ucap clara memberi semangat kepada cia
__ADS_1
tiba saat nya cia dan clara turun ke ruang yang sudah di siapkan clara dan tuan adareld untuk orion dan cia mengucapkan janji suci mereka di hadapan allah, penghulu dan kedua orang tua orion yang menjadi saksi orion dan cia sebagai sepasang suami istri.