
"Kalau windu kasih tau ale gimana? " tanya leo,
" gue akan buat ale milih gue dan percaya gue daripada windu" kata danish sambil membuka pintu mobil,
" caranya? " tanya abi,
" gue fitnah aja windu" kata danish dengan santai,
tanpa mereka sadari ada yang menguping pembicaraan mereka, ya windu yang kembali ke kelas karena charger ponsel nya tertinggal di loker meja nya, menemukan danish dan angket angket nya sedang ngobrol yang sangat membuat windu tertarik,
" lo yakin ale akan percaya elo daripada sahabat nya dari kecil? " tanya leo,
" lo tau dari mana? " tanya danish sambil melirik leo,
" apa sih yang enggak gue tau nih, wakaka" kata leo sambil tertawa,
" dia akan percaya gue, karena dia udah mulai cinta sama gue, dia pasti percaya dengan ke melawan gue" kata danish penuh dengan kesombongan,
" bajingan, pantas saja, lo akan Terima akibat nya" geram windu,
kemudian windu keluar dari persembunyian nya, dengan ekspresi yang sudah dirubah sedemikian rupa, terseyum dengan senyum yang mematikan,
prok prok prok
" waw, lo pintar juga nih, selamat ya" kata windu berjalan mendekat,
" windu, lo masih di sini" ucah danish dengan gugup,
" ya, dan gue menemukan kesenangan yang luar biasa" sahut windu,
daniah menetralkan ekspresi nya dengan sedemikian rupa,
" makanya, mending lo diem dan anggap tak terjadi, jadi persahabatan lo sama ale akan bisa bertahan" jawab danish dengan seringai merendahkan,
" gue lebih milih kehilangan sahabat yang gak percaya gue, daripada harus bersikap munafik dan membenarkan perilaku binatang elo" kata windu,
" lo tu sok suci banget, sayang banget 18 tahun rudal mu tak terpakai, nanti mati rasa lo" kata danish,
" daripada rusak gue kena virus menjijikkan kayak elo" jawab windu,
" mending lo jadi cewek aja kalau gitu, windi hahahaha" kekeh danish,
teebakar sudah amarah yang di pendam windu dari tadi,
" bukannya elo yang cewek, eh sorry banci deng, laki laki yang gentleman itu yang bisa jaga rudal dan ucapan nya buat istri nya kelak, gak kayak lo sampah. tuh kan bau nya sampe sini, bau busuk" sinis windu,
" daripada lo banyak omong, maju aja lo" panas danish juga,
" sorry gak akan puas kalau di sekolah, ke tempat biasa aja, gue tunggu. lo atau gue yang akan keluar hidup hidup" kata windu kemudian pergi,
" hey windi lo takut ya" ejek danish,
" aduh bang, windi takut, ejek danish lagi,
" udah nish, stop. lo jangan mancing macan tidur"peringat abi,
" tau, lo udah bonyok gini masih aku nambah" kata leo,
__ADS_1
" duh duh, dedek windi hati hati di jalan ya" teriak danish,
windu yang sudah sangat geram, dan emosi nya susah sangat tidak bisa terkontrol. kemudian dia berlari menuju denish dengan persiapan langsung mendaratkan tendang an tepat di iku hati nya,
bug,
danish langsung tumbang dengan nafas susah karena serangan mendadak dan mengenai ulu hati nya, sehingga dada nya terasa menyempit,
" dasar bencong, sekali tendangan tumbang, mulut doang yang besar, nyali dan tindakan lo minim, termasuk atitude dan perilaku lo minim adab" kata windu meremehkan,
" arghh, anjing lo, berani nyerang saat lawan belum siap" kata danish dengan erangan kesakitan,
" belum siap dari hongkong, lo yang liat gue lari ke arah lo dedek danisa" kata windu,
hahahhahah, tawa menggeleng windu,
" udahan ya dek danisa yang lemah, besok deh gue kasih tau rasa rudal gue" kata windu kemudian berbalik dan melangkah,
" jijik, homo murahan" pekik danish,
" yuk, gue tunjukin ke homo an gue, lo jadi cewek nya, gue masukin rudal gue di pantat lo, ayok ayok" kata windu berbalik arah sambil mendekat,
" jijik, pergi lo" teriak danish,
" bair lo rasain, gimana rasa nya di ewe tanpa perasaan, kasar dan seperti binatang, di kasih kenikmatan malah lo kasih dia kesakitan, biadab" sewot windu berjongkok di dekat danish yang setengah duduk menahan sakit di ulu hati dan dada nya,
" pergi lo, pergiii" teriak danish dengan tatapan tajam,
dia sudah mulai takut, takut apa yang dikatakan windu akan benar benar di kerjakan,
" aaaaaaaaaa, masa depan gue" teriak danish,
kemudian windu melepaskan cengkeraman tangan nya dan berdiri,
" sedotan lo semoga masih bisa dipakai ya" kata windu merendahkan dan langsung pergi tanpa menoleh lagi,
" sialan lo" pekik danish,
kemudian windu berjalan sambil tersenyum melihat kekalahan danish, dia menuju parkiran walaupun beberapa kali terdengar umpatan yang di tujukan padanya oleh danish,
dia terus berjalan dan memasuki mobil nya, kemudian pergi dari lingkungan sekolah itu, dia tidak berencana langsung pulang, karena tidak mau berbicara dengan ale, dia masih sangat kecewa dengan sahabat nya itu,
" lo udah dibutakan cinta le, sampe lo kehilangan kepercayaan pada sahabat lo, satu satu nya laki laki yang dipercaya ayah lo buat jaga lo, apa lo masih gak percaya sedang ayah lo percaya, satu satu laki laki yang diijinkan mengajak lo pergi, boleh kan gue kecewa sama lo sekarang " keluh windu bicara sendiri dengan setir bunder nya,
kemudian windu mengambil ponsel pintar nya, dan men dial nomer anis,
" hallo ndu, ada apa? " tanya anis to the point,
" assalamualaikum " tekan windu,
" oh iya, waalaikumsalam hehehe" kekeh anis,
" serah lo lah nis, lo dimana? " tanya windu,
" di rumah ale, baru aja ale masuk rumah" kata anis,
" perempatan depan gang rumah ale lo berhenti ya" kata windu,
__ADS_1
" lah kenapa? " bingung anis,
" ikut gue, udah lo diem aja" kata windu kemudian mematikan telpon nya,
kemudian beberapa saat windu melihat anis berasa di atas motor matic nya, windu berhenti dan berjalan ke arah anis,
" sana ke mobil" kata windu,
" lah, motor gue? " kata anis,
" gue titipin ke rumah tante gue, tuh" tunjuk windu ke arah rumah pagar hijau,
" aneh banget, oke gue tunggu di mobil" kata anis bergegas masuk ke dalam mobil windu,
kemudian windu memarkirkan sepeda motor anis di rumah itu, dan kembali ke mobil,
" pakai sabuk nya nis" kata windu,
" udah, mau kemana sih? " tanya anis saat mobil yang dikendarai sudah mulai berjalan,
" jalan jalan aja, gue ga mau pulang" kata windu,
" lo gila win, apa otak lo agak konslet karena soal tadi? " tanya abis,
" haha enggak, gue lagi pengen makan manusia dari tadi" canda windu,
" daging ge pahit ndu, serius. gak enak makan gue, beracun kebanyakan dosa" seru anis panik,
" lagi bernafsu buat makan lo" muka lo kalau panik lucu banget,
" aaaaaaaa"
.
.
.
.
yuhuuu, windu nih bos, senggol dong
keren bet dah, macho abis, buat mak aja deh ya si windu, eh iya lupa dah punya suami,
habis kesel banget sama danish,
bener banget sih cocok sama judul nya,
laki laki pecundang
jangan lupa ulasan nya juga ya, bintang lima nya, wkwkw udah kayak kurir ya mak,
like komen dan vote ya semua,
semoga suka dengan goresan pena mak,
annyeong 🌻
__ADS_1