
Ale bergidik ngeri melihat nya, begitu menakutkan nya ternyata sosok Danish. Dia yang begitu lembut saat bersama Ale ternyata sangat gila dan buat seperti binatang di luar. Air mata Ale terus menetes. Tidak bisa dipungkiri hati Ale tercabik- cabik.
"Jangan di lanjut Le. Lo gak akan tega dan tahan lihat nya. "
"Gue harus liat semua Ndu. Gue harus terima kenyataan. Biarkan semua sakit ini berkumpul agar tidak ada lagi celah hatiku untuk luluh pada nya. "
"Lo gadis hebat. "
"Hiks. Jangan ngomong gitu lo. Hiks gue jadi sedih. Hiks gue gak hebat. Gue gadis biasa. Gue juga sakit Nduu.! " tangis Ale.
Windu langsung memeluk sahabat nya yang tengah menonton adegan yang menjijikan itu. Windu tau pasti jika Ale sangat sakit melihat orang yang dicintai nya bersama wanita lain. Orang yang pertama dicintai sebagai laki- laki melukai dan menodai cinta itu sendiri.
"Hiks. Sakit sekali Ndu. "
"Ya gue tau, pasti lo akan sakit. "
"Ternyata se sakit ini. Kenapa gue harus jatuh cinta sama cowok BAJIN*GAN itu Ndu. Hiks.! "
"Lo gadis normal. Siapapun akan jatuh cinta jika dikejar tiga tahun lamanya dan cowok nya terlihat baik, serius dan sayang. "
"Lo Anjing Danish.!!!!. . " geram Ale pada Danish saat melihat semua properti sudah terpasang. Danish membalik tubuh wanita itu dalam posisi menungging dan Danish mencambuk punggung sampai pant*at dengan rumbai nya.
Wanita yang tengah di cambuk itu sesekali mendes*ah, sesekali teriak tertahan.
Setelah nya Danish mengambil benda yang mirip dengan rudal nya dengan ukuran yang jumbo tentu nya agak panjang dan berjalan ke wanita itu.
Menggesek- gesekkan pada pan*tat dan memasukkan secara langsung pada lembah segitiga permuda itu.
"Arkhhh." pekik wanita itu.
"Ahh pelan boy. sakiiiit. " rintih nya saat Danish memainkan rudal palsu itu.
Kemudian Danish memainkan alat itu dan membuat wanita itu teriak saat di puncak hasr*at nya. Setelah itu Danish menarik dia capit yang menjepit puncak Squishy nya.
Belum selesai di situ. Danish membalikkan tubuh itu dan mencambuk bagian depan. Mencambuk perut, mencambuk squishy, mencambuk bagian bawah wanita itu berkali kali.
wanita itu berteriak tanpa suara karena mulutnya tersumpal bola sebesar mulutnya.
"Astaghfirullah." lirih Ale.
"Cukup Ndu. gue udah gak tega lihat nya. Kasian banget wanita itu. " kata Ale sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangan nya yang masih di infus.
"Jahat banget Ya Allah. Hiks. Dimana hati nurani nya Ya Allah. Hiks."
Windu kembali memeluk tubuh dan hati yang rapuh itu. Windu yakin Ale sangat lelah. Dari sore menangis terus. Tadi terisak karena Windu sekarang menangis diam yang menyayat hati karena melihat orang yang dicintai nya menggila.
__ADS_1
"Ndut. Hiks. Ya Allah Nduu. Hiks. "
"Gue tau. Gak papa nangis aja sepuas lo besok janji harus udah baikan dan bangkit. Lo gak pantes banget buat dia." jawab Windu menenangkan Ale sambil mengelus kepala yang di tutupi jilbab nya itu.
"Hiks. Hiks. Dia maksa gue buat belajar cinta sama dia Ndu. Dia menawarkan hati dan cinta. Hiks. Merebut paksa perhatian. Meyakinkan akan ketulusan dan perjuangan bersama menggapai mimpi. Tapi dia menghancurkan semuanya. Hiks. " ratap Ale menghilang kan sesak dada nya.
Windu hanya mengelus kepala gadis kecilnya itu, sahabat tersayang nya itu yang tengah kehilangan cinta nya.
"Dia menghancurkan semua kepercayaan gue. Hiks. Dia menancapkan belati dalam hati gue. Hiks. Gue harus apa Ndu. Hiks Hiks. Mana bukti kalau dia tidak akan menyakiti hati gue. Hiks Hiks. "
"Lo ingat, Gue selalu bilang, konsekuensi dari mencintai lo juga harus siap untuk disakiti. Tapi, bukan berarti gak ada laki laki yang tulus dan setia. Bukankah berhubungan gak semuanya bahagia?. "
"Hiks Hiks Gue inget. Tapi. "
Belum selesai Ale melanjutkan perkataan nya sudah di potong oleh Windu.
"Dalam kata mencintai ada Tai nya Le, bukan hanya cinta. Pernikahan sekalipun. Hanya saja ada batas toleransi kesalahan yang bisa lo tanggung. Jika lo gak bisa ya done. selesai. "
"Gue gak bisaa. Gue gak bisaa. Hiks Biarlah cinta yang baru tumbuh ini harus di cabut sampai ke akar nya. Hiks Karakter gak bisa di rubah. " jawab Ale.
"Jangan trauma untuk mencintai orang lain lagi, tidak semua seperti Danish Le. "
"Tapi sakit banget Nduu. Sakiiiit banget. "
Windu terus memeluk Ale hingga tubuhnya terasa sudah mulai tenang. Windu tidak merasakan lagi tubuh bergetar Ale.
Kemudian Windu membaringkan Ale dan menyelimuti gadis itu. Setelah nya Windu merebahkan diri si sofa panjang itu dan bersiap pula untuk tidur karena hari menunjukkan hampir subuh.
Setelah beberapa jam, Ale terbangun karena sinar matahari menerpa wajah nya.
"Eghhhh."
"Udah siang, Loh Windu tidur di sofa sejak kapan. Seinget gue, gue nangis di dada nya dan lupa. "
Ale beranjak dari ranjang nya dan berjalan menuju sofa.
"Makasih ya Ndu, Lo emang sahabat terbaik gue. Kasian banget, pasti tidur lo gak nyaman. Maafi gue karena bikin lo salah paham dan sempet sakit hati padahal belain gue. " gumam Ale sambil mengelus pipi Windu.
"Sama sama Le," jawab Windu masih memejamkan mata nya.
Ale terkejut, langsung menarik cepat tangan nya yang tengah mengelus pipi Windu, tapi buru buru Windu cegah dan Windu menggenggam tangan Ale sambil membuka mata nya.
"Lo udah baikan?. " tanya Windu.
Ale hanya menjawab dengan anggukan kepala.
__ADS_1
"Hmmm. Yuk sarapan minum vitamin terus pulang. "
"Pulang kemana?. "
"Lah kan gue mesti anterin ke budhe lo. "
"Gak Ah, Gak jadi nenek juga gak tau gue kesini. Gue kesini karena ayah bilang lo pindah. Gue jadi langsung mau nyusulin lo. "
"Beneran?. " goda Windu sambil menahan senyum nya.
"Yaudah kalau gak percaya. "
"Kalau lo di jakarta gak lagi di Jawa Tengah?. "
"Ya gue tetep akan berangkat, sama aja cuma sejam."
"Hahaha. Ya udah nginep di rumah tante aja. Dia juga kangen sama lo. "
Kemudian Windu berdiri berniat mencuci muka nya di kamar mandi, baru melangkah Ale kembali menarik tangan Windu, Windu menoleh.
"Ndu."
"Hmm. Apa lagi?. "
"Lo bakal balik sama gue kan ke Jakarta?. " kata Ale memohon dan menatap penuh harap.
Windu menatap intens ekspresi muka Ale dan tersenyum dalam hati.
"Gak tau le. Gue suka di sini. Dan udah mulai cari kampus di sini soalnya. "
"Ndu." kata Ale sambil berkaca- kaca.
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya.
Jangan lupa like komen dan vote.
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian.