Liveline

Liveline
Batas Waktu 1 Tahun


__ADS_3

Ladira duduk di ruang tamu dengan rasa khawatir yang sedari tadi menghampirinya. 


Dirinya baru sampai di rumah pukul 19.22 setelah memesan ojol, karena Danael mengantarkannya ke rumah nenek Ladira. Dia kira, akan disambut oleh Gean dengan banyak pertanyaan dari suaminya itu, tapi Ladira sama sekali tidak menemukan Gean di dalam rumah.


Ladira mencoba berfikir positif, mungkin Gean sedang berkumpul bersama teman-temannya. Tapi hampir 1 jam, dia mencoba menelfon dan mengirim chat, tapi tidak ada respon sama sekali. Hal itu menambah rasa khawatir pada Ladira semakin besar. Walaupun dia masih marah, tapi Gean adalah suaminya, yang merupakan tanggung jawab Ladira juga untuk menjaganya.


Karena lelah menunggu, dengan rasa kantuk yang sudah menyerangnya dari tadi. Ladira perlahan menutup kedua matanya dan terlelap dengan cepat. Dia tertidur pada sofa yang ada di depan tv.


...***...


Suara gaduh yang terdengar dari dapur membuat Ladira terbangun dari tidurnya, dia sempat bingung karena sudah berada di dalam kamar. Tapi itu kamar Gean, bukan kamarnya.


Ladira tidak mempersoalkan itu sementara, karena rasa khawatirnya saat mendengar ada suara pecahan kaca dari arah dapur. Dengan cepat Ladira menuruni tangga dan mendapati Gean yang tersungkur di lantai, dengan wajah lebam dibeberapa bagian wajahnya.


Mata Ladira membulat saat Zayan yang merupakan ayah Gean, menarik kerah baju sekolah yang masih Gean kenakan. Dengan tangan yang mengepal dan ingin meninju Gean yang sudah kehabisan tenaga, dan hanya pasrah.


Ladira berlari cepat untuk memeluk tubuh Gean yang lemas, sehingga tangan Zayan turun dan mengurungkan niatnya.


"Papa kenapa mukulin Gean, kalau ada masalah jangan kayak gini," pekik Ladira menyeka darah yang mengalir dari susut bibir suaminya.


Zayan berdecih, "suruh dia supaya bisa mendengarkan dan melakukan apa yang saya minta. Kalau tidak, saya akan melakukan hal yang lebih dari ini!" Tegas Zayan yang langsung pergi dari rumah mereka.


"Ayo ke kamar." Dengan sekuat tenaga, Ladira membantu Gean untuk berdiri. Walau dengan setengah kesadarannya, kaki Gean mencoba sekokoh mungkin untuk tetap bisa berdiri, agar Ladira tidak terlalu kesusahan membawanya menuju kamar mereka yang berada di lantai dua.


Andai saja ada Winda yang datang, bukan hanya Zayan. Pasti Winda akan melindungi anaknya dan tidak membiarkan suaminya berlaku lebih kasar lagi.


Akhirnya Ladira berhasil menaiki tangga, walaupun beberapa kali hampir terjatuh, tapi Ladira masih bisa bertahan.


Gean akhirnya bisa berbaring di kasur. Dengan cekatan, Ladira mulai mengurus Gean. Melepas sepatu, jam tangan, tali pinggang serta seragam putih yang lusuh dengan sedikit bercak darah yang mengotorinya.


Ladira hanya berani melepas kemeja dan membiarkan Gean tidur tanpa baju saja, biarkan celana itu urusan laki-laki itu sendiri yang melepasnya. Ladira sedikit trauma saat membayangkan Gean melepas celananya sendiri di hadapannya.


Matanya melihat beberapa lebam yang berada di pelipis, pipi kanan, luka di sudut bibir, dan beberapa lebam di pundak Gean yang terlihat membiru. Tidak lupa, suhu tubuh Gean yang naik membuat Ladira mengingat seseorang yang tadi di sekolah keluar dari UKS, mungkin itu Gean yang ternyata juga sakit.

__ADS_1


Dia menjadi merasa bersalah, menghukum Gean dan tidak mengurusnya ternyata membuat laki-laki itu menjadi sakit begini.


Kaki Ladira berlari menuju dapur untuk mengambil air kompres serta kotak P3K yang ada di dapur, setelah selesai, Ladira kembali menghampiri Gean yang ternyata sudah bangun dan duduk bersandar pada sandaran kasur.


"Ngapain bangun sih, kan lagi sakit?!" Tanya Ladira lalu membongkar isi kotak obat yang dia bawa.


"Laper," jawab Gean mengelus perutnya yang terlihat berotot. Lekukan otot Gean begitu cepat terbentuk, karena setiap minggunya dia akan mendatangi tempat olahraga bersama teman basketnya.


"Mau makan apa?" Tanya Ladira sambil membersihkan darah yang mengering di sudut bibir Gean lalu mengobatinya.


"Terserah."


"Hm...nanti gue buatin. Luka lo harus di urus dulu," ucap Ladira yang mulai mengompres beberapa lebam dan selesai dengan cepat, karena Gean yang beberapa kali meringis kesakitan dan menolak untuk dikompres, akhirnya Gean bisa makan hampir setengah jam setelah dia selesai diobati.


Dengan lahap, Gean memakan sup yang Ladira buat. "Lo udah makan?" Tanya Gean. Ladira mengangguk, tanda kalau dia sudah makan tadi, sebelum menunggu suaminya itu datang di ruang tamu. Lalu Ladira kembali menyuap makanan ke dalam mulut Gean.


"Kenapa papa kasar kayak gitu?" Tanya Ladira di saat makanan Gean hampir habis.


Makanan yang masih dikunyah langsung Gean telan, "papa mau gue nikah lagi," jawab Gean to the point. Hal itu membuat Ladira begitu kaget, bagaimana bisa Zayan meminta anaknya untuk menikah, sedangkan Gean sudah memiliki status sebagai suami dan memiliki istri yaitu Ladira.


Gean memukul kasur karena refleks, "enak aja ngomong gitu. Gue masih sadar, punya istri di rumah, ngapain gue jebolin anak orang kalau istri sendiri bisa gue gitu'in, sah lagi, gak terlarang!" ucap Gean tanpa sadar, yang dihadiahi tamparan pada pipi Gean yang lebam, menambah rasa sakit di sana.


"Ck, sakit Ra. Kenapa lo tampar yang kanan, kenapa gak yang kiri aja," ucap Gean menutup pipinya yang begitu sakit.


"Oh, jadi mau yang kiri juga," Ladira mengangkat tangannya, bersiap ingin menampar yang kiri.


Gean menggeleng, "jangan, gue tadi salah ngomong," tolak Gean, sehingga Ladira menurunkan kembali tangannya.


Hening sejenak, yang hanya terdengar ringisan dari Gean yang masih merasakan sakit pada pipinya.


"Lo mau dinikahin sama siapa?" Tanya Ladira yang terdengar serius.


"Laras," jawab Gean.

__ADS_1


Ladira mengerutkan keningnya bingung.


Laras! Kenapa gadis itu yang akan dinikahi dengan Gean, apakah dunia ini begitu sempit sehingga hanya orang itu saja yang selalu masuk ke dalam kehidupannya.


Baiklah Ladira tidak bisa protes kepada dunia. "Kenapa Laras? Apa hubungannya sampai lo harus nikah sama dia?" Tanya Ladira kembali.


"Waktu jam istirahat kedua selesai, gue balik ke kelas. Tapi tiba-tiba Laras telfon dan minta tolong. Gue khawatir waktu dengar dia benar-benar minta tolong saat itu juga.."


"Sok khawatir," gumam Ladira yang masih Gean dengar. Cowok itu hanya tersenyum tipis tanpa Ladira ketahui.


Gean menggeleng dan mulai menjelaskan kejadian singkat, disaat dia mendapat kabar kalau ada suara seseorang yang terkunci di toilet. Ternyata itu Laras, lalu Gean membawanya menuju rumah sakit, karena kondisi Laras yang tidak baik-baik saja saat itu.


Di rumah sakit, Gean terus menjaga Laras karena orang tua Laras yang belum pulang bekerja sampai malam.


Mengetahui anaknya yang terluka, ayah Laras memukuli Gean karena mengira bahwa Gean penyebabnya. Saat mendengar penjelasan dari Laras langsung, kalau dia dibuli karena berdekatan dengan Gean.


Ayah Laras yang mengetahui kalau Gean adalah anak dari Zayan, yang merupakan rekan kerjanya. Zayan diancam bahwa mereka akan memutuskan hubungan kerja.


Zayan berusaha meminta agar hubungan kerja mereka tidak putus, sampai permintaan dari ayah Laras membuat Gean menolak mentah-mentah saat itu juga.


Dia diminta untuk menikahi Laras atas permintaan Laras sendiri, Gean tentu menolaknya karena dia berkata kalau sudah memiliki istri, yaitu Ladira.


Ayah Laras ingin membatalkan permintaan anaknya untuk menikah dengan Gean, tetapi Laras tetap bersikukuh walaupun tahu bahwa Gean sudah memiliki Ladira. Sehingga satu keputusan bahwa mereka akan tetap melangsungkan pernikahan, setelah Ladira dan Gean menempuh 1 tahun pernikahan.


"Laras tahu kalau kita udah nikah?" Tanya Ladira kembali memastikan, setelah mendengar penjelasan Gean yang begitu panjang, walaupun Gean mengatakan kalau dia menyingkat cerita.


Gean mengangguk, "waktunya tersisa sampai kita selesai di kelas 11. Tepat 1 tahun pernikahan. Gue gak mau cer..."


"Sesuai janji waktu itu Ge, kalau lo lupa waktu gue bilang di atas bianglala kalau gue cuma mau hubungan kita sampai 1 tahun," ucap Ladira memotong kalimat Gean.


...***...


...See You 😉...

__ADS_1


...Mana nih semangatnya 🍂...


__ADS_2