Lentera Volleta

Lentera Volleta
eps 71


__ADS_3

Mata indah hanaya terus melihat kesekeliling taman bungga yang berada di kediaman mewah adareld, sudah hampir 10 menit dia berada di taman bungga itu namun keberadaan orang yang sedang dia cari tidak kunjung terlihat baik pak budi dan sang ibu.


" di mana mama dan pak budi ?"


Ucap hanaya di dalam hati sembari berkeliling di taman. Tidak berapa lama kemudian akhir nya hanaya menemukan sosok yang dia cari berada tidak jauh dari gazebo yang biasa di gunakan oleh hanaya dan sang ibu, Namun yang terlihat hanya pak budi sendirian.


" pak kenapa di sini sendirian? Di mana mama? "


Ucap hanaya bertanya kepada pak budi


" nona muda,,,, nyonya sudah pergi "


Ucap pak budi dengan suara lemas membuat jantung hanaya berdetak lebih kenceng


" pergi kemana pak? "


Ucap hanaya sembari mencoba menenangkan perasaan nya


" nyonya pergi meninggalkan rumah dia berkata ingin menemui sodara nya, tetapi dia membawa koper nona "


Ucap pak budi dengan sedikit keraguan memberi tahu hal yang sudah terjadi


" apa mama pergi kerumah nenek mala di jakarta ?"


Ucap hanaya bertanya kepada pak budi


" saya tidak tahu nona, yang pasti dia hanya mengatakan itu saja "


Ucap pak budi


" dari jam berapa mama pergi pak? "


Ucap hanaya bertanya kembali kepada pak budi


" hampir dua jam yang lalu nona "


Ucap pak budi


" aaa.. Kenapa gak beri tahu saya dari tadi pak "


Ucap hanaya yang langsung berlalu pergi meninggalkan taman bunga


Hanaya yang mendengar ucapan pak budi langsung mengambil tas dan kunci mobil nya, dia berlalu pergi menuju bandara berharap sang ibu masih berada di sana dan tidak lupa menghubungi nomor oma mala dan tante milka nya, karena yang di ketahui hanya hanya kedua orang itu keluarga terdekat sang ibu.


" ayo oma angkat dong panggilan aya... "


Ucap hanaya sambil melajukan di tengah keramaian kota Surabaya namun semua nomor yang dia hubungi tidak ada satu pun yang menjawab pangilan dari nya


" ya tuhan... Aku mohon jangan pisahkan aku dan mama ku "


Ucap hanaya memohon agar dia tidak terpisah kembali dari sang ibu, walau hanaya mengetahui bahwa wanita yang sedang dia cari bukan lah ibu kandung nya dia tetap mencintai wanita itu seperti ibu nya sendiri apa lagi wanita itu adalah kembaran dari sang ibu yang telah merawat dia dari kecil .


Tidak terasa dengan emosi yang tidak setabil hanaya mengebudika mobil nya dengan kecepatan diatas rata-rata sehingga kehilangan kendali hingga membuat dia hampir menyerempet mobil yang berada di depan nya dan langsung membanting setir mobil kekiri berharap dia akan lepas dari mau namun sayang tuhan berkehendak lain


Mobil yang di kendarai hanaya menabrak pembatas jalan mengakibatkan mobil yang dia kendarai terbalik, dan tentunya hanaya mengalami luka serius dan dengan sigap dibawa ke rumah sakit terdekat.


Di lain sisi Orion yang mengetahui keadaan sang putri langsung menuju rumah sakit, begitu hancur hati orion melihat putri sulung nya terbaring di atas tempat tidur dengan semua alat kedokteran yang menunjang kehidupan untuk hanaya.


Semua dokter dari pihak rumah sakit sudah berusaha keras mencoba menyelamatkan putri sulung orion

__ADS_1


" dokter bagaimana keadaan putri ku? "


Ucap orion bertanya tentang keadaan hanaya yang sudah hampir satu pekan tidak sadarkan diri.


" keadaan putri bapak sudah membaik namun dia, masih belum ingin terjaga dari tidur nya pak "


Ucap dokter tersebut


" lakukan yang terbaik untuk putri ku "


Ucap orion sambil memegang tangan anak nya


" maaf tuan orion apa saya boleh tahu, apa sebelum kecelakaan nona hanaya mengalami tekanan emosi, atau dia sedang memiliki masalah ?"


Ucap sang dokter bertanya kepada orion yang saat ini terdiam


Orion yang mendengar ucapan dokter hanya bisa diam dan berfikir apa masalah yang sedang di hadapi hanaya, sehingga membuat nya bertingkah cerobo seperti saat ini.


" tuan... Apa anda mengetahui sesuatu ?"


Ucap doktor tersebut


" saya tidak tahu, karena saya selalu berkerja dan dia selalu bersama mama nya "


Ucap orion


" mungkin anda bisa bertanya kepada nyonya tuan, siapa tahu nona hanaya bercerita kepada nyonya bahwa dia memiliki masalah dengan teman atau pasangan nya "


Ucap dokter tersebut


" baiklah saya akan bertanya kepada mama nya, siapa tahu hanaya bercerita kepada ibu nya "


Ucap orion


" Riko... Bagaimana apa kamu sudah mengetahui keberadaan istri ku? "


Ucap orion bertanya kepada riko


" belum tuan saya sudah mendatangi semua tempat yang pernah di kunjungi nyonya, dan keluarga untoro namun hasil nya nihil "


Ucap riko menjelaskan tentang perkerjaan yang belum bisa dia selesai kan.


" ya sudah teruskan pencarian, dan katakan kepada nya bahwa keadaan hanaya dalam masalah keritis "


Ucap orion meminta riko berkata demikian agar cia dapat segera pulang dan melupakan ego nya


" baik tuan saya akan mengikuti perintah "


Ucap riko.


Orion benar - benar kecolongan dalam waktu bersamaan dia membiarkan istri nya pergi dan anak sulung mengalami kecelakaan dia merasa sebagai seorang pria dan ayah yang tidak Sempurna.


Disaat orion bersedih dan kecewa tiba-tiba pak budi datang dan memberitahu hal yang cukup mengejudkan untuk orion karena pak budi membawa rekaman dimana di rekaman tersebut terlihat jelas hanaya sedang berdiri di depan pintu kamar orion dan cia yang sedikit terbuka dan saat itu mereka sedang bertengkar membahas yang tidak perlu mereka bahas.


" tuan.. Apa saya bisa meminta waktu anda sebentar ?"


Ucap pak budi saat masuk kedalam ruang rawat inap hanaya di rumah sakit


" pak... Budi silakan masuk, anda tidak perlu sungkan seperti itu "

__ADS_1


Ucap orion dengan suara lembut dan tatapan wajah yang kacau


" saya kesini ingin memberikan rekaman cctv yang mungkin akan anda butuh kan "


Ucap pak budi memberi sebuah cip


" apa yang terdapat di dalam ini pak "


Ucap orion


" saya tidak bisa menjelaskan nya, namun saya yakin anda pasti tahu apa yang sedeng terjadi saat itu "


Ucap pak budi


Orion yang mendapat cip dari pak budi langsung memutar rekaman yang berada di cip tersebut dan dia tidak mengira saat itu hanaya berada di depan pintu kamar nya dan cia, dari rekaman tersebut orion bisa menyimpulkan bahwa hanaya sudah mengetahui bahwa dia bukan putri kandung nya bersama cia


" ya tuhan apa yang sudah ku lakukan, rahasia yang selama ini aku simpan terbongkar karena kelalaian ku sendiri "


Ucap orion dengan wajah sedih dan melihat kearah hanaya yang masih tertidur


" pak... Apa cia pernah mengatakan sesuatu sebelum dia pergi meninggalkan rumah ?"


Ucap orion bertanya kepada pak budi


" tidak tuan, nyonya tidak berkata apa-apa "


Ucap pak budi


" pak coba ingat lagi, apa cia pernah berkata ingin pergi berlibur atau kemana? "


Ucap orion memaksa pak budi mengingat apa cia pernah memberi tahu dia ingin pergi kemana dia ingin meminta maaf kepada istri tercinta nya dan memulai semua nya dari awal.


Dia baru mengerti tidak ada guna nya mengekang langkah keluarga nya untuk terhindar dari bahaya karena jika tuhan sudah berkehendak pasti akan terjadi cepat atau lambat.


" tuan... Apa nyonya pernah bercerita tentang kehidupan nya sebelum menjadi nyonya adareld? "


Ucap pak budi


" tidak dia tidak pernah bercerita pak "


Ucap orion


" nyonya pernah bercerita kepada saya, dia ingin hidup damai di sebuah desa yang jauh dari keramaian dan memiliki udara tenang, melihat hamparan sawah dan kebun, dia ingin tinggal di desa yang dulu pernah dia tinggalin bersama orang tua angkat nya "


Ucap pak budi berkata kepada orion dan seketika membuat orion tersadar dia pernah menghadiakan sebuah rumah kecil di desa tempat alicia tinggal bersama orang tua angkat nya.


" Terimakasih pak , saya titip hanaya "


Ucap orion dengan wajah senang dia sudah mengetahui dimana keberadaan sang istri


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2